Tokocrypto Catakan Transaksi US$ 25 Juta Per Hari
JAKARTA – Perkembangan aset
kripto di Indonesia cukup masif
setidaknya sejak tahun 2017 hingga
sekarang. Hal itu tampak dari volume
transaksi perdagangan harian yang
dicatatkan oleh Tokocrypto senilai
US$ 25 juta pada kuartal I-2021.
“Transaksinya sudah sampai US$
25 juta, tapi somedays kita itu bisa
sampai US$ 65 juta dan itu buat
kami luar biasa sekali,” kata COO
Tokocrypto Teguh Kurniawan Harmanda atau yang akrab disapa Manda
ketika media visit secara virtual
dengan BeritaSatu Media Holdings,
Rabu (17/3).
Di sisi lain, ada faktor lain yang
mendukung Indonesia untuk memiliki kesempatan untuk tumbuh pesat
dibanding negara lainnya. Yakni,
masih tingginya persentase orang
dewasa di Indonesia yang belum
tersentuh fasilitas keuangan dan
konsekuensi pandemi Covid-19.
Adapun jumlah pemodal kripto di
Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 11% dari total jumlah penduduk
atau sebanyak 2,7 juta. Dari jumlah
tersebut, 200 ribu di antaranya berada
di Tokocrypto. “Aset kripto agresif
mulai tahun 2017 sampai sekarang.
Angkanya eksponensial dan sempat
sentuh 4 juta orang. Bahkan, pada
2019, sebenarnya angka kita overlapping dari investor yang ada di capital
market. Tapi, karena tahun 2020 pasar
modal booming, jadi dia menyalip
lagi,” tutur Manda.
(Oleh - HR1)
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023