;
Tags

e-commerce

( 474 )

Elon Musk Gugat Pengiklan di Platform X

KT3 09 Aug 2024 Kompas

Platform media sosial milik miliarder Elon Musk, X, menggugat Aliansi Global untuk Media yang Bertanggung Jawab atau Global Alliance for Responsible Media (GARM), koalisi para pengiklan besar dunia. Ia menuduh GARM melanggar regulasi antimonopoli karena berkoordinasi untuk mencegah merek-merek terkemuka dunia, seperti Unilever, CVS Pharmacy, dan perusahaan energi Denmark, Orsted, untuk memasang iklan di X. Gugatan antimonopoli itu diajukan X ke pengadilan federal Texas, awal pekan ini. Elon Musk, Selasa (6/8) mencuit di X yang intinya menyatakan perang terhadap merek-merek terkemuka yang dia tuduh telah melakukan boikot besar-besaran terhadap X.

”Kami mencoba perdamaian selama dua tahun, sekarang perang,” cuit Musk. Kemarahan Musk terhadap pengiklan tersebut sudah terjadi lama. Saat acara Deal Book Summit yang digelar The New York Times tahun lalu, Musk bahkan beberapa kali mengumpat untuk menyerang merek-merek terkemuka, seperti Disney, yang tidak lagi pasang iklan di X. Mengutip The New York Times, Kamis (8/8), CEO X Linda Yaccarino mengatakan, perilaku GARM dan para eksekutif merek-merek terkemuka di dunia itu ilegal dan merugikan X miliaran USD.

”Orang-orang terluka ketika pasar ide dirusak dan beberapa konten sudut pandang di X tidak didanai (tak memikat pengiklan). Ini bagian boikot ilegal,” ujarnya. Sejak mengakuisisi X senilai 22 miliar USD pada 2022, Musk berjanji untuk mengantar X ke era baru kebebasan berbicara tanpa batas. GARM yang mewakili merek-merek terkemuka di dunia yang menguasai lebih dari 90 % belanja iklan global dituduh telah mengajak para pengiklan anggotanya untuk menghindari X setelah Musk membelinya. Tudingan itu dibuktikan oleh X karena 18 anggota GARM berhenti beriklan di platform X sama sekali. Puluhan anggota GARM lainnya mengurangi pengeluaran pasang iklan di X hingga 70 % atau lebih.

Upaya hukum yang ditempuh Musk bersama jajaran eksekutif X ini dinilai banyak pengamat periklanan sebagai langkah memutus hubungan dengan para pemimpin perusahaan media sosial lainnya. Mereka telah menjalin hubungan dekat dengan para pengiklan dan cepat tanggap terhadap kekhawatiran pengiklan tentang konten yang menyinggung. ”Sepanjang Musk belum memutus semua hubungan dengan seluruh komunitas periklanan, saya tidak melihat pengajuan gugatan ini akan membuat merek-merek terkemuka di dunia kembali ke X,” ujar Chief Strategy Officer Ebiquity, konsultan pemasaran dan media, Ruben Schreurs kepada The New York Times. (Yoga)


Meretas Jalan Panjang Menuju Profitabilitas

HR1 02 Aug 2024 Kontan

Tiga emiten teknologi dan e-commerce terbesar di bursa, telah merilis kinerja untuk semester I-2024. Meski masih menderita kerugian, tetapi mayoritas emiten ini menunjukkan perbaikan dan pertumbuhan kinerja keuangan. Tengok saja PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang mengantongi pendapatan bersih Rp 7,73 triliun. Angkanya meningkat 12,4% secara tahunan atau year on year (yoy). Sejalan dengan itu, beban dan biaya GOTO menurun. Alhasil, posisi kerugian GOTO terkikis hingga 62,3% yoy. Rugi GOTO pun tersisa Rp 2,69 triliun. Hanya saja, pertumbuhan pendapatan BELI tak setinggi pesaingnya, yaitu hanya tumbuh 0,99% menjadi Rp 7,85 triliun. Ronald Winardi, Chief Financial Officer Global Digital Niaga mengatakan, strategi pertumbuhan omnichannel yang selektif, meningkatkan laba bruto. Selain itu, pengendalian biaya yang disiplin efektif meningkatkan kinerja. Tapi berbeda dari dua emiten sebelumnya, rugi bersih PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) justru membengkak. Tapi, hal ini lebih disebabkan kerugian investasi.

Pendapatan BUKA sejatinya masih naik 10,61% yoy jadi Rp 2,41 triliun di semester I-2024. Sayangnya, rugi nilai investasi yang belum dan sudah terealisasi bersih membengkak menjadi Rp 1,32 triliun di semester I-2024. Dus, rugi bersih BUKA melebar 93,16% menjadi Rp 751,9 miliar. Presiden Direktur Bukalapak Teddy Oetomo bilang, Ramadan yang jatuh pada Maret 2024 menjadi periode tertinggi dan sudah tercatat di kuartal I-2024. Tapi, perayaan Idul Fitri yang diikuti musim liburan, menunjukkan penurunan tingkat belanja. Investment Analyst Stockbit Sekuritas Edi Chandren mengatakan, libur Lebaran mengurangi kontribusi layanan BUKA yang memiliki take rate lebih tinggi. Selain itu, layanan produk virtual, seperti pulsa dan token listrik, mendapatkan tantangan dari beberapa kompetitor kecil di daerah, yang direspon oleh perseroan dengan menurunkan biaya layanan demi jaga permintaan. Equity Analyst Mirae Asset Sekuritas Christopher Rusli menjelaskan, perusahaan teknologi tengah berfokus pada profitabilitas. Pasalnya, biaya pendanaan makin meningkat dan investor memprioritaskan profitabilitas. Merespons rilis kinerja ini, sejumlah saham teknologi mulai naik. Saham GOTO misalnya, parkir di Rp 54, Kamis (1/8).

Semua Bisa Menjajal Menjadi Afiliator

KT3 23 Jul 2024 Kompas

Profesi afiliator sedang popular, karena bisa dilakukan dari mana saja, bahkan sambil rebahan di kasur, tetapi mampu menghasilkan cuan besar. Siapa pun bisa melakukannya, dari karyawan administrasi kantoran, pegawai negeri sipil, guru, hingga anak sekolah. Iklan mengenai betapa mudahnya menjadi afiliator juga membombardir media sosial. Afiliator (affiliator) atau affiliate marketer adalah sebutan bagi individu yang mempromosikan produk orang lain yang diperjualbelikan di platform belanja daring. Bentuk promosi bisa berupa konten video, live shopping, ataupun sekadar foto yang disisipi tautan alamat platform belanja daring. Andri Yadi, perantau Jakarta dari Lampung, salah satu afiliator Tiktok Shop (sekarang bernama Shop | Tokopedia) yang sukses.

Pada bulan pertama, ia hanya memperoleh omzet Rp 10.000, tetapi pada bulan ketiga penjualannya tembus Rp 1 miliar. Kini ia mempekerjakan 14 orang untuk mengelola konten video. Andri mulanya merantau ke Jakarta tahun 2009 dan menjadi office boy di salah satu perusahaan makanan. Mendapat kesempatan dari perusahaan naik level menjadi tenaga penjualan, ia pun berkenalan dengan pemasaran digital dan program Tiktok affiliate. ”Awal terjun menjadi afiliator Tiktok Shop pada 2021. Mulanya, saya mempromosikan produk mi instan. Penghasilan dari komisi sebagai afiliator pada bulan pertama hanya Rp 10.000,” kata Andri, Kamis (18/7) di Jakarta.

