;

Di Balik Persaingan Harga di E-dagang

Ekonomi Yoga 26 Oct 2023 Kompas (H)
Di Balik Persaingan
Harga di E-dagang

Persaingan platform e-dagang di Indonesia untuk menguasai pasar dilakukan dengan memberikan promosi ke konsumen. Selama Oktober 2023, perang harga barang dan ongkos kirim yang murah terlihat untuk memikat konsumen agar tetap berbelanja daring. Beberapa hari sebelum Tiktok Shop ditutup 4 Oktober 2023, tim Kompas mendaftarkan akun dan berbelanja di platform ini. Sejumlah produk muncul di bagian atas laman Tiktok Shop. Tim membeli kotak makan siang yang ditawarkan Rp 100. Padahal, harga normalnya Rp 17.010 per buah. Di kesempatan lain, kami mendaftar sebagai pengguna dilokapasar Shopee, harga kotak makan yang ditawarkan akun penjual bernama toko yang sama di Tiktok Shop tertera Rp 19.990. Pembeli mendapatkan bebas ongkos kirim, tetapi dikenai tambahan biaya layanan dan penanganan masing-masing Rp 1.000 sehingga total yang dibayarkan Rp 21.990. Clarissa, anggota tim pemasaran Aimilo House penjual kotak makanan, membenarkan bahwa harga produknya Rp 100 karena ada potongan harga itu dari Tiktok. Meski harga barang Rp 100, ia tetap mendapat omzet Rp 17.010 atau sesuai harga jual dari Aimilo House. Sebab, promo jenis itu sepenuhnya dikendalikan Tiktok.

Subsidi dari platform e-dagang untuk harga produk biasanya terhitung sebagai ongkos iklan dan pemasaran perusahaan. Terkait itu, firma penasihat investasi di Jakarta, Nilzon Capital, menganalisis rasio biaya iklan dan pemasaran terhadap pendapatan sejumlah perusahaan lokapasar. Pada 2022, biaya iklan dan pemasaran GoTo (induk Tokopedia) sebesar 38 % dari pendapatan, kemudian rasio pada SeaLimited (induk Shopee) 26 %, Shopify 22 persen, Alibaba 14 %, dan Amazon 8 %. Adapun data keuangan Tiktok Shop tidak diketahui karena Tiktok masih perusahaan tertutup. Di balik persaingan dan perang harga di platform e-dagang, pengusaha jasa kurir terkena getahnya. Data di laman idx.co.id menyebut, sebuah perusahaan jasa pengiriman ekspres berkantor pusat di Jakarta merugi Rp 243,019 miliar seperti dalam laporan keuangan per Desember 2022. Lalu, kerugian operasional Januari-Juni 2023 sekitar Rp 76,2 miliar. Seorang direksi di perusahaan ini yang tidak mau disebut identitasnya menyatakan, kerugian itu disebabkan penurunan daya pengiriman yang signifikan. Faktor perang harga atau price war pengiriman menjadi pemicunya. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :