;
Tags

Ekspor

( 1052 )

Ekspor Hadapi Tantangan

KT3 18 Jan 2022 Kompas

Sepanjang 2021, Indonesia mendapatkan berkah ekspor melimpah, tetapi sejumlah tantangan tahun lalu masih membayangi perekonomian domestik, antara lain masih terganggunya dan tingginya  biaya logistik laut, melonjaknya harga sejumlah komoditas global, krisis energi, dan divergensi ekonomi global, yang berimbas ke sejumlah sektor perekonomian dalam negeri. BPS (17/1) merilis, total surplus neraca perdagangan migas dan non migas Indonesia sepanjang 2021 mencapai 35,34 miliar USD atau Rp 505,715 triliun, tumbuh 38,82 % dibandingkan 2020 dengan surplus 21,62 miliar USD. Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, surplus neraca perdagangan itu tak lepas dari kinerja positif ekspor non migas.

Kenaikan harga CPO global mengakibatkan harga minyak goreng dalam negeri melonjak, minyak goreng curah dan kemasan yang semula Rp 9.500 - Rp 12.500 per liter, melonjak jadi Rp 17.500 - Rp 21.000 per liter. Kenaikan harga batubara global membuat eksportir batubara memilih mengekspor batubara ketimbang memenuhi DMO batubara. Ini menyebabkan pasokan batubara dalam negeri, terutama untuk PLTU kurang  awal tahun ini. Demikian juga gangguan dan lonjakan biaya logistik laut global menyebabkan Indonesia kekurangan kapal dan peti kemas. Biaya logistik antarpulau di Indonesia juga  naik.

Ekonom Divisi Kebijakan Eksternal Departemen Strategi, Kebijakan, dan Tinjauan IMF, Parisa Kamali, mengemukakan, tekanan akibat lonjakan biaya logistik laut mulai mereda. Namun, biaya logistik itu diperkirakan tetap tinggi hingga akhir 2022 lantaran pandemi Covid-19 masih berlanjut. Konferensi Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD) memproyeksikan, jika tarif pengiriman tetap tinggi hingga 2023, tingkat harga impor global dan tingkat harga konsumen dapat naik sebesar 10,6 % dan 1,5 %. (Yoga)


Geliat Neraca Dagang 2022 : Industri Topang Laju Ekspor

HR1 18 Jan 2022 Bisnis Indonesia

Industri pengolahan diproyeksikan berkontribusi positif pada kinerja perdagangan luar negeri pada 2022, termasuk menjadi penopang surplus neraca perdagangan. Hal itu mengacu tren kenaikan impor bahan baku atau penolong maupun modal sejalan dengan naiknya aktivitas produksi. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan industri tekstil berpotensi menambah investasi pada 2022 untuk menangkap peluang naiknya permintaan. "Bisa dikatakan sudah menyamai level sebelum pandemi. Di banyak anggota kami order penuh sampai Maret untuk pasar dalam negeri maupun ekspor," katanya, Senin (17/1). Kenaikan permintaan didukung momentum Ramadan dan Lebaran mendatang. Begitu pula dengan pasar ekspor dengan kenaikan permintaan dari negara tujuan.

Dalam kaitan itu, Kepala Ekonom Bank Pertama Josua Pardede sependapat bahwa industri pengolahan berpotensi menjadi penopang surplus neraca perdagangan. Kontribusi industri manufaktur pada ekspor bisa terus berlanjut, seiring dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong penghiliran demi meningkatkan nilai tambah ekspor. Contoh sukses kebijakan ini sudah terlihat dari industri nikel dan stainless steel. Penghiliran di sektor tersebut mampu secara konsisten meningkatkan nilai ekspor besi dan baja (HS 72) nasional dalam beberapa tahun terakhir.


UMKM Mengekspor 150 Kontainer Sabun

KT3 17 Jan 2022 Kompas

Sebanyak 150 kontainer produk sabun olahan UMKM merambah pasar 6 negara di Afrika dan Timur Tengah. Pemerintah menargetkan kontribusi ekspor UMKM mencapai 17 % pada 2024, dari saat ini sebesar 15,6 %. Deputi Bidang UKM Kemenkop dan UKM Hanung Harimba Rachman (15/1), dalam peluncuran ekspor 150 kontainer sabun kolaborasi PT Restu Graha Dana, Kadin Indonesia, dan Komunitas UMKM Naik Kelas, di Jakarta, mengatakan, ini merupakan salah satu prioritas agar UMKM masuk pasar global. Untuk memastikan target peningkatan kontribusi ekspor, pelaku UMKM nasional membutuhkan biaya logistik lebih murah dan pengurusan administrasi ekspor yang lebih cepat.

