;

Pusingnya Belanja Daring untuk Lebaran

Ekonomi Yoga 26 Mar 2024 Kompas
Pusingnya Belanja
Daring untuk Lebaran

Sejak pandemi, kecenderungan masyarakat untuk berbelanja melalui platform digital semakin meningkat. Menurut laporan Hootsuite dan We Are Social bertajuk ”Digital 2021”, lebih dari 87 % pengguna internet di Indonesia membeli beragam produk secara daring pada beberapa bulan terakhir di pengujung tahun 2020. Ashifa Sakinah (25), warga Jakpus, bisa menghabiskan waktu berjam-jam, bahkan berhari-hari, untuk menentukan satu baju. Saat mencari gamis untuk Lebaran, Ashifa menghabiskan waktu hampir seminggu berselancar di sejumlah aplikasi.

”Rasanya seperti ketagihan mencari barang yang lebih bagus. Barang-barang yang menurut saya bagus, saya taruh di keranjang dulu, tidak langsung checkout,” katanya, Senin (25/3). Banyaknya toko di banyak kota dengan berbagai harga dan ulasan membuatnya menjadi seorang pemilih. Namun, terlalu memilih demi mendapatkan barang terbaik membuat Ashifa pening. Bahkan, aktivitas sehari-harinya juga kerap terganggu akibat kepikiran barang-barangnya di keranjang lokapasar. Keresahan belanja daring tidak berakhir dengan pemilihan barang.

Ashifa juga masih harus menunggu berhari-hari karena sebagian besar baju lebaran menggunakan sistem pre-order, yakni memesan dulu baru dibuatkan bajunya. ”Hingga hari ini, saya masih menunggu baju lebaran saya tiba. Katanya dijanjikan minggu ini dikirim. Jujur saja saya khawatir,” ucap Ashifa. Herman Ahmad Deru (27) juga memilih belanja daring untuk kebutuhan Lebaran. Kesibukan bekerja membuatnya kurang waktu untuk berkelana ke mal atau pasar. Dalam proses mencari barang secara daring, Herman sering galau. Saat membeli baju lebaran contohnya. ”Awalnya sudah yakin dengan pilihanku, tetapi tiba-tiba ada iklan. Pas dicek, kok, lebih bagus. Jadi galau lagi. Akan begitu terus,” tuturnya. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :