e-commerce
( 474 )BONUS HARI RAYA Untuk Pengemudi Ojek Daring
Fauzan (38) pengemudi ojek daring
di Jaksel, tidak percaya dirinya tak memperoleh bonus hari raya atau BHR. Dari
22 hingga 24 Maret 2025 atau periode platform transportasi daring menjanjikan
distribusi BHR, dia berkali-kali cek saldo dompet elektroniknya, namun,
hasilnya nihil. Tidak ada penambahan saldo yang khusus terkait BHR. Hanya ada
pemasukan dari mengantar penumpang. Fauzan mengaku tidak tahu alasan yang
menyebabkan dirinya tak mendapatkan BHR. Dia selalu rajin bekerja dan tidak
pernah melanggar kode etik platform. ”Saya sangat berharap bisa memperoleh BHR.
Saat Presiden Prabowo mengumumkan pengemudi mendapat BHR sampai Rp 1 juta, saya
senang sekali,” ucapnya. Fauzan jadi lebih giat bekerja. Bahkan, dia bekerja dari
pagi hingga sore, hampir setiap hari. Sejak 24 Maret 2025 sampai sekarang, ia
banyak mendapat pesanan jasa kirim bingkisan Lebaran.
Sedang Ahmad (40) pengemudi ojek online
(ojol) atau ojek daring asal Serpong, Tangsel, Banten, mendapat BHR senilai Rp
850.000. Dia mengetahui bahwa tidak semua mitra pengemudi ojek daring
mendapatkan BHR. Dia meyakini, itu bagian dari jatah rezeki yang masih bisa ia terima.
Ahmad mengklaim selalu menjaga performa sebagai mitra pengemudi dan mengikuti
kode etik yang diharuskan platform. Selama setahun terakhir, Ahmad yang sudah
memiliki dua anak ini selalu mulai bekerja pada pukul 10.00 WIB dan pulang pukul
22.00 WIB atau 23.00 WIB. Setiap hari, Ahmad memperoleh penghasilan antara Rp
100.000 dan Rp 200.000. Pada Ramadhan 2025, dia merasakan sedikit peningkatan. Meski
nominal penghasilan sehari-hari selama Ramadhan ditambah BHR tidak terlalu besar,
dia tetap bersyukur.
Chief of Public Affairs Grab Indonesia,
Tirza Munusamy, mengatakan, pemberian BHR di Grab mengacu pada imbauan
Presiden, 10 Maret 2025 di Istana Negara, Jakarta. Intinya, BHR diberikan atas
dasar keaktifan kerja mitra pengemudi. Penyaluran BHR dilakukan berdasarkan mekanisme
yang telah ditetapkan Grab. ”Kami mempertimbangkan berbagai faktor. Selain keaktifan
mitra pengemudi, kami mencermati pula kemampuan finansial perusahaan,” ujarnya dalam
keterangan tertulis, Kamis (27/3/2025) malam. Untuk Mitra Jawara Teladan paling
aktif sejauh ini, menurut dia, telah memperoleh nominal BHR tertinggi, yaitu Rp
1,6 juta untuk mitra pengemudi roda empat dan Rp 850.000 untuk mitra pengemudi
roda dua. (Yoga)
Produk Kedaluwarsa di Parsel harus Diwaspadai
Penjualan produk dalam kemasan menjelang hari raya Idul Fitri meningkat
20-30 %. Hal ini sering dimanfaatkan oleh oknum penjual parsel dengan
menggunakan produk yang sudah mendekati atau bahkan melewati tanggal
kedaluwarsa. Intensifikasi dalam pengawasan pun diperkuat dan masyarakat
diminta untuk lebih waspada. Demikian disampaikan Kepala BPOM, Taruna Ikrar yang
ditemui seusai sidak di salah satu gudang penyimpanan e-dagang (e-commerce) di
Jaktim, Senin (17/3). Inspeksi ini dilakukan sebagai rangkaian intensifikasi
pengawasan produk pangan selama masa Ramadhan dan Idul Fitri. Ia menuturkan,
pengawasan pada produk pangan dilakukan pada pangan siap saji yang biasanya
dijual sebagai jajanan takjil serta pangan dalam kemasan yang dijual ditoko
ritel ataupun supermarket.
Untuk pengawasan di supermarket, ujar Taruna, fokus yang dilakukan BPOM
lebih ke produk yang dijual dalam parsel. Ini terkait pada aturan KLIK, yakni
kemasan, label, izin edar, dan kedaluwarsa yang sesuai. ”Khusus mengenai
kedaluwarsa ini sangat penting karena biasanya menjelang hari raya ada kenaikan
penjualan 20-30 %. Nah, kekhawatiran kami, ada produk-produk yang sudah expired
(kedaluwarsa) dan karena cuci gudang, dia (penjual) mau jual semuanya,”
katanya. Karena itu, Taruna mengimbau agar para pelaku usaha dan pedagang
parsel memastikan produk-produk yang dikemas dalam parsel tetap memenuhi syarat
keamanan dan kesehatan pangan.
Pastikan produk yang dijual memiliki kemasan yang tidak rusak atau
cacat. Selain itu, label yang tertera wajib mencantumkan informasi yang benar
dan jelas. Produk yang dijual juga harus memiliki nomor izin edar yang sesuai. Pastikan
pula produk pangan tidak melewati tanggal kedaluwarsa. Tanggal, bulan, dan tahun
kedaluwarsa perlu ditulis secara jelas. Jika pelanggaran ditemukan, BPOM akan
menindaknya sesuai dengan aturan. Masyarakat dihimbau agar lebih selektif dalam
memilih produk parsel yang akan dikirim ataupun diterima. Pastikan produk
sesuai dengan aturan. Pilih pula produk yang masih jauh dari tanggal
kedaluwarsa. Bahkan, sebaiknya tidak membeli produk yang hampir mendekati
tanggal kedaluwarsa. (Yoga)
Fenomena Paylater: Antara Kemudahan dan Risiko
Pengelolaan keuangan yang berbeda antara karakter Kaluna dalam film Home Sweet Loan dan Tika dalam Paylater. Kaluna berhasil mengumpulkan uang Rp300 juta untuk membeli rumah dengan cara berhemat dan mengelola keuangannya dengan bijak. Sebaliknya, Tika mengalami kesulitan finansial akibat kebiasaan berbelanja dengan menggunakan fasilitas Pay Later (BNPL), yang akhirnya menyebabkan dirinya terjerat utang dan mengganggu rencananya untuk memiliki aset dan masa depan yang lebih baik.
Paylater, yang mempermudah konsumen membeli barang secara cicilan tanpa pemeriksaan kredit tradisional, menjadi populer di kalangan generasi muda yang akrab dengan teknologi. Meskipun memiliki manfaat sebagai alternatif pembiayaan, penggunaannya yang tidak bijak bisa menjerumuskan konsumen dalam utang, terutama dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan guna memanfaatkan fasilitas seperti Paylater secara bertanggung jawab.
Bukalapak Stop Penjualan Fisik
Berhati-hati Bukalapak Akan Gunakan Sisa Dana IPO Rp 9,9 Triliun
Bukalapak Stop Penjualan Produk Fisik. Apa Dampaknya terhadap Persaingan E-Commerce
Peluang Cerah Pasar E-Commerce
Modal Terbakar, E-Commerce Tumbang
Transaksi Harbolnas Bukukan Rp 31,2 Triliun
Selain Harbolnas, menjelang akhir 2024, pemerintah turut menyelenggarakan program Belanja di Indonesia Aja dan Every Purchase is Cheap Sale dengan menggandeng asosiasi pengusaha ritel dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pelaksanaan program Belanja di Indonesia Aja pada 20-29 Desember 2024. Adapun program Every Purchase is Cheap Sale pada 22-31 Desember 2024. Sebanyak 80.000 gerai di 396 pusat perbelanjaan dari 24 provinsi, baik merek lokal maupun global, turut aktif menyukseskan program Belanja di Indonesia Aja. Airlangga mengemukakan, transaksi yang dibukukan dari program Belanja di IndonesiaAja mencapaiRp 25,4 triliun, naik 15 persen dibandingkan dengan 2023. Sementara capaian program Every Purchase is Cheap Sale, yang melibatkan 45.000 gerai ritel di Indonesia, ialah Rp 14,9 triliun. Dia mengatakan, program ini telah menjadi wadah bagi masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok produk lokal yang murah dengan kualitas unggul. (Yoga)
Afiliator Lebih Populer Dibanding Influencer
Pilihan Editor
-
Parkir Devisa Perlu Diiringi Insentif
15 Jul 2023 -
Transisi Energi Membutuhkan Biaya Besar
13 Jul 2023 -
Izin Satu Pintu Diuji Coba
13 Jul 2023 -
Ekspansi Nikel Picu Deforestasi 25.000 Hektar
14 Jul 2023 -
Masih Kokoh Berkat Proyek IKN
13 Jul 2023









