Pariwisata
( 747 )SITUS WARISAN DUNIA Pariwisata Berkualitas Dukung Pelestarian
Kelestarian warisan dunia membutuhkan intervensi pengunjung untuk ikut menjaganya. Konsep pariwisata berkualitas yang mengedepankan edukasi pengunjung mesti lebih diutamakan ketimbang pariwisata massal. Selain itu, biaya konservasi yang berujung pada kenaikan tarif tidak semestinya dibebankan seluruhnya kepada wisatawan. Ketua Program Studi Magister Pariwisata Berkelanjutan Universitas Padjadjaran Evi Novianti mengatakan, pembatasan jumlah pengunjung perlu diterapkan demi menjaga situs warisan dunia, seperti Taman Nasional (TN) Komodo di NTT. Apalagi, komodo merupakan satwa langka dan membutuhkan perawatan khusus sehingga harus dilindungi ruang hidupnya.
Terkait wacana kenaikan tarif ke TN Komodo dari Rp 200.000 per orang menjadi Rp 3,75 juta per orang setiap tahun, Evi berpendapat, hal itu jangan dibebankan sepenuhnya kepada wisatawan. Kenaikan tarif menjadi wajar jika sejalan dengan layanan fasilitas wisata yang tersedia. Silvester Wanggel, mewakili semua asosiasi pelaku wisata di Labuan Bajo, mengatakan, penerapan tarif masuk TN Komodo sangat mengganggu ritme industri pariwisata setempat. Di tengah ketidak pastian ini, beberapa calon wisatawan memilih membatalkan kunjungan ke Labuan Bajo. Kenaikan tariff itu dianggap berlebihan. ”Mereka lebih memilih ke destinasi lain yang jauh lebih murah. Hal ini yang sangat kami khawatirkan,” kata Doni Parera, pegiat pariwisata di Labuan Bajo.
Sebelumnya, pemerintah berencana menaikkan tarif tiket masuk Candi Borobudur di Magelang, Jateng, untuk membatasi pengunjung. Tarif tiket turis domestik naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 750.000, tiket turis mancanegara naik dari 20 USD menjadi 100 USD, dan pelajar Rp 5.000. Rencana itu ditunda seiring munculnya keresahan di tengah masyarakat. Untuk membatasi kunjungan di bangunan candi, Balai Konservasi Borobudur (BKB) menyusun prosedur standar operasi (SOP) yang harus dipatuhi pengunjung saat bangunan Candi Borobudur kembali dibuka, dimana jumlah kunjungan wisatawan ke bangunan candi dibatasi 1.259 orang per hari. ”Setiap pengunjung yang naik juga wajib mengenakan sandal upanat dan didampingi pemandu wisata bersertifikat,” ucap Kepala BKB Wiwit Kasiyati. (Yoga)
SITUS WARISAN DUNIA, Merawat ”Naga-naga”yang Tersisa
Geliat wisata telah mengubah wajah Taman Nasional Komodo (TNK) di NTT. Perlindungan terhadap ”naga-naga” yang masih tersisa di kawasan itu mesti menjadi prioritas utama. ”Komodo kami anggap sebagai leluhur kami. Kami hidup berdampingan dengan komodo,” kata Rahman di Pulau Komodo, Manggarai Barat, NTT, Jumat (24/6) petang. Rahman segera memberikan kesempatan kepada turis untuk memotret komodo. Ada yang meminta difoto dengan latar belakang komodo, ada pula yang berswafoto dengan komodo. Ini ’naga’ yang nyata. Bukan di film,” ujar Susan, turis asal Singapura.
Dari 1.728 komodo di pulau itu, rombongan wisatawan yang diikuti Kompas hanya menjumpai tiga ekor. ”Sudah mulai kurang karena musim kawin komodo,” ucap Rahman. Pulau Komodo merupakan satu dari lima pulau di kawasan itu yang dihuni komodo, dengan total keseluruhan 3.303 ekor. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan tahun 2016 sebanyak 2.340 ekor.
