;
Tags

UMKM

( 686 )

PASAR UMKM : MENUJU GLOBAL KIAN MUDAH

HR1 29 Jul 2023 Bisnis Indonesia

Produk hasil kreativitas para pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia memiliki peluang pasar yang potensial, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di pasar global. Apalagi saat ini peluang bagi pelaku UMKM untuk menembus pasar ekspor kian dimudahkan dengan berbagai program dan dukungan, baik dari pemerintah, pelaku usaha, maupun e-commerce. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM pada September 2022, kontribusi ekspor dari UMKM terhadap ekspor nonmigas baru sekitar 15,7%, tetapi jumlah tersebut masih berpotensi untuk ditingkatkan. Bahkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menargetkan kontribusi ekspor produk UMKM pada 2024 bisa menembus angka 17%. Pemerintah juga telah meluncurkan program penciptaan 500.000 UMKM sebagai eksportir baru hingga 2030. E-commerce juga memiliki peran untuk membawa produk dalam negeri mampu menembus pasar global. Tercatat Shopee, Lazada, dan Tokopedia memiliki program untuk membawa produk lokal mendunia. E-commerce Shopee memiliki progam Ekspor Shopee. Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Handhika Jahja mengatakan tren UMKM yang masuk dalam program ekspor terus meningkat dalam 2 tahun terakhir dengan jumlah produk UMKM yang diekspor, konsisten mencapai jutaan produk setiap bulannya. Setidaknya hingga saat ini sudah ada 20 juta produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM para seller Shopee sudah terjual dan tersedia di beberapa negara di Asia Tenggara, Asia Timur, dan Amerika Latin. Selain Shopee, Lazada juga memiliki LazGoGlobal. Head of Business Development & Seller Engagement Lazada Indonesia Fitri Karnadi mengatakan, LazGoGlobal menjadi ‘gerbang’ bagi para penjual dan brand di Lazada yang sudah siap memasarkan produknya ke negara-negara di Asia Tenggara. Hal ini didukung teknologi dan jaringan logistik menyeluruh milik Lazada yang ada di enam negara Asia Tenggara–Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Indonesia, dan Malaysia. 

Sementara itu, Antonia Adega Corporate Affairs Lead Tokopedia mengatakan bahwa pihaknya akan terus membantu pelaku usaha lokal yang setara dengan brand kelas dunia untuk dapat maju ke kancah global melalui berbagai program, salah satunya dengan mengikuti perhelatan fashion week dunia. Misalnya saja, pada September 2022 lalu melalui program Indonesia Now, Tokopedia sukses membawa brand Heaven Lights ke New York Fashion Week. Begitu pula dengan Erigo. Selanjutnya ada brand Wearing Klamby yang tampil di London Fashion Week, Jewel Rock dan BLP pada Paris Fashion Week trade show serta Kami yang tampil pada New York Fashion Week melalui program Indonesia Now pada Februari 2023 lalu. Selain produk fashion, industri kecantikan dan perawatan seperti produk kosmetik dan body care juga mulai banyak yang menarget pasar global. Salah satunya Buttonscarves yang memperluas usahanya ke produk kecantikan. Buttonscarves menjual alat kosmetik seperti blush on, cushion, powder, hingga produk perawatan lotion. Namun penjualan masih di pasar domestik. Setelah melihat pada ceruk industri kecantikan global yang masih terbuka, CEO Buttonscarves Beauty Linda Anggreaningsih tengah berbenah untuk mempersiapkan penjualan di pasar global. Produk kecantikan Buttonscarves mengikuti kesuksesan fesyen yang telah merambah Malaysia, Australia, Jepang, dan Brunei Darussalam. Pengamat E-Commerce & Ekonomi Digital INDEF, Nailul Huda mengatakan e-commerce punya peran yang lebih besar lagi untuk mendorong kesempatan emas ini. “Konsentrasinya adalah bagaimana pelaku ekspor bisa mengiklankan produknya dengan tepat di platform e-commerce, sehingga platform bisa bantu e-commerce untuk memikat konsumen luar negeri,” katanya. Selain itu, e-commerce perlu melakukan evaluasi berkala terkait efisiensi program ekspor.

Gagap Hadapi Pedagang Masa Kini

HR1 29 Jul 2023 Kontan (H)

Pemerintah mulai pusing menghadapi fenomena baru bernama social commerce di Project S-Tiktok Shop milik Tiktok. Mahfum saja, pola dagang masa kini di dunia maya itu belum diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No 50/2020 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik. Social commerce atau layanan berdagang langsung melalui media sosial seperti Tiktok itu disebut-sebut bisa bertransaksi cross border alias lintas negara. Akibatnya, pola dagang ini akan membuat produk impor murah akan membanjiri Indonesia, serta mengancam UMKM di dalam negeri. Selain di Tiktok, pola dagang ini masif di aplikasi WhatsApp, Facebook Shops, Instagram Shopping, Telegram juga Line Shopping. Sebagai antisipasi, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi dan UKM berniat merevisi Permendag No 50/2020. Sejumlah poin perubahan akan disisipkan dalam revisi ini. Salah satunya beleid pengenaan pajak serta impor di bawah Rp 1,5 juta per unit. Hanung Harimba Rachman, Deputi Bidang UKM Kemenkop UKM mengklaim, aturan revisi itu akan terbit Agustus 2023. Ia mengakui bahwa revisi aturan itu didorong oleh fenomena maraknya transaksi di Project S Tiktok Shop. Bima Laga, Ketua Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) menilai, pelaku e-commerce di Indonesia sudah punya izin resmi melakukan kegiatan jual-beli secara cross border. "Dari semua keanggotaan idEA, Tiktok Shop tidak memiliki izin jual-beli cross border," tegasnya kepada KONTAN, kemarin.

Pasar UMKM Tergerus Produk Impor

KT3 28 Jul 2023 Kompas

Pasar produk UMKM dalam negeri dinilai tergerus barang impor yang membanjiri Tanah Air. Pemerintah menyebut tengah mengambil langkah proteksi melalui regulasi yang melarang penjualan produk luar negeri di ritel daring. Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, masuknya barang-barang impor harus diantisipasi, khususnya pada platform e-dagang. Sebab, dominasi barang impor menggerus pasar produk-produk UMKM domestik. ”Saya kira perlindungan bagi UMKM kian diperlukan,” ujarnya di sela-sela pembukaan pameran Karya Kreatif Indonesia 2023, di Jakarta, Kamis (27/7).

Pada acara yang digelar BI itu, produk-produk dari 300 UMKM dipamerkan secara luring dan 800 produk lainnya secara daring. MenurutTeten, perlindungan akan diberikan pada produk-produk UMKM, industri, e-dagang, dan konsumen dalam negeri. Salah satunya dