HARI BELANJA ONLINE NASIONAL : AMBISI TINGGI KEREK TRANSAKSI
Hari belanja online nasional atau Harbolnas menjadi momentum bagi pemerintah untuk meningkatkan penjualan produk dalam negeri. Diskon besar yang diberikan oleh lokapasar pun diharapkan bisa menggeliatkan kembali perdagangan di dalam negeri. Kementerian Perdagangan mematok target yang cukup ambisius pada Harbolnas kali ini yang berlangsung pada 10—12 Desember 2023. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah mematok target transaksi Rp25 triliun, lebih tinggi dari capaian tahun lalu yang sebesar Rp22,7 triliun. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Isy Karim mengatakan, pemerintah berharap penyelenggaraan Harbolnas 2023 dapat mendongkrak volume dan nilai transaksi produk lokal. Pasalnya, peningkatan transaksi tersebut dapat memberikan efek berganda untuk mendorong peningkatan penjualan produk di dalam negeri, serta sektor transportasi dan logistik. “Nilai transaksi Harbolnas 2023 ditargetkan mencapai Rp25 triliun atau meningkat dibandingkan dengan Harbolnas 2022 yang tercatat sebesar Rp22,7 triliun,” katanya, Senin (11/12). Harbolnas sendiri bakal diikuti oleh para pelaku usaha yang berdagang melalui platform digital dengan menyediakan berbagai bentuk fasilitas ruang promosi barang dan/atau jasa. Sejumlah penawaran menarik, seperti bebas ongkos kirim dan promo potongan harga atau cashback hingga 30% juga diberikan untuk produk lokal. Selain itu, Pemerintah juga aktif memperkuat inovasi UMKM dengan melakukan pelatihan bersama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia atau idEA. Tujuannya, UMKM di Tanah Air bisa menghasilkan produk berkualitas dan memenuhi standar, serta mampu memberikan layanan pelanggan yang baik. Adapun, Ketua Umum IdEA Bima Laga mengatakan bahwa nilai transaksi selama Harbolnas mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pada 2016, transaksi Harbolnas menyentuh Rp6 triliun, lalu naik menjadi Rp8 triliun pada 2017, dan setahun kemudian menjadi Rp12 triliun. Pada 2021, nilai transaksi belanja pada momen Harbolnas kembali terkerek menjadi Rp18 triliun. Sebelum kemudian tembus ke level Rp22,2 triliun pada tahun lalu. Dari sisi metode pembayaran, IdEA mencatat bahwa dompet digital masih menjadi media yang paling banyak digunakan. “Sebab, masing-masing platform sudah bekerja sama dengan pemilik layanan dompet digital, lalu virtual account perbankan, dan terakhir, cash on delivery (COD),” kata Bima. Pada momentum Cyber Monday tahun ini, masyarakat AS tercatat telah menghabiskan US$12,4 miliar untuk belanja online, naik 9,6% dibandingkan dengan tahun lalu. Menurut Adobe Inc., momentum Cyber Monday di AS kali ini menjadi hari belanja online terbesar yang pernah ada. Adobe sebelumnya telah menyesuaikan perkiraan belanja online untuk momentum tersebut berdasarkan belanja yang lebih besar dari perkiraan pada Black Friday, dan popularitas penawaran beli sekarang dan bayar nanti (pay later) yang memungkinkan konsumen meningkatkan anggaran mereka dengan cara kredit. Vivek Pandya, Analis Utama Adobe Digital Insights, mengatakan bahwa musim belanja liburan pada 2023 dimulai dengan banyaknya ketidakpastian, karena konsumen mengalihkan pengeluaran mereka ke sektor jasa, sambil menghadapi kenaikan biaya.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023