e-commerce
( 474 )Kerek Ekonomi Digital Lewat E-Commerce
JAKARTA,ID-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membuka peluang seluas-luasnya kepada platform e-Commerce global untuk turut berpatisipasi dalam mendongkrak nilai ekonomi digital di Indonesia. Platfrom yang dimaksud, seperti You Tube, Meta, maupun TikTok. Asalkan platform e-Commerce tersebut harus mematuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku di Indonesia. "Iklim usaha harus dibuka dong untuk semua pihak yang ingin menjalankan bisnis di Indonesia. Kita harus membuka diri, You Tube, Meta, TikTok, yang penting emitennya dipisahkan," kata Budi Aries Setiadi, menteri Komunikasi dan Informatika, di Jakarta akhir pekan lalu. Mengutip laporan e-Commerce SEA 2023, yang dikeluarkan oleh Google, Temasek, serta Bain & Company, peran regulator disebut sangat menentukan arah ekonomi digital. Regulator berpengaruh terhadap arah pertumbuhan sektor utama ekonomi digital. (Yetede)
Mudah Menemukan Barang Impor Murah di E-Dagang
Konsumen Indonesia dengan
mudah menemukan produk impor di lokapasar. Di lokapasar, harga produk impor
asal China jauh lebih murah dibandingkan produk buatan lokal. Produk perawatan
rambut perempuan seperti hairmask buatan lokal dihargai Rp 22.000 untuk kemasan
200 gram di lokapasar Shopee. Sementara itu, produk sejenis milik pelaku usaha
asal Guangdong, China, dijual seharga Rp 38.800 untuk kemasan ukuran 500 gram. Artinya,
harga produk impor asal China tersebut hanya 70 % dari harga local alias lebih
murah Rp 16.200 untuk bobot 500 gram. Produk kosmetik impor asal China salah
satu yang membanjiri Indonesia lewat lokapasar. Fitriani (30), warga asal Kota Tangerang,
Banten, mengaku sering mendapat rekomendasi kosmetik impor saat berbelanja di
lokapasar. Dia mengatakan, kosmetik impor itu harganya lebih murah ketimbang
kos metik lokal yang kerap dia beli.”Beberapa produk yang impor memang harganya
murah,” kata Fitriani, Rabu (25/10). Barang impor murah yang memadati lokapasar
membuat pelaku UMKM kesulitan bersaing dari sisi harga.
Irsyad, pemilik jenama
Tara Indonesia yang salah satu produknya adalah daster border, menilai, saat
ini daster bordir impor dengan harga jauh lebih murah telah membanjiri
lokapasar. Sebagai gambaran, Irsyad selama ini menjual daster border sekitar Rp
150.000. Sementara daster bordir impor yang beredar di pasaran dijual seharga Rp
40.000. Menurut dia, harga tersebut terlalu murah karena di bawah ongkos
produksinya. Apalagi, daster yang dia jual dibordir secara manual. Guna mangatasi
membanjirnya impor barang ke platform e-dagang, pemerintah melalui Kemenkeu
menerbitkan Permenkeu (PMK) No 96 Tahun 2023 tentang Ketentuan Kepabeanan,
Cukai, dan Pajak atas Impor dan Ekspor Barang Kiriman. Regulasi ini berlaku sejak
17 Oktober 2023 guna menggantikan PMK No 199/PMK.010/2019. ”Aturan ini
bertujuan menekan impor barang kiriman de gan memperketat pengawasan barang yang masuk,” ujar Staf Khusus
Menkeu Bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo. (Yoga)
Di Balik Persaingan Harga di E-dagang
Persaingan platform
e-dagang di Indonesia untuk menguasai pasar dilakukan dengan memberikan promosi
ke konsumen. Selama Oktober 2023, perang harga barang dan ongkos kirim yang
murah terlihat untuk memikat konsumen agar tetap berbelanja daring. Beberapa hari
sebelum Tiktok Shop ditutup 4 Oktober 2023, tim Kompas mendaftarkan akun dan
berbelanja di platform ini. Sejumlah produk muncul di bagian atas laman Tiktok Shop.
Tim membeli kotak makan siang yang ditawarkan Rp 100. Padahal, harga normalnya
Rp 17.010 per buah. Di kesempatan lain, kami mendaftar sebagai pengguna
dilokapasar Shopee, harga kotak makan yang ditawarkan akun penjual bernama toko
yang sama di Tiktok Shop tertera Rp 19.990. Pembeli mendapatkan bebas ongkos
kirim, tetapi dikenai tambahan biaya layanan dan penanganan masing-masing Rp
1.000 sehingga total yang dibayarkan Rp 21.990. Clarissa, anggota tim pemasaran
Aimilo House penjual kotak makanan, membenarkan bahwa harga produknya Rp 100
karena ada potongan harga itu dari Tiktok. Meski harga barang Rp 100, ia tetap mendapat
omzet Rp 17.010 atau sesuai harga jual dari Aimilo House. Sebab, promo jenis
itu sepenuhnya dikendalikan Tiktok.
Subsidi dari platform
e-dagang untuk harga produk biasanya terhitung sebagai ongkos iklan dan pemasaran
perusahaan. Terkait itu, firma penasihat investasi di Jakarta, Nilzon Capital, menganalisis
rasio biaya iklan dan pemasaran terhadap pendapatan sejumlah perusahaan
lokapasar. Pada 2022, biaya iklan dan pemasaran GoTo (induk Tokopedia) sebesar
38 % dari pendapatan, kemudian rasio pada SeaLimited (induk Shopee) 26 %,
Shopify 22 persen, Alibaba 14 %, dan Amazon 8 %. Adapun data keuangan Tiktok
Shop tidak diketahui karena Tiktok masih perusahaan tertutup. Di balik
persaingan dan perang harga di platform e-dagang, pengusaha jasa kurir terkena
getahnya. Data di laman idx.co.id menyebut, sebuah perusahaan jasa pengiriman
ekspres berkantor pusat di Jakarta merugi Rp 243,019 miliar seperti dalam laporan
keuangan per Desember 2022. Lalu, kerugian operasional Januari-Juni 2023
sekitar Rp 76,2 miliar. Seorang direksi di perusahaan ini yang tidak mau
disebut identitasnya menyatakan, kerugian itu disebabkan penurunan daya
pengiriman yang signifikan. Faktor perang harga atau price war pengiriman
menjadi pemicunya. (Yoga)
UMKM, Lokapasar, dan Produk Impor Murah
Membanjirnya produk impor
murah di pasar daring membuat produk dalam negeri kian tersisih dari persaingan
pasar. Segenap upaya mesti dilakukan pelaku usaha agar produk mereka tetap
dapat mencuri perhatian. Kebangkitan industri konfeksi pada 2016 sempat menjadikan
produk T-shirt lokal sebagai primadona di pasaran. Momen ini ditandai dengan
kemunculan banyak UMKM di sejumlah daerah. Hal ini setidaknya diakui oleh Ecky
Nugraha, pemilik jenama perlengkapan outdoor Ammossi. Kala itu, Ecky melihat antusiasme
pasar terhadap T-shirt lokal sebagai peluang yang menjanjikan. Terbukti,
T-shirt menjadi produk andalan dengan tingkat penjualan hampir 1.000 potong
sebulan. Cerita kemudian berbalik pada tahun 2019, saat produk T-shirt impor
murah mulai membanjiri lokapasar. T-shirt dengan harga lebih rendah dari produk
lokal mulai bermunculan. Hal ini membuat produk T-shirt lokal perlahan-lahan
tersingkir dari persaingan.
