;
Tags

e-commerce

( 474 )

Penguasa Baru E-Commerce

KT1 14 Dec 2023 Investor Daily (H)
JAKARTA,ID-Landskap industri e-commerce Indonesia berubah drastis begitu TikTok dan PT Goto Gojek Tokepedia Tbk (Goto) bersepakat kongsi di Tokopedia. Pascatransaksi ini, Tokopedia bakal menjadi penguasa baru pasar e-commerce nasional dengan pangsa pasar 50-60%, menggusur Shopee di posisi puncak.  Dengan estimasi pasar e-commerce 2024 menembus Rp1.000 triliun, Tokopedia bakal meraup pasar Rp500-600 triliun. Tokopedia bisa memomenetasi kue pasar sebesar itu dengan menerapkan take rate. Sejalan dengan itu Goto diprediksi mendapatkan tambahan EBITDA US$ 40 juta dari Tokopedia, Namun, gross merchandise  value (GMV) Tokopedia akan didekonsolidasi dari Goto. Awal pekan ini, Goto dan TikTok mengumumkan tiga kesepakatan penting. Pertama, Tokopedia akan membeli kontrak bisnis dan hak eksklusif untuk memiliki dan mengoperasikan TikTok Shop dari TikTok senilai US$ 340 Juta. Tokopedia akan mendirikan perusahaan baru untuk mengoperasikan TikTok Shop. Rencana ini diharapkan selesai kuartal I-2024. (Yetede)

Janji untuk UMKM Indonesia

KT3 13 Dec 2023 Kompas

Perdagangan lintas negara membuat produk impor mudah diperoleh konsumen. Persaingan dengan produk UMKM lokal terbuka. Kesepakatan bisnis antara Tiktok dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mengawali pekan ini. Dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/12) kedua pihak mengumumkan kemitraan strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia, dengan fokus pada pemberdayaan serta perluasan pasar bagi pelaku UMKM nasional. Indonesia disebut sebagai pasar terbesar kedua Tiktok. Kolaborasi Tiktok dan Tokopedia akan saling melengkapi. Sekitar 125 juta pengguna aktif bulanan Tiktok di Indonesia merupakan target konsumen bagi Tokopedia dan GoTo. Bersamaan dengan Hari Belanja Online Nasional, Selasa (12/12), Tokopedia dan Tiktok  meluncurkan kampanye Beli Lokal 12.12. Mendag Zulkifli Hasan menyampaikan harapannya agar e-dagang membantu pemerintah meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM Indonesia serta memberi ruang bagi produk Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, pada 2021 ada 67 juta UMKM di Indonesia, yang berkontribusi 61 % terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Belum semua UMKM menjangkau pasar melalui jejaring digital secara langsung. Ada yang bergabung dengan lokapasar atau memasarkan produk melalui pihak ketiga. Ruang bagi produk Indonesia, khususnya karya UMKM, di dalam ekosistem e-dagang, layak dicatat dengan huruftebal. Di tengah perdagangan global yang kian masif, suatu produk dapat dengan mudah dan murah melintasi batas negara. Jika tak dilindungi, produk UMKM Indonesia bisa tersingkir karena kalah bersaing dari produk impor berharga murah. Ekonomi digital di Indonesia berpotensi terus berkembang. Data e-Conomy South East Asia yang dirilis Google, Temasek, dan Bain and Company pada 1 November 2023 menunjukkan, e-dagang merupakan penopang utama ekonomi digital di Indonesia. Dari gross merchandise value (GMV) ekonomi digital di Indonesia senilai 76 miliar USD pada 2022, sebesar 58 miliar USD di antaranya dari e-dagang. (Yoga)

TikTok dan Tokopedia Diberi Waktu Empat Bulan

KT1 13 Dec 2023 Investor Daily
JAKARTA,ID-Pemerintah memberikan waktu empat bulan kepada TikTok dan Tokopedia untuk menguji coba sinergi platform e-commerce. Dalam kesepakatan bisnis TikTok dan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Tokopedia akan menjalankan bisnis e-commerce TikTok, dalam hal ini TikTok Shop. Dengan begini, TikTok tak perlu mengajukan izin untuk menjalankan bisnis e-commerce. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan menerangkan, upaya kolaborasi kedua platform tersebut bertujuan untuk membantu para UMKM dapat kembali menjual produknya di platform tersebut. Pada masa uji coba yang sedang berlangsung ini, dirinya meminta kedua platform untuk mengutamakan produk-produk lokal. "Jadi begini, e-commerce-nya Tokopedia, kerja sama dengan TikTok. Jadi TikTok itu tidak e-commerce. E-commercenya jualan di Tokopedia. Cuma inikan teknologinya tinggi, perlu 3-4 bulan mereka semacam percobaan ya, trial and error," ungkap Mendag. (Yetede)

Tiktok Segera Ambil Alih Saham Mayoritas Tokopedia

KT3 12 Dec 2023 Kompas

Tiktok, aplikasi milik perusahaan raksasa teknologi China, ByteDance, berencana menyuntikkan investasi lebih dari 1,5 miliar USD atau Rp 23,38 triliun dalam jangka panjang ke Tokopedia sekaligus mengambil alih saham mayoritas aplikasi lokapasar itu. Sekretaris Perusahaan PT Goto GojekTokopediaTbk (Goto), grup perusahaan yang membawahi Tokopedia, RA Koesoemohadiani, seperti dikutip dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (11/12) mengatakan, rencana kemitraan strategis Goto melalui PT Tokopedia dimulai dengan konsultasi terlebih dulu dengan pemerintah. Adapun kampanye pertama Tokopedia dan Tiktok dilakukan dalam inisiatif Beli Lokal pada 12 Desember 2023, bersamaan dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Bisnis Tokopedia dan Tiktok Shop Indonesia ini akan dikombinasikan di bawah entitas Tokopedia. Tiktok telah berkomitmen untuk memberikan investasi awal dalam bentuk dana tunai dan surat sanggup bayar (promissory notes) serta tambahan pendanaan untuk mendukung modal kerja yang dibutuhkan oleh Tokopedia.

Goto dan Tokopedia telah menandatangani beberapa perjanjian secara terpisah dengan Tiktok. Pertama, perjanjian pembelian aset tertanggal 10 Desember 2023. Aset yang diambil alih oleh Tokopedia berupa kontrak bisnis dan hak eksklusif untuk memiliki serta mengoperasikan Tiktok Shop di Indonesia dari Tiktok dengan nilai pembelian 340 juta USD atau Rp 5,338 triliun. Rencana pembelian asset ini diharapkan dapat diselesaikan pada triwulan pertama 2024. Kedua, perjanjian ambil bagian saham tertanggal 10 Desember 2023, sehubungan dengan rencana investasi Tiktok ke Tokopedia senilai 840 juta USD atau Rp 13,188 triliun. Dana itu digunakan untuk mengambil alih saham lama dan membeli saham baru yang akan dikeluarkan oleh Tokopedia. Pada saat penyelesaian rencana investasi ini, Tokopedia juga akan menerima promissory note dari Tiktok sebesar 1 miliar USD atau Rp 15,7 triliun. Siaran pers bersama Goto dan Tiktok menyatakan, mereka akan berkomitmen untuk memberi manfaatlebih luas kepada para pelaku UMKM di Indonesia dengan memanfaatkan platform e-dagang dan mendorong penciptaan jutaan lapangan kerja baru dalam lima tahun mendatang, mereka menyatakan 90 % mitra pedagang merupakan UMKM. (Yoga)

TikTok Investasi di Tokopedia Rp 23 Triliun, Saham GOTO Anjlok 20%

KT1 12 Dec 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-TikTok Plt Ltd mengumumkan akan menginvestasikan dana sebesar US$ 1,5 miliar (Rp 23,42 triliun) di PT Tokopedia, dan bakal jadi investor pengendali dengan kepemilikan 75,01 saham Tokopedia. Sementara 24,99% saham Tokopedia sisanya akan dimiliki PT Go To Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Pada hari yang sama, saham GOTO justru anjlok 20,37% ke posisi Rp86 dipenutupan perdagangan, Senin (11/12/2023). "Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia akan dikombinasikan. TikTok akan menjalankan operasional bisnis e-commercenya melalui entitas PT Tokopedia, dimana TikTok akan mengambil 75,01% pengendalian atas PT Tokopedia. Tokopedia juga akan mengambil alih TikTok Shop Indonesia, dan TikTok berkomitmen menginvestasikan lebih dari US$ 1,5 miliat di PT Tokopedia,"kata managemen Tokopedia dalam keterangan resminya. Selanjutnya, PT Tokopedia akan menerima promissory note dari TikTok sebesar US$ 1 miliar atau setara Rp15,7 triliun. dana itu akan dipakai untuk kebutuhan modal kerja di masa mendatang. (Yetede)

Berharap Tiktok Menjadi Penyelamat

HR1 12 Dec 2023 Kontan
Sempat mengalami beragam tantangan sepanjang tahun ini, prospek kinerja salah satu emiten teknologi yakni PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menemukan titik cerah.Titik cerah itu seiring masuknya investasi Tiktok Pte Ltd lebih dari US$ 1,5 miliar kepada entitas Goto, yakni PT Tokopedia. Sebelumnya memang santer terdengar, salah satu raksasa digital asal China tersebut bakal merangsek masuk GOTO. Sekretaris Perusahaan GOTO, Koesoemohadiani menjelaskan investasi Tiktok akan dibagi menjadi beberapa bagian. Pertama, sebesar US$ 340 juta atau setara dengan Rp 5,33 triliun untuk pembelian aset Tokopedia. Kedua, Tiktok juga akan menggelontorkan sebesar US$ 840 juta atau Rp 13,18 triliun. Dana ini bakal dipakai Tiktok untuk mencaplok dan membayar atas saham baru yang dikeluarkan oleh PT Tokopedia. Promissory note itu dapat digunakan untuk kebutuhan modal kerja Tokopedia di masa mendatang. Namun manajemen belum memastikan kapan dana itu akan seluruhnya dibagikan. Jika Tiktok menyelesaikan seluruh rangkaian proses investasi, maka kepemilikan perusahaan asal China ini akan menggenggam 75,01% saham PT Tokopedia. Sementara GOTO hanya memiliki 24,99%. Seluruh rangkaian investasi diharapkan bisa selesai pada kuartal I-2024. Namun dia menekankan, target itu bisa tercapai asal persyaratan pendahuluan sudah terpenuhi. Sejalan dengan itu, GOTO akan bisa fokus untuk mengembangkan sumber daya dan modal mereka. Terutama ditujukan kepada lini bisnis layanan on-demand dan teknologi finansial melalui Gopay. Melihat aksi strategis tersebut, Direktur Utama Kiwoom Sekuritas, Chang-kun Shin menilai, meski Tiktok akan menjadi pengendali Tokopedia, tetapi GOTO akan tetap memperoleh keuntungan. Christopher Rusli, Equity Research Analyst Mirae Asset Sekuritas menilai, masuknya Tiktok seharusnya menjadi hal yang baik karena kinerja Tokopedia terbilang kurang baik.

Tiktok Shop Mengudara Lagi Melalui Tokopedia

HR1 12 Dec 2023 Kontan (H)
Tiktok Shop bakal meramaikan lagi bisnis e-commerce di Tanah Air. Ssempat menghilang lantaran ditutup oleh pemerintah, kini Tiktok Shop resmi mengumumkan kehadirannya kembali di Indonesia. Hari ini, Selasa 12 Desember 2023, menjadi hari perdana Tiktok Shop beroperasi di Indonesia. "Besok 12.12 sudah bisa check out di keranjang kuning lagi nih," seperti yang ditulis oleh akun x.com @msbb_id, Senin (11/12). Aktifnya keranjang kuning Tiktok Shop ini tak lepas dari kerja sama yang terjalin antara Tiktok dengan Tokopedia. Tiktok Pte Ltd membeli 75,01% saham Tokopedia senilai US$ 1,5 miliar  atau sekitar Rp 23,4 triliun (kurs US$ 1=Rp 15.600). Melalui akuisisi ini, bisnis Tokopedia dan Tiktok Shop akan digabung di bawah PT Tiktok sebagai pengendali. Adapun fitur layanan belanja Tiktok akan dioperasikan dan dikelola oleh Tokopedia. Kemitraan strategis ini akan diawali periode uji coba yang dimulai hari ini, bertepatan dengan Hari Belanja Online Nasional alias Harbolnas.  Program yang diluncurkan di masa uji coba ini adalah kampanye Beli Lokal. Sekretaris Perusahaan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk, Koesoemohadiani menjelaskan, investasi Tiktok terbagi menjadi beberapa bagian. Pertama, US$ 340 juta atau Rp 5,33 triliun untuk pembelian aset Tokopedia. Kedua, Tiktok akan menggelontorkan US$ 840 juta atau Rp 13,18 triliun. Dana ini bakal dipakai Tiktok untuk mencaplok dan membayar atas saham baru yang dikeluarkan PT Tokopedia. Diani hanya menyatakan, seluruh rangkaian investasi diharapkan selesai kuartal I-2024. Kembalinya Tiktok Shop ini dipastikan bakal mengubah peta persaingan industri e-commerce di Tanah Air. Direktur Ekonomi Digital Celios, Nailul Huda menilai, kerja sama Tokopedia dan Tiktok bakal mengubah peta persaingan industrri e-commerce. Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (Idea) Bima Laga menyatakan, kerja sama  antara Tiktok dan Tokopedia akan memperkuat pengembangan ekonomi digital di Indonesia.

Mengawal Kongsi GOTO dan TikTok

HR1 12 Dec 2023 Bisnis Indonesia

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. mengumumkan aliansi strategis dengan pemilik TikTok, ByteDance Senin (11/12). Namun, lantai bursa merespons negatif atas aksi korporasi tersebut, saham emiten berkode GOTO ditutup merosot tajam. Beberapa kesepakatan dalam aliansi tersebut cukup menarik. Dalam kontrak yang diteken 10 Desember 2023 itu, salah satu klausulnya menyebutkan bahwa Tokopedia akan melakukan pembelian aset berupa kontrak bisnis dan hak eksklusif untuk memiliki dan mengoperasikan TikTok Shop di Indonesia dari TikTok. Kontrak bisnis dan hak eksklusif ini memiliki nilai transaksi sebesar US$340 juta atau setara Rp5,33 triliun. Target pembelian aset tersebut dituntaskan pada kuartal I/2024. Akan tetapi, bergantung pada pemenuhan persyaratan pendahuluan yang diatur dalam perjanjian. GOTO dan TikTok juga melakukan perjanjian pengambilalihan saham. TikTok akan mengucurkan dana segar sebesar US$840 juta atau setara Rp13,18 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membeli saham baru yang akan dikeluarkan Tokopedia. Apabila aksi korporasi itu tuntas, TikTok akan menjadi pengendali baru Tokopedia, yakni 75,01%. Adapun, kepemilikan GOTO di Tokopedia merosot menjadi 24,99% dari posisi saat ini 99,99%. Kemarin, saham GOTO ditutup ambrol 20,37% atau sebanyak 22 poin setelah aliansi strategis tersebut. Saham GOTO diperdagangkan pada rentang Rp82—Rp110 pada perdagangan Senin (11/12). Padahal, pada pembukaan perdagangan, saham GOTO sempat menguat ke level Rp109 per saham. Namun, penguatan itu tak berjalan lama sebelum akhirnya saham GOTO terkena aksi jual investor. Berbagai manuver informasi disampaikan untuk menetralisir aksi jual pasar. Akan tetapi, langkah tersebut tidak mempan. Faktanya, GOTO telah melepas kendali kepemilikan di Tokopedia. Manajemen pun ‘pasrah’ bahwa kelak laporan keuangan pun tidak terkonsolidasi. Kontribusi GTV Tokopedia berada di nomor dua setelah layanan GoTo Finansial. Layanan yang dikenal dengan nama Gopay itu berkontribusi sebesar Rp276,51 triliun per September 2023, menyusut 5,6% secara YoY. Terkecil adalah segmen bisnis on demand services (ODS), yaitu Gojek, yang mencatatkan GTV Rp40,38 triliun, per September 2023 tercatat menyusut 8,47%.

HARI BELANJA ONLINE NASIONAL : AMBISI TINGGI KEREK TRANSAKSI

HR1 12 Dec 2023 Bisnis Indonesia
Hari belanja online nasional atau Harbolnas menjadi momentum bagi pemerintah untuk meningkatkan penjualan produk dalam negeri. Diskon besar yang diberikan oleh lokapasar pun diharapkan bisa menggeliatkan kembali perdagangan di dalam negeri. Kementerian Perdagangan mematok target yang cukup ambisius pada Harbolnas kali ini yang berlangsung pada 10—12 Desember 2023. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah mematok target transaksi Rp25 triliun, lebih tinggi dari capaian tahun lalu yang sebesar Rp22,7 triliun. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Isy Karim mengatakan, pemerintah berharap penyelenggaraan Harbolnas 2023 dapat mendongkrak volume dan nilai transaksi produk lokal. Pasalnya, peningkatan transaksi tersebut dapat memberikan efek berganda untuk mendorong peningkatan penjualan produk di dalam negeri, serta sektor transportasi dan logistik. “Nilai transaksi Harbolnas 2023 ditargetkan mencapai Rp25 triliun atau meningkat dibandingkan dengan Harbolnas 2022 yang tercatat sebesar Rp22,7 triliun,” katanya, Senin (11/12). Harbolnas sendiri bakal diikuti oleh para pelaku usaha yang berdagang melalui platform digital dengan menyediakan berbagai bentuk fasilitas ruang promosi barang dan/atau jasa. Sejumlah penawaran menarik, seperti bebas ongkos kirim dan promo potongan harga atau cashback hingga 30% juga diberikan untuk produk lokal. Selain itu, Pemerintah juga aktif memperkuat inovasi UMKM dengan melakukan pelatihan bersama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia atau idEA. Tujuannya, UMKM di Tanah Air bisa menghasilkan produk berkualitas dan memenuhi standar, serta mampu memberikan layanan pelanggan yang baik. Adapun, Ketua Umum IdEA Bima Laga mengatakan bahwa nilai transaksi selama Harbolnas mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2016, transaksi Harbolnas menyentuh Rp6 triliun, lalu naik menjadi Rp8 triliun pada 2017, dan setahun kemudian menjadi Rp12 triliun. Pada 2021, nilai transaksi belanja pada momen Harbolnas kembali terkerek menjadi Rp18 triliun. Sebelum kemudian tembus ke level Rp22,2 triliun pada tahun lalu. Dari sisi metode pembayaran, IdEA mencatat bahwa dompet digital masih menjadi media yang paling banyak digunakan. “Sebab, masing-masing platform sudah bekerja sama dengan pemilik layanan dompet digital, lalu virtual account perbankan, dan terakhir, cash on delivery (COD),” kata Bima. Pada momentum Cyber Monday tahun ini, masyarakat AS tercatat telah menghabiskan US$12,4 miliar untuk belanja online, naik 9,6% dibandingkan dengan tahun lalu. Menurut Adobe Inc., momentum Cyber Monday di AS kali ini menjadi hari belanja online terbesar yang pernah ada. Adobe sebelumnya telah menyesuaikan perkiraan belanja online untuk momentum tersebut berdasarkan belanja yang lebih besar dari perkiraan pada Black Friday, dan popularitas penawaran beli sekarang dan bayar nanti (pay later) yang memungkinkan konsumen meningkatkan anggaran mereka dengan cara kredit. Vivek Pandya, Analis Utama Adobe Digital Insights, mengatakan bahwa musim belanja liburan pada 2023 dimulai dengan banyaknya ketidakpastian, karena konsumen mengalihkan pengeluaran mereka ke sektor jasa, sambil menghadapi kenaikan biaya.

