Menimbang Investasi di Saham Luar Negeri
Era digital yang berkembang pesat melunturkan sekat bagi investor yang ingin menjaring cuan dari bursa saham luar negeri. Sejumlah platform investasi sudah bisa memfasilitasi investor untuk memilih saham dari bursa global.
Tengok saja aplikasi investasi multi-aset, Pluang, yang memperluas akses investor ritel ke lebih dari 600 aset di bursa Amerika Serikat (AS). Pluang menyajikan pilihan investasi di pasar saham AS mulai dari US$ 0,3 atau kurang dari Rp 5.000.
"Termasuk 500 lebih pilihan baru saham AS mulai dari sektor teknologi, farmasi, consumer goods sampai klub sepak bola," ungkap Claudia Kolonas
, Co-Founder
Pluang, belum lama ini.
Kepala Riset Surya Fajar Sekuritas, Raphon Prima mengamati, platform trading dan investasi cukup jeli melihat potensi gairah investasi, terutama di kalangan milenial. Apalagi investor di segmen ini lebih berpikiran terbuka, sehingga tidak sebatas menganalisa saham di Indonesia.
Investor yang berinvestasi di bursa saham global biasanya sudah memiliki pengetahuan yang baik, khususnya pengetahuan di bidang teknologi. "Mereka juga mengamati saham-saham luar negeri, terutama yang berorientasi di sektor teknologi," ungkap Raphon kepada KONTAN, Jumat (16/6).
Certified
Elliott Wave Analyst Master Kanaka Hita Solvera, Daniel Agustinus menilai, terbukanya akses ke pasar saham luar negeri membawa alternatif investasi. Sejalan dengan ukuran kapitalisasi, likuiditas dan jenis perusahaan yang lebih beragam.
Head of Retail Marketing & Product Development Division
Henan Putihrai Asset Management, Reza Fahmi menegaskan, investasi di bursa luar negeri tidak cocok untuk investor awam. Dengan banyaknya, instrumen derivatif, pasar luar dapat diekspektasi lebih volatil. "Diversifikasi dapat dilakukan untuk mitigasi risiko," kata Reza.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023