Menurut Doni, pegiat wisata di Labuan Bajo, cara melindungi komodo adalah tidak mengganggu habitatnya. Sayangnya, pengambilan kebijakan sudah telanjur mengusik ekosistem di wilayah itu. Di Pulau Rinca, misalnya, dibangun sarana prasarana yang menghalangi jalur komodo. Ada pula pemberian izin kepada tiga perusahaan untuk beraktivitas di kawasan itu. Kebijakan kontroversial ini mengundang perhatian UNESCO, yang meminta proyek pembangunan di situs alam warisan dunia itu dihentikan karena mengganggu komodo. Kendati perwakilan UNESCO datang ke Rinca, pembangunan tetap berjalan.
Dwi Putro Sugiarto, Kepala Subbagian Tata Usaha TNK, Kamis (23/6), mengatakan, pihaknya berkomitmen menjaga keberlangsungan hidup komodo. Konservasi tetap menjadi prioritas di tengah potensi bisnis wisata yang menjanjikan. Bentuk perlindungan, di antaranya, dilakukan dengan pembatasan jumlah pengunjung. Idealnya, sekitar 219.000 orang per tahun. Kuota kunjungan ini hampir sama dengan jumlah pengunjung tahun 2019 atau sebelum pandemi Covid-19 yang mencapai 221.000 orang. Langkah lainnya ialah meningkatkan pengamanan di dalam kawasan TNK. Di lokasi itu masih rawan perburuan rusa dan babi hutan yang merupakan pakan komodo. (Yoga)
Lonjakan Turis Ancam Situs Warisan Dunia
Warisan dunia di Indonesia berupa situs budaya atau alam menjadi magnet wisata yang luar biasa. Meski membantu perekonomian, wisata massal itu juga sekaligus menjadi ancaman bagi kelestarian warisan dunia. Gempuran wisatawan salah satunya mengancam situs budaya warisan dunia Candi Borobudur di Magelang, Jateng. Kerusakan pada candi ini di antaranya berupa keausan pada bagian batu tangga yang diakibatkan oleh gesekan alas kaki para pengunjung ketika naik dan turun candi ini terlihat jelas dengan kondisi permukaan batu tangga yang cekung karena tergerus.
Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Wiwit Kasiyati mengatakan, bukan hanya gesekan alas kaki yang memicu ausnya batuan. Kerusakan juga terjadi karena kunjungan wisatawan massal yang dibarengi oleh aksi vandalisme dan membuang sampah sembarangan. Sebagian wisatawan juga tak segan naik ke atas stupa untuk bisa berfoto dengan sudut terbaik di atas bangunan candi. (Yoga)
Asa Baru dari Gapura Chinatown Jakarta
Sejak pukul 11.00 hingga 17.30, Minggu (3/7) lalu lintas mulai dari Gapura Chinatown Jakarta yang menjadi penanda kawasan pecinan Glodok Pancoran di Jalan Pancoran-Jalan Petak 6/Jalan Pintu Kecil hingga menuju simpang Pasar Asemka dan Museum BI padat oleh sepeda motor, mobil, bajaj, dan angkutan kota. Meski dua lajur di Jalan Pancoran sudah dibuat satu arah, kemacetan tak terhindarkan karena di sisi kiri dan kanan jalan digunakan untuk tempat parkir sepeda motor dan mobil. Kedua sisi jalan itu juga masih disesaki PKL.
”Habis dari gereja, lanjut ke sini mau makan sama keluarga dan sekalian belanja. Ternyata hari ini lebih ramai. Bingung tadi cari parkiran. Niatnya juga mau foto di gerbang,” kata Alia (29), warga Meruya, Jakarta Barat. Susahnya mencari tempat parkir juga dialami oleh Gilang Kusuma (37) dan Fuadi (27). Alih-alih ingin menikmati liburan, mereka terjebak macet dan letih mencari parkir hingga hampir 45 menit. Meski begitu, warga yang berkunjung ke kawasan pecinan Pancoran menyambut positif keberadaan gerbang Glodok Pancoran yang dinilai mempercantik kawasan itu serta memperkuat nilai sejarah dan identitas keberagaman warga.
Kawasan pecinan Glodok Pancoran tak hanya semakin menarik kunjungan warga, tetapi juga para pedagang kecil untuk berjualan di kawasan tersebut. Seperti Samsul (43) yang berjualan siang sampai pukul 20.00 dengan omzet Rp 350.000 di akhir pekan, dan Dedi (28) yang juga berjualan makanan ringan dan minuman. Sejak diinisiasi pada 2018 dan selesai pada 2022, Gapura Chinatown Jakarta di kawasan pecinan Glodok Pancoran menjadi ikon baru di Ibu Kota. ”Peresmian ini menjadi pengingat bersama bahwa keberagaman yang ada di sekitar kita adalah karunia dari Yang Maha Kuasa, sedangkan persatuan adalah ikhtiar kita bersama,” ujar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (30/6), saat meresmikan Gapura Chinatown Jakarta. (Yoga)
PARIWISATA, Kunjungan Capai Jumlah Tertinggi
Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada Mei 2022 mencapai 212.300 kunjungan. Jumlah kunjungan bulanan ini merupakan yang tertinggi sejak awal pandemi Covid-19 pada Maret 2020. Peningkatan itu sejalan dengan pelonggaran pembatasan mobilitas dan pintu masuk bagi wisatawan mancanegara. Kepala BPS Margo Yuwono (1/7) membandingkan, pada Mei 2020, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia hanya 4.600 kunjungan. Pada Mei 2021, jumlahnya mencapai 14.300 kunjungan. Sepanjang Januari-Mei 2022, jumlah kunjungan wisman melalui pintu masuk utama mencapai 397.770 kunjungan, naik 616,4 % dibandingkan periode yang sama 2021 yang 55.524 kunjungan.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Badung, Bali, I Gusti Ngurah Rai Surya Wijaya membenarkan situasi itu. Bali, misalnya, kini semakin banyak dikunjungi wisman atau wisatawan Nusantara (wisnus). Namun, jumlah kunjungan wisman masih sekitar 50 % dari kondisi sebelum pandemi Covid-19. Sementara jumlah kunjungan wisnus masih 60 % kondisi tahun 2019. ”Menuju pulih,” ujarnya. Menurut dia, pemerintah daerah Bali berusaha mengendalikan pandemi dengan menggenjot vaksinasi. Pemerintah Bali juga sedang mempersiapkan peraturan gubernur dan peraturan daerah yang mendukung implementasi visa nomaden digital. Kebijakan ini diharapkan menambah kunjungan wisman yang akhirnya berdampak ke pemulihan perekonomian Bali. (Yoga)
MENGUNGKIT EKONOMI WARGA SURABAYA LEWAT WISATA
Cara paling mudah menggerakkan ekonomi warga adalah dengan memulai dari menggarap secara serius sektor pariwisata. Dengan alasan tamasya atau sekadar melepas penat, segala aktivitas ekonomi bisa muncul di sektor ini. Tak hanya makanan, minuman, transportasi, penginapan, dan buah tangan, pelaku bisnis di seputaran pariwisata juga dikerjakan oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah atau UMKM. Faktor ini mendorong Pemkot Surabaya tak kenal lelah menggarap sektor pariwisata, sebagai pangkal pergerakan ekonomi warga kota sebanyak 3,1 juta jiwa ini.
Salah satu obyek wisata yang didengungkan adalah berperahu di Kalimas sepanjang 18 kilometer. Sungai Kalimas tak sekadar menjadi tempat piknik, tetapi secara bertahap kelak menjadi prioritas utama pengembangan transportasi sungai, angkutan pariwisata, dan logistik barang. Tahap pertama rute yang digelar ada rute pendek dan panjang. Rute pendek, harga tiketnya Rp 4.000, sedangkan harga tiket untuk rute panjang Rp 10.000 per penumpang. Naik di Dermaga Monkasel di Jalan Pemuda dan berakhir di Dermaga Siola Jalan Tunjungan. Penumpang yang membayar tiket untuk berperahu juga bisa menikmati dan mengunjungi Monumen Kapal Selam, mampir sekaligus masuk ke Museum Pendidikan, serta bisa menikmati musik dan menikmati wisata kuliner di pasar terapung yang berlokasi di Dermaga Taman Prestasi.
Menurut Kadis Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Pemkot Surabaya Wiwik Widayati, secara bertahap seluruh wisata di Surabaya akan terkoneksi termasuk semisal dengan Tunjungan Romansa. Semisal mereka yang berperahu di Kalimas akan diberi paket kunjungan ke museum, taman, atau obyek lain termasuk menikmati wisata kuliner yang otentik. Semisal bagi yang memilih rute pendek, selepas turun dari perahu pengunjung diajak mencicipi berbagai kuliner khas Surabaya di Sentra Wisata Kulier (SWK) yang sekarang sudah ada di 45 lokasi. Makanan dan minuman secara camilan yang ada di SWK rata-rata otentik antara lain rawon, rujak cingur, termasuk membeli oleh-oleh di Pasar Genteng dan pusat-pusat produk UMKM Surabaya yang ada di Surabaya Kriya Galeri, yang sampai sekarang sudah ada di 10 lokasi. Selain makanan khas juga ada kuliner kekinian. (Yoga)
Kota Batu Kembali Ramai oleh Karyawisata
Rombongan karyawisata kembali terlihat di Kota Batu, Jatim, beberapa hari terakhir setelah vakum hampir dua tahun akibat Covid-19. kamis (23/6), ada 30-an bus membawa 1.500 siswa ke Taman Rekreasi Selecta. ”Akhir pekan lebih banyak lagi,” kata Direktur Taman Rekreasi Selecta Sujud Hariadi, kemarin. Kunjungan ke Jatim Park pun meningkat. (Yoga)
Pramuniaga Hidupkan Pekan Raya Jakarta
Cuaca cerah dan keriuhan mewarnai Jakarta Fair Kemayoran atau Pekan Raya Jakarta (PRJ), Sabtu (18/6). Pameran multiproduk terbesar di Tanah Air, bahkan Asia Tenggara, yang ke-53 itu berlangsung bersamaan dengan perayaan ulang tahun ke-495 Jakarta. Suasana pameran yang digelar di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Pusat, itu kian meriah dengan kehadiran SPG dan sales promotion boy atau pramuniaga dalam balutan seragam warna-warni. Para pramuniaga itu berstatus pekerja paruh waktu. Mayoritas masih belia, berusia 17 sampai 20-an tahun. Ada yang hanya berjaga di stan. Ada juga yang harus berseliweran seantero arena pameran sambil membawa produk di kedua tangan atau mendorong gerobak agar menjangkau lebih banyak pengunjung.
Talia (20), SPG sepeda motor di stan milik perusahaan otomotif asal Jepang itu sadar postur tubuhnya yang ideal membantu meloloskannya menjadi SPG. ”Selain itu, syaratnya paling terkait product knowledge. Kalau customer sudah bertanya hal-hal lebih mendalam, kami arahkan tanya ke sales langsung,” tutur mahasiswi semester empat jurusan hubungan internasional dari perguruan tinggi swasta di Jakarta itu. Talia sudah 10 kali menjadi pramuniaga sejak November 2021. Di stan sepeda motor di PRJ, ia dikontrak 22 hari dengan upah Rp 500.000 per hari.
Generasi Z lainnya, Shalom (19), juga menikmati menjadi SPG perusahaan teknologi finansial di PRJ. Mahasiswi jurusan psikologi dari salah satu perguruan tinggi di Depok, Jabar, ini harus mengencangkan suara agar terdengar di tengah keriuhan dan masker yang harus terus dipakai selama bekerja. Ia dibayar Rp 200.000 per hari. Jika bekerja penuh dalam 25 hari, ia akan mendapat Rp 5 juta atau sedikit lebih tinggi daripada UMP DKI Jakarta yang Rp 4,6 juta.
