SITUS WARISAN DUNIA Pariwisata Berkualitas Dukung Pelestarian
Kelestarian warisan dunia membutuhkan intervensi pengunjung untuk ikut menjaganya. Konsep pariwisata berkualitas yang mengedepankan edukasi pengunjung mesti lebih diutamakan ketimbang pariwisata massal. Selain itu, biaya konservasi yang berujung pada kenaikan tarif tidak semestinya dibebankan seluruhnya kepada wisatawan. Ketua Program Studi Magister Pariwisata Berkelanjutan Universitas Padjadjaran Evi Novianti mengatakan, pembatasan jumlah pengunjung perlu diterapkan demi menjaga situs warisan dunia, seperti Taman Nasional (TN) Komodo di NTT. Apalagi, komodo merupakan satwa langka dan membutuhkan perawatan khusus sehingga harus dilindungi ruang hidupnya.
Terkait wacana kenaikan tarif ke TN Komodo dari Rp 200.000 per orang menjadi Rp 3,75 juta per orang setiap tahun, Evi berpendapat, hal itu jangan dibebankan sepenuhnya kepada wisatawan. Kenaikan tarif menjadi wajar jika sejalan dengan layanan fasilitas wisata yang tersedia. Silvester Wanggel, mewakili semua asosiasi pelaku wisata di Labuan Bajo, mengatakan, penerapan tarif masuk TN Komodo sangat mengganggu ritme industri pariwisata setempat. Di tengah ketidak pastian ini, beberapa calon wisatawan memilih membatalkan kunjungan ke Labuan Bajo. Kenaikan tariff itu dianggap berlebihan. ”Mereka lebih memilih ke destinasi lain yang jauh lebih murah. Hal ini yang sangat kami khawatirkan,” kata Doni Parera, pegiat pariwisata di Labuan Bajo.
Sebelumnya, pemerintah berencana menaikkan tarif tiket masuk Candi Borobudur di Magelang, Jateng, untuk membatasi pengunjung. Tarif tiket turis domestik naik dari Rp 50.000 menjadi Rp 750.000, tiket turis mancanegara naik dari 20 USD menjadi 100 USD, dan pelajar Rp 5.000. Rencana itu ditunda seiring munculnya keresahan di tengah masyarakat. Untuk membatasi kunjungan di bangunan candi, Balai Konservasi Borobudur (BKB) menyusun prosedur standar operasi (SOP) yang harus dipatuhi pengunjung saat bangunan Candi Borobudur kembali dibuka, dimana jumlah kunjungan wisatawan ke bangunan candi dibatasi 1.259 orang per hari. ”Setiap pengunjung yang naik juga wajib mengenakan sandal upanat dan didampingi pemandu wisata bersertifikat,” ucap Kepala BKB Wiwit Kasiyati. (Yoga)
Tags :
#PariwisataPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023