;
Tags

Ekspor

( 1055 )

Perang Rusia-Ukraina Bisa Hambat Ekspor RI

KT1 11 Apr 2022 Investor Daily

Bank Indonesia (BI) menilai, perang Rusia dan Ukraina berdampak terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas, sehingga membawa angin segar ekspor nasional. Akan tetapi perang ini akan menghambat pertumbuhan volume ekspor Indonesia, karena permintaan dagang dari negara mitra bisa berkurang. "Ini wajar sebagai dampak dari melambatnya pertumbuhan ekonomi AS, Eropa, Tiongkok, dan India, yang merupakan mitra dagang Indonesia." ucap Deputi Gubernur BI Dodi Budi Waluyo, pekan lalu. Dia menyatakan ada empat strategi ekspor yang bisa diterapkan. Pertama, mendiverifikasikan pasar ekspor agar tidak bergantung pada negara tradisional. "Kita mungkin tidak bisa kembali pada volume ekspor tinggi, seperti periode-periode sebelumnya, tetapi kita memiliki kekuatan SDA. Itu artinya hilirisasi terus dilakukan  dan barangnya dibutuhkan pasar global. Saya punya optimisme di situ," tegas dia. (Yetede)

Ekspor Kopi : 6 UKM Tembus Pasar AS

HR1 11 Apr 2022 Bisnis Indonesia

Sebanyak enam pelaku usaha kecil dan menengah yang bergerak di usaha kopi berhasil menembus pasar Amerika Serikat dengan estimasi order senilai Rp17,2 miliar. Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Henra Saragih mengatakan keberhasilan keenam pelaku usaha kopi itu disokong oleh Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) dalam pameran Specialty Coffee Expo (SCE) 2022 di Boston Convention and Exhibition Center Amerika Serikat pada 8-10 April 2022.

“Pada tahun ini kami memfasilitasi enam pelaku usaha di sektor kopi, cokelat, dan bahan minuman,” katanya dalam keterangan resmi, Sabtu (9/4). Sebanyak enam pelaku usaha kopi tersebut adalah Java Halu Coffee Farm dari Bandung, PT Sanika Indonesia Sukses dan Caldera Coffee dari DKI Jakarta, Cokelatin Indonesia dan Hiro & Cocoatree asal Tangerang dan bahan minuman PT Delifru Utama Indonesia dari Surabaya. Sejumlah negara selain AS yang telah melayangkan order dan sampel order yaitu Kanada, Argentina, dan Ekuador.


Presiden Dorong Ekspor Unggulan

KT3 08 Apr 2022 Kompas

Presiden Joko Widodo melepas ekspor 126 ton pinang biji kering senilai Rp 4 miliar dari Indokara di Desa Pudak, Muaro Jambi, Jambi ke Pakistan, Kamis (7/4). Ia mendorong pengembangan pinang ditingkatkan demi menjadikannya salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia. Di Pakistan, biji pinang (Areca catechu) bakal diolah menjadi permen. Menurut Presiden, lahan pinang di seluruh Indonesia mencapai 152.000 hektar dengan 22.000 hektar di antaranya berada di Jambi. Agar produksi dan ekspor pinang terus meningkat, Presiden meminta pihak terkait menyiapkan varietas unggul. Kementan mencatat, Indonesia mengekspor 215.260 ton pinang senilai Rp 5,2 triliun pada 2021, ekspor pinang Jambi pada 2021 sebanyak 73.716 ton dengan nilai mencapai Rp 2,039 triliun. Selama 2021-2022, Kementan mencatat 60 perusahaan mengekspor pinang melalui Jambi. Selain di Jambi, lahan pinang juga ada di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan NTB.

Mentan Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, tanaman pinang yang tumbuh alami di Jambi akan terus ditingkatkan kualitasnya agar lebih tinggi produktivitasnya. Dengan varietas biasa, produktivitas hanya 3-4 ton per hektar. Pemerintah telah menyiapkan varietas unggul yang disebut pinang betara. ”Dengan kualitas varietas unggul betara, (dihasilkan) 5,2-5,6 ton per hektar. Produktivitasnya lebih baik dan buahnya lebih besar,” ujarnya. Dirjen Perkebunan Kementan Ali Jamil menambahkan, selama ini ekspor pinang kerap ditolak negara importir karena terpapar aflatoksin, akibat pengelolaan pascapanen yang belum baik. Buah pinang yang telah dibelah biasanya tidak langsung dijemur oleh petani. Untuk terus  memperbaiki kualitas olahan pinang sesuai standar, teknologi pengeringan terus didorong. (Yoga)


