Sentimen EV Belum Poles Saham Emiten
Sebagai bisnis yang tergolong baru di Indonesia, manufaktur kendaraan listrik atau
electric vehicle
(EV) dipandang memiliki potensi bisnis menjanjikan. Peluang pasar yang besar serta ambisi pemerintah menjadi modal dasar bagi perkembangan bisnis ini.
Tak heran jika emiten-emiten yang didukung konglomerasi besar, bahkan yang sebelumnya tak punya sejarah berbisnis otomotif, masuk ke bisnis kendaraan listrik.
Teranyar, tentakel bisnis Grup Bakrie, yakni PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) menggelar initial public offering (IPO) demi melangkah lebih dalam ke bisnis EV.
Gilarsi W. Setijono, Direktur Utama VKTR Selasa (13/6) menyebut, IPO merupakan langkah strategi Grup Bakrie untuk mengembangkan bisnis EV. Menurutnya, kendaraan listrik, terutama bus dan truk di dalam negeri, masih punya peluang besar untuk tumbuh ke depannya. VKTR bukan satu-satunya perusahaan terbuka yang terjun di bidang kendaraan listrik. Sebelumnya sudah ada PT NFC Indonesia Tbk (NFCX), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), PT Indika Energy Tbk (INDY) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) yang masuk ke bisnis kendaraan listrik.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023