;

Harga Komoditas Jeblok, IHSG Ikut Terperosok

Ekonomi Hairul Rizal 26 Jun 2023 Kontan (H)
Harga Komoditas Jeblok, IHSG Ikut Terperosok

Tahun 2023 bukan masa terbaik bagi emiten komoditas. Pasalnya, harga komoditas di pasar global terus melandai. Contoh harga crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah. Pada Jumat pekan lalu (23/6), harga CPO di Bursa Malaysia Exchange untuk pengiriman September 2023, berada di posisi MYR 3.620 per ton atau menguat 1,63% dibanding hari sebelumnya. Namun, jika dihitung dalam sepekan, harga CPO sudah turun 3,29%. Padahal, di awal tahun ini, harga CPO masih MYR 4.083 per ton. Dus, jika dihitung sejak awal 2023, harga CPO sudah rontok 11,33%. Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rizkia Darmawan menilai, penurunan harga batubara dipicu lesunya permintaan di pasar global. Pemulihan ekonomi China yang lebih lambat dari ekspektasi mempengaruhi kebutuhan konsumsi energi, yang berimbas pada harga batubara. Tren melandainya harga sejumlah komoditas tak pelak ikut menyeret indeks harga saham gabungan (IHSG). Indeks saham menutup akhir pekan lalu dengan pelemahan 0,19% ke posisi 6.639,73. Bila diakumulasi sejak awal 2023, IHSG sudah longsor 3,08%. Pengamat pasar modal Teguh Hidayat tak memungkiri, salah satu pemberat langkah IHSG adalah melemahnya saham-saham berbasis komoditas. Memang, mengutip data Bloomberg, saham-saham emiten yang terkait komoditas menyumbang bobot 17,35% terhadap IHSG. Teguh mengamati, saham emiten energi yang mengalami penurunan harga dan memiliki bobot besar terhadap IHSG, antara lain, PT Bayan Energy Tbk (BYAN). Pada penutupan bursa akhir pekan lalu, saham BYAN naik tipis 1,15% ke level Rp 15.400.

Tags :
#Saham
Download Aplikasi Labirin :