;

MOMEN RAMADAN : JALUR LABA DI LOKAPASAR

MOMEN RAMADAN : JALUR LABA DI LOKAPASAR

Jenama lokal bersiap mereguk untung pada momentum Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri, terutama dengan memanfaatkan saluran lokapasar. Strategi yang tepat diperlukan agar tidak tenggelam dalam algoritma marketplace. Sebagai negara dengan populasi Muslim nasional terbesar di dunia, Indonesia selalu jadi ceruk pasar menggiurkan pada momen puasa dan Lebaran. Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang melesat, brand dan penjual lokal harus gesit menyusun berbagai strategi pemasaran untuk menjawab kebutuhan konsumen. Berdasarkan laporan dari Google bertajuk Recharge, Reconnect, Celebrate: Consumer Insights for Successful Ramadan 2024 Campaigns menunjukkan jumlah masyarakat yang berbelanja pada momen Ramadan meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan saat tanggal kembar seperti 12.12. Secara khusus, berdasarkan data dari YouGov pada 2024 beberapa kategori diperkirakan meningkat secara signifikan yaitu kategori food & beverages (43%), fashion & accessories (27%), dan beauty & personal Care (20%) pada Ramadan tahun ini. Rika Yeo, City Leader Lazada Club mengatakan pemilik usaha tidak hanya perlu memerhatikan tren produk, brand dan penjual lokal dapat menawarkan layanan terbaik dengan mengenal dan memahami penggunaan fitur dan layanan platform belanja online. Rika membagi beberapa jurus agar pelaku usaha bisa memaksimalkan penjualan di platform e-commerce seperti Lazada pada Ramadan. Pertama, pelajari performa omzet dan produk toko online. 

Caranya adalah dengan menentukan target dengan tingkat omzet saat ini. Kedua, gunakan promo dan diskon khusus Ramadan sebagai daya tarik yang kuat untuk mendorong pembeli check out produk. Ketiga, perhatikan kebutuhan pembeli dan tren produk selama Ramadan. Keempat, sesuaikan strategi penjualan dengan perilaku belanja konsumen. Kelima, fokus pada penjualan produk populer dan produk yang tren pada Ramadan. Sementara itu, Head of Communications Tokopedia, Aditia Grasio Nelwan menyarankan penjual, khususnya UMKM, untuk menerapkan strategi bundling produk guna meningkatkan penjualan pada bulan puasa. Cara tersebut dinilai efektif meningkatkan penjualan, khususnya yang berjualan produk kebutuhan sehari-hari atau fast moving consumer good (FMCG).  Agar makin dilirik calon pembeli, maka produk tersebut dapat menggunakan nama unik yang identik dengan Ramadan. Misalnya, ‘Paket Bedug’ yang berisi produk yang berkaitan dengan buka puasa, seperti teh celup, gula pasir dan kurma. Penjual juga bisa membuat hampers edisi spesial Ramadan untuk menangkap tingginya animo masyarakat berbagi dengan kerabat atau kenalan.Di sisi lain, pelaku usaha juga bisa memberikan kesempatan bagi pembeli untuk meng-custom hampers sesuai preferensi. Jika penjual punya anggaran besar dan ingin meningkatkan brand awareness di tengah masyarakat luas, maka mereka bisa berkolaborasi bersama KOL dengan ratusan ribu hingga jutaan pengikut (macro/mega KOL) yang relevan dengan produknya. Namun jika penjual ingin menyasar calon pembeli yang lebih niche, nano KOL dengan pengikut 1.000-10.000 bisa menjadi pilihan yang lebih terjangkau.

Download Aplikasi Labirin :