;

Modal Terbakar, E-Commerce Tumbang

Ekonomi Hairul Rizal 09 Jan 2025 Kontan (H)
Modal Terbakar, E-Commerce Tumbang
Industri e-commerce Indonesia menghadapi tantangan berat meskipun potensi ekonomi digitalnya sangat besar. Penutupan layanan marketplace oleh PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA), yang didirikan oleh Achmad Zaky, Nugroho Herucahyono, dan Muhamad Fajrin Rasyid, mencerminkan ketatnya persaingan dan sulitnya mencetak keuntungan di sektor ini. Head of Media and Communications BUKA, Dimas Bayu, menyatakan bahwa perusahaan akan fokus pada layanan produk virtual seperti pulsa dan token listrik, setelah sebelumnya merugi Rp597,35 miliar pada kuartal III-2024.

Menurut Nailul Huda, Direktur Ekonomi Digital Celios, persaingan sengit dengan pemain besar seperti Shopee dan Tokopedia-TikTok, yang didukung inovasi seperti fitur live shopping dan strategi "bakar uang," menjadi penyebab utama runtuhnya BUKA. Ketergantungan konsumen Indonesia pada harga murah semakin memperberat posisi perusahaan di pasar.

Meskipun demikian, Budi Primawan, Sekretaris Jenderal Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), optimistis industri e-commerce akan terus tumbuh, dengan proyeksi nilai transaksi mencapai US$85–90 miliar pada 2025. Dominasi pemain besar seperti Shopee, Tokopedia, serta platform social commerce seperti TikTok Shop dan Instagram Shopping diperkirakan akan berlanjut, didukung oleh penetrasi internet yang semakin luas di Indonesia.

Keputusan BUKA ini menunjukkan bahwa fokus pada model bisnis yang berkelanjutan menjadi kunci untuk bertahan dalam ekosistem e-commerce yang kompetitif.
Tags :
#e-commerce
Download Aplikasi Labirin :