;

Mengerek Pamor Wisata Budaya Keraton Buton

Ekonomi Yoga 06 Jun 2022 Kompas
Mengerek Pamor Wisata
Budaya Keraton Buton

Lahir dan besar di dalam kawasan Keraton Buton, Wawan Erwiyansyah (42), merasa perlu berbuat untuk tanah leluhurnya, ia menggaet anak muda dan menginisiasi gerakan pemandu pariwisata sejarah di kawasan ini. Kawasan yang dahulu rawan memiliki napas baru seiring menggeliatnya pariwisata. Jelang petang, Rabu (25/5) Wawan, baru bisa beristirahat sejenak. Sejak pagi, ia memandu delapan rombongan tamu dari sejumlah daerah. Para tamu ini ingin mengetahui lokasi dan cerita di balik wisata sejarah dilingkup Keraton Buton, Baubau, Sulteng. Para tamu dari berbagai daerah diantar ke sejumlah lokasi di kawasan Keraton Buton. Keraton seluas 23,3 hektar ini memang menyimpan  sejumlah tempat wisata sejarah bernilai tinggi, khususnya bagi masyarakat Buton. Terlebih lagi, kompleks Keraton Buton dikelilingi bangunan pertahanan terluas di dunia berdasar Museum Rekor-Dunia Indonesia dan Guinness Book of World Record pada September 2006.

Beberapa lokasi utama wisata sejarah adalah Batu Popaua, daftar nama raja dan sultan Buton, tiang bendera, Masjid Agung Keraton Buton, makam Sultan Murhum, Batu Wolio, dan sejumlah lokasi lainnya. Tidak hanya menunjukkan lokasi wisata, berfoto, dan pulang, Wawan juga menceritakan sejarah panjang di balik spot tersebut. Ia fasih menuturkan kisah baik yang tertulis maupun kisah di balik potongan sejarah. Selain lokasi di kawasan inti keraton, ia juga mengantar tamu ke sejumlah tempat yang jarang dikunjungi. Museum, puncak tertinggi, lokasi berfoto terbaik, dan makam sejumlah sultan ia hafal di luar kepala. Untuk sebuah paket lengkap wisata dengan jumlah maksimal 15 orang selama dua jam, ia mematok tarif Rp 300.000 Paket lainnya juga ia tawarkan.

”Kalau sudah janjian, saya bisa bawa lihat penenun, mendengar kisah dari para budayawan. Bisa juga hingga makam-makam adat hingga memakai pakaian adat dan dikawal prajurit. Kalau yang terakhir ini tarifnya mahal karena harus mempersiapkan banyak hal,” ujarnya. Program pemandu hingga paket wisata ini juga untuk pemuda di sekitar kawasan Keraton Buton. ”Tidak mudah mengajak mereka. Namun, setelah pendekatan lebih dari satu tahun, ada yang tertarik sehingga kami bersama-sama membentuk Media Center Benteng Keraton Buton sebagai pusat informasi dan pemandu wisata di Keraton Buton,” kata Wawan. (Yoga)


Tags :
#Pariwisata
Download Aplikasi Labirin :