e-commerce
( 474 )Penguasa Baru E-Commerce
Janji untuk UMKM Indonesia
Perdagangan lintas negara membuat produk impor mudah diperoleh
konsumen. Persaingan dengan produk UMKM lokal terbuka. Kesepakatan bisnis
antara Tiktok dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk mengawali pekan ini. Dalam
keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/12) kedua pihak
mengumumkan kemitraan strategis untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi digital
Indonesia, dengan fokus pada pemberdayaan serta perluasan pasar bagi pelaku UMKM
nasional. Indonesia disebut sebagai pasar terbesar kedua Tiktok. Kolaborasi
Tiktok dan Tokopedia akan saling melengkapi. Sekitar 125 juta pengguna aktif
bulanan Tiktok di Indonesia merupakan target konsumen bagi Tokopedia dan GoTo. Bersamaan
dengan Hari Belanja Online Nasional, Selasa (12/12), Tokopedia dan Tiktok meluncurkan kampanye Beli Lokal 12.12. Mendag
Zulkifli Hasan menyampaikan harapannya agar e-dagang membantu pemerintah
meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM Indonesia serta memberi ruang bagi
produk Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM, pada 2021 ada
67 juta UMKM di Indonesia, yang berkontribusi 61 % terhadap produk domestik
bruto (PDB) Indonesia. Belum semua UMKM menjangkau pasar melalui jejaring digital
secara langsung. Ada yang bergabung dengan lokapasar atau memasarkan produk
melalui pihak ketiga. Ruang bagi produk Indonesia, khususnya karya UMKM, di dalam
ekosistem e-dagang, layak dicatat dengan huruftebal. Di tengah perdagangan
global yang kian masif, suatu produk dapat dengan mudah dan murah melintasi
batas negara. Jika tak dilindungi, produk UMKM Indonesia bisa tersingkir karena
kalah bersaing dari produk impor berharga murah. Ekonomi digital di Indonesia
berpotensi terus berkembang. Data e-Conomy South East Asia yang dirilis Google,
Temasek, dan Bain and Company pada 1 November 2023 menunjukkan, e-dagang merupakan
penopang utama ekonomi digital di Indonesia. Dari gross merchandise value (GMV)
ekonomi digital di Indonesia senilai 76 miliar USD pada 2022, sebesar 58 miliar
USD di antaranya dari e-dagang. (Yoga)
TikTok dan Tokopedia Diberi Waktu Empat Bulan
Tiktok Segera Ambil Alih Saham Mayoritas Tokopedia
Tiktok, aplikasi milik perusahaan raksasa teknologi China,
ByteDance, berencana menyuntikkan investasi lebih dari 1,5 miliar USD atau Rp 23,38
triliun dalam jangka panjang ke Tokopedia sekaligus mengambil alih saham mayoritas
aplikasi lokapasar itu. Sekretaris Perusahaan PT Goto GojekTokopediaTbk (Goto),
grup perusahaan yang membawahi Tokopedia, RA Koesoemohadiani, seperti dikutip
dari keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Senin (11/12)
mengatakan, rencana kemitraan strategis Goto melalui PT Tokopedia dimulai dengan
konsultasi terlebih dulu dengan pemerintah. Adapun kampanye pertama Tokopedia
dan Tiktok dilakukan dalam inisiatif Beli Lokal pada 12 Desember 2023, bersamaan
dengan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas). Bisnis Tokopedia dan Tiktok
Shop Indonesia ini akan dikombinasikan di bawah entitas Tokopedia. Tiktok telah
berkomitmen untuk memberikan investasi awal dalam bentuk dana tunai dan surat
sanggup bayar (promissory notes) serta tambahan pendanaan untuk mendukung modal
kerja yang dibutuhkan oleh Tokopedia.
Goto dan Tokopedia telah menandatangani beberapa perjanjian
secara terpisah dengan Tiktok. Pertama, perjanjian pembelian aset tertanggal 10
Desember 2023. Aset yang diambil alih oleh Tokopedia berupa kontrak bisnis dan
hak eksklusif untuk memiliki serta mengoperasikan Tiktok Shop di Indonesia dari
Tiktok dengan nilai pembelian 340 juta USD atau Rp 5,338 triliun. Rencana
pembelian asset ini diharapkan dapat diselesaikan pada triwulan pertama 2024.