Komisaris PT Restu Graha Dana Dian Prasetyo mengatakan, peluncuran ini menunjukkan, pelaku UMKM dapat berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui ekspor. Ketua Umum Komunitas UMKM Naik Kelas Raden Tedy menyatakan, pelepasan ekspor ini jadi bukti sinergi UMKM dan pelaku usaha untuk mengekspor sabun dengan bahan baku dari UMKM di seluruh Indonesia. ”Sabun yang diekspor ini ada yang berbahan baku dari minyak kelapa sawit, buah pala, dan banyak lagi. Kami juga mengekspor produk UMKM lainnya pada masa mendatang,” ujarnya. (Yoga)


Ekspor Bergulir Kembali, Fokus Tegakkan Kepatuhan

KT3 15 Jan 2022 Kompas

Ekspor batubara Indonesia bergulir kembali, namun dari 613 eksportir yang terdaftar di Kemendag, baru 13 perusahaan yang mengekspor batubara lagi sejak larangan ekspor batubara dibuka 12 Januari 2022. Total volume ekspor 13 perusahaan itu 1,67 juta ton, ke Jepang, China, Thailand, India, dan Hong Kong. Rencananya, ada 21 perusahaan yang diizinkan ekspor pasca pencabutan larangan ekspor, dan telah mengantongi izin ekspor per 12 Januari 2022 dengan volume ekspor 5,72 juta ton. Mendag Muhammad Lutfi mengatakan, 13 perusahaan yang mulai mengekspor itu telah memenuhi domestic market obligation (DMO) batubara, sebesar 100 % hingga di atas 100 %. ”Izin ekspor bagi eksportir lain akan

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform Fabby Tumiwa berpendapat, letak persoalan yang akhir-akhir ini terjadi adalah krisis pasokan batubara untuk pembangkit listrik PLN dan IPP, yang mendesak diatasi dengan mengamankan pasokan. Caranya, izin ekspor dikaitkan dengan kepatuhan pemenuhan DMO. Perusahaan yang akan ekspor dicek dulu kepatuhannya. Dalam webinar ”Kebijakan Publik: Di Balik Kebijakan Ekspor Batubara Indonesia” yang digelar Narasi Institute, Direktur Eksekutif Indonesia Resources Studies (IRES) Marwan Batubara berkata, ”Pemerintah semestinya punya kekuatan memaksa pemenuhan kewajiban DMO, tetapi tidak dijalankan. Saya khawatir pernyataan pemerintah mencabut izin perusahaan tambang batubara karena tak patuh DMO cuma retorika.”  (Yoga)


Ekspor Tiongkok Melonjak pada 2021

KT1 15 Jan 2022 Investor Daily

Ekspor Tiongkok melonjak pada 2021 didorong kenaikan pemintaan global, ketika  negara-negara dibuka kembali dari karantina terkait pandemi Covid-19. Data Desember 2021 menunjukkan ekspor naik,  sebagian besar sesuai dengan ekpektasi pada level 20,9% meskipun impor mengecewakan dengan pertumbuhan 19,5%. Angka ekspor Desember 2021 juga dinilai bisa mencerminkan dampak Omicron yang merusak rantai pasokan global, sehingga pesanan ekspor bergeser ke Tiongkok dari negara lain. "Saat ini, ekspor yang kuat mungkin menjadi satu-satunya pendorong yang membantu perekonomian Tiongkok," Tambah Julian Evans-Pritchard dari Capital Economics. Ekonom Louis Kuijs dari Oxford mengatakan momentum ekspor diperkirakan akan mereda pada 2022. Permintaan ekspor baru masih lemah dan pertumbuhan pertumbuhan asing melambat dari puncaknya tahun lalu. (Yetede)

Nilai Ekspor Pertanian Sumut Rp 27 T, Tertinggi se-Indonesia Selama 2021

Sajili 04 Jan 2022 Sinar Indonesia Baru

Provinsi Sumut menempati peringkat pertama nilai ekspor komoditas pertanian se Indonesia. Total nilai ekspor hasil pertanian Sumut sepanjang tahun 2021 berhasil mencapai Rp27 triliun.

Pada acara Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021 yang diikuti seluruh provinsi se-Indonesia tersebut secara daring, Sumut melepas ekspor 102,9 ton komoditas pertanian dengan nilai Rp2,2 triliun. Angka itu 18,75 persen dari seluruh total nilal ekspor komoditas pertanian di Gebyar Ekspor Tutup Tahun 2021.

Hasil pertanian yang diekspor antara lain minyak sawit, kultur jaringan lilium, pakan temak, kopi, rempah dan sayur, Bahkan menurut keterangan Edy ada empat negara yang ingin mengimpor sabut kelapa namun Sumut belum bisa memenuhi kuotanya.


Ekspor Batu Bara RI Disetop Demi Pembangkit Listrik Dalam Negeri

Sajili 03 Jan 2022 Sinar Indonesia Baru

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memutuskan untuk menghentikan sementara ekspor batu bara di bulan ini, Keputusan itu diambil untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik dalam negeri.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menilai kebijakan larangan ekspor batu bara yang dikeluarkan oleh Kementerian ESDM sangat tepat. Sebab jika tidak dilakukan, pasokan listrik ke 10 juta pelanggan PT PLN (Persero) bakal terganggu akibat defisit batu bara yang dialami pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) milik BUMN kelistrikan tersebut.