Tapi, Andri terus belajar mengulik bagaimana bisa meraup komisi lebih tinggi lewat video-video Tiktok yang tembus for your page (FYP) atau video rekomendasi. Perlahan, omzet dari komisi sebagai afiliator naik. Bulan ke dua mencapai Rp 100.000 dan bulan ketiga melonjak tinggi menjadi Rp 1 miliar berkat mempromosikan lampu tidur yang bisa dipakai mendengarkan musik. Sejak meraih omzet sebesar ini, dia memutuskan untuk menjadi afiliator penuh waktu. Dia juga sekarang bergabung dengan salah satu agensi afiliator supaya memudahkan belajar tren konten dan pemasaran digital. Dari awalnya seorang diri menjalani afiliator, kini dia didukung 14 karyawan untuk membantu pekerjaannya sebagai afiliator.

Selain Tiktok Shop, sejumlah lokapasar nasional juga membuka program affiliate. Sebutlah Shopee dan Tokopedia. Peminatnya pun tak kalah banyak. Bahkan, di media sosial dan aplikasi pesan instan, bertebaran akun yang menawarkan informasi kiat sukses meraup cuan dengan menjadi afiliator di salah satu lokapasar. Salah satunya Ayu Catur, youtuber sekaligus afiliator Shopee sejak 2021. Ayu yang berdomisili di Ponorogo, Jatim, membuka kelas gratis bagi siapa saja yang ingin merintis profesi sebagai afiliator di Telegram. Pengikut kelas ini lebih kurang 2.000 orang. ”Menjadi afiliator lebih mudah dibanding menjadi dropshipper lokapasar. Tak harus stok produk dan tak menyita waktu, cukup membagikan video atau konten foto disertai tautan alamat pembelian barang di lokapasar kemudian dapat komisi,” ucapnya, Selasa (16/7). (Yoga)


Tren Bisnis E-Commerce RI Terus Tumbuh Positif

KT1 19 Jul 2024 Investor Daily
Bisnis perdagangan secara elektronik (e-commerce)/market place) di Indonesia diperkirakan terus bertumbuh dan tetap jadi tulang panggung akselerasi pertumbuhan ekonomi digital dalam beberapa tahun ke depan. Pada 2024, Bank Indonesia memproyeksikan nilai transaksi e-commerce Tanah Air tembus Rp 487 triliun, naik 7,33 dibandingkan tahun 2023 masih Rp 453 triliun. Nilainya pun berpotensi mencapai Rp 503 triliun pada 2025 atau meningkat 3,3% dibandingkan tahun ini. CEO & Founder Sirclo Brian Marshal mengatakan, berdasarkan data internal Sirclo, rata-rata peningkatan volume transaksi e-commerce Indonesia mencapai lebih dari 65% pada 2020-2023. Laju pertumbuhannya dipacu adanya kanal penjualan daring baru yang makin diminati oleh konsumen daring, seperti live commerce, sementara itu, kanal-kanal penjualan lama yang bertahan  menopangnya dengan bertumbuh secara perlahan. (Yetede)

Lokapasar Dikuasai Asing, Perlindungan Produk Lokal Perlu Diperkuat

KT3 19 Jul 2024 Kompas

Pangsa pasar layanan belanja daring di Indonesia didominasi platform raksasa, seperti Shopee, Lazada, dan Tiktok Shop yang telah merger dengan Tokopedia. Di belakang ketiga platform tersebut adalah investor asing. Situasi ini berpotensi membuat barang impor akan lebih mudah diperdagangkan di Indonesia. Di negara-negara Asia Tenggara yang menjadi subyek penelitian Momentum Works, Shopee masih menjadi pemimpin pasar pada 2023 dari aspek jumlah barang yang terjual di platform daring (gross merchandise value/GMV). Total nilai GMV Shopee dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina sebesar 55,1 miliar USD atau Rp 890 triliun. Di urutan kedua ada Lazada dengan GMV 18,8 miliar USD atau Rp 303,8 triliun. Urutan ketiga dan keempat diisi Tiktok Shop dan Tokopedia dengan nilai GMV masing-masing 16,3 miliar USD atau Rp 263,4 triliun (Kompas, 16/7/2024).

