;
Tags

Saham

( 1722 )

SUNTIKAN TENAGA DI LANTAI BURSA

HR1 28 Jun 2023 Bisnis Indonesia (H)

Keputusan Pemerintah untuk membuka kembali keran ekspor produk turunan kelapa sawit menjadi suntikan tenaga yang mendorong laju saham-saham produsen crude palm oil (CPO) di lantai bursa. Ke depan, prospeknya masih dibayangi harga CPO yang bertahan di level tinggi, aturan kewajiban pasok domestik, dan potensi pertumbuhan permintaan pasar luar negeri. Setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan ekspor produk minyak sawit akan kembali dibuka mulai Senin (23/5), mayoritas saham emiten-emiten perkebunan mendarat di zona hijau pada perdagangan akhir pekan lalu. Penguatan dipimpin oleh saham PT Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) yang menguat 8,33%, disusul saham PT Dharma Satya Nusantara Tbk. (DSNG) yang naik 7,14%, dan saham PT Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) tumbuh 5,94% pada Jumat (20/5). Tak hanya kinerja harian yang menghijau, mayoritas saham di sektor ini juga membukukan return positif secara year-to-date (YtD). Saham PT Sumber Tani Agung Resources Tbk. (STAA) menjadi top gainers dengan penguatan 71,66% YtD ke level Rp1.030. Selain STAA, lonjakan harga juga dialami oleh saham PT Cisadane Sawit Raya Tbk. (CSRA) dan AALI yang masing-masing tumbuh 47% dan 36,05% sepanjang tahun berjalan 2022. Analis BRI Danareksa Sekuritas Andreas Kenny berpendapat larangan ekspor CPO sudah diprediksi akan berlangsung singkat sekitar 1 bulan. Langkah itu merupakan upaya Pemerintah memastikan pasokan bahan baku minyak goreng dan menurunkan harga minyak goreng curah menuju Rp14.000 per liter. Di sektor perkebunan kelapa sawit, analis Henan Putihrai Sekuritas Robertus Hardy dan Alroy Soeparto menyoroti tiga emiten, yakni STAA, DSNG, dan PT Triputra Agro Persada Tbk. (TAPG). Menurut Robertus dan Alroy, prospek STAA didorong oleh kenaikan produksi dan yield sawit. Selain itu, STAA juga sedang merampungkan refinery terintegrasi, tangki penyimpanan, dan pelabuhan di Lubuk Gaung. “Kami juga menyukai STAA karena memiliki EBITDA per total area tertanam yang superior sebesar Rp39,1 juta. Posisi itu lebih tinggi dari AALI Rp15 juta dan LSIP Rp14,2 juta,” paparnya dalam riset.

Perkuat Pembiayaan Otomotif, MMUFG Gelar Akuisisi Jumbo

KT1 27 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-MUFG Bank dan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance/ADMF) mengumumkan, mereka telah mencapai kesepakatan dengan PT Jayamandiri Gemasejati (JG Motor) dan beberapa pemegang saham lainnya untuk pengambilalihan 80,6% saham PT Mandala Multifinance Tbk (Mandala Finance/MFIN). Transaksi ini disebut mencapai Rp 7,04 triliun. Penyelesaian pengambilalihan ini akan menghasilkan MUFG Bank menjadi pemegang saham terbesar di MFIN dengan memegang 70,6% saham dan ADMF akan memegang 70,6% saham dan ADMF akan memegang 10% saham. "MUFG Bank bersedia melaksanakan penawaran tender wajib, sesuai dengan peraturan yang berlaku di Indonesia, terhadap sisa 19,4% saham MFIN setelah selesainya pengambialihan 80,6% saham tersebut," tulis Adira Finance dalam rilisnya yang diterima Investor Daily, Senin (26/26/2023). Adapun akuisisi diharapkan  selesai pada awal tahun 2024, dengan tunduk pada penerimaan persetujuan-persetujuan dari otoritas terkait. Dalam transaksi jual beli bersyarat ini, Greenhill$Co bertindak sebagai penasehat keuangan tunggal bagi JG Motor, pemilik Mandala Finance sebelumnya. (Yetede)

Asing Kembali ke Pasar Saham

KT1 27 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Pemodal asing diprediksi kembali ke pasar saham, setelah profit taking di pasar surat berharga negara (SBN). Hal ini bakal menjadi katalis kuat kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI). Kalangan analis menilai. profit taking asing di SBN kemungkinan terjadi pekan ini, setelah harga reli. Kemarin, yield surat utang negara (SUN) bertengger di level 6,28%, dibandingkan 3 Januari sebesar 7%. Sementara itu, indikasi kembalinya asing ke saham terlihat pada perdagangan di BEI, Senin (26/6/2023). Setelah net sell beruntun selama 14 hari, asing membukukan net but, kemarin, sebesar Rp113 miliar. Senior Investment Information Mirea Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menuturkan, pelaku pasar mengapresiasi kebijakan Bank Indonesia (BI) yang akan tetap menjaga tingkat suku bunga acuan di level 5,57% dcapital inflow di Tanah Air, meskialam 3-6 bulan mendatang. Ini bisa memicunya terjadinya capital inflow di Tanah Air, meski ada potensi hembatan kekhawatiran  pengetatan moneter dari The Fed atau bank sentrak lainnya. "Kita mengapresiasi langkah BI menetapkan suku bunga acuan pada level yang sama, sehubungan dengan inflasi Indonesia yang sudah beberapa ditarget atas BI, yakni 4%, berbeda dengannegara lain yang belum mencapai target," kata dia. (Yetede)

Harga Komoditas Jeblok, IHSG Ikut Terperosok

HR1 26 Jun 2023 Kontan (H)

Tahun 2023 bukan masa terbaik bagi emiten komoditas. Pasalnya, harga komoditas di pasar global terus melandai. Contoh harga crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah. Pada Jumat pekan lalu (23/6), harga CPO di Bursa Malaysia Exchange untuk pengiriman September 2023, berada di posisi MYR 3.620 per ton atau menguat 1,63% dibanding hari sebelumnya. Namun, jika dihitung dalam sepekan, harga CPO sudah turun 3,29%. Padahal, di awal tahun ini, harga CPO masih MYR 4.083 per ton. Dus, jika dihitung sejak awal 2023, harga CPO sudah rontok 11,33%. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rizkia Darmawan menilai, penurunan harga batubara dipicu lesunya permintaan di pasar global. Pemulihan ekonomi China yang lebih lambat dari ekspektasi mempengaruhi kebutuhan konsumsi energi, yang berimbas pada harga batubara. Tren melandainya harga sejumlah komoditas tak pelak ikut menyeret indeks harga saham gabungan (IHSG). Indeks saham menutup akhir pekan lalu dengan pelemahan 0,19% ke posisi 6.639,73. Bila diakumulasi sejak awal 2023, IHSG sudah longsor 3,08%. Pengamat pasar modal Teguh Hidayat tak memungkiri, salah satu pemberat langkah IHSG adalah melemahnya saham-saham berbasis komoditas. Memang, mengutip data Bloomberg, saham-saham emiten yang terkait komoditas menyumbang bobot 17,35% terhadap IHSG. Teguh mengamati, saham emiten energi yang mengalami penurunan harga dan memiliki bobot besar terhadap IHSG, antara lain, PT Bayan Energy Tbk (BYAN). Pada penutupan bursa akhir pekan lalu, saham BYAN naik tipis 1,15% ke level Rp 15.400.

Pasar Saham Diprediksi Menggeliat Menjelang Pemilu

KT1 23 Jun 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID- Pasar saham diprediksi menggeliat menjelang pemilu 2023, berdasarkan tren yang ada di lima pemilu sebelumnya. Sejalan dengan itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berpotensi naik 8% enam bulan sebelum pemilu 2024 dan ditutup di level 7.300 akhir 2023. Head of Investment Connoistsuer Moduit manuel Adhy Purwanto menegaskan, pasar saham pada enam bulan sebelum pemilu selalu naik. Berdasarkan data Moduit, menjelang gelaran pemilu 20 Oktober 1999, 5 Juli 2024, 8 Juli 2009, 9 Juli 2014, 17 April 2019, IHSG terapresiasi masing-masing 20,26%, 5,9%, 48,52%, 19,6%, dan 11,73%. "Meski positif, bukan indeks akan cenderung naik, karena pemilu. Artinya, kondisi ekonomi global lebih menjadi fokus utama pasar dari pada pemilu. Pemilu hanya memberikan support terhadap tema utama yang ada di global," papar manuel, kamis (22/06/2023). Dia menambahkan, enam bulan setelah pemilu, indeks bergerak variatif. Dari lima pemilu sebelumnya, indeks tiga kali tumbuh dan dua negaitf. Setelah enam bulan pemilu 20 Oktober 1999, IHSG terdepresiasi 9.93, lalu 2019 turun 4,81%, sedangkan Juli 2004, Juli 2009, dan Juli 2014 masing-masing naik 36,29%, dan 3,36%. (Yetede)