KONGSI JUMBO TIKTOK-GOTO

HR1 12 Dec 2023 Bisnis Indonesia (H)

Bertepatan dengan momentum hari belanja online nasional (Harbolnas) 12.12, industri lokapasar di Indonesia memasuki babak baru setelah dua perusahaan teknologi berskala raksasa memutuskan untuk menjalin kongsi. Persaingan platform e-commerce berpotensi memanas sejalan dengan kolaborasi Tiktok dan Tokopedia untuk kembali menghidupkan layanan belanja daring TikTok Shop Indonesia yang sempat mati suri.Dalam kemitraan strategis dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), TikTok akan menginvestasikan lebih dari US$1,5 miliar ke dalam Tokopedia. Corporate Secretary GOTO RA Koesoemohadiani menjabarkan rencana investasi dan rencana pembelian aset yang disepakati GOTO dan TikTok pada 10 Desember 2023. Rencana investasi TikTok di Tokopedia bakal dieksekusi lewat dua transaksi. Pertama, TikTok akan berinvestasi US$840 juta atau setara dengan Rp13,18 triliun ke dalam Tokopedia. Penanaman modal itu digunakan untuk mengambil saham baru yang diterbitkan oleh Tokopedia. Kedua, Tokopedia juga akan menerima promissory notedari TikTok senilai US$1 miliar atau setara dengan Rp15,7 triliun. Surat kesanggupan bayar itu bakal dipakai Tokopedia untuk kebutuhan modal kerja di masa mendatang. Rencana investasi yang menjadi jalan bagi TikTok untuk menjadi pengendali Tokopedia itu diharapkan selesai pada kuartal I/2024. Uniknya, TikTok dan GOTO sepakat bahwa kepemilikan GOTO di Tokopedia tidak akan terdilusi di bawah 24,99% kendati TikTok kembali mengucurkan pendanaan pada masa mendatang.Sementara itu, rencana pembelian aset bakal dilakukan Tokopedia terhadap TikTok. Tokopedia, papar Koesoemohadiani, akan membeli kontrak bisnis dan hak eksklusif untuk memiliki dan mengoperasikan TikTok Shop di Indonesia dengan nilai US$340 juta atau setara dengan Rp5,33 triliun. Setelah transaksi rampung, Manajemen GOTO menuturkan bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia akan dikombinasikan di bawah PT Tokopedia. Bagi GOTO, kombinasi bisnis Tokopedia dengan TikTok Shop Indonesia ini diproyeksi membawa sederet keuntungan, terutama karena GOTO akan tetap menjadi mitra ekosistem bagi Tokopedia. Lebih lanjut, dengan investasi dan komitmen pendanaan dari TikTok, GOTO tidak perlu melakukan pendanaan untuk Tokopedia. Selain itu, GOTO berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas dengan layanan keuangan digital melalui GoTo Financial dan on-demand services dari Gojek.Stephanie Susilo, Executive Director of TikTok E-Commerce Indonesia, menjelaskan kombinasi dengan Tokopedia mengawali babak baru komitmen jangka panjang perusahaan untuk berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dihubungi Bisnis, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Isy Karim menegaskan sampai saat ini TikTok masih mengantongi izin sebagai social commerce sehingga aktivitas TikTok hanya terbatas untuk mempromosikan barang tanpa fi tur transaksi di dalam platform. Menteri Koperasi dan Usaha (Menkop UKM) Teten Masduki angkat bicara terkait dengan kolaborasi TikTok dan GoTo, terutama terkait dengan kepatuhan memenuhi regulasi pemisahan e-commerce dari media sosial dan aturan impor barang. Dari kacamata pengamat, Ketua Umum Indonesia E-Commerce Association (idEA) Bima Laga mengatakan kemitraan Tiktok dan Tokopedia diharapkan membawa manfaat bagi semua pihak, para penjual, para konsumen, negara, dan industri perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) sehingga gairah ekonomi lokal terus tumbuh dan maju. Analis Phillip Sekuritas Edo Ardiansyah mengatakan kerja sama TikTok dan Tokopedia akan menjadi langkah besar bagi pasar e-commerce dalam negeri. Menurutnya, GOTO berpotensi mengantongi tambahan pendapatan dari segmen bisnis lokapasar. Sementara itu, analis MNC Sekuritas Alif Ihsanario menilai masuknya TikTok ke Tokopedia membuka akses likuiditas yang sangat melimpah sehingga risiko keterbatasan arus kas dalam menghadapi ketatnya persaingan bukan lagi masalah besar bagi Tokopedia.