”Memang secara akses, dengan hadirnya platform e-dagang yang di belakangnya investor asing, akan lebih mudah barang dari luar negeri masuk ke Indonesia. Pemerintah sebaiknya mengatur, bukan melarang platformnya untuk beroperasi,” ujar peneliti Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Adinova Fauri, Kamis (18/7) di Jakarta. Upaya mengatur ini berkaitan dengan pembatasan melalui pengenaan tarif barang impor. Dari sisi pelaku UMKM, fenomena platform e-dagang yang di belakangnya adalah investor asing bisa menjadi peluang sekaligus tantangan. Semakin besar potensi modal yang disuntikkan investor di balik Shopee, Lazada, dan Tiktok Shop-Tokopedia, maka semakin besar inovasi bisnis yang akan mereka buat. ”Dengan demikian, selain intervensi pengaturan tarif barang impor, intervensi pemerintah lainnya adalah memudahkan proses onboarding sekaligus pendampingan bisnis bagi UMKM,” ucapnya. (Yoga)


Sembilan Lokapasar Bersaing Ketat di ASEAN

KT3 16 Jul 2024 Kompas

Sembilan platform belanja daring yang memiliki total transaksi barang terjual terbesar bersaing ketat di pasar perdagangan secara elektronik atau e-dagang di Asia Tenggara. Di antara mereka juga mempunyai jasa kurir logistik sendiri yang berpotensi membuat mereka semakin efisien dan cepat mengantar barang pesanan. Dalam paparan laporan riset E-Commerce in Southeast Asia 2024 yang dilakukan secara daring, Senin (15/7) di Jakarta, Insights Lead Momentum Works Wei Han Chen mengatakan, pada 2023 ada Sembilan platform belanja daring terbesar di pasar e-dagang AsiaTenggara, yaitu Shopee, Lazada, Tiktok Shop, Tokopedia, Bukalapak, Blibli, Amazon Singapura, Tiki, dan Temu. Total nilai barang dagangan yang terjual di platform belanja atau gross merchandise value (GMV) sembilan platform itu diestimasikan 114,6 miliar USD pada 2023, naik tipis dibanding 2022, di 99,5 miliar USD.

Di ASEAN, secara GMV, Shopee memimpin pasar pada 2023. Total nilai GMV Shopee dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina sekitar 55,1 miliar USD. Lazada di urutan kedua dengan GMV 18,8 miliar USD, di urutan ketiga dan keempat diisi Tiktok Shop dan Tokopedia dengan nilai GMV masing-masing 16,3 miliar USD. ”Tiktok Shop, setelah GMV-nya meningkat hampir empat kali lipat pada 2023, kini memiliki skala yang sama dengan Lazada dan Tokopedia. Penggabungan Tiktok Shop dengan Tokopedia di Indonesia berpotensi membuat platform ini memiliki skala kompetisi yang sama dengan Shopee,” katanya.

CEO Momentum Works Jianggan Li mengatakan, di Indonesia, hasil riset lembaganya menemukan terjadi perlambatan pertumbuhan GMV belanja daring di platform-platform besar. Pada 2022 GMV mencapai 51,9 miliar USD dan tahun 2023 naik menjadi 53,8 miliar USD. Li meyakini, di tengah situasi itu, kompetisi di antara penyedia platform belanja daring yang ada di Indonesia masih ketat. Apalagi, pemain besar, seperti Shopee, Lazada, dan Blibli, memiliki lini jasa kurir logistik sendiri. ”Pertanyaannya, apakah Tiktok melalui Tiktok Shop akan membuat lini bisnis jasa kurir logistik juga? Harus diwaspadai, kekuatan Tiktok Shop setelah merger dengan Tokopedia karena mereka berusaha semakin rasional tapi tetap menaikkan pangsa pasar. Ada potensi, kekuatan keduanya menyalip Shopee,” papar Li. (Yoga)


INDUSTRI E-COMMERCE : POMPA RESILIENSI DI TENGAH BADAI PHK

HR1 15 Jun 2024 Bisnis Indonesia

Industri e-commerce Indonesia dipandang masih memiliki prospek yang cukup apik meskipun pebisnis tier 1 yang melakukan pemutusan hubungan kerja sebagai konsekuensi pergantian pemegang saham. Namun demikian, bisnis model e-commerce dinilai perlu beradaptasi dengan berbagai perkembangan terkini guna meningkatkan resiliensi mereka atas berbagai tantangan. Medio 2024, badai pemutusan hubungan kerja (PHK) kembali menghampiri industri e-commerce Bumi Pertiwi. Teranyar, platform belanja online Tokopedia resmi mengumumkan PHK terhadap 450 karyawan kemarin, Jumat (14/6).Perampingan karyawan itu dilakukan pasca TikTok mengakuisisi 38,19 juta saham atau setara 75,01% saham Tokopedia.Direktur Corporate Affairs Tokopedia dan ShopTokopedia Nuraini Razak menyatakan bahwa pihaknya telah menemukan beberapa area untuk menyesuaikan tujuan perusahaan. Dia pun tak menampik kabar yang berlalu lalang beberapa hari terakhir terkait PHK.“Menyusul penggabungan TikTok dan Tokopedia, kami telah mengidentifi kasi beberapa area yang perlu diperkuat dalam organisasi dan menyelaraskan tim kami agar sesuai dengan tujuan perusahaan,” jelasnya, Jumat (14/6).Dia menyatakan bahwa pihaknya harus melakukan penyesuaian, termasuk PHK, agar perusahaan dapat terus bertumbuh.

Meskipun ada PHK pada salah satu pebisnis e-commerce di Indonesia pada tahun ini, tetapi prospek industri ini dipandang masih cukup positif.Direktur Ekonomi Digital dan Ekonom Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda mengatakan bahwa bisnis e-commerce di Indonesia masih memiliki prospek yang positif meski tidak sebesar yang diperkirakan.Hal ini lantaran Bank Indonesia (BI) mencatat, target transaksi e-commerce tidak tercapai dan lebih lambat dari tahun lalu. Bank sentral mencatat realisasi nilai transaksi perdagangan elektronik atau e-commerce mencapai Rp453,75 triliun sepanjang 2023.Nilai tersebut tercatat lebih rendah dibandingkan dengan target BI yang ditetapkan sebesar Rp474 triliun. Capaian ini juga lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pada 2022 sebesar Rp476,3 triliun. Sementara secara volume, transaksi e-commerce pada 2023 tercatat mencapai 3,71 miliar. Volume transaksi tersebut meningkat dibandingkan dengan realisasi pada 2022 yang tercatat mencapai 3,49 miliar. Meskipun, Huda memandang bahwa terlihat adanya perubahan model bisnis yang dilakukan oleh e-commerce yang akan lebih menyesuaikan zaman dan permintaan pasar. Model seperti sosial media, lanjut Huda, bisa menjadi salah satu cara e-commerce untuk bisa adaptif dengan permintaan pasar.

Di sisi lain, Huda menilai bahwa ancaman PHK yang mungkin terjadi tidak hanya berlaku untuk TikTok—Tokopedia, melainkan juga startup digital lainnya, terutama di tengah masa sulit pendanaan. Di sisi lain, Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi mengatakan bahwa tindak lanjut dari aksi korporasi seperti merger dan akuisisi memicu efisiensi operasional yang berujung pengurangan karyawan. Dihubungi terpisah, Ketua Umum Asosiasi Indonesia E-Commerce Association (idEA) Bima Laga juga sepakat bisnis e-commerce masih memiliki prospek yang bagus. Apalagi, imbuhnya, Indonesia memiliki jumlah populasi yang besar dan bonus demografi yang akan tercapai pada 2030—2040. Pasalnya, pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh beberapa hal, mulai dari ekonomi global hingga masa transisi pascapemilihan umum (Pemilu) sehingga investor masih wait and see “Jadi, apakah hanya mengandalkan investasi? Tentu enggak, karena investasi bukan sesuatu yang seperti dana hibah, sesuatu yang dipakai tetapi tidak perlu dikembalikan. Investasi itu harus dikembalikan,” katanya.Selain itu, Bima memandang bahwa bisnis e-commerce juga mengikuti iklim ekonomi di dalam negeri, mulai dari pekan usaha, konsumen, dan regulasi yang harus sejalan.

