;

Lokapasar Dikuasai Asing, Perlindungan Produk Lokal Perlu Diperkuat

Ekonomi Yoga 19 Jul 2024 Kompas
Lokapasar Dikuasai Asing, Perlindungan Produk Lokal Perlu Diperkuat

Pangsa pasar layanan belanja daring di Indonesia didominasi platform raksasa, seperti Shopee, Lazada, dan Tiktok Shop yang telah merger dengan Tokopedia. Di belakang ketiga platform tersebut adalah investor asing. Situasi ini berpotensi membuat barang impor akan lebih mudah diperdagangkan di Indonesia. Di negara-negara Asia Tenggara yang menjadi subyek penelitian Momentum Works, Shopee masih menjadi pemimpin pasar pada 2023 dari aspek jumlah barang yang terjual di platform daring (gross merchandise value/GMV). Total nilai GMV Shopee dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina sebesar 55,1 miliar USD atau Rp 890 triliun. Di urutan kedua ada Lazada dengan GMV 18,8 miliar USD atau Rp 303,8 triliun. Urutan ketiga dan keempat diisi Tiktok Shop dan Tokopedia dengan nilai GMV masing-masing 16,3 miliar USD atau Rp 263,4 triliun (Kompas, 16/7/2024).

”Memang secara akses, dengan hadirnya platform e-dagang yang di belakangnya investor asing, akan lebih mudah barang dari luar negeri masuk ke Indonesia. Pemerintah sebaiknya mengatur, bukan melarang platformnya untuk beroperasi,” ujar peneliti Departemen Ekonomi Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Adinova Fauri, Kamis (18/7) di Jakarta. Upaya mengatur ini berkaitan dengan pembatasan melalui pengenaan tarif barang impor. Dari sisi pelaku UMKM, fenomena platform e-dagang yang di belakangnya adalah investor asing bisa menjadi peluang sekaligus tantangan. Semakin besar potensi modal yang disuntikkan investor di balik Shopee, Lazada, dan Tiktok Shop-Tokopedia, maka semakin besar inovasi bisnis yang akan mereka buat. ”Dengan demikian, selain intervensi pengaturan tarif barang impor, intervensi pemerintah lainnya adalah memudahkan proses onboarding sekaligus pendampingan bisnis bagi UMKM,” ucapnya. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :