;
Tags

e-commerce

( 474 )

Tokopedia Hadirkan Fitur Bayar Pajak Warga Jakarta

KT1 08 May 2024 Investor Daily

Tokopedia, perusahaan teknologi dan marketplace dari Indonesia yang merupakan bagian dari bisnis PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk, menghadirkan fitur pembayaran Pajak Daerah untuk mempermudah masyarakat Provinsi DKI Jakarta membayar pajak dimana dan kapan saja serta dengan metode pembayaran apa. Fitur tersebut memungkinkan warga DKI Jakarta membayar secara online beragam  pajak daerah yang berkaitan  dengan usaha, antara lain pajak hotel, alat berat, air tanah, restoran, reklame, pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBK), dan Beaya Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Senior Lead of Business Partnership  Tokopedia, Desi Anggrayeni mengatakan, Fitur Pajak Daerah di Tokopedia sudah bisa mulai digunakan  oleh warga DKI Jakarta sejak Maret 2024. Sejak mulai bisa digunakan, transaksi fitur Pajak Daerah  DKI Jakarta melalui Tokopedia pun telah naik signifikan. "Kami akan terus berupaya memungkinkan masyarakat menunaikan berbagai kewajiban pajak daerah dengan lebih mudah, cepat, dan aman, secara online melalui loket Pajak Tokopedia," ungkap Desi. (Yetede)

Pendapatan Naik, Rugi Menyusut

HR1 03 May 2024 Kontan

Kinerja emiten e-commerce di kuartal I 2024 membaik. Tiga emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) mampu mencetak pertumbuhan pendapatan. Di sisi lain, emiten sektor ini masih didera rugi. Meski begitu, nilai kerugiannya mulai berkurang. PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) membukukan pertumbuhan pendapatan tertinggi di antara emiten sejenis. Melansir laporan keuangan per 31 Maret 2024, GOTO mengantongi pendapatan sebesar Rp 4,07 triliun. Pendapatan GOTO naik 22,4% secara tahunan atau year on year (yoy).  Dari sisi bottom line, rugi bersih GOTO mencapai Rp 861,91 miliar atau menurun 77,68% dari kerugian periode yang sama tahun lalu. Direktur Keuangan Grup GOTO Jacky Lo mengatakan, saat ini GOTO sudah berada di jalur yang tepat untuk mempertahankan pedoman EBITDA yang disesuaikan positif untuk tahun buku 2024. Sementara itu, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mampu meraih pendapatan bersih Rp 1,16 triliun di kuartal I-2024. Dibandingkan periode yang sama di 2023, angka ini tumbuh 16,18% yoy. Rugi nilai investasi BUKA yang sudah dan belum terealisasi bersih menyusut 46,36% yoy menjadi Rp 342,02 miliar per kuartal I-2024. Alhasil, rugi bersih BUKA menyusut menjadi Rp 41,96 miliar. 

Angka kerugian ini turun 95,83% secara tahunan. Sebagai pembanding pada periode JanuariMaret 2023, rugi bersih BUKA mencapai Rp 1 triliun. Sedangkan emiten teknologi besutan Grup Djarum, yakni PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) juga berhasil memangkas rugi bersih secara signifikan. Emiten yang mengelola e-commerce Blibli.com dan Tiket.com ini mencatatkan kerugian per akhir Maret 2024 sebesar Rp 691,12 miliar. Angka ini menyusut 21,28% secara tahunan. Retail Analyst Maybank Sekuritas Adi Wicaksono menilai, kinerja emiten teknologi e-commerce sudah cukup baik. Namun memang pergerakan harga sahamnya masih jauh tertinggal dibanding saham teknologi global. Adi mencermati, secara valuasi dengan indikator enterprise value to revenue (EV/R) atau nilai perusahaan terhadap pendapatan GOTO berada di level 3,92 kali, masih lebih tinggi dibandingkan rata-rata regional di 2,73 kali.

PERDAGANGAN ELEKTRONIK : SHOP TOKOPEDIA SIAP TANCAP GAS

HR1 04 Apr 2024 Bisnis Indonesia

Layanan TikTok Shop yang bermigrasi menjadi Shop Tokopedia berkomitmen melanjutkan program beli lokal, di tengah kekhawatiran risiko penguasaan data oleh platform belanja online asal China itu. Wajah Chief Executive Officer (CEO) PT Tokopedia Melissa Siska Juminto tampak ceria saat mengumumkan tuntasnya proses migrasi layanan TikTok Shop ke Shop Tokopedia sejak 27 Maret 2024. Proses migrasi tersebut terhitung lebih cepat dari jangka waktu yang diminta Kementerian Perdagangan (Kemendag) yaitu 4 bulan terhitung sejak 12 Desember 2023. Dengan batas waktu 4 bulan, semestinya proses migrasi layanan harus selesai paling lambat 12 April 2024.

Dalam acara Diskusi Media Update Perkembangan Masa Transisi TikTok dan Tokopedia di Jakarta pada Rabu (3/4), Melissa mengungkap Tokopedia melakukan penyesuaian terhadap tiga komponen utama. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perdanganan (Permendag) No. 31/2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Pertama, secara pembayaran (payment). Melissa menyampaikan bahwa sosial commerce tidak dapat memfasilitasi transaksi pada sistem elektroniknya. Artinya, TikTok tidak lagi bisa memfasilitasi transaksi pembayaran, melainkan akan diambil oleh Tokopedia. Kedua, pengguna (user) dan data. Dalam komponen itu, tidak terjadi penyalahgunaan dan penguasaan data yang mengakibatkan persaingan tidak sehat. Ketiga, merchant operation. KP3A Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) tidak bisa melakukan di luar kewajiban perlindungan konsumen, pembinaan, dan penyelesaian sengketa.

Teranyar, Tokopedia melaksanakan instruksi Kemendag untuk penerbitan invoice transaksi di dalam Shop Tokopedia. Selain itu, Kemendag memberikan catatan khusus agar tetap memprioritaskan penjualan produk lokal di dalam platform Shop Tokopedia. Hal itu, kata dia, telah dilakukan sejak awal kemunculan kolaborasi kedua platform pada momentum hari belanja online 12.12 pada 12 Desember 2023. Melissa menegaskan program promosi dalam Shop Tokopedia bertujuan mendukung penjualan produk UMKM di dalam platform. Namun, dia berjanji tidak akan berlebihan menggelontorkan promosi usai TikTok bergabung ke Tokopedia.   Oleh karena itu, Melissa mengeklaim aktif menurunkan akun penjual yang diduga melakukan predatory pricing. “Kita takedown, sekarang kita kerja very tight ya tiap dapat laporan kita turunin segera,” ujarnya.

Sementara itu, Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) tetap khawatir ada risiko penguasaan data tren belanja masyarakat warga Indonesia oleh platform TikTok Shop yang kini menjadi Shop Tokopedia. Ketua Umum Hippi Erik Hidayat menilai aksi platform belanja online asal China itu telah menabrak aturan telah mengancam keberlangsungan UMKM. Sejak mengakuisisi sejumlah besar saham PT Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), TikTok menyajikan fitur belanja dalam platform Tokopedia secara back end atau di balik layar dan mengubah nama fitur menjadi Shop Tokopedia. Menurutnya, pembelian saham Tokopedia oleh TikTok bakal berakibat fatal terhadap keberlangsungan bisnis UMKM. Padahal, Permendag No. 31/2023 Pasal 13 Ayat 3 huruf (a) menyebutkan bahwa penyelenggara PMSE wajib memastikan tidak adanya interkoneksi antara sistem elektronik yang digunakan dan sistem elektronik di luar Sarana.

PERDAGANGAN ELEKTRONIK : KPPU Lanjut Awasi TikTok

HR1 03 Apr 2024 Bisnis Indonesia

Komisi Pengawas Persaingan Usaha tetap melanjutkan proses penilaian transaksi penggabungan TikTok dan Tokopedia, meskipun manajemen TikTok telah melakukan audiensi dengan lembaganya. Deputi Bidang Kajian dan Advokasi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Taufik Ariyanto mengatakan pihaknya tengah melakukan proses penilaian awal dampak akuisisi yang dilakukan TikTok-Tokopedia tersebut. Menurutnya, proses itu tetap berlanjut kendati TikTok telah melaporkan transaksi akuisisi saham dan aset Tokopedia kepada KPPU pada 13 Maret dan 19 Maret 2024. Dalam audiensi TikTok, dia menjelaskan manajemen media sosial asal China itu siap untuk menjaga persaingan usaha yang sehat di dalam pasar elektronik (e-commerce) pascaakuisisi Tokopedia. Menurutnya, TikTok juga menyatakan bakal mendukung pengembangan UMKM dan penjualan produk lokal di platformnya. Secara terperinci, Taufik mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut pihak TikTok membeberkan ihwal peta persaingan e-commerce, akses pasar, kompetensi pelaku UMKM, dan content creator Indonesia, serta upaya mereka mendukung produk lokal. TikTok disebut juga mengaku bakal mendeteksi barang palsu dan bekerja sama dengan regulator. Kendati telah menyampaikan deretan komitmennya, Taufik menegaskan bahwa masyarakat perlu turut mengawasi dampak dari TikTok mengakuisisi Tokopedia.

Integrasi Tiktok Shop dan Tokopedia Segera Rampung

KT3 01 Apr 2024 Kompas

Proses integrasi sistem layanan Tiktok Shop Indonesia ke Tokopedia segera rampung. Kedua perusahaan berkomitmen guna melindungi dan membuka pasar yang lebih luas untuk UMKM. ”Migrasi sistem layanan Tiktok Shop Indonesia ke Tokopedia hampir selesai,” ujar Head of Corporate Communications Tokopedia Aditia Grasio Nelwan, Minggu (31/3) di Jakarta. Dalam paparan publik, beberapa waktu lalu, CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) Patrick Walujo mengatakan, proses integrasi sistem layanan Tiktok Shop Indonesia ke Tokopedia akan rampung pertengahan April 2024. Untuk proses integrasi ini, GoTo terus menjalin komunikasi erat dengan pemerintah.

 

”Proses migrasi sistem layanan Tiktok Shop Indonesia ke Tokopedia mengalami kemajuan yang baik,” ujarnya. Menurut Patrick, mengikuti ketentuan yang ada, promosi barang-barang dilakukan lewat Tiktok Shop Indonesia. Sementara pembayaran belanjaan akan diproses oleh sistem Tokopedia. Seperti diberitakan, proses transaksi investasi Tiktok ke Tokopedia telah selesai dilakukan pada akhir Januari 2024. Unit bisnis e-dagang GoTo, yaitu Tokopedia, dan Tiktok Shop Indonesia juga telah bergabung di bawah PT Tokopedia, yang dimiliki bersama oleh GoTo dan Tiktok. Tiktok berinvestasi lebih dari 1,5 miliar USD atau Rp 23,38 triliun sebagai komitmen jangka panjang untuk mendukung operasionalisasi bisnis Tokopedia. (Yoga)

Pusingnya Belanja Daring untuk Lebaran

KT3 26 Mar 2024 Kompas

Sejak pandemi, kecenderungan masyarakat untuk berbelanja melalui platform digital semakin meningkat. Menurut laporan Hootsuite dan We Are Social bertajuk ”Digital 2021”, lebih dari 87 % pengguna internet di Indonesia membeli beragam produk secara daring pada beberapa bulan terakhir di pengujung tahun 2020. Ashifa Sakinah (25), warga Jakpus, bisa menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari, untuk menentukan satu baju. Saat mencari gamis untuk Lebaran, Ashifa menghabiskan waktu hampir seminggu berselancar di sejumlah aplikasi.

”Rasanya seperti ketagihan mencari barang yang lebih bagus. Barang-barang yang menurut saya bagus, saya taruh di keranjang dulu, tidak langsung checkout,” katanya, Senin (25/3). Banyaknya toko di banyak kota dengan berbagai harga dan ulasan membuatnya menjadi seorang pemilih. Namun, terlalu memilih demi mendapatkan barang terbaik membuat Ashifa pening. Bahkan, aktivitas sehari-harinya juga kerap terganggu akibat kepikiran barang-barangnya di keranjang lokapasar. Keresahan belanja daring tidak berakhir dengan pemilihan barang.