Fitur Lokapasar Kreator Milik Instagram Diperluas ke RI

KT3 11 Jun 2024 Kompas

Meta mengungkapkan fitur lokapasar kreator Instagram atau Instagram creator marketplace sudah beroperasi di Indonesia. Fitur yang mewadahi para kreator konten ini diharapkan lebih memudahkan mereka terhubung dengan pemilik merek yang ingin bekerja sama. ”Hampir sebulan kami meluncurkan fitur Instagram creator marketplace di Indonesia. Kami berharap fitur ini bisa memudahkan para kreator konten ditemukan oleh para pemilik merek,” ujar Manajer Kemitraan Global Meta untuk kawasan Asia-Pasifik Rifky Septiaji, saat konferensi pers, Senin (10/6) di Jakarta. Instagram diketahui pertama kali mulai menguji lokapasar kreator Instagram di AS pada 2022.

Perusahaan telah melibatkan ribuan kreator dan pemilik merek pada produk tersebut. Pembuat konten harus berusia minimal 18 tahun, memiliki akun profesional, dan memenuhi persyaratan jejaring sosial, seperti memiliki ”pengikut yang signifikan”. Namun, Meta tidak menentukan jumlah pengikut untuk terdaftar di lokapasar kreator Instagram. Pada Februari 2024, Instagram meluncurkan fitur ini di delapan pasar baru, antara lain Kanada, Australia, Selandia Baru, Inggris, Jepang, India, dan Brasil. Pada 13 Mei 2024, Techcrunch melaporkan, Instagram memperluas Instagram creator marketplace ke 10 negara baru, yaitu Korea Selatan, Jerman, Belanda, Perancis, Spanyol, Israel, Turki, Meksiko, Argentina, dan Indonesia.

Menurut Rifky, selama ini rata-rata pemilik merek bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menemukan mana Kreator konten yang tepat untuk diajak kerja sama iklan. Cara seperti ini relatif memakan waktu. Sejumlah pemilik merek sempat mengusulkan supaya ada produk platform khusus yang memudahkan mereka menjangkau sendiri kreator konten yang cocok dengan karakteristik segmen pasar pemilik merek. ”Kami tidak memungut fee,” katanya. Dosen Ilmu Komunikasi UI, Firman Kurniawan, berpendapat apa yang dilakukan Meta membuat para kreator konten di platformnya lebih ”terorganisasi” dan mudah dipasarkan. ”Sebagai implikasi, platform media sosial dan digital lama-lama bisa berkembang bak perusahaan media. Yang pasti strategi fitur lokapasar yang mereka buat berpotensi menjadi pesaing perusahaan media,” ujarnya. (Yoga)


Fasilitas COD Susah Ditiadakan dari Opsi Pembayaran Belanja Daring

KT3 06 Jun 2024 Kompas

Fasilitas tunai serah (COD) susah dihapus dari layanan belanja daring meski kerap menimbulkan polemik, terutama dari penyedia jasa kurir. Fasilitas COD dianggap membantu warga yang nyaman dengan uang tunai dan warga yang kurang terakses layanan perbankan atau keuangan digital, tetapi ingin belanja daring. Fasilitas COD adalah metode pembayaran yang dilakukan secara langsung di tempat setelah pesanan dari kurir diterima oleh pembeli. ”COD masih menjadi pilihan. Sampai sekarang, masih ada sebagian masyarakat yang nyaman dengan tunai. Di Jakarta mungkin sudah amat jarang, tetapi di luar daerah yang perdagangan secara elektronik atau e-dagang sedang bertumbuh, masyarakat di sana masih lebih banyak yang merasa lebih nyaman belanja dengan fasilitas COD,” ujar Wakil Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Budi Primawan, saat menghadiri diskusi publik Urgensi Pemberdayaan Konsumen di Ekosistem E-commerce, Rabu (5/6) di Jakarta.