Gratifikasi Izin Ekspor Minyak Goreng Ditelusuri

KT3 06 Apr 2022 Kompas

Penyidik Kejagung meningkatkan status perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak goreng tahun 2021-2022 dari penyelidikan ke penyidikan. Kejagung menemukan dugaan gratifikasi pemberian izin penerbitan persetujuan ekspor oleh Kemendag. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana, Selasa (5/4) menyampaikan, penyidik pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejagung telah menaikkan status perkara dugaan korupsi pemberian fasilitas ekspor minyak goreng tahun 2021-2022 ke penyidikan. Adapun penyelidikan perkara itu dimulai pada 14 Maret 2022.

Ketut mengatakan, dari penyelidikan tersebut, ditemukan adanya perbuatan melawan hukum berupa penerbitan persetujuan ekspor kepada eksportir yang seharusnya ditolak izinnya. Sebab, perusahaan yang dimaksud tidak memenuhi syarat kewajiban DMO, baik dari sisi kuota maupun harga patokan. Menurut Ketut, perusahaan yang tetap mendapat persetujuan ekspor dari Kemendag, padahal tak memenuhi syarat, antara lain PT Mikie Oleo Nabati Industri (OI) dan PT Karya Indah Alam Sjahtera (IS). Keduanya diduga melanggar kewajiban DMO dan menjual minyak goreng di atas batas harga yang ditetapkan pemerintah, yakni di atas Rp 10.300 per liter. (Yoga)


Kalsel Ekspor Gelinggang Senilai Rp 2,5 Miliar

KT3 06 Apr 2022 Kompas

Nilai ekspor daun gelinggang dari Kalisel ke Jepang pada triwulan I-2022 mencapai lebih dari Rp 2,5 miliar. ”Ekspor daun gelinggang dari Kalsel turut menjadi salah satu penyumbang devisa bagi negara,” kata Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Banjarmasin Nur Hartanto melalui keterangan tertulis di Banjarmasin, Selasa (5/4). (Yoga)

South Sumatera Economic Outlook 2022 : Penguatan Ekspor Perkokoh Ekonomi Sumsel

HR1 31 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Akselerasi pemulihan ekonomi Sumatra Selatan diyakini dapat terwujud melalui penguatan sektor ekspor, hilirisasi, pemberdayaan UMKM, hingga mencari sumber pertumbuhan baru. Namun, pemulihan ekonomi Sumatra Selatan (Sumsel) diharapkan juga dapat mengatasi masalah tingkat kemiskinan yang masih tinggi di daerah tersebut.Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumsel R. Erwin Soeriadimadja mengatakan ruang akselerasi untuk memulihkan ekonomi Sumsel sudah terbuka lebar.“Kita harus bangkit dan optimistis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui berbagai strategi,” katanya saat Webinar South Sumatra Economic Outlook 2022: Peluang dan Tantangan, Rabu (30/3).Erwin memaparkan komponen ekspor merupakan daya dorong terbesar dalam pertumbuhan ekonomi Sumsel pada 2021 meski masih di tengah pandemi Covid-19.“Perbaikan harga komoditas-komoditas global yang juga menjadi andalan Sumsel turut menunjang sektor ekspor,” katanya.Erwin menilai perbaikan harga komoditas tak terlepas dari adanya peningkatan permintaan seiring pemulihan aktivitas industri yang terus berlanjut.Dia menyebutkan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, komponen ekspor menempati peringkat tertingga dengan andil sebesar 19,30% terhadap pertumbuhan ekonomi.Terkait cerahnya prospek ekspor untuk menopang pertumbuhan ekonomi Sumsel juga berkaitan erat dengan lapangan usaha yang selama ini menonjol.

Ekspor Baja: GGRP Pasok Kebutuhan Pabrik Mobil Listrik AS

HR1 22 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Produsen baja PT Gunung Raja Paksi Tbk. melepas ekspor baja struktur ke Casa Grande, Arizona, Amerika Serikat, untuk perusahaan industri mobil listrik, Lucid Motors.Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berkesempatan melepas ekspor produk jenis structural beam sebanyak 700 metrik ton senilai US$1 juta itu. Pengiriman baja ke Amerika Serikat (AS) merupakan upaya emiten berkode GGRP itu untuk mencapai target ekspor 2022 senilai US$70 juta. Selain itu, langkah tersebut juga dilakukan untuk meningkatkan porsi ekspor menjadi 20% dari tahun sebelumnya yang sebesar 5%. Pada tahun lalu, Gunung Raja Paksi mencapai nilai ekspor sebesar US$44 juta. Presiden Direktur Gunung Raja Paksi Abednedju Giovano Warani Sangkaeng menyampaikan, ekspor baja struktur tersebut merupakan pengiriman trial order untuk pembangunan pabrik Lucid Motors.