Suku Bunga Ngerem, Jeli Memilih Saham

HR1 23 Jun 2023 Kontan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menukik di tengah keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada Kamis (22/6). Kemarin, IHSG ambles 0,75% ke posisi 6.652,26. Analis Investindo Nusantara Sekuritas, Pandhu Dewanto menilai, di tengah kondisi pasar yang minim katalis, keputusan BI sudah sesuai ekspektasi pasar. Jadi, tidak memberikan dorongan signifikan bagi gerak IHSG. Terlebih, pasar masih mencermati potensi kenaikan suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed. "Hal ini bisa berdampak pada gelombang capital outflow seperti yang terjadi pada siklus-siklus sebelumnya," papar Pandhu, kemarin. Fund Manager Syailendra Capital, Rendy Wijaya, menjelaskan, hasil RDG BI cenderung berdampak minim bagi IHSG. Proyeksi dia, sentimen yang akan mempengaruhi pasar adalah suku bunga The Fed, yang masih berpotensi naik ke 5,25%-5,5%. Research & Consulting Manager Infovesta Utama, Nicodimus Kristiantoro sepakat, koreksi IHSG lebih terbawa sentimen eksternal. Pemicunya, pernyataan terbaru The Fed yang semakin meyakinkan ada kenaikan suku bunga pada Juli mendatang. Sebab, saham teknologi domestik berkorelasi dengan dinamika di pasar global, terutama di AS. "Jika suku bunga acuan AS naik, saham teknologi AS akan turun lagi dan bisa memicu dampak psikologis lanjutan untuk sektor teknologi di pasar domestik," ujar Nico. Equity Analyst Kanaka Hita Solvera, Andhika Cipta Labora menyatakan, bila kondisi makro ekonomi sesuai ekspektasi dan suku bunga turun, ada tiga sektor yang bakal menghirup angin segar. Yakni, sektor properti, teknologi dan infrastruktur.

Asing Masih Gencar Lepas Saham, Net Sell Sentuh Rp 3,5 Triliun

KT3 22 Jun 2023 Investor Daily

Pemodal asing terus melepas asset saham di BEI selama 11 hari beruntun. Selama 5-12 Juni 2023, jual bersih (net sell) asing di saham Rp 3,5 triliun, merujuk data BEI dan RTI. Kemarin, asing masih sell Rp 53,54 miliar ditengah kenaikan IHSG 0,6 % ke level 6.702. Net sell terbesar asing terjadi di saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 75,92 miliar. Sebaliknya asing memborong lima saham, yakni PT Ace Hardware Tbk (ACES) dengan net buy Rp 68,09 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 42,92 miliar, PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) Rp 42,34 miliar, PT Indofood CBP Sukses MAkmur Tbk (ICBP) Rp 36,09 miliar dan PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 31,4 miliar.

Masifnya aksi net sell asing membuat indeks sulit bergerak dan menembus level 7.000. Dalam sebulan terakhir, indeks malah terpangkas 0,4 % dan secara year to date (YTD) turun 2,16 %. Sehingga IHSG menjadi terburuk ke 2 di dunia setelah FTSE/BM KLCI Malaysia yang turun 7,1 %. Nikkei menjadi indeks terbaik di dunia dengan kenaikan 29,17 %. Hingga kemarin asing masih net buy saham Rp 16,95 triliun, namun turun jauh dibanding awal juni, yang mencapai Rp 20 triliun lebih. (Yoga)


