IHSG Menguat, Harga SUN Stabil
JAKARTA,ID-Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi menguat terbatas pekan ini di rentang 6.644-6.750, setelah pekan lalu hanya naik tipis 0,07% ke level 6.698. Katalis penguatan indeks adalah perbaikan perekonomian Amerika Serikat (AS) dan perlambatan laju inflasi dalam negeri. Di sisi lain, harga surat utang negara (SUN) diprediksi stabil pekan ini, dengan imbal hasil (yield) tenor 10 tahun bergerak direntang 6,2-6,4%. Pergerakan harga SUN akan dipengaruhi keputusan The Fed menahan suku bunga acuan di 5,75% pekan lalu dan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pekan ini. Sepanjang 2023, IHSG indeks menjadi saham terburuk di dunia. Berdasarkan data Blooberg, IHSG turun 2,2%, terburuk kedua di dunia setelah FTSE/BM KLCI Malaysia yang turun 7,1%. Sementara itu, Nikel Jepang menjadi Indeks terbaik di dunia dengan kenaikan 29,17%, diikuti Taiex Taiwan 22,2%, dan DAX Jerman 17,4%. CEO Edvisor.id Praska Putrantyo mengatakan, pergerakan indeks yang flat pekan lalu diakibatkan pelemahan saham-saham sektor barang konsumen primer, properti dan real estate, serta keuangan, khususnya bank-bank berkapitalisasi besar. Selain itu, indeks semakin tertekan seiring munculnya peluang kenaikan suku bunga acuan AS, The Fed Funds Rate, Juli mendatang jika inflasi tak sesuai target bank The Fed. (Yetede)
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023