Bersiap Belanja Saham Murah di Paruh Kedua
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak dalam rentang yang sempit sepanjang tahun ini. Beberapa sentimen global seperti kenaikan suku bunga dan penurunan harga komoditas yang terjadi pada paruh pertama tahun ini membuat sejumlah saham ikut merosot.
Ketidakpastian global memang masih akan membayangi pergerakan IHSG pada semester kedua 2023. Tapi, sentimennya sudah tidak sedalam semester pertama. Jadi, ada peluang bagi IHSG untuk berbalik arah menguat. Sejumlah saham yang terdiskon pun bisa mulai masuk ke daftar belanja saham kali ini.
Research Analyst
Infovesta Kapital Advisori Arjun Ajwani mengatakan, dalam sebulan terakhir, sektor saham kinerjanya tertekan paling dalam berasal dari sektor energi dan barang baku. Hal itu tak lepas dari penurunan harga komoditas global.
Meski begitu, saham sektor ini belum bisa dikatakan layak diakumulasi, lantaran masih ada risiko penurunan yang membayangi di paruh kedua. Padahal, kalau dari valuasinya, sektor energi punya rata-rata
price earning ratio
(PER) yang rendah.
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan, meskipun masih ada ketidakpastian ekonomi global, namun perekonomian dalam negeri masih solid.Selain itu, daya beli masih terjaga. Karena itu, ada beberapa sektor saham yang punya prospek positif. Misalnya, transportasi dan logistik, barang konsumsi baik primer atau non primer, sektor properti dan finansial.
Beberapa sektor barang konsumsi juga punya valuasi harga yang murah. Ambil contoh PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) dengan PER sebesar 8,11 kali. Selain menjagokan INDF, Nico juga melihat saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) layak masuk kerangjang investasi.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023