”Kalau pasar diibaratkan kue,
ini kuenya makin kecil. Pilihannya, (UMKM) mau berebutan kue dengan ikut banting
harga atau mati dengan sendirinya karena tidak sanggup memakan kue itu,” ujarnya
saat ditemui di Tangsel, Kamis (5/10). Meski mengaku memiliki segmen
tersendiri, Ecky menilai banjirnya produk impor tetap berpengaruh terhadap penjualan
produk T-shirt Ammossi. T-shirt dengan harga di atas Rp 50.000, dinilai terlalu
mahal. Padahal, harga T-shirt yang dijual Ammossi di atas Rp 100.000.
”Penginnya bisnis di marketplace bisa fair. Pemerintah sebagai wasit seharusnya
bisa kasih kartu kuning atau kartu merah kalau ada yang main curang,”
ungkapnya.
Direktur Bisnis dan
Pemasaran Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan UKM (Smesco) Kementerian
Koperasi dan UKM Wientor Rah Mada menjelaskan pentingnya perlindungan pelaku
UMKM di tengah gempuran produk impor melalui platform e-commerce. Sebanyak 64
juta usaha atau 99 % populasi usaha merupakan UMKM. Sebesar 97 % angkatan kerja
ada di UMKM. ”Jadi, kalau ekosistem UMKM-nya terganggu, ini kami bicara ekonomi
domestik yang mungkin akan terganggu,” ujar Wientor. Untuk melindungi UMKM, pemerintah
menerbitkan Permendag No 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan,
Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik,
untuk memberi perlindungan terhadap UMKM dari produk impor serta platform
e-dagang. (Yoga)
Lokapasar Asing Wajib Punya Kantor
Salin Rupa Platform TikTok Shop
Berebut Pasar Warisan Rp 60 T
Emiten E-Commerce Berupaya Perbaiki Kinerja
Para emiten e-commerce tengah berlomba untuk bisa mencetak kinerja positif hingga tutup tahun. Paling minimal bisa mencatatkan adjusted earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (EBITDA) yang positif. PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengincar pendapatan tahun ini berkisar Rp 4,24 triliun–Rp 4,75 triliun. Hingga semester I-2023, Bukalapak telah mengantongi pendapatan Rp 2,18 triliun. Artinya Bukalapak sudah mengamankan 45,89% dari target pendapatan setahun. BUKA juga optimistis dapat mencapai keuntungan pada akhir 2022 dengan acuan adjusted EBITDA. Fairuza Ahmad Iqbal, AVP of Media and Communication Bukalapak menuturkan, pihaknya kini mendorong Mitra Bukalapak untuk memperluas variasi produk dan layanan. Jika mitra Bulakapak tumbuh, otomatis bisnis BUKA juga ikut naik. Kebanyakan perusahaan teknologi masih menggunakan adjusted EBITDA sebagai acuan. Seperti PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengincar EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal IV-2023. Pada kuartal kedua 2023, GOTO mencatatkan perbaikan EBITDA yang disesuaikan sebesar 72% secara tahunan menjadi minus Rp 1,2 triliun. Patrick Walujo, Direktur Utama Grup GoTo mengatakan saat ini GOTO berada pada jalur yang tepat untuk mencapai EBITDA yang disesuaikan positif pada tahun ini. Ronald Winardi, Chief Financial Officer Blibli menjelaskan di sisa tahun ini, BELI akan terus mengoptimalkan bauran dari transaksi yang sudah terjadi atau total processing value (TPV) BELI hingga dapat menghasilkan laba kotor yang lebih tinggi. Dari ketiga emiten tersebut, Senior Research Analyst Reliance Sekuritas Lukman Hakim merekomendasikan speculative buy GOTO dengan target harga Rp 94. GOTO kemarin ditutup di Rp 84.
AnyMind Mengakuisisi e-Commerce Enabler DDI
Kemendag Dorong UMKM Ramaikan E-Commerce
Pilihan Editor
-
Upaya Menegakkan Jurnalisme Berkeadilan
01 Aug 2022 -
Hati-hati Rekor Inflasi
02 Aug 2022 -
Kegagalan Sistem Pangan Indonesia
06 Aug 2022









