;
Tags

Saham

( 1717 )

Asing Masih Gencar Lepas Saham, Net Sell Sentuh Rp 3,5 Triliun

KT3 22 Jun 2023 Investor Daily

Pemodal asing terus melepas asset saham di BEI selama 11 hari beruntun. Selama 5-12 Juni 2023, jual bersih (net sell) asing di saham Rp 3,5 triliun, merujuk data BEI dan RTI. Kemarin, asing masih sell Rp 53,54 miliar ditengah kenaikan IHSG 0,6 % ke level 6.702. Net sell terbesar asing terjadi di saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 75,92 miliar. Sebaliknya asing memborong lima saham, yakni PT Ace Hardware Tbk (ACES) dengan net buy Rp 68,09 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 42,92 miliar, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Rp 42,34 miliar, PT Indofood CBP Sukses MAkmur Tbk (ICBP) Rp 36,09 miliar dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 31,4 miliar.

Masifnya aksi net sell asing membuat indeks sulit bergerak dan menembus level 7.000. Dalam sebulan terakhir, indeks malah terpangkas 0,4 % dan secara year to date (YTD) turun 2,16 %. Sehingga IHSG menjadi terburuk ke 2 di dunia setelah FTSE/BM KLCI Malaysia yang turun 7,1 %. Nikkei menjadi indeks terbaik di dunia dengan kenaikan 29,17 %. Hingga kemarin asing masih net buy saham Rp 16,95 triliun, namun turun jauh dibanding awal juni, yang mencapai Rp 20 triliun lebih. (Yoga)


Emiten Properti Tak Terpengaruh Subsidi

HR1 21 Jun 2023 Kontan

Setelah lama ditunggu, pemerintah akhirnya menerbitkan aturan baru harga rumah subsidi yang mendapatkan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Beleid ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 60/PMK.010/2023. Lewat PMK tersebut, pemerintah menaikkan batas harga rumah tapak yang bebas PPN 11% dari harga jual. Untuk tahun 2023, rumah tapak bebas PPN dipatok di kisaran harga Rp 162 juta-Rp 234 juta per unit. CEO Advisor.id Praska Putrantyo menilai, dampak dari aturan ini tidak berpengaruh atau berdampak positif terhadap kinerja emiten-emiten properti. Sebab, aturan ini lebih menyasar kepada rumah-rumah dengan harga menengah ke bawah, yakni dengan di bawah Rp 500 juta. Hal tersebut, kata Praska, terlihat dari kinerja rata-rata emiten properti dan real estate, khususnya yang berkapitalisasi besar di atas Rp 10 triliun masih mengalami koreksi dalam sepekan terakhir. "Alhasil, indeks sektor properti & real estate merosot 1,34% dalam sepekan per 20 Juni 2023," ujarnya, Selasa (20/6). Senada, analis Ciptadana Sekuritas Asia, Yasmin Soulisa menjelaskan, total nilai kredit perumahan dan apartemen yang disalurkan industri perbankan masih akan tumbuh sebesar 7,2% secara tahunan pada kuartal I-2023.

Prospek Emiten Jalan Tol Semakin Laju

HR1 20 Jun 2023 Kontan

Emiten pengelola jalan tol masih percaya diri mengejar target pertumbuhan kinerja di tahun ini. Contohnya PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) yang menargetkan pendapatan perusahaan bisa naik 10% dibanding realisasi tahun 2022. Pada 2022, META mencetak pendapatan non jasa konstruksi sebesar Rp 838,4 miliar. Realisasi ini tumbuh 24,2% secara tahunan dari Rp 675,1 miliar pada 2021. Alhasil, tahun 2022, META meraup laba usaha Rp 278,2 miliar, naik 84,5% secara tahunan dari 2021 sebesar Rp 1 50,8 miliar. Indah DP Pertiwi, Head of Corporate Communication & CSR META mengatakan, selain pendapatan, emiten ini juga mematok laba bersih di sepanjang tahun 2023 tumbuh di atas 25%. Optimisme META berkaca pada membaiknya trafik kendaraan di ruas tol entitas asosiasi perseroan, yakni tol Mohammed Bin Zayed (MBZ) dan tol Jakarta Lingkar Bersatu (JLB). "Kontribusi dari entitas ini diproyeksi tumbuh dari tahun sebelumnya," ujar Indah kepada KONTAN, Minggu (18/6). Sebab, jalan tol yang dioperasikan Nusantara Infrastructure umumnya merupakan tipe urban toll road. "Alhasil, volume libur Lebaran lebih rendah daripada working months," imbuh Indah. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai, prospek kinerja emiten jalan tol masih cerah di tahun ini. Selain berakhirnya pandemi Covid-19, momen tahun politik menjelang Pemilu 2024 akan jadi katalis positif emiten tol. Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei sepakat, momen Pemilu 2024 akan mendorong mobilitas masyarakat. Seiring itu, volume kendaraan yang melewati jalan tol akan meningkat. "Kebutuhan logistik dan kampanye yang dapat meningkatkan volume kendaraan yang melewati jalan tol," katanya.

Arah Suku Bunga Pelecut Laju Bursa

HR1 19 Jun 2023 Kontan

Pasar saham Indonesia harap-harap cemas menanti keputusan Bank Indonesia (BI) dalam menentukan arah suku bunga acuan ke depan. Pada Rabu (21/6) dan Kamis (22/6) pekan ini, BI bakal menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG). Pasar akan mencermati hasil RDG BI tersebut. Pasalnya, keputusan BI dalam menentukan arah kebijakan moneter Indonesia itu bakal menjadi sentimen pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke depan. Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih melihat, kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed yang menahan suku bunga acauan pada rapat FOMC pekan lalu telah sesuai ekspektasi pasar dan menjadi katalis positif IHSG. Hanya saja, IHSG belum melaju kencang. Pelaku pasar masih mencerna sinyal The Fed menaikkan kembali suku bunga sebanyak dua kali di sisa tahun ini. Fund Manager Syailendra Capital, Rendy Wijay, menimpali, pasar berekspektasi RDG BI akan mempertahankan suku bunga di level saat ini. "Jika sesuai ekspektasi, kami memperkirakan dampaknya akan positif bagi pasar saham," imbuh Rendy. Secara teknikal, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, sepekan ke depan IHSG berpotensi sideways cenderung terkoreksi dengan support di 6.660 dan resistance 6.744. Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova sepakat, IHSG membuka peluang skenario koreksi jangka pendek usai tertahan di bawah MA10 pada weekly chart. Area support IHSG di 6.660 dan resistance 6.767.

Dua Rencana IPO BUMN

KT1 19 Jun 2023 Tempo

JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memastikan bakal melepas saham dua perusahaan pelat merah tahun ini: PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PalmCo, anak usaha PT Perkebunan Nusantara III di bidang sawit. Persiapan menuju lantai bursa sudah berjalan sejak tahun lalu. Menurut Wakil Menteri BUMN Pahala Mansury, persiapan untuk menawarkan saham kedua perusahaan ini ke publik hampir rampung. PHE, misalnya, sudah menyerahkan dokumen rencana penawaran perdana sahamnya (initial public offering/IPO) untuk ditinjau Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Namun Pahala belum memberi kepastian ihwal eksekusinya. "Kami menunggu timing yang tepat," ujar Pahala, akhir pekan lalu. Dia menilai pemerintah dan perusahaan perlu berhati-hati memilih momentum masuk ke pasar demi mendapatkan hasil yang optimal. Salah satu alasannya, saham PHE bakal langsung dilepas ke pasar tanpa menggandeng investor jangkar. Langkah ini berbeda dengan saudara PHE yang lebih dulu melantai di bursa, yaitu PT Pertamina Geothermal Energy. Pahala belum mengungkap dana segar yang diincar perusahaan lewat aksi korporasi yang melibatkan advisor dari Citibank, JP Morgan, Chase & Co, Credit Suisse, Mandiri Sekuritas, hingga BRI Danareksa ini. Namun dia memastikan porsi saham yang dilepas ke publik sebesar 5-10 persen. (Yetede)

IHSG Menguat, Harga SUN Stabil

KT1 19 Jun 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi menguat terbatas pekan ini di rentang  6.644-6.750, setelah pekan lalu hanya naik tipis 0,07% ke level 6.698. Katalis penguatan indeks adalah perbaikan perekonomian Amerika Serikat (AS) dan perlambatan laju inflasi dalam negeri. Di sisi lain, harga surat utang negara (SUN) diprediksi stabil pekan ini, dengan imbal hasil (yield) tenor 10 tahun bergerak direntang  6,2-6,4%. Pergerakan harga SUN akan dipengaruhi keputusan The Fed menahan suku bunga acuan di 5,75% pekan lalu dan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia  pekan ini. Sepanjang 2023, IHSG indeks menjadi saham terburuk di dunia. Berdasarkan data Blooberg, IHSG turun 2,2%, terburuk kedua di dunia setelah FTSE/BM KLCI Malaysia yang turun 7,1%. Sementara itu,  Nikel Jepang menjadi Indeks terbaik di dunia dengan kenaikan 29,17%, diikuti Taiex Taiwan 22,2%, dan DAX Jerman 17,4%. CEO Edvisor.id Praska Putrantyo mengatakan, pergerakan indeks yang flat pekan lalu diakibatkan pelemahan saham-saham sektor barang konsumen primer, properti dan real estate, serta keuangan, khususnya bank-bank berkapitalisasi besar. Selain itu, indeks semakin tertekan seiring munculnya peluang kenaikan suku bunga acuan AS, The Fed Funds Rate, Juli mendatang jika inflasi tak sesuai target bank The Fed. (Yetede)

Reli Saham Properti Berlanjut di Semester II

KT1 17 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Sebanyak lima saham properti reli sepanjang 2023, dengan kenaikan rata-rata 20%, mengungguli indeks harga saham (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) yang turun 2%. Tren ini diprediksi berlanjut  sampai akhir tahun, ditopang ekspektasi bertahannya suku bunga acuan Bank Indonesia. Kelima saham itu adalah PT Summarecon Agung Tbk (SMRA), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), dan PT Alam Autera Realty Tbk (ASRI). Sementara itu, merujuk data BEI, per 16 Juni 2023. IHSG terpangkas 2,2%. Namun, indeks saham properti BEI atau IDX Sector Properties & Real Estate masih tumbuh 3,1%. Artinya, saham sektor properti mampu melawan arus  pelemahan pasar bersama  saham sektor transportasi dan logistik yang indeksnya naik 15,5%, konsumer nonsiklikal 3,6%. Berdasarkan riset BRI Danareksa Sekuritas, dikutip Jumat (16/6/2023), ada tiga katalis penguatan saham properti. Pertama, suku bunga acuan BI atau BI-7 Day Reserve Repo Rate (BI7DDR) diprediksi bertahan di level 5,75% sampai akhir tahun. (Meski BI7DDR) telah  naik 225 basis points (bps) sejak Agustus 2022, rata-rata suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) stabil di level 7,6-7,7%. (Yetede)

Menimbang Investasi di Saham Luar Negeri

HR1 17 Jun 2023 Kontan

Era digital yang berkembang pesat melunturkan sekat bagi investor yang ingin menjaring cuan dari bursa saham luar negeri. Sejumlah platform investasi sudah bisa memfasilitasi investor untuk memilih saham dari bursa global. Tengok saja aplikasi investasi multi-aset, Pluang, yang memperluas akses investor ritel ke lebih dari 600 aset di bursa Amerika Serikat (AS). Pluang menyajikan pilihan investasi di pasar saham AS mulai dari US$ 0,3 atau kurang dari Rp 5.000. "Termasuk 500 lebih pilihan baru saham AS mulai dari sektor teknologi, farmasi, consumer goods sampai klub sepak bola," ungkap Claudia Kolonas , Co-Founder Pluang, belum lama ini. Kepala Riset Surya Fajar Sekuritas, Raphon Prima mengamati, platform trading dan investasi cukup jeli melihat potensi gairah investasi, terutama di kalangan milenial. Apalagi investor di segmen ini lebih berpikiran terbuka, sehingga tidak sebatas menganalisa saham di Indonesia. Investor yang berinvestasi di bursa saham global biasanya sudah memiliki pengetahuan yang baik, khususnya  pengetahuan di bidang teknologi.  "Mereka juga mengamati saham-saham luar negeri, terutama yang berorientasi di sektor teknologi," ungkap Raphon kepada KONTAN, Jumat (16/6). Certified Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus menilai, terbukanya akses ke pasar saham luar negeri membawa alternatif investasi. Sejalan dengan ukuran kapitalisasi, likuiditas dan jenis perusahaan yang lebih beragam. Head of Retail Marketing & Product Development Division Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi  menegaskan, investasi di bursa luar negeri tidak cocok untuk investor awam. Dengan banyaknya, instrumen derivatif, pasar luar dapat diekspektasi lebih volatil.  "Diversifikasi dapat dilakukan untuk mitigasi risiko," kata Reza.

