Amankan Profit, Dana Asing Mengempis di Bursa
Dana asing terus mengalir keluar dari bursa Indonesia. Dalam sepekan terakhir, asing membukukan penjualan bersih atau net sell
Rp 1,45 triliun.
Pengumuman suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve menjadi salah satu fokus investor pekan ini. Pasar berharap The Fed akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam kebijakan moneter teranyar yang dirilis Rabu (14/6) waktu AS atau Kamis (15/6) dini hari waktu Indonesia.
Namun, Analis Infovesta Kapital Advisori, Fajar Dwi Alfian mengatakan, investor sudah mengantisipasi dan
price-in
terhadap kebijakan The Fed. Sehingga, keluarnya dana asing bukan disebabkan sikap antisipasi terhadap kenaikan bunga The Fed.
"Warren Buffet juga ikut menaruh dana di Jepang, sehingga banyak investor lain yang ikut masuk ke Jepang," ujarnya, Rabu (14/6).
Di sisi lain, penyebab hengkangnya dana asing adalah data Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia yang terendah dalam 6 bulan. Ini mengindikasikan tanda-tanda perlambatan ekonomi domestik. Hal itu didukung data inflasi yang turun lebih tinggi dari proyeksi konsensus, mengindikasikan pelemahan daya beli.
Kepala Riset Surya Fajar Sekuritas, Raphon Prima mengatakan, keluarnya asing di saham bank
big cap
merupakan langkah
fund manager
mengamankan
profit
yang mereka akumulasi dalam beberapa bulan terakhir.
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus mengatakan, arus dana asing punya peran penting terhadap pergerakan IHSG. Nah, jika kali ini Fed
rate
naik, ada potensi dana asing kembali keluar dari bursa. Tapi, Nico memperkirakan, IHSG masih berpeluang menguat di sisa tahun ini di rentang 6.875-6.950.
Tags :
#SahamPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023