Mandala di Bukit
Borobudur adalah enigma yang tak habis-habisnya menyihir para pengkajinya. Sejumlah peneliti mendedikasikan hidup mereka untuk menyingkap sisi-sisi dari Borobudur. Candi ini pernah terlelap di dalam timbunan abu vulkanik dan rimbunnya pepohonan, bahkan tidak disangka mulanya dianggap bukit ternyata adalah bangunan yang menyerupai piramida. Selepas penggalian pada tahun 1814, setiap peneliti berusaha menyusun kepingan teka-teki Candi Borobudur. Candi bercorak Mahayana Buddhis dari abad ke-9 ini dibangun semasa kejayaan Dinasti Sailendra. Walau demikian, peneliti J Dumarçay menyampaikan kesukarannya memecahkan tahapan dari pembangunan itu karena diduga penyelesaian Borobudur mengambil rentang lebih dari 70 tahun lamanya.
Pembagian undak-undak Candi Borobudur dapat dimengerti sebagai simbol sepuluh tingkat bhumi yang harus dijalani Bodhisattva agar mencapai pencerahan. Tingkat puncak yang ruangnya ditandai dengan stupa-stupa menunjukkan tingkat tertinggi, yakni kedamaian yang mutlak terlepas dari gairah, yang tidak lagi terbelenggu oleh batasan wujud. Noerhadi Magetsari, seorang arkeolog, menyatakan bahwa selain Borobudur sebagai perwujudan ajaran Mahayana, Borobudur pun berunsur Yogacara dan Tantrayana. Relief Gandavyuha yang terpatri pada dinding menjadi petunjuk yang menegaskan keutamaan meditasi demi mencapai pencerahan. Borobudur dalam hal ini, seperti Mandala, menjadi ruang sakral bagi penghayatnya untuk memurnikan diri.
Borobudur adalah bagian penting dari filsafat Indonesia, warisan para leluhur yang tidak saja terpaut berurusan dengan masa lalu, tetapi bagaimana kita hidup saat ini dengan berbagai tantangannya. Hendaknya, basis pelestarian Borobudur juga seturut dengan cita-cita kemanusiaan dan kasih sayang yang bersemayam dalam candi tersebut. Pesan (alm) Prof Mundardjito, arkeolog yang terlibat dalam pemugaran Borobudur tahun 1980-an, bahwa perlu didahulukan prinsip etis saat menangani cagar budaya. Borobudur bukan semata-mata obyek pariwisata. Melampaui itu, Borobudur adalah kumparan pengetahuan yang pelestariannya berasaskan kepentingan dan keikutsertaan. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023