;

Presiden Dorong Ekspor Unggulan

Ekonomi Yoga 08 Apr 2022 Kompas
Presiden Dorong Ekspor Unggulan

Presiden Joko Widodo melepas ekspor 126 ton pinang biji kering senilai Rp 4 miliar dari Indokara di Desa Pudak, Muaro Jambi, Jambi ke Pakistan, Kamis (7/4). Ia mendorong pengembangan pinang ditingkatkan demi menjadikannya salah satu komoditas ekspor unggulan Indonesia. Di Pakistan, biji pinang (Areca catechu) bakal diolah menjadi permen. Menurut Presiden, lahan pinang di seluruh Indonesia mencapai 152.000 hektar dengan 22.000 hektar di antaranya berada di Jambi. Agar produksi dan ekspor pinang terus meningkat, Presiden meminta pihak terkait menyiapkan varietas unggul. Kementan mencatat, Indonesia mengekspor 215.260 ton pinang senilai Rp 5,2 triliun pada 2021, ekspor pinang Jambi pada 2021 sebanyak 73.716 ton dengan nilai mencapai Rp 2,039 triliun. Selama 2021-2022, Kementan mencatat 60 perusahaan mengekspor pinang melalui Jambi. Selain di Jambi, lahan pinang juga ada di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan NTB.

Mentan Syahrul Yasin Limpo menjelaskan, tanaman pinang yang tumbuh alami di Jambi akan terus ditingkatkan kualitasnya agar lebih tinggi produktivitasnya. Dengan varietas biasa, produktivitas hanya 3-4 ton per hektar. Pemerintah telah menyiapkan varietas unggul yang disebut pinang betara. ”Dengan kualitas varietas unggul betara, (dihasilkan) 5,2-5,6 ton per hektar. Produktivitasnya lebih baik dan buahnya lebih besar,” ujarnya. Dirjen Perkebunan Kementan Ali Jamil menambahkan, selama ini ekspor pinang kerap ditolak negara importir karena terpapar aflatoksin, akibat pengelolaan pascapanen yang belum baik. Buah pinang yang telah dibelah biasanya tidak langsung dijemur oleh petani. Untuk terus  memperbaiki kualitas olahan pinang sesuai standar, teknologi pengeringan terus didorong. (Yoga)


Tags :
#Ekspor
Download Aplikasi Labirin :