;
Tags

e-commerce

( 474 )

TIKTOK SHOP KEMBALI, REGULASI PERLU SEGERA DISIAPKAN

KT3 28 Nov 2023 Kompas

Setelah dilarang pemerintah, fitur belanja di media sosial Tiktok Shop akan menjajaki rencana untuk kembali beroperasi di Indonesia. Hal ini telah dikonfirmasi oleh Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki, Rabu (22/11). Sejauh ini, Tiktok telah berkomunikasi dengan beberapa perusahaan Indonesia, seperti Bukalapak, Tokopedia, dan CT Corp. Seperti yang dilaporkan Kompas, Jumat (24/11), saat ini Tiktok menjajaki pengurusan izin alat pembayaran ke BI. Penjajakan itu bagian dari upaya Tiktok ikut menikmati pasar e-dagang yang ditaksir bernilai 362 miliar USD pada 2023-2025. Tiktok Shop sempat membuat heboh publik pada September 2023. Pemerintah pun kemudian melarang praktik social commerce melalui Permendag No 31 Tahun 2023 tentang Perizinan Berusaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan melalui Sistem Elektronik yang diundangkan pada 26 September 2023. Salah satu alasan di balik pelarangan Tiktok Shop karena dianggap mengancam industri lokal, terutama UMKM. Masyarakat pun menilai aplikasi live shopping ini merugikan dan membahayakan perekonomian Indonesia.

Hasil jajak pendapat Litbang Kompas yang diselenggarakan pada pertengahan Oktober 2023 menunjukkan, 40 % responden mengungkapkan kekhawatiran Tiktok Shop merugikan perekonomian Indonesia. Bahkan, 5 % di antaranya menyatakan sangat merugikan. Sentimen negatif masyarakat terhadap fitur belanja daring dari Tiktok ini pun masih cukup besar. Nyaris sepertiga lebih responden menyatakan Tiktok Shop membahayakan perekonomian RI. Hal ini sikap yang diambil dari potensi kerugian yang sebelumnya telah dirasakan akibat fitur tersebut. Meskipun demikian,tidak sedikit juga yang menyayangkan pelarangan Tiktok Shop di Indonesia. Pasalnya, teknologi belanja daring secara langsung ini memiliki potensi besar. Tak menutup kemungkinan, teknologi ini bisa mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia. Hasil jajak pendapat pun menunjukkan masih cukup dominan warga yang tidak merasakan bahaya dari Tiktok Shop. Sebanyak 46,4 % dari responden survei memandang fitur belanja daring ini tidak merugikan perekonomian RI. (Yoga)

Standardisasi Produk Impor Perlu Diperkuat

KT3 25 Nov 2023 Kompas

Pemerintah perlu memperkuat pengawasan pemberlakuan ketentuan standardisasi produk impor yang akan dijual di dalam negeri, menyusul penetapan harga minimum 100 USD barang impor yang boleh diperdagangkan di platform e-dagang. Dalam jangka panjang, pemerintah juga perlu memiliki peta jalan pengembangan industri  dalam negeri agar produk lokal bisa bersaing dengan produk impor. Menurut Dewan Pembina Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Daniel Tumiwa, Jumat (24/11) di Jakarta, kebijakan harga minimum 100 USD barang impor yang boleh diperdagangkan di platform e-dagang sebenarnya bertujuan melindungi konsumen. Lantaran tujuannya positif, pemerintah semestinya menguatkan pemberlakuan ketentuan standardisasi produk, seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) dan ketentuan yang dikeluarkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Selain itu, lanjut dia, pemerintah sebaiknya mulai menyusun peta jalan memajukan industri dalam negeri untuk mengembangkan produk-produk impor yang laku keras diperjualbelikan di platform e-dagang.

Pengembangan itu mulai dari proses manufaktur, desain produk, hingga pelibatan UMKM atau dengan industri kecil menengah (IKM). ”Para pengelola platform e-dagang, seperti lokapasar, biasanya memiliki data produk apa saja yang paling banyak laku dibeli konsumen. Pemerintah semestinya bisa menggandeng mereka untuk menyusun peta jalan tersebut,” ujar Daniel. Hal senada disampaikan Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri. Menurut dia, pemerintah sebaiknya sibuk meningkatkan kapasitas industri dalam negeri, seperti memfasilitasi produk-produk yang diproduksi industri besar ataupun UMKM/IKM bisa mendapatkan sertifikasi nasional dan internasional. Ia meyakini bahwa belum banyak perusahaan dalam negeri mengantongi sertifikasi produk bertaraf internasional. (Yoga)

Incar Pasar RI, Tiktok Ingin Investasi di Tokopedia

KT3 24 Nov 2023 Kompas

Tiktok, aplikasi media sosial yang tengah berekspansi ke bisnis e-dagang, tengah menjajaki investasi ke Tokopedia melalui GoTo Group. Langkah korporasi milik raksasa teknologi asal China, ByteDance Ltd, ini antara lain untuk mengembangkan bisnis e-dagang di pasar Indonesia yang diperkirakan menguasai 40 % pasar e-dagang Asia Pasifik dalam beberapa tahun mendatang. Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, seusai konferensi pers Cerita Nusantara, Kamis (23/11) di Jakarta, menyatakan, Tiktok Shop, yang tutup pada 4 Oktober 2023, berpotensi akan kembali buka di Indonesia, baik buka sendiri maupun kerja sama investasi. Sejauh ini, menurut Teten, Tiktok sudah menjajaki investasi di tiga perusahaan. Ketiganya meliputi Tokopedia, Bukalapak, dan CT Corp. Untuk detailnya, dia mengaku belum tahu.

Bloomberg pada Rabu (22/11) mengabarkan Tiktok sedang dalam pembicaraan untuk berinvestasi ke salah satu unit GoTo Group di Indonesia. Salah satu poin pembicaraan adalah bahwa Tiktok ingin mencoba memulai kembali toko daringnya di Indonesia. Sumber Bloomberg mengatakan, perusahaan Itu sedang mengerjakan potensi berinvestasi pada unit e-dagang GoTo, yaitu Tokopedia, yang dapat di- selesaikan dalam beberapa minggu mendatang. Daripada melakukan investasi langsung, kesepakatan kedua perusahaan dapat berbentuk usaha patungan. Diskusi juga membahas langkah bersama Membangun platform e-dagang baru. Rencana ini diduga dirancang untuk mengatasi hambatan peraturan dan memungkinkan Tiktok menghidupkan kembali layanan belanja daring di Indonesia, pasar e-dagang terbesar di Asia Tenggara. (Yoga)

Kabar Tiktok Shop Terbangkan GOTO

HR1 24 Nov 2023 Kontan

Wacana Tiktok Shop akan kembali ke Indonesia kian santer terdengar. Perusahaan milik ByteDance Ltd ini dikabarkan tengah menjajaki investasi dengan PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Tiktok tengah dalam penjajakan investasi pada unit bisnis Tokopedia. Menurut sumber Bloomberg, transaksi investasi ini akan diselesaikan dalam beberapa pekan mendatang. Bahkan kabarnya GOTO dan Tiktok berupaya untuk membentuk joint venture. Nantinya kedua perusahaan itu akan membangun platform e-commerce baru. Hingga berita ini diturunkan, manajemen GOTO dan Tiktok belum memberikan tanggapan atas pertanyaan KONTAN. Head of Investor Relations GOTO, Reggy Susanto cuma bilang, tim komunikasi GOTO akan menyampaikan keterangan mengenai kabar tersebut. "Nanti tim kami akan menghubungi," kata Reggy kepada KONTAN, Kamis (23/11). Di sisi lain, kabar ini direspons positif oleh pelaku pasar. Kamis (23/11), saham GOTO melesat 11,90% ke 94 per saham. Di saat bersamaan, tiga saham emiten terafifliasi GOTO juga ikut melejit. Misalnya, saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang menyentuh auto rejection atas (ARA). Saham ARTO meroket hingga 24,89% ke level Rp 2.860 per saham. GOTO dan ASSA beserta sejumlah investor lain memiliki kongsi strategis di PT Tri Adi Bersama, perusahaan yang memiliki dan mengoperasikan ekspedisi Anteraja. Saham terafiliasi GOTO lain yang juga menghijau adalah PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) yang naik 13,56% ke level Rp 67 per saham. Sejak Oktober 2023, analis Maybank Sekuritas Indonesia, Etta Rusdiana Putra sudah memprediksi Tiktok Shop akan kembali hadir di Indonesia. Dia menilai, GOTO akan menjadi mitra yang ideal bagi Tiktok Shop untuk kembali beroperasi. Menurutnya berkongsi dengan GOTO merupakan jalan yang tercepat. Di sisi lain, kehadiran Tiktok Shop akan memberikan warna bagi industri e-commerce karena keberhasilannya dalam mendisrupsi pasar dengan teknologi teranyar. Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment. Pilarmas Investindo Sekuritas menilai, kehadiran Tiktok Shop akan meramaikan pasar. Namun, investor perlu mencermati skenario apa yang akan dilakukan oleh TikTok Shop.

AI di E-COMMERCE : Blibli Hemat Biaya Hingga 11%

HR1 18 Nov 2023 Bisnis Indonesia

Perusahaan e-commerce PT Global Digital Niaga Tbk. mampu menghemat biaya hingga 11% setelah memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence dalam sistem bisnisnya. PT Global Digital Niaga Tbk. (Blibli) melalui anak usahanya PT Global Distribusi Pusaka telah memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mengoptimalkan pengiriman barang dari gudang kepada konsumen. VP of Return Management Blibli Azizah Purwitasari mengatakan bahwa kecerdasan buatan sudah digunakan untuk memberikan rekomendasi jenis kemasan pengiriman yang paling tepat kepada konsumen secara terkini. “Lalu, kita beri tahu kemasannya. Misalnya, harus menggunakan bubble wrap, string wrap, dan kita kasih rekomendasi juga kira-kira boks yang dipakai,” ujarnya di Gudang Blibli Bekasi, Kamis (17/11). Sejauh ini, Azizah mengeklaim kehadiran AI juga mengefisienkan waktu pengemasan hingga 27%—30%. Hal yang utama adalah banyaknya jenis barang yang membutuhkan jenis pengemasan yang berbeda-beda, sehingga seringkali pengemas menjadi bingung untuk menentukan boks atau teknik pengemasan tertentu. Akan tetapi, Azizah menyatakan AI tetap bisa melakukan kesalahan. Menurutnya, kesalahan itu seringkali disebabkan oleh sistem data yang tidak sesuai dengan kondisi barang. Azizah memberi contoh ada barang yang sebenarnya berukuran 12 cm, tetapi tertulis 10 cm. Berdasarkan data dari Blibli, persentase rekomendasi AI yang diikuti oleh karyawan adalah 86%. Oleh karena itu, Blibli akan terus berusaha hingga persentase tersebut mencapai angka 100%.

Rencana Kolaborasi TikTok Shop dan Pemain Lokal

KT1 17 Nov 2023 Tempo
JAKARTA - TikTok disebut tengah gencar melakukan penjajakan dengan sejumlah platform e-commerce Indonesia untuk digaet sebagai mitra dalam pengembangan layanan e-commerce TikTok Shop. Manajemen TikTok Indonesia dan induk usahanya, ByteDance, sebelumnya dikabarkan tengah menyiapkan TikTok Shop sebagai platform e-commerce khusus dan terpisah dari aplikasi TikTok.

Namun kabar terbaru menyebutkan TikTok membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri e-commerce dalam negeri. Hal ini menyusul penghentian operasi layanan TikTok Shop pada 4 Oktober lalu, merujuk pada Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 31 Tahun 2023 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.

Aturan itu menyebutkan media sosial dilarang digunakan sebagai penyelenggara jual-beli langsung sehingga hanya dapat digunakan untuk media promosi selayaknya iklan pada media televisi. Sementara itu, TikTok hingga kini belum memiliki izin sebagai penyelenggara e-commerce ataupun social commerce. (Yetede)

Warga Berhemat, Hari Belanja Sepi

KT3 12 Nov 2023 Kompas

Kondisi perekonomian yang kurang baik membuat konsumen di China berhemat. Akibatnya, semangat belanja pada Hari Jomblo yang juga dikenal dengan ”Double 11” mengendur. Dari hanya sehari, kini ”11.11” berkembang menjadi tawaran diskon dalam hitungan pekan. Setiap ”11.11” atau tanggal 11 bulan 11, berbagai lokapasar menawarkan potongan harga besar-besaran. Hal itu juga terjadi pada Sabtu (11/11). Tmall milik Alibaba berpromosi ”Harga Terendah di Internet”. Sementara JD.com menyebarkan slogan ”Benar-benar Murah”. Adapun Pinduoduo mencoba menarik konsumen dengan iming-iming ”Harga Murah Setiap Hari”. Harian The Japan Times, Jumat (10/11) melaporkan, Alibaba dan JD.com menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang mampu menghasilkan gambar produk dengan cepat. Lokapasar juga membagi- kan aneka kupon diskon. Alibaba dan JD.com juga gencar mengunggah siaran langsung, rekaman video, atau foto promosi di media sosial. Douyin, Tiktok versi China, menjadi pelantar utama bagi orang-orang dan pengecer yang menjual kepada konsumen melalui siaran video secara langsung.

Ternyata, tahun ini, semua tawaran diskon itu tak menarik konsumen. Survei Bain&Co, lembaga konsultasi asal AS, terhadap 3.000 konsumen China menyimpulkan, 77 % responden tidak akan belanja sebanyak tahun lalu. Bahkan, separuh responden mengaku cenderung memilih produk lebih murah. ”Mungkin orang tidak mau mengeluarkan uang sebanyak dulu atau mungkin mereka tidak punya banyak uang untuk dibelanjakan. Saya juga tidak mengeluarkan uang apa pun kecuali untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Hu Min, karyawan toko serba ada di kota Shijiazhuang, Hebei. Pada 2019, konsumen bisa menghabiskan 38 miliar USD atau Rp 596 triliun di Alibaba saja selama Hari Jomblo. Kini, konsumen di China lebih berhati-hati mengeluarkan dana belanja tambahan. Sebab, pendapatan menurun, sementara harga aneka hal serta pengangguran naik. (Yoga)

Seimbangkan Bisnis, Insentif Pun Dikurangi

KT3 09 Nov 2023 Kompas

Para pelaku usaha e-dagang, pesan-antar makanan, dan transportasi berbasis aplikasi di Asia Tenggara masih mengurangi jumlah insentif dan promosi yang ditawarkan kepada konsumen. Hal ini dilakukan untuk menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dan profitabilitas yang ingin diraih. Laporan ”E-Conomy SEA 2023” yang dirilis Google, Bain & Company, dan Temasek baru-baru ini menyebutkan, dari sisi lokapasar, pendapatan para pemainnya terakselerasi melalui tingginya biaya komisi transaksi yang  dibebankan kepada konsumen ataupun mitra penjual, biaya pasang iklan kepada mitra penjual, dan biaya logistik. Pungutan biaya komisi transaksi, secara khusus, berdampak 28 % terhadap pendapatan. Laporan itu juga menyebutkan, tarif komisi yang sekarang berlaku di Asia Tenggara sudah mendekati standar tertinggi di China. Kenaikan tarif komisi transaksi yang dibebankan ke konsumen ataupun mitra penjual berkisar 30-40 %.

Para pelaku ekonomi digital, seperti e-dagang lokapasar, juga menjual layanan tambahan. Misalnya, asuransi atas belanja barang tertentu. Cara ini sekarang semakin umum terlihat. Tujuannya adalah meningkatkan pendapatan per pesanan yang akhirnya berdampak terhadap pertumbuhan pendapatan secara keseluruhan. Untuk Indonesia, laporan ”E-Conomy SEA 2023” menyebutkan, pengurangan insentif dan promosi yang dilakukan oleh perusahaan e-dagang, pesan-antar makanan, dan transportasi berbasis aplikasi akan membuat pertumbuhan jumlah konsumen di perusahaan-perusahaan sektor  tersebut jadi melambat. Konsumen mereka yang sensitif terhadap harga akan mencari pilihan alternatif. Managing Director Google Indonesia Randy Jusuf dalam konferensi pers paparan laporan ”E-Conomy SEA 2023”, Selasa (7/11) di Jakarta, mengatakan, hal terpenting yang harus dilakukan oleh para pelaku usaha e-dagang, khususnya, adalah menjaga loyalitas konsumen bernilai tinggi (high value user) atau konsumen yang biasa mengadopsi layanan digital. Mereka mau belanja lebih banyak. Konsumen seperti ini kurang sensitif terhadap harga. Mereka mengutamakan kenyamanan dibanding harga. (Yoga)

Kerek Ekonomi Digital Lewat E-Commerce

KT1 06 Nov 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membuka peluang seluas-luasnya kepada platform e-Commerce global untuk turut berpatisipasi dalam mendongkrak nilai ekonomi digital di Indonesia. Platfrom yang dimaksud, seperti You Tube, Meta, maupun TikTok. Asalkan platform e-Commerce tersebut harus mematuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku di Indonesia. "Iklim usaha harus dibuka dong untuk semua pihak yang ingin menjalankan bisnis di Indonesia. Kita harus membuka diri, You Tube, Meta, TikTok, yang penting emitennya dipisahkan," kata Budi Aries Setiadi, menteri Komunikasi dan Informatika, di Jakarta akhir pekan lalu. Mengutip laporan e-Commerce SEA 2023, yang dikeluarkan oleh Google, Temasek, serta Bain & Company, peran regulator disebut sangat menentukan arah ekonomi digital. Regulator berpengaruh terhadap arah pertumbuhan sektor utama ekonomi digital. (Yetede)

Kerek Ekonomi Digital Lewat E-Commerce

KT1 06 Nov 2023 Investor Daily (H)

JAKARTA,ID-Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) membuka peluang seluas-luasnya kepada platform e-Commerce global untuk turut berpatisipasi dalam mendongkrak nilai ekonomi digital di Indonesia. Platfrom yang dimaksud, seperti You Tube, Meta, maupun TikTok. Asalkan platform e-Commerce tersebut harus mematuhi ketentuan dan peraturan yang berlaku di Indonesia. "Iklim usaha harus dibuka dong untuk semua pihak yang ingin menjalankan bisnis di Indonesia. Kita harus membuka diri, You Tube, Meta, TikTok, yang penting emitennya dipisahkan," kata Budi Aries Setiadi, menteri Komunikasi dan Informatika, di Jakarta akhir pekan lalu. Mengutip laporan e-Commerce SEA 2023, yang dikeluarkan oleh Google, Temasek, serta Bain & Company, peran regulator disebut sangat menentukan arah ekonomi digital. Regulator berpengaruh terhadap arah pertumbuhan sektor utama ekonomi digital. (Yetede)