Ketum Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia Hosea Andreas Runkat mengatakan, keberadaan pramuniaga menjadi kebutuhan dasar sebagai atraksi dan daya Tarik pameran luar jaringan. ”Misalnya, di pameran mobil atau motor, masih diperlukan SDM yang good looking (rupawan). Ini mendasar karena daya tariknya di situ,” katanya. Digitalisasi dapat mengurangi kebutuhan pramuniaga. Namun, promosi produk secara massal dan tatap muka tetap membutuhkan SPG dan SPB. Bisa dibilang, senyum dan sapa pramuniaga turut menjamin hidup dan semaraknya Jakarta Fair Kemayoran ke-53. (Yoga)
HUT KE-495 JAKARTA, Solid dan Bersama Wujudkan Visi Jakarta
Rabu (22/6), Provinsi DKI Jakarta merayakan ulang tahunnya yang ke-495. Di malam ulang tahunnya, karnaval digelar di Jakarta Fair Kemayoran atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) Ke-53 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakpus, Selasa (21/6). Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dalam sambutan di Jakarta Fair Kemayoran, Selasa malam, mengharapkan, warga kota Jakarta bisa solid dan bersama demi membangkitkan perekonomian. Warga bergerak maju dan berbenah sesuai dengan visi Jakarta. Seusai karnaval, perayaan semalam berlanjut dengan pesta kembang api dengan membawa harapan Jakarta kota maju, lestari, dan berbudaya yang warganya terlibat dalam mewujudkan keberadaban, keadilan, dan kesejahteraan bagi semua.
Peringatan HUT Ke-495 Jakarta pada tahun ini diisi dengan sejumlah rangkaian acara mulai 24 Mei hingga 25 Juni dengan tajuk ”Jakarta Hajatan”. Ini berarti perayaan seluruh pencapaian, kolaborasi, kemeriahan, dan pesta yang mengajak seluruh warga untuk aktif serta bersama membangun kota. Riza Patria mengemukakan, Jakarta hajatan mewujud dalam semangat kolaborasi, akselerasi, dan elevasi. Semangat itu membawa pesan optimisme dan bukti upaya yang telah, sedang, dan akan dilakukan menuju Jakarta sebagai kota global. Riza Patria turut mengajak seluruh warga untuk memeriahkan dan meramaikan Jakarta Fair Kemayoran, termasuk membeli produk lokal, pertanda kecintaan dan kebanggaan. Tidak lupa juga menikmati ragam kuliner, wahana bermain, diskon gede-gedean, dan keseruan lainnya. (Yoga)
Jumlah Pengunjung Borobudur Dibatasi, Tarif Masuk Tidak Naik
Pemerintah memutuskan tarif masuk ke Candi Borobudur di Magelang, Jateng, tetap Rp 50.000 per orang untuk umum dan Rp 5.000 per anak bagi pelajar. Namun, pemerintah membatasi kuota pengunjung yang naik ke candi. ”Jadi, intinya, tidak ada kenaikan tarif, tetap Rp 50.000. (Tarif masuk untuk) Anak-anak (yang) masih pelajar, SMA ke bawah, itu tetap Rp 5.000. Tapi, dibatasi kuota untuk naik ke atas,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono seusai rapat terbatas tentang pariwisata di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/6). Pengunjung yang hendak naik ke Candi Borobudur harus mendaftar terlebih dahulu secara daring dengan kuota 1.200 orang per hari. Selain itu, pengunjung yang naik ke candi juga wajib didampingi pemandu serta mengenakan alas kaki khusus yang disediakan.
Pembatasan jumlah pengunjung dan penetapan tarif untuk naik ke Candi Borobudur akan diumumkan secara resmi oleh Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dalam waktu dekat. Kepala Balai Konservasi Borobudur (BKB) Wiwit Kasiyati mengatakan, saat ini pihaknya sudah menyusun prosedur standar operasi (SOP) yang harus dipatuhi pengunjung saat bangunan candi sudah bisa di- buka untuk kunjungan. Dalam SOP itu ditetapkan sejumlah aturan yang harus dipatuhi pengunjung, antara lain pengunjung yang naik ke bangunan candi wajib mengenakan sandal upanat yang sudah Dirancang BKB. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Menkeu Terbitkan Aturan Jamin Pelaksanaan PSN
06 Apr 2021 -
Membangun Ekosistem Keuangan Digital
05 Apr 2021 -
Hegemoni Bank BUMN
19 Mar 2021 -
Crypto Art Jadi Peluang Usaha Seni di Indonesia
29 Mar 2021









