Geliat Neraca Dagang 2022 : Industri Topang Laju Ekspor
Industri pengolahan diproyeksikan berkontribusi positif pada kinerja perdagangan luar negeri pada 2022, termasuk menjadi penopang surplus neraca perdagangan. Hal itu mengacu tren kenaikan impor bahan baku atau penolong maupun modal sejalan dengan naiknya aktivitas produksi. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa mengatakan industri tekstil berpotensi menambah investasi pada 2022 untuk menangkap peluang naiknya permintaan. "Bisa dikatakan sudah menyamai level sebelum pandemi. Di banyak anggota kami order penuh sampai Maret untuk pasar dalam negeri maupun ekspor," katanya, Senin (17/1). Kenaikan permintaan didukung momentum Ramadan dan Lebaran mendatang. Begitu pula dengan pasar ekspor dengan kenaikan permintaan dari negara tujuan.
Dalam kaitan itu, Kepala Ekonom Bank Pertama Josua Pardede sependapat bahwa industri pengolahan berpotensi menjadi penopang surplus neraca perdagangan. Kontribusi industri manufaktur pada ekspor bisa terus berlanjut, seiring dengan arah kebijakan pemerintah yang mendorong penghiliran demi meningkatkan nilai tambah ekspor. Contoh sukses kebijakan ini sudah terlihat dari industri nikel dan stainless steel. Penghiliran di sektor tersebut mampu secara konsisten meningkatkan nilai ekspor besi dan baja (HS 72) nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Tags :
#EksporPostingan Terkait
KETIKA PERAK TAK LAGI SEKADAR LOGAM
Optimalkan Kekuatan Ekonomi Domestik
Ancaman Deindustrialisasi & Nasib Buruh
Waspadai Dampak Perang pada Anggaran Negara
Substitusi Impor Tekstil Jangan Cuma Wacana
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023