Isu fasilitas COD berulang kali viral di media sosial. Dari sisi kurir, fasilitas COD kerap membuat mereka kesulitan dalam bekerja dan menerima pembayaran karena pembeli tidak di tempat. Bahkan, adakalanya barang yang dikirim merupakan pesanan fiktif. Dari sisi konsumen, permasalahan fasilitas COD yang biasa muncul bersifat penipuan. Pada Oktober 2021, misalnya, di X (Twitter), sempat viral kisah pemilik akun @Nerokumaaa yang ibunya menjadi korban penipuan COD hingga tiga kali. Penipu diduga memanfaatkan fitur COD dan kebiasaan orang-orang yang asal membayar tiap ada paket COD datang ke rumahnya tanpa mengecek barangnya. Budi menyampaikan perlu kajian lebih jauh jika fasilitas COD mau dihapus di semua platform lokapasar. Pasalnya, kasus COD yang ditemukan idEA belum menjadi permasalahan yang sifatnya mayoritas terhadap total permasalahan belanja daring di semua platform lokapasar. (Yoga)


Layanan Shopee dan Lazada Diselidiki

KT3 31 May 2024 Kompas

Komisi Pengawas Persaingan Usaha atau KPPU sedang menyelidiki perusahaan lokapasar Shopee dan Lazada atas dugaan persaingan tidak sehat. Keduanya memiliki bisnis kurir sendiri yang diduga dapat membuat konsumen tidak memiliki pilihan lain dalam pengiriman ketika berbelanja di dua platform lokapasar itu. Fasilitas bisnis kurir Shopee bernama SPX Express, sedangkan milik Lazada adalah Lazada Logistics yang disebut juga Lex. KPPU melakukan pemantauan dan penyelidikan terhadap Shopee beserta bisnis kurirnya, SPX Express, sejak tahun lalu.

Pada Selasa (28/5) KPPU menggelar sidang pertama untuk Shopee, dipimpin Wakil Ketua KPPU Aru Armando sebagai Ketua Majelis Komisi dan didampingi anggota KPPU, Gopprera Panggabean, dan Budi Joyo Santoso sebagai anggota Majelis Komisi. Agenda sidang adalah pemaparan laporan dugaan pelanggaran oleh investigator KPPU dan pemeriksaan kelengkapan dan kesesuaian alat bukti. Dalam siaran pers, KPPU menyatakan, pembeli di Shopee setelah memilih barang untuk dibeli semestinya bisa memilih opsi jasa kurir.

Namun, investigator KPPU menemukan, anak perusahaan Sea Ltd itu telah menyiapkan algoritma yang memprioritaskan jasa kurir tertentu, di antaranya SPX Express dan J&T, untuk setiap pengiriman barang belanjaan dibandingkan opsi jasa kurir lain. Layanan kurir itu diduga diaktifkan otomatis dan massal pada dashboard penjual. Padahal, layanan kurir lain memiliki performa yang sama baiknya, tetapi tidak terpilih untuk diaktivasi otomatis secara massal ke dashboard penjual. Temuan itu mengarahkan Shopee melanggar Pasal 19 Huruf d dan 25 Ayat (1a) UU No 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Selain Shopee, KPPU juga menemukan indikasi pelanggaran serupa pada Lazada. Lazada diindikasikan melakukan tindakan diskriminatif yang berpotensi menghambat persaingan dan bahkan diindikasikan dapat merugikan konsumen. Dalam proses penyelidikan, KPPU mengumpulkan dua alat bukti terkait untuk menentukan apakah penyelidikan bisa dilanjutkan ke tahap pemberkasan dan persidangan atau sebaliknya. ”Untuk Lazada, tahapannya baru masuk penyelidikan. Dengan demikian, dugaan pasal UU No 5/1999 yang dilanggar belum bisa diungkapkan secara spesifik. Secara umum, dugaan pelanggaran mirip dengan yang dikenakan ke Shopee,” ujar Kepala Biro Humas dan Kerja Sama KPPU Deswin Nur, Kamis (30/5). (Yoga)