Pariwisata
( 747 )April Naik 499%, Puncak Kedatangan Wisman Diprediksi Juli-Agustus
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) memprediksi puncak kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia akan terjadi pada Juli-Agustus 2022. Prediksi ini berdasarkan jumlah kunjungan wisman ke Tanah Air pada April 2022 yang sudah mencapai 111.100,naik 499% dibanding April 2021. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ((Menpenkeraf) Sandiaga Uno menerangkan, meningkatnya jumlah wisman memberikan optimisme bahwa target kunjungan wisman akan tercapai. "Di 2019, kunjungan wisatawan per hari mencapai 20 ribu, sekarang baru sekitar 30%, dengan total 6.000 (kunjungan wisman per hari)," ucap Sandy Uno. Ia mengatakan, adanya peningkatan permintaan jumlah penerbangan dan pembukaan rute baru membuat pihaknya harus mengkalibrasi ulang terkait metode tepat mempromosikan Indonesia. Ada lima negara yang mendominasi kunjungan wisman ke Indonesia, yaitu Australia (14%), Singapura (11,4%), Malaysia (7,8%). Dia pun optimistis kunjungan wisman di Mei 2022 akan meningkat signifikan. (Yetede)
Demi Rindu, Aku Rela...
Rindu. Sepertinya itu kata yang tepat untuk menggambarkan keramaian yang mulai hidup kini. Lebih dari dua tahun, aneka pembatasan untuk menghindari penularan virus membuat geliat kehidupan seolah mati suri. Kali ini, perlahan semuanya merangkak bangkit meski penuh liku. Para SPG di area pameran luar ruangan Jakarta Fair Kemayoran, Jumat (10/6) menyapa pembeli dengan setengah berteriak seperti ”Buuun!” dan ”Ka a a k ! ” bersahut-sahutan sepanjang mengitari area pameran. Laki-laki dan perempuan penjaga gerai juga berlomba-lomba menyodorkan brosur produk kepada pengunjung. Kembalinya suara-suara itu terasa melegakan setelah lebih dari dua tahun pandemi membuat suara dengan panggilan itu meredup. ”Enggak apa-apa, teriak-teriak gini lagi. Akhirnya bisa kerja lagi, dapat duit lagi,” ungkap Pratiwi Marliana (23), SPG sebuah lokapasar yang tengah dirintis.
Lain lagi Sherly (45) yang menemani anaknya menonton konser. ”Katanya biar Mama bisa jalan-jalan, dia mau nonton konser sama temannya. Ya sudah, enggak apa-apa. Akhirnya bisa kayak gini lagi, ya, walau masih harus pakai masker,” tutur Sherly yang datang dari BSD. Konser malam itu menghadirkan musisi reggae dan ska, yakni Denny Frust dan Tipe-X, diminati pengunjung. Sejak pukul 19.00, sekitar satu jam sebelum acara musik dimulai, ada antrean panjang di depan pintu masuk area konser. Tiket konser yang dijual terpisah tak memadamkan animo. Mirip seperti yang terjadi di perhelatan Jakarta International BNI Java Jazz Festival akhir Mei lalu. Para penonton tak ragu berdekatan satu sama lain. Mereka berjoget dan berteriak bernyanyi seolah melepaskan beban dan penat yang ditahan sepanjang dua tahun ini.
Beda pengalaman adik kakak Rosalia Suryadi (22) dan Nadila (24) asal Jakarta. Keduanya merogoh kocek jutaan rupiah untuk menikmati acara music Joyland Bali 2022 di Taman Bhagawan, Nusa Dua, Bali, 25-27 Maret 2022. Festival musik pertama yang digelar Plainsong Live begitu pandemi melandai ini menghadirkan musisi papan atas, seperti Yura Yunita, Isyana Sarasvati, Raisa, Pamungkas, Kunto Aji, Danilla, Nadin Amizah, The Adams, The Sigit, White Shoes & The Couples Company, serta Maliq & D’Essentials. Tiket festival yang dibanderol mulai Rp 250.000 untuk satu hari hingga Rp 650.000 untuk tiga hari itu ludes diserbu penonton, hingga melebihi target yang dipatok penyelenggara, 6.000 tiket. Kehadiran Presiden Jokowi dan jajarannya di Joyland pada hari pertama penyelenggaraan Joyland Bali 2022 ibarat lampu hijau bagi kembalinya festival musik. (Yoga)
Mandala di Bukit
Borobudur adalah enigma yang tak habis-habisnya menyihir para pengkajinya. Sejumlah peneliti mendedikasikan hidup mereka untuk menyingkap sisi-sisi dari Borobudur. Candi ini pernah terlelap di dalam timbunan abu vulkanik dan rimbunnya pepohonan, bahkan tidak disangka mulanya dianggap bukit ternyata adalah bangunan yang menyerupai piramida. Selepas penggalian pada tahun 1814, setiap peneliti berusaha menyusun kepingan teka-teki Candi Borobudur. Candi bercorak Mahayana Buddhis dari abad ke-9 ini dibangun semasa kejayaan Dinasti Sailendra. Walau demikian, peneliti J Dumarçay menyampaikan kesukarannya memecahkan tahapan dari pembangunan itu karena diduga penyelesaian Borobudur mengambil rentang lebih dari 70 tahun lamanya.
Pembagian undak-undak Candi Borobudur dapat dimengerti sebagai simbol sepuluh tingkat bhumi yang harus dijalani Bodhisattva agar mencapai pencerahan. Tingkat puncak yang ruangnya ditandai dengan stupa-stupa menunjukkan tingkat tertinggi, yakni kedamaian yang mutlak terlepas dari gairah, yang tidak lagi terbelenggu oleh batasan wujud. Noerhadi Magetsari, seorang arkeolog, menyatakan bahwa selain Borobudur sebagai perwujudan ajaran Mahayana, Borobudur pun berunsur Yogacara dan Tantrayana. Relief Gandavyuha yang terpatri pada dinding menjadi petunjuk yang menegaskan keutamaan meditasi demi mencapai pencerahan. Borobudur dalam hal ini, seperti Mandala, menjadi ruang sakral bagi penghayatnya untuk memurnikan diri.
Borobudur adalah bagian penting dari filsafat Indonesia, warisan para leluhur yang tidak saja terpaut berurusan dengan masa lalu, tetapi bagaimana kita hidup saat ini dengan berbagai tantangannya. Hendaknya, basis pelestarian Borobudur juga seturut dengan cita-cita kemanusiaan dan kasih sayang yang bersemayam dalam candi tersebut. Pesan (alm) Prof Mundardjito, arkeolog yang terlibat dalam pemugaran Borobudur tahun 1980-an, bahwa perlu didahulukan prinsip etis saat menangani cagar budaya. Borobudur bukan semata-mata obyek pariwisata. Melampaui itu, Borobudur adalah kumparan pengetahuan yang pelestariannya berasaskan kepentingan dan keikutsertaan. (Yoga)
Mulai Membaik, Pariwista Bali Diperkirakan Baru Pulih Penuh 2024
Bank Indonesia (BI) menyebutkan bawah pariwisata di Provinsi Bali pada tahun ini diproyeksikan membaik dibandingkan 2021, namun masih lebih rendah dibandingkan dengan kondisi sebelum pandemi. Pemulihan sektor pariwisata di Pulai Dewata tersebut ke kondisi sebelum pandemi diperkirakan baru terjadi pada 2024. "Pariwisata Bali 2022 diproyeksikan membaik dibandingkan tahun 2021 sejalan dengan banyaknya penyelenggaraan sejumlah event internasional, dan pelonggaran kebijakan perjalanan yang mendorong minat wisman dan wisnus untuk melakukan wisata ke Bali," ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali Trisno Nugroho dalam focus group discussion (FGD) dengan media massa di Seminyak, Bandung, Bali, baru-baru ini. Trisno menjelaskan, kondisi pariwisata di Bali tergambar dari tingkat kunjungan penumpang, baik domestik maupun internasional, melalui bandara. "Semoga tidak ada apa-apa sehingga wisatawan mancanegara bisa naik terus. Tahun depan 2-3 juta orang. Tahun berikutnya baru sampai 6,25 orang. Kami proyeksikan, kedatangan Wisnu kan mencapai 58% sedangkan kedatangan wisman mencapai 11,58% dibandingkan kondisi tahun 2019," ujar Trisno. (Yetede)
Pengunjung Datang, Kinerja Emiten Hiburan Semringah
Kembalinya mobilitas masyarakat saat Covid melandai menggairahkan kembali sektor hiburan dan pariwisata. Kinerja pendapatan emiten bidang ini membaik di kuartal pertama 2022 lalu.
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) salah satunya, yang membukukan pendapatan usaha senilai Rp 152,34 miliar atau tumbuh 70,25% dari pendapatan Rp 89,48 miliar pada kuartal pertama tahun lalu. Ancol memang masih membukukan rugi, tetapi berhasil memangkas rugi sebanyak 35,11%, menjadi Rp 37,04 miliar.
Kemudian PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE), emiten yang mengoperasikan wahana liburan Jungleland Adventure Themepark juga mencetak perbaikan kinerja pendapatannya. JGLE meraih pendapatan Rp 30,72 miliar, naik 79,12% dibandingkan pendapatan pada kuartal pertama tahun 2021 lalu yang hanya Rp 17,15 miliar.
Emiten yang bergerak di sektor jasa rekreasi dan hiburan lainnya ada PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) yang menorehkan pendapatan bersih Rp 133,84 miliar atau melonjak 389,72% dari pendapatan pada periode yang sama tahu lalu Rp 27,33 miliar.
Sejalan dengan kenaikan pendapatan, emiten pengelola jaringan bioskop CGV ini juga berhasil menekan rugi bersih 39,36% dari Rp 83,34 miliar menjadi Rp 50,53 miliar.
Kenaikan Harga Tiket Candi Borobudur Ditunda
Kenaikan harga tiket untuk naik ke bangunan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jateng, ditunda seiring munculnya keresahan di masyarakat. Skema terbaik pembatasan wisatawan yang naik ke bangunan candi masih dibahas. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (7/6) mengusulkan penundaan kenaikan tarif itu kepada Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Menurut dia, diperlukan langkah-langkah sebelum menaikkan tarif. ”PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko menyampaikan akan menindak lanjuti keputusan itu bersama Balai Konservasi Borobudur. Dibutuhkan pranata dan regulasi terkait penentuan kelayakan dari tarif yang ada beserta mekanismenya,” imbuh Ganjar.
Sebelum ini, pemerintah berencana menaikkan tarif tiket ke bangunan Candi Borobudur untuk membatasi jumlah pengunjung. Tarif tiket bagi turis domestik naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 750.000, sedangkan tiket turis mancanegara naik dari 20 USD menjadi 100 USD. Adapun pelajar dikenai biaya Rp 5.000. Ketua Sangha Theravada Indonesia Bikhu Sangha Theravada Pannavaro mengatakan, pihaknya mendukung upaya pemerintah membatasi jumlah pengunjung. Meski demikian, dia berharap besaran harga tiket untuk bisa naik ke bangunan candi, yakni Rp 750.000 per orang, ditinjau ulang. ”Jika harga tiket yang sedemikian mahal diberlakukan, dipastikan sebagian umat Buddha tak akan lagi dapat naik dan melakukan ritual puja serta pradaksina di bangunan candi,” ujarnya.
Menurut Ketua Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia Marsis Sutopo, jumlah pengunjung yang naik ke Candi Borobudur telah melebihi daya tampung bangunan itu. Idealnya, candi menampung 128 orang selama satu jam atau 1.280 orang per hari jika candi dibuka 10 jam. Adapun daya tampung ideal halaman candi 523 orang serta taman zona 2 sebanyak 10.308 orang. (Yoga)
Tarif, Ujian Kepekaan dari Borobudur
Wacana kenaikan harga tiket masuk ke bangunan Candi Borobudur hingga Rp 750.000 memantik emosi publik. Pro dan kontra berhadap-hadapan. Di satu pihak, konservasi dijadikan pembenar. Di pihak lain, muncul anggapan eksklusifitas warisan budaya Nusantara yang akan semakin memupus akar sejarah bangsa. ”Di sejumlah titik ada permukaan batuan candi yang cekung, tergerus hingga 5 sentimeter dari kondisi awal,” ujar Koordinator Kelompok Kerja Pemeliharaan Balai Konservasi Borobudur (BKB) Bramantara, Senin (6/6). Penelitian BKB 1984-2021 mendapati bangunan candi juga melesak 2 cm dari permukaan. Selain kondisi tanah bukit, termasuk campuran beton di sebagian struktur bangunan, hal itu juga merupakan dampak derasnya aliran pengunjung tanpa pembatasan.
Isni Wahyuningsih, Koordinator Kelompok Kerja Dokumentasi dan Publikasi BKB, mengungkapkan, di luar soal konservasi, pembatasan jumlah wisatawan juga bisa mengangkat nilai penting Borobudur sebagai warisan dunia dengan nilai pembelajaran luar biasa. Berdasarkan hasil survei BKB 2018, 60 % pengunjung tak tahu Borobudur merupakan warisan budaya dunia. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Sabtu (4/6) menyatakan, harga tiket masuk bangunan Candi Borobudur akan naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 750.000 untuk turis domestik dan dari 20 USD menjadi 100 USD atau Rp 1,4 juta untuk turis mancanegara.
Terkait hal itu, Dirut PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Edy Setijono (6/6, menuturkan, pembatasan jumlah kunjungan dan pemberlakuan harga tiket baru belum ditetapkan. Pihaknya bersama Balai Konservasi Borobudur masih berkoordinasi mengatur prosedur operasi standar menyangkut teknis layanan kunjungan. Sebagai pembanding, wisata sejenis, Angkor Wat di Siem Reap, Kamboja, sejak 2017 menaikkan hampir dua kali lipat harga tiket masuk bagi turis asing, dari 20 USD menjadi 37 USD atau Rp 533.000 untuk sehari. Termahal 72 USD atau Rp 1 juta untuk kunjungan tujuh hari yang berlaku sebulan. Tingginya harga tiket masuk kompleks Angkor Wat seluas 162 hektar itu hanya untuk turis asing. Warga lokal tetap gratis. (Yoga)
Mengerek Pamor Wisata Budaya Keraton Buton
Lahir dan besar di dalam kawasan Keraton Buton, Wawan Erwiyansyah (42), merasa perlu berbuat untuk tanah leluhurnya, ia menggaet anak muda dan menginisiasi gerakan pemandu pariwisata sejarah di kawasan ini. Kawasan yang dahulu rawan memiliki napas baru seiring menggeliatnya pariwisata. Jelang petang, Rabu (25/5) Wawan, baru bisa beristirahat sejenak. Sejak pagi, ia memandu delapan rombongan tamu dari sejumlah daerah. Para tamu ini ingin mengetahui lokasi dan cerita di balik wisata sejarah dilingkup Keraton Buton, Baubau, Sulteng. Para tamu dari berbagai daerah diantar ke sejumlah lokasi di kawasan Keraton Buton. Keraton seluas 23,3 hektar ini memang menyimpan sejumlah tempat wisata sejarah bernilai tinggi, khususnya bagi masyarakat Buton. Terlebih lagi, kompleks Keraton Buton dikelilingi bangunan pertahanan terluas di dunia berdasar Museum Rekor-Dunia Indonesia dan Guinness Book of World Record pada September 2006.
Beberapa lokasi utama wisata sejarah adalah Batu Popaua, daftar nama raja dan sultan Buton, tiang bendera, Masjid Agung Keraton Buton, makam Sultan Murhum, Batu Wolio, dan sejumlah lokasi lainnya. Tidak hanya menunjukkan lokasi wisata, berfoto, dan pulang, Wawan juga menceritakan sejarah panjang di balik spot tersebut. Ia fasih menuturkan kisah baik yang tertulis maupun kisah di balik potongan sejarah. Selain lokasi di kawasan inti keraton, ia juga mengantar tamu ke sejumlah tempat yang jarang dikunjungi. Museum, puncak tertinggi, lokasi berfoto terbaik, dan makam sejumlah sultan ia hafal di luar kepala. Untuk sebuah paket lengkap wisata dengan jumlah maksimal 15 orang selama dua jam, ia mematok tarif Rp 300.000 Paket lainnya juga ia tawarkan.
”Kalau sudah janjian, saya bisa bawa lihat penenun, mendengar kisah dari para budayawan. Bisa juga hingga makam-makam adat hingga memakai pakaian adat dan dikawal prajurit. Kalau yang terakhir ini tarifnya mahal karena harus mempersiapkan banyak hal,” ujarnya. Program pemandu hingga paket wisata ini juga untuk pemuda di sekitar kawasan Keraton Buton. ”Tidak mudah mengajak mereka. Namun, setelah pendekatan lebih dari satu tahun, ada yang tertarik sehingga kami bersama-sama membentuk Media Center Benteng Keraton Buton sebagai pusat informasi dan pemandu wisata di Keraton Buton,” kata Wawan. (Yoga)
Desa Wisata di Kalsel Dituntut Berkelanjutan
Desa wisata bisa menjadi penggerak sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdampak positif bagi masyarakat. ”Kalau desa wisata maju, ekonomi juga akan bangkit,” kata Menparekraf / Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno di Desa Wisata Kubah Basirih, Kelurahan Basirih, Banjarmasin Barat, Kota Banjarmasin, Kalsel, Jumat (3/6). (Yoga)
Pundi Devisa Pariwisata Siap Terisi Penuh Lagi
Sektor pariwisata Indonesia mulai bangkit, sejalan pelonggaran pembatasan menyusul kasus Covid-19 yang melandai. Turis asing pun kembali pelesiran ke negara kita dan membawa berkah bagi devisa.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, kunjungan wisatawan mancanegara pada April 2022 sebanyak 111,1 ribu kunjungan, melonjak 172,27% dibanding bulan sebelumnya dan meroket 499,01% year on year (yoy). Analis Makroekonomi Bank Danamon Irman Faiz mengatakan, kedatangan pelancong asing ke Indonesia membawa buah tangan berupa devisa.