Mamit menilai, di tengah kondisi perekonomian yang sudah mulai bergeliat sangat disayangkan jika keandalan suplai listrik ke masyarakat dan industri serta perkantoran terganggu karena stok batu bara bagi pembangkit milik PLN dan IPP terganggu.


Dana Pungutan Ekspor Sawit Terkumpul Rp 69,7 T

HR1 29 Dec 2021 Kontan

Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menyatakan, dana pungutan dari ekspor sawit mencapai lebih dari Rp 69 triliun sejak Januari hingga pertengahan Desember 2021. Capaian ini menjadi yang terbesar sejak BPDPKS didirikannya BPDP KS tahun 2015. Sebelumnya, pungutan ekspor sawit terbesar adalah sebesar Rp 40,77 triliun pada tahun 2019. "Pungutan ekspor yang kami himpun pada tahun 2021 ini sampai dengan tanggal 17 Desember mencapai Rp 69,7 triliun. Ini merupakan jumlah pungutan terbesar sepanjang didirikannya BPDPKS," kata Eddy Abdurrachman, Direktur Utama BPDPKS, Selasa (28/12).

Eddy menerangkan, dana tersebut digunakan untuk menjalankan program-program. Diantaranya, pemberian dukungan untuk program kewajiban biodiesel, peremajaan sawit rakyat, penyediaan sarana dan prasarana sawit, penelitian dan pengembangan, pengembangan sumber daya manusia, serta program promosi dan kemitraan. Ia mengatakan, volume ekspor sawit hingga 17 Desember telah mencapai 35,88 juta ton dan nilai ekspor sawit sebesar US$ 28,99 miliar. Jika dihitung sejak 2015, nilai ekspor sawit periode Juli 2015-November 2021 berada di rentang US$ 7,7 miliar-US$ 28,99 miliar, dengan rata-rata nilai ekspor US$ 20,67 miliar. "Atau rata-rata 14% dari total ekspor non migas di Indonesia," ucap Eddy.


Pertanian Sumut, Ekspor Rp 2 Triliun pada Akhir Tahun

KT3 28 Dec 2021 Kompas

Sumut genjot ekspor komoditas pertanian jelang akhir 2021, nilai total ekspor akhir tahun ini mencapai Rp 2 triliun, komoditas unggulan, seperti minyak sawit mentah, karet, kopi, dan rempah, masih mendominasi. ”Kami terus mendorong gerakan tiga kali lipat ekspor atau Gratieks di Sumut, sebagaimana digaungkan Kementerian Pertanian,” kata Kepala Balai Karantina Pertanian Medan Lenny Hartati Harahap (27/12). Lenny mengatakan, Sumut akan menyumbang nilai ekspor terbesar, yakni Rp 2 triliun dari total Rp 10 triliun yang akan dilepas dalam program Gebyar Ekspor.

Salah satu komoditas ekspor yang meningkat akhir tahun ini adalah karet remah. Volume ekspor karet Sumut November ini tercatat 36.873 ton, naik 16,8 % dibanding Oktober, 31.568 ton. Kenaikan volume ekspor ini mencerminkan membaiknya ekspor karet, juga realisasi kontrak ekspor yang sempat tertunda, kata Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut Edy Irwansyah. Secara kumulatif, volume ekspor karet dari Sumut, Januari hingga November 342.032 ton, turun 1,4 %, dibanding tahun lalu, 346.984 ton, yang turun karena penundaan pengapalan akibat kelangkaan peti kemas. Peningkatan volume ekspor karet diperkirakan kembali terjadi Desember ini. (Yoga)


Kinerja Perdagangan, Memacu Ekspor Unggulan Daerah Lewat Kolaborasi

KT3 28 Dec 2021 Bisnis Indonesia

NTB mengekspor komoditas unggulan seperti mutiara ke Jepang dan China, Vanili ke AS, udang vaname ke India, anyaman ketak ke Arab, rempah ke AS dan rumput laut ke China sejumlah USD 718.755 pada Desember 2021 melalui pelabuhan Gili Emas, Lombok Barat. Kadis Perdagangan NTB Fathurrahman mengatakan, ekspor Desember 2021 merupakan kolaborasi semua Kemenperdag, Pemprov NTB dan UMKM. NTB menargetkan peningkatan ekspor non tambang dengan komoditas unggulan seperti vanili yang baru bisa memenuhi 10 % kuota permintaan.

Kemenpan RI berencana melakukan pelepasan komoditas ekspor skala besar dari Sumatra pada akhir 2021. Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Medan Leni Hartati Harahap mengatakan, pelepasan ekspor pertanian Sumut di Pelabuhan Belawan mencapai Rp 2 triliun, sebagai bagian Gebyar Ekspo 2021, yang jadi agenda Kementan, secara nasional pelepasan ekspor dipusatkan di Pelabuhan Sukarno-Hatta, Makasar, sebagai bagian momentum Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Grateks) yang digagas Mentan Syahrul Yasin Limpo. (Yoga)