Ashifa juga masih harus menunggu berhari-hari karena sebagian besar baju lebaran menggunakan sistem pre-order, yakni memesan dulu baru dibuatkan bajunya. ”Hingga hari ini, saya masih menunggu baju lebaran saya tiba. Katanya dijanjikan minggu ini dikirim. Jujur saja saya khawatir,” ucap Ashifa. Herman Ahmad Deru (27) juga memilih belanja daring untuk kebutuhan Lebaran. Kesibukan bekerja membuatnya kurang waktu untuk berkelana ke mal atau pasar. Dalam proses mencari barang secara daring, Herman sering galau. Saat membeli baju lebaran contohnya. ”Awalnya sudah yakin dengan pilihanku, tetapi tiba-tiba ada iklan. Pas dicek, kok, lebih bagus. Jadi galau lagi. Akan begitu terus,” tuturnya. (Yoga)

Jebakan di Ujung Jari, THR Ludes hingga Terlilit Utang

KT3 24 Mar 2024 Kompas

Tunjangan hari raya (THR) sudah cair? Kalaupun belum, berderet kebutuhan hari raya menunggu dipenuhi. Ditambah kebutuhan rutin, daftar belanja bertambah panjang. Walau masih bayangan, bakal segera belanja menerbitkan rasa senang tersendiri. Selain ke mal dan supermarket, belanja daring telah menjadi kebiasaan yang makin lama makin memikat. Sekali mengetik nama atau jenis barang di lokapasar, berbagai pilihan muncul. Harga bersaing dan tinggal memilih teknis pengiriman, barang diterima sesuai harapan. Sesuai hasil riset, belanja daring seperti halnya berjalan-jalan dan berbelanja di mal, sama-sama mujarab untuk mengurangi kesedihan.

Majalah Time, Maret, menyuguhkan ulasan tentang mengapa orang menghabiskan banyak uang untuk berbelanja. Sebab, sekarang, belanja dan membayar apa pun secara daring makin minus hambatan. Mulai dari memesan kamar hotel, berbagai jasa di tempat wisata, belanja baju, sampai beras dan tisu tinggal ketuk di layar ponsel. Terlebih ada pilihan buy now pay later dan cicilan. Yuqian Xu, peneliti metode pembayaran tanpa menggesek, menyatakan, membayar melalui ponsel hanya butuh 29 detik. Membayar dengan kartu kredit butuh 40 detik. Kecepatan dan kenyamanan itu mengakselerasi pengeluaran uang seseorang. Semakin nyaman berbelanja secara digital, maka secara umum akan semakin mudah menghamburkan uang.

Dari data OJK, piutang pembiayaan produk beli sekarang bayar nanti (buy now pay later/BNPL) sebesar Rp 5,54 triliun pada Januari 202, meningkat 21,66 % (YOY) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 4,56 triliun. Banyak kejadian besaran utang rumah tangga lebih besar dari pendapatan dan berujung terlilit utang. Pada akhirnya, yang terjadi setiap bulan terjebak mencicil utang yang terus membengkak karena bunga berbunga. Dalam hitungan hari, THR tahun ini bagai oase baru tambahan pendapatan yang bisa meringankan berbagai beban keuangan. Mengendalikan nafsu di ujung jari yang berselancar di layar ponsel menjadi kunci agar tidak makin terbelit utang setelah berhari raya. (Yoga)