Siasat Emiten CPO Jaga Laba

HR1 21 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Emiten produsen minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) dan turunannya harus memutar otak lebih keras guna merespons perubahan kebijakan pemerintah yang sangat dinamis. Jika tak responsif, momentum kenaikan harga CPO bakal sulit dioptimalkan untuk memacu kinerja korporasi. Pemerintah menerbitkan beleid anyar pungutan ekspor produk CPO dan turunannya pekan lalu. Dalam Peraturan Menteri Keuangan No.23/PMK.05/2022, batas atas pengenaan pungutan ekspor CPO direvisi naik dari maksimal US$1.000 per ton menjadi US$1.500 per ton. Dampaknya, tarif maksimum ekspor yang mulanya flat US$175 per ton ketika harga CPO di atas US$1.000 per ton, akan bertambah secara progresif sampai menyentuh batas harga terbaru US$1.500 per ton.

Direktur Utama PT Austindo Nusantara Jaya Tbk. (ANJT) Lucas Kurniawan mengatakan kenaikan pungutan tersebut dapat dipahami, karena hasil pungutan direncanakan akan digunakan sebagai subsidi harga minyak goreng curah. Namun dia menilai, kenaikan tarif yang signifikan dan berlaku relatif singkat juga berpotensi menyebabkan koreksi harga beli tandan buah segar (TBS) dari petani secara signifikan pula. Pada 2021, sekitar 34,12% atau 434.123 ton TBS yang diolah ANJT berasal dari pembelian pihak ketiga. Menurutnya, sejak akhir 2021 ANJT menjual seluruh produk CPO yang diproduksi ke pasar dalam negeri guna mendukung pemenuhan pasokan domestik


Kejati DKI Selidiki Ekspor Minyak Goreng

KT3 18 Mar 2022 Kompas

Kejati DKI Jakarta menyelidiki 3 perusahaan atas dugaan melanggar hukum terkait ekspor minyak goreng kemasan. Selain memicu kelangkaan, ekspor tersebut juga mengakibatkan kerugian negara. ”Pada Juli 2021 sampai Januari 2022, PT AMJ bersama PT NLT dan PT PDM diduga melakukan ekspor minyak goreng kemasan melalui Pelabuhan Tanjung Priok sejumlah 7.247 karton,” kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam (17/3). Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengatakan, pihaknya melaporkan dugaan penyelundupan atau ekspor ilegal minyak goreng dengan modus dicatat sebagai sayuran. Informasinya, 23 kontainer telah meninggalkan Tanjung Priok dan tersisa satu kontainer. Tujuan ekspor ilegal itu antara lain Hong Kong. (Yoga)


Industri Produk Kayu: Peluang Ekspor Terbuka

HR1 17 Mar 2022 Bisnis Indonesia

Memanasnya kondisi geopolitik Rusia-Ukraina membuka peluang bagi pelaku industri produk kayu nasional memperlebar pangsa pasarnya di luar negeri. Penghentian ekspor produk kayu Rusia oleh sejumlah negara menyebabkan Indonesia mendapat limpahan pesanan dari Benua Biru. Hanya saja, persoalan kontainer dan penyetopan pengapalan ke Eropa sebagai akibat dari situasi di Ukraina masih menjadi persoalan. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo mengatakan bahwa sejumlah Duta Besar Indonesia di negara-negara Uni Eropa telah menyampaikan permintaan pasokan produk kayu dari Indonesia. Sayangnya, pengapalan ke Eropa masih terkendala biaya kontainer yang tinggi dan dibarengi dengan terbatasnya ketersediaan kapal induk.

Di sektor hilir, nilai ekspor sembilan jenis produk kayu meningkat 23,1% menjadi US$2,40 miliar. Tahun lalu nilai ekspor industri hilir kehutanan mencapai US$14,48 miliar dengan pertumbuhan 30,7%. Indroyono mengatakan pencapaian tahun lalu merupakan yang tertinggi sepanjang masa karena didorong oleh permintaan produk kayu yang melesat akibat tren bekerja dari rumah. “Peluangnya masih besar, karena di Eropa sekarang banyak work from home, banyak renovasi rumah dan kamar, butuh kayu terutama plywood,” ujar Indroyono.