Emiten Properti Tak Terpengaruh Subsidi

HR1 21 Jun 2023 Kontan

Setelah lama ditunggu, pemerintah akhirnya menerbitkan aturan baru harga rumah subsidi yang mendapatkan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Beleid ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 60/PMK.010/2023. Lewat PMK tersebut, pemerintah menaikkan batas harga rumah tapak yang bebas PPN 11% dari harga jual. Untuk tahun 2023, rumah tapak bebas PPN dipatok di kisaran harga Rp 162 juta-Rp 234 juta per unit. CEO Advisor.id Praska Putrantyo menilai, dampak dari aturan ini tidak berpengaruh atau berdampak positif terhadap kinerja emiten-emiten properti. Sebab, aturan ini lebih menyasar kepada rumah-rumah dengan harga menengah ke bawah, yakni dengan di bawah Rp 500 juta. Hal tersebut, kata Praska, terlihat dari kinerja rata-rata emiten properti dan real estate, khususnya yang berkapitalisasi besar di atas Rp 10 triliun masih mengalami koreksi dalam sepekan terakhir. "Alhasil, indeks sektor properti & real estate merosot 1,34% dalam sepekan per 20 Juni 2023," ujarnya, Selasa (20/6). Senada, analis Ciptadana Sekuritas Asia, Yasmin Soulisa menjelaskan, total nilai kredit perumahan dan apartemen yang disalurkan industri perbankan masih akan tumbuh sebesar 7,2% secara tahunan pada kuartal I-2023.

Prospek Emiten Jalan Tol Semakin Laju

HR1 20 Jun 2023 Kontan

Emiten pengelola jalan tol masih percaya diri mengejar target pertumbuhan kinerja di tahun ini. Contohnya PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) yang menargetkan pendapatan perusahaan bisa naik 10% dibanding realisasi tahun 2022. Pada 2022, META mencetak pendapatan non jasa konstruksi sebesar Rp 838,4 miliar. Realisasi ini tumbuh 24,2% secara tahunan dari Rp 675,1 miliar pada 2021. Alhasil, tahun 2022, META meraup laba usaha Rp 278,2 miliar, naik 84,5% secara tahunan dari 2021 sebesar Rp 1 50,8 miliar. Indah DP Pertiwi, Head of Corporate Communication & CSR META mengatakan, selain pendapatan, emiten ini juga mematok laba bersih di sepanjang tahun 2023 tumbuh di atas 25%. Optimisme META berkaca pada membaiknya trafik kendaraan di ruas tol entitas asosiasi perseroan, yakni tol Mohammed Bin Zayed (MBZ) dan tol Jakarta Lingkar Bersatu (JLB). "Kontribusi dari entitas ini diproyeksi tumbuh dari tahun sebelumnya," ujar Indah kepada KONTAN, Minggu (18/6). Sebab, jalan tol yang dioperasikan Nusantara Infrastructure umumnya merupakan tipe urban toll road. "Alhasil, volume libur Lebaran lebih rendah daripada working months," imbuh Indah. Head of Equity Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menilai, prospek kinerja emiten jalan tol masih cerah di tahun ini. Selain berakhirnya pandemi Covid-19, momen tahun politik menjelang Pemilu 2024 akan jadi katalis positif emiten tol. Analis Henan Putihrai Sekuritas Jono Syafei sepakat, momen Pemilu 2024 akan mendorong mobilitas masyarakat. Seiring itu, volume kendaraan yang melewati jalan tol akan meningkat. "Kebutuhan logistik dan kampanye yang dapat meningkatkan volume kendaraan yang melewati jalan tol," katanya.

Arah Suku Bunga Pelecut Laju Bursa

HR1 19 Jun 2023 Kontan

Pasar saham Indonesia harap-harap cemas menanti keputusan Bank Indonesia (BI) dalam menentukan arah suku bunga acuan ke depan. Pada Rabu (21/6) dan Kamis (22/6) pekan ini, BI bakal menggelar Rapat Dewan Gubernur (RDG). Pasar akan mencermati hasil RDG BI tersebut. Pasalnya, keputusan BI dalam menentukan arah kebijakan moneter Indonesia itu bakal menjadi sentimen pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke depan. Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih melihat, kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed yang menahan suku bunga acauan pada rapat FOMC pekan lalu telah sesuai ekspektasi pasar dan menjadi katalis positif IHSG. Hanya saja, IHSG belum melaju kencang. Pelaku pasar masih mencerna sinyal The Fed menaikkan kembali suku bunga sebanyak dua kali di sisa tahun ini. Fund Manager Syailendra Capital, Rendy Wijay, menimpali, pasar berekspektasi RDG BI akan mempertahankan suku bunga di level saat ini. "Jika sesuai ekspektasi, kami memperkirakan dampaknya akan positif bagi pasar saham," imbuh Rendy. Secara teknikal, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana melihat, sepekan ke depan IHSG berpotensi sideways cenderung terkoreksi dengan support di 6.660 dan resistance 6.744. Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova sepakat, IHSG membuka peluang skenario koreksi jangka pendek usai tertahan di bawah MA10 pada weekly chart. Area support IHSG di 6.660 dan resistance 6.767.

Pilihan Editor