Berhati-hati Bukalapak Akan Gunakan Sisa Dana IPO Rp 9,9 Triliun
PT Bukalapak.com Tbk memasuki tahun keempat tercatat sebagai perusahaan terbuka. Namun, di awal 2025, perseroan masih menyisakan lebih dari 40 persen dana jumbo yang dihimpun dari aksi penawaran saham perdana. Manajemen berkomitmen memanfaatkan sisa dana itu untuk pengembangan usaha perseroan dan anak usaha. CEO BukaFinancial and Commerce Bukalapak Victor Putra Lesmana dalam acara keterbukaan publik secara daring, Kamis (16/1/2025), mengungkapkan, mereka telah memanfaatkan Rp 11,9 triliun atau 56 persen dari total Rp 21,85 triliun, yang diperoleh dari penawaran saham perdana kepada publik (initial public offering/IPO) pada Agustus 2021. Per 14 Januari tahun 2025, Bukalapak masih menyisakan dana Rp 9,9 triliun. ”Sisa dana ini akan digunakan untuk pengembangan usaha perseroan, entitas anak usaha kami, dan investasi. Kami optimistis penggunaan dana sisa dapat dilakukan hingga akhir 2025 untuk mendukung pertumbuhan melalui strategi baru Bukalapak,” kata Victor.
Sejak 2021, manajemen mentransformasi Bukalapak dari penyedia platform bisnis lokapasar dan penjualan daring produk fisik menjadi penyedia bisnis produk virtual, gim, ritel, investasi, dan Mitra Bukalapak. Produk itu tersebar di sejumlah platform dengan jenama masing-masing. Strategi itu dikukuhkan dengan menghentikan secara bertahap layanan penjualan produk fisik di platform Bukalapak mulai Februari 2025. Perluasan usaha ke bisnis virtual, menurut Victor, membuat layanan penjualan produk fisik di lokapasar Bukalapak kini hanya berkontribusi kurang dari 3 persen terhadap total pendapatan perusahaan. Adapun bisnis lokapasar secara keseluruhan mencakup 50-60 persen ekosistem usaha Bukalapak. Di sisi lain, Victor mengakui, mereka masih berhati-hati menggunakan dana IPO yang tersisa di kantong untuk pengembangan bisnis. Ia menyebut, industri mereka masih menghadapi tantangan ekonomi dan politik, baik nasional maupun global.
”Kami memastikan kehati-hatian penggunaan dana agar tidak digunakan dalam bisnis yang bisa mengurangi keuntungan perusahaan. Kami terus mencari peluang baru dengan prinsip kehati-hatian. Kami pastikan perusahaan akan alami pertumbuhan berkelanjutan dan menciptakan nilai tambah bagi masyarakat,” tuturnya. Kinerja keuangan Bukalapak, per triwulan III-2024, mencatat perbaikan dengan menyusutnya rugi bersih perusahaan menjadi Rp 597,34 miliar dari rugi bersih sebesar Rp 776,22 miliar pada periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini ditopang pendapatan yang sebesar Rp 3,40 triliun, tumbuh tipis dari periode sama tahun 2023 sebesar Rp 3,34 triliun. Secara mendetail, pendapatan Bukalapak dalam sembilan bulan di 2024 mayoritas berasal dari usaha lokapasar sebesar Rp 1,736 triliun. Pendapatan segmen itu meningkat 0,17 persen dari Rp 1,733 triliun di 2023. (Yoga)
Tags :
#e-commercePostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023