MOMEN RAMADAN : JALUR LABA DI LOKAPASAR

HR1 23 Mar 2024 Bisnis Indonesia

Jenama lokal bersiap mereguk untung pada momentum Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri, terutama dengan memanfaatkan saluran lokapasar. Strategi yang tepat diperlukan agar tidak tenggelam dalam algoritma marketplace. Sebagai negara dengan populasi Muslim nasional terbesar di dunia, Indonesia selalu jadi ceruk pasar menggiurkan pada momen puasa dan Lebaran. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang melesat, brand dan penjual lokal harus gesit menyusun berbagai strategi pemasaran untuk menjawab kebutuhan konsumen. Berdasarkan laporan dari Google bertajuk Recharge, Reconnect, Celebrate: Consumer Insights for Successful Ramadan 2024 Campaigns menunjukkan jumlah masyarakat yang berbelanja pada momen Ramadan meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan saat tanggal kembar seperti 12.12. Secara khusus, berdasarkan data dari YouGov pada 2024 beberapa kategori diperkirakan meningkat secara signifikan yaitu kategori food & beverages (43%), fashion & accessories (27%), dan beauty & personal Care (20%) pada Ramadan tahun ini. Rika Yeo, City Leader Lazada Club mengatakan pemilik usaha tidak hanya perlu memerhatikan tren produk, brand dan penjual lokal dapat menawarkan layanan terbaik dengan mengenal dan memahami penggunaan fitur dan layanan platform belanja online. Rika membagi beberapa jurus agar pelaku usaha bisa memaksimalkan penjualan di platform e-commerce seperti Lazada pada Ramadan. Pertama, pelajari performa omzet dan produk toko online. 

Caranya adalah dengan menentukan target dengan tingkat omzet saat ini. Kedua, gunakan promo dan diskon khusus Ramadan sebagai daya tarik yang kuat untuk mendorong pembeli check out produk. Ketiga, perhatikan kebutuhan pembeli dan tren produk selama Ramadan. Keempat, sesuaikan strategi penjualan dengan perilaku belanja konsumen. Kelima, fokus pada penjualan produk populer dan produk yang tren pada Ramadan. Sementara itu, Head of Communications Tokopedia, Aditia Grasio Nelwan menyarankan penjual, khususnya UMKM, untuk menerapkan strategi bundling produk guna meningkatkan penjualan pada bulan puasa. Cara tersebut dinilai efektif meningkatkan penjualan, khususnya yang berjualan produk kebutuhan sehari-hari atau fast moving consumer good (FMCG).  Agar makin dilirik calon pembeli, maka produk tersebut dapat menggunakan nama unik yang identik dengan Ramadan. Misalnya, ‘Paket Bedug’ yang berisi produk yang berkaitan dengan buka puasa, seperti teh celup, gula pasir dan kurma. Penjual juga bisa membuat hampers edisi spesial Ramadan untuk menangkap tingginya animo masyarakat berbagi dengan kerabat atau kenalan.Di sisi lain, pelaku usaha juga bisa memberikan kesempatan bagi pembeli untuk meng-custom hampers sesuai preferensi. Jika penjual punya anggaran besar dan ingin meningkatkan brand awareness di tengah masyarakat luas, maka mereka bisa berkolaborasi bersama KOL dengan ratusan ribu hingga jutaan pengikut (macro/mega KOL) yang relevan dengan produknya. Namun jika penjual ingin menyasar calon pembeli yang lebih niche, nano KOL dengan pengikut 1.000-10.000 bisa menjadi pilihan yang lebih terjangkau.

Penganggur Berlimpah, Gen Z Gerah dengan Pameran Kemewahan

KT3 18 Mar 2024 Kompas

Warganet, terutama kelompok anak muda yang masuk dalam generasi Z, merasa bahwa para pemengaruh media sosial tidak hidup di dunia yang dihuni warga kebanyakan. Fakta ada jutaan penganggur di antara mereka membuat generasi Z lelah dan gerah dengan pameran itu. Produsen perlu menimbang ulang strategi pemasaran mereka. Apalagi, ada gerakan de-influencing. Dalam laporan Yahoo News pada Sabtu (16/3) 53 % generasi Z kini memilih mengonsumsi sesuatu berdasarkan rekomendasi orang biasa. Adapun 43 % generasi Z atau gen Z menganggap kekuatan pemengaruh (influencer) sudah berkurang pada mereka. ”Dulu saya suka mereka. Lalu, saya sadar betapa tidak realistisnya setiap hari hanya ke pusat kebugaran atau membeli berbagai hal mahal. Saya sadar, kebanyakan orang di sekitar saya kesulitan untuk hidup sederhana sekalipun,” kata Emma (16) kepada majalah Vogue.

