Industri Produk Kayu: Peluang Ekspor Terbuka
Memanasnya kondisi geopolitik Rusia-Ukraina membuka peluang bagi pelaku industri produk kayu nasional memperlebar pangsa pasarnya di luar negeri. Penghentian ekspor produk kayu Rusia oleh sejumlah negara menyebabkan Indonesia mendapat limpahan pesanan dari Benua Biru. Hanya saja, persoalan kontainer dan penyetopan pengapalan ke Eropa sebagai akibat dari situasi di Ukraina masih menjadi persoalan. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono Soesilo mengatakan bahwa sejumlah Duta Besar Indonesia di negara-negara Uni Eropa telah menyampaikan permintaan pasokan produk kayu dari Indonesia. Sayangnya, pengapalan ke Eropa masih terkendala biaya kontainer yang tinggi dan dibarengi dengan terbatasnya ketersediaan kapal induk.
Di sektor hilir, nilai ekspor sembilan jenis produk kayu meningkat 23,1% menjadi US$2,40 miliar. Tahun lalu nilai ekspor industri hilir kehutanan mencapai US$14,48 miliar dengan pertumbuhan 30,7%. Indroyono mengatakan pencapaian tahun lalu merupakan yang tertinggi sepanjang masa karena didorong oleh permintaan produk kayu yang melesat akibat tren bekerja dari rumah. “Peluangnya masih besar, karena di Eropa sekarang banyak work from home, banyak renovasi rumah dan kamar, butuh kayu terutama plywood,” ujar Indroyono.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023