Kedua, perjanjian ambil bagian saham tertanggal 10 Desember 2023, sehubungan dengan
rencana investasi Tiktok ke Tokopedia senilai 840 juta USD atau Rp 13,188
triliun. Dana itu digunakan untuk mengambil alih saham lama dan membeli saham
baru yang akan dikeluarkan oleh Tokopedia. Pada saat penyelesaian rencana
investasi ini, Tokopedia juga akan menerima promissory note dari Tiktok sebesar
1 miliar USD atau Rp 15,7 triliun. Siaran pers bersama Goto dan Tiktok
menyatakan, mereka akan berkomitmen untuk memberi manfaatlebih luas kepada para
pelaku UMKM di Indonesia dengan memanfaatkan platform e-dagang dan mendorong
penciptaan jutaan lapangan kerja baru dalam lima tahun mendatang, mereka menyatakan
90 % mitra pedagang merupakan UMKM. (Yoga)
TikTok Investasi di Tokopedia Rp 23 Triliun, Saham GOTO Anjlok 20%
JAKARTA,ID-TikTok Plt Ltd mengumumkan akan menginvestasikan dana sebesar US$ 1,5 miliar (Rp 23,42 triliun) di PT Tokopedia, dan bakal jadi investor pengendali dengan kepemilikan 75,01 saham Tokopedia. Sementara 24,99% saham Tokopedia sisanya akan dimiliki PT Go To Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Pada hari yang sama, saham GOTO justru anjlok 20,37% ke posisi Rp86 dipenutupan perdagangan, Senin (11/12/2023). "Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia akan dikombinasikan. TikTok akan menjalankan operasional bisnis e-commercenya melalui entitas PT Tokopedia, dimana TikTok akan mengambil 75,01% pengendalian atas PT Tokopedia. Tokopedia juga akan mengambil alih TikTok Shop Indonesia, dan TikTok berkomitmen menginvestasikan lebih dari US$ 1,5 miliat di PT Tokopedia,"kata managemen Tokopedia dalam keterangan resminya. Selanjutnya, PT Tokopedia akan menerima promissory note dari TikTok sebesar US$ 1 miliar atau setara Rp15,7 triliun. dana itu akan dipakai untuk kebutuhan modal kerja di masa mendatang. (Yetede)
Berharap Tiktok Menjadi Penyelamat
Tiktok Shop Mengudara Lagi Melalui Tokopedia
Mengawal Kongsi GOTO dan TikTok
PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. mengumumkan aliansi strategis dengan pemilik TikTok, ByteDance Senin (11/12). Namun, lantai bursa merespons negatif atas aksi korporasi tersebut, saham emiten berkode GOTO ditutup merosot tajam. Beberapa kesepakatan dalam aliansi tersebut cukup menarik. Dalam kontrak yang diteken 10 Desember 2023 itu, salah satu klausulnya menyebutkan bahwa Tokopedia akan melakukan pembelian aset berupa kontrak bisnis dan hak eksklusif untuk memiliki dan mengoperasikan TikTok Shop di Indonesia dari TikTok. Kontrak bisnis dan hak eksklusif ini memiliki nilai transaksi sebesar US$340 juta atau setara Rp5,33 triliun. Target pembelian aset tersebut dituntaskan pada kuartal I/2024. Akan tetapi, bergantung pada pemenuhan persyaratan pendahuluan yang diatur dalam perjanjian. GOTO dan TikTok juga melakukan perjanjian pengambilalihan saham. TikTok akan mengucurkan dana segar sebesar US$840 juta atau setara Rp13,18 triliun. Dana tersebut digunakan untuk membeli saham baru yang akan dikeluarkan Tokopedia. Apabila aksi korporasi itu tuntas, TikTok akan menjadi pengendali baru Tokopedia, yakni 75,01%. Adapun, kepemilikan GOTO di Tokopedia merosot menjadi 24,99% dari posisi saat ini 99,99%. Kemarin, saham GOTO ditutup ambrol 20,37% atau sebanyak 22 poin setelah aliansi strategis tersebut. Saham GOTO diperdagangkan pada rentang Rp82—Rp110 pada perdagangan Senin (11/12). Padahal, pada pembukaan perdagangan, saham GOTO sempat menguat ke level Rp109 per saham. Namun, penguatan itu tak berjalan lama sebelum akhirnya saham GOTO terkena aksi jual investor. Berbagai manuver informasi disampaikan untuk menetralisir aksi jual pasar. Akan tetapi, langkah tersebut tidak mempan. Faktanya, GOTO telah melepas kendali kepemilikan di Tokopedia. Manajemen pun ‘pasrah’ bahwa kelak laporan keuangan pun tidak terkonsolidasi. Kontribusi GTV Tokopedia berada di nomor dua setelah layanan GoTo Finansial. Layanan yang dikenal dengan nama Gopay itu berkontribusi sebesar Rp276,51 triliun per September 2023, menyusut 5,6% secara YoY. Terkecil adalah segmen bisnis on demand services (ODS), yaitu Gojek, yang mencatatkan GTV Rp40,38 triliun, per September 2023 tercatat menyusut 8,47%.
HARI BELANJA ONLINE NASIONAL : AMBISI TINGGI KEREK TRANSAKSI
KONGSI JUMBO TIKTOK-GOTO
Bertepatan dengan momentum hari belanja online nasional (Harbolnas) 12.12, industri lokapasar di Indonesia memasuki babak baru setelah dua perusahaan teknologi berskala raksasa memutuskan untuk menjalin kongsi. Persaingan platform e-commerce berpotensi memanas sejalan dengan kolaborasi Tiktok dan Tokopedia untuk kembali menghidupkan layanan belanja daring TikTok Shop Indonesia yang sempat mati suri.Dalam kemitraan strategis dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO), TikTok akan menginvestasikan lebih dari US$1,5 miliar ke dalam Tokopedia. Corporate Secretary GOTO RA Koesoemohadiani menjabarkan rencana investasi dan rencana pembelian aset yang disepakati GOTO dan TikTok pada 10 Desember 2023. Rencana investasi TikTok di Tokopedia bakal dieksekusi lewat dua transaksi. Pertama, TikTok akan berinvestasi US$840 juta atau setara dengan Rp13,18 triliun ke dalam Tokopedia. Penanaman modal itu digunakan untuk mengambil saham baru yang diterbitkan oleh Tokopedia. Kedua, Tokopedia juga akan menerima promissory notedari TikTok senilai US$1 miliar atau setara dengan Rp15,7 triliun. Surat kesanggupan bayar itu bakal dipakai Tokopedia untuk kebutuhan modal kerja di masa mendatang.
Rencana investasi yang menjadi jalan bagi TikTok untuk menjadi pengendali Tokopedia itu diharapkan selesai pada kuartal I/2024. Uniknya, TikTok dan GOTO sepakat bahwa kepemilikan GOTO di Tokopedia tidak akan terdilusi di bawah 24,99% kendati TikTok kembali mengucurkan pendanaan pada masa mendatang.Sementara itu, rencana pembelian aset bakal dilakukan Tokopedia terhadap TikTok. Tokopedia, papar Koesoemohadiani, akan membeli kontrak bisnis dan hak eksklusif untuk memiliki dan mengoperasikan TikTok Shop di Indonesia dengan nilai US$340 juta atau setara dengan Rp5,33 triliun. Setelah transaksi rampung, Manajemen GOTO menuturkan bisnis Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia akan dikombinasikan di bawah PT Tokopedia.
Bagi GOTO, kombinasi bisnis Tokopedia dengan TikTok Shop Indonesia ini diproyeksi membawa sederet keuntungan, terutama karena GOTO akan tetap menjadi mitra ekosistem bagi Tokopedia.
Lebih lanjut, dengan investasi dan komitmen pendanaan dari TikTok, GOTO tidak perlu melakukan pendanaan untuk Tokopedia. Selain itu, GOTO berpotensi menjangkau pasar yang lebih luas dengan layanan keuangan digital melalui GoTo Financial dan on-demand services dari Gojek.Stephanie Susilo, Executive Director of TikTok E-Commerce Indonesia, menjelaskan kombinasi dengan Tokopedia mengawali babak baru komitmen jangka panjang perusahaan untuk berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dihubungi Bisnis, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Isy Karim menegaskan sampai saat ini TikTok masih mengantongi izin sebagai social commerce sehingga aktivitas TikTok hanya terbatas untuk mempromosikan barang tanpa fi tur transaksi di dalam platform.
Menteri Koperasi dan Usaha (Menkop UKM) Teten Masduki angkat bicara terkait dengan kolaborasi TikTok dan GoTo, terutama terkait dengan kepatuhan memenuhi regulasi pemisahan e-commerce dari media sosial dan aturan impor barang.
Dari kacamata pengamat, Ketua Umum Indonesia E-Commerce Association (idEA) Bima Laga mengatakan kemitraan Tiktok dan Tokopedia diharapkan membawa manfaat bagi semua pihak, para penjual, para konsumen, negara, dan industri perdagangan melalui sistem elektronik (PMSE) sehingga gairah ekonomi lokal terus tumbuh dan maju. Analis Phillip Sekuritas Edo Ardiansyah mengatakan kerja sama TikTok dan Tokopedia akan menjadi langkah besar bagi pasar e-commerce dalam negeri. Menurutnya, GOTO berpotensi mengantongi tambahan pendapatan dari segmen bisnis lokapasar.
Sementara itu, analis MNC Sekuritas Alif Ihsanario menilai masuknya TikTok ke Tokopedia membuka akses likuiditas yang sangat melimpah sehingga risiko keterbatasan arus kas dalam menghadapi ketatnya persaingan bukan lagi masalah besar bagi Tokopedia.
Pilihan Editor
-
Evaluasi Bantuan Langsung Tunai BBM
11 Oct 2022 -
Alarm Inflasi Mengancam Sektor Retail
11 Oct 2022 -
Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut Sepekan Lagi
10 Oct 2022