Saham Teknologi Bertaji Berkat AI

HR1 17 Jun 2023 Kontan (H)

Harga saham-saham teknologi dunia meroket tinggi di pekan ini. Bahkan harga saham Microsoft Corp dan Apple Inc mencetak rekor harga tertinggi sepanjang masa. Pada perdagangan Kamis (15/6), harga saham Microsoft di bursa Wall Street ditutup di US$ 348,10 per saham, rekor harga tertingginya. Kapitalisasi pasar saham ini pun meroket ke level baru, US$ 2,59 triliun atau setara sekitar Rp 38.591 triliun (kurs US$ 1=Rp 14.900). Harga saham Apple juga ditutup di rekor harga tertinggi sepanjang masa pada Kamis, yakni US$ 186,01 per saham. Kapitalisasi pasar saham produsen iPhone ini pun mencapai US$ 2,93 triliun atau nyaris tiga kali lipat produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Apple dan Microsoft pun sukses mempertahankan status sebagai perusahaan peringkat pertama dan kedua dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia. Penguatan harga saham Apple masih didorong sentimen pengumuman produk kacamata augmented reality (AR) Vision Pro beberapa waktu lalu. Investor juga menilai Apple punya fundamental kuat dan rencana ekspansi jelas. "Apple memiliki peta jalan yang membuat nyaman investor dan arus kas luar biasa," tutur Wayne Kaufman, analis Phoenix Financial Services, seperti ditulis oleh Fortune, kemarin. Analis menilai positif ekspansi Microsoft ini. Dalam riset ke investor, JPMorgan menyebut perkembangan AI meningkatkan permintaan produk Microsoft dan membuat prospek emiten ini cerah.

Laba Terangkat Penambahan Forklift

HR1 17 Jun 2023 Kontan

Perusahaan penyewaan forklift dan material handling equipment PT Sarana Mitra Luas Tbk akan terus menambah pasarnya. Emiten berkode saham SMIL ini akan menambah 250 unit forklift baru dalam waktu satu sampai dua tahun ke depan. Proyeksi ini disesuaikan besaran belanja modal SMIL dari tahun ke tahun. Direktur Sarana Mitra Luas, Winston Suhermin mengungkapkan bahwa penambahan jumlah forklift sebanyak 250 unit forklift tersebut dari berbagai ukuran. Ukuran forklift mulai dari 2,5 ton hingga 25 ton yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar. "Pembelian forklift ini akan meningkatkan pendapatan kami lebih dari 30% dan laba meningkat 40%-50%," kata Winston kepada KONTAN, Jumat (16/6). Menurut Winston, ekspansi pembelian forklift tambahan tersebut akan menggunakan sebagian dana hasil penawaran umum perdana alias initial public offering (IPO). Dari aksi korporasi tersebut, SMIL memperoleh dana sebesar Rp 175 miliar. Dimana dana yang dialokasikan untuk membeli forklift sebanyak Rp 75 miliar setara 43,99% dari total dana IPO. "Dana tersebut untuk membeli 250 unit forklift dan material handling equipment lain dalam rangka menambah kapasitas dan diversifikasi unit rental," jelas Winston. Pergerakan saham PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) masih di atas harga perdana alias initial public offering (IPO). Harga saham emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 Mei 2023 ini di awal listing berada di Rp 100 per saham. Jumat (16/6), saham SMIL di Rp 150 per saham. Ini artinya saham SMIL naik 50%.

Pilihan Editor