;

Elon Musk Gugat Pengiklan di Platform X

Ekonomi Yoga 09 Aug 2024 Kompas
Elon Musk Gugat Pengiklan di Platform X

Platform media sosial milik miliarder Elon Musk, X, menggugat Aliansi Global untuk Media yang Bertanggung Jawab atau Global Alliance for Responsible Media (GARM), koalisi para pengiklan besar dunia. Ia menuduh GARM melanggar regulasi antimonopoli karena berkoordinasi untuk mencegah merek-merek terkemuka dunia, seperti Unilever, CVS Pharmacy, dan perusahaan energi Denmark, Orsted, untuk memasang iklan di X. Gugatan antimonopoli itu diajukan X ke pengadilan federal Texas, awal pekan ini. Elon Musk, Selasa (6/8) mencuit di X yang intinya menyatakan perang terhadap merek-merek terkemuka yang dia tuduh telah melakukan boikot besar-besaran terhadap X.

”Kami mencoba perdamaian selama dua tahun, sekarang perang,” cuit Musk. Kemarahan Musk terhadap pengiklan tersebut sudah terjadi lama. Saat acara Deal Book Summit yang digelar The New York Times tahun lalu, Musk bahkan beberapa kali mengumpat untuk menyerang merek-merek terkemuka, seperti Disney, yang tidak lagi pasang iklan di X. Mengutip The New York Times, Kamis (8/8), CEO X Linda Yaccarino mengatakan, perilaku GARM dan para eksekutif merek-merek terkemuka di dunia itu ilegal dan merugikan X miliaran USD.

”Orang-orang terluka ketika pasar ide dirusak dan beberapa konten sudut pandang di X tidak didanai (tak memikat pengiklan). Ini bagian boikot ilegal,” ujarnya. Sejak mengakuisisi X senilai 22 miliar USD pada 2022, Musk berjanji untuk mengantar X ke era baru kebebasan berbicara tanpa batas. GARM yang mewakili merek-merek terkemuka di dunia yang menguasai lebih dari 90 % belanja iklan global dituduh telah mengajak para pengiklan anggotanya untuk menghindari X setelah Musk membelinya. Tudingan itu dibuktikan oleh X karena 18 anggota GARM berhenti beriklan di platform X sama sekali. Puluhan anggota GARM lainnya mengurangi pengeluaran pasang iklan di X hingga 70 % atau lebih.

Upaya hukum yang ditempuh Musk bersama jajaran eksekutif X ini dinilai banyak pengamat periklanan sebagai langkah memutus hubungan dengan para pemimpin perusahaan media sosial lainnya. Mereka telah menjalin hubungan dekat dengan para pengiklan dan cepat tanggap terhadap kekhawatiran pengiklan tentang konten yang menyinggung. ”Sepanjang Musk belum memutus semua hubungan dengan seluruh komunitas periklanan, saya tidak melihat pengajuan gugatan ini akan membuat merek-merek terkemuka di dunia kembali ke X,” ujar Chief Strategy Officer Ebiquity, konsultan pemasaran dan media, Ruben Schreurs kepada The New York Times. (Yoga)


Download Aplikasi Labirin :