Tarif, Ujian Kepekaan dari Borobudur
Wacana kenaikan harga tiket masuk ke bangunan Candi Borobudur hingga Rp 750.000 memantik emosi publik. Pro dan kontra berhadap-hadapan. Di satu pihak, konservasi dijadikan pembenar. Di pihak lain, muncul anggapan eksklusifitas warisan budaya Nusantara yang akan semakin memupus akar sejarah bangsa. ”Di sejumlah titik ada permukaan batuan candi yang cekung, tergerus hingga 5 sentimeter dari kondisi awal,” ujar Koordinator Kelompok Kerja Pemeliharaan Balai Konservasi Borobudur (BKB) Bramantara, Senin (6/6). Penelitian BKB 1984-2021 mendapati bangunan candi juga melesak 2 cm dari permukaan. Selain kondisi tanah bukit, termasuk campuran beton di sebagian struktur bangunan, hal itu juga merupakan dampak derasnya aliran pengunjung tanpa pembatasan.
Isni Wahyuningsih, Koordinator Kelompok Kerja Dokumentasi dan Publikasi BKB, mengungkapkan, di luar soal konservasi, pembatasan jumlah wisatawan juga bisa mengangkat nilai penting Borobudur sebagai warisan dunia dengan nilai pembelajaran luar biasa. Berdasarkan hasil survei BKB 2018, 60 % pengunjung tak tahu Borobudur merupakan warisan budaya dunia. Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Sabtu (4/6) menyatakan, harga tiket masuk bangunan Candi Borobudur akan naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 750.000 untuk turis domestik dan dari 20 USD menjadi 100 USD atau Rp 1,4 juta untuk turis mancanegara.
Terkait hal itu, Dirut PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko Edy Setijono (6/6, menuturkan, pembatasan jumlah kunjungan dan pemberlakuan harga tiket baru belum ditetapkan. Pihaknya bersama Balai Konservasi Borobudur masih berkoordinasi mengatur prosedur operasi standar menyangkut teknis layanan kunjungan. Sebagai pembanding, wisata sejenis, Angkor Wat di Siem Reap, Kamboja, sejak 2017 menaikkan hampir dua kali lipat harga tiket masuk bagi turis asing, dari 20 USD menjadi 37 USD atau Rp 533.000 untuk sehari. Termahal 72 USD atau Rp 1 juta untuk kunjungan tujuh hari yang berlaku sebulan. Tingginya harga tiket masuk kompleks Angkor Wat seluas 162 hektar itu hanya untuk turis asing. Warga lokal tetap gratis. (Yoga)
Tags :
#PariwisataPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023