Majalah gaya hidup itu melaporkan, pada 2022, sebanyak 28 % pengguna Tiktok membeli karena terpengaruh para pemilik akun besar di pelantar itu. Sekarang, semakin sedikit orang membeli barang-barang yang dipromosikan para pemenga ruh itu. Intinya, orang-orang merasa diperas agar para pemengaruh itu bisa hidup mewah. Para pemengaruh mempromosikan barang-barang mahal. Padahal, orang-orang sedang kesulitan, antara lain akibat inflasi tinggi di AS dan sejumlah negara. Kemarahan itu diungkap saat puluhan juta orang di AS kesulitan akibat lonjakan inflasi. Mengacu pada data Organisasi Buruh Internasional (ILO), sebanyak 5,3 % angkatan kerja global 2024 menganggur. Di China, setidaknya 13 juta generasi muda jadi penganggur. Sebagian amat frustrasi karena tidak kunjung diterima kerja meski sudah mengirimkan ratusan lamaran. Di sejumlah negara lain, fenomena itu juga terjadi.  Fakta itu membuat cara pemasaran dengan memanfaatkan pemengaruh menjadi tidak relevan.

Para pemengaruh menyajikan gaya hidup mewah. Sementara itu, kebanyakan pengguna media sosial hidup susah payah. Kemarahan orang-orang tidak hanya ditunjukkan lewat komentar di unggahan pada pemengaruh. Sebagian juga membuat unggahan yang mengajak orang berpikir ulang sebelum membeli aneka hal yang dipromosikan pemengaruh. Fenomena itu dikenal sebagai de-influencing. Analis media sosial pada Ruby Media Group, Kris Ruby, menyebut fenomena itu memberi pendapat tandingan atas aneka promosi dan dukungan di media sosial. Pada dasarnya gerakan ini mencoba mengingatkan konsumen untuk tidak membeli produk tertentu hanya karena dipromosikan oleh pemengaruh. Padahal, produk itu dinilai kurang berguna atau nilainya tidak sepadan dengan harga yang dibayarkan. Tren ini mendorong konsumen untuk mempertimbangkan apakah mereka membutuhkan produk itu sebelum membelinya. (Yoga)

Sahur Jadi Waktu Favorit ”Check Out” Belanja Daring

KT3 15 Mar 2024 Kompas

Selama Ramadhan, perilaku belanja melalui platform perdagangan secara elektronik atau e-dagang mengalami pergeseran. Waktu sahur diyakini para pengelola lokapasar sebagai waktu saat paling banyak terjadi transaksi belanja daring. ”Waktu check out (bayar belanja daring) selama Ramadhan dan hari biasa itu berbeda. Selama Ramadhan, check out meningkat signifikan pada waktu sahur sampai pagi (memasuki jam kerja). Siang (masih di jam kerja) juga masih ada yang check out,” ujar Senior Vice President Campaigns, Traffic, and Onsite Marketing Lazada Indonesia Amelia Tediarjo, Kamis (14/3) di Jakarta.

Pada jam-jam tertentu yang difavoritkan untuk belanja daring selama bulan Ramadhan, imbuh Amelia, platform lokapasar, seperti Lazada, bisa mencatatkan kenaikan transaksi hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa. Berdasarkan survei yang digelar Lazada Indonesia baru-baru ini terhadap 600 pelanggan berusia 19-35 tahun, 89 % di antaranya mengaku kebutuhan untuk Ramadhan cenderung lebih banyak dari bulan-bulan lainnya. Sebanyak 88 % responden mengatakan sudah memiliki perencanaan daftar belanja Ramadhan sejak satu-dua peKan sebelum hari pertama puasa. Amelia menambahkan, di antara pengguna platform Lazada, terdapat kelompok konsumen yang selalu memaksimalkan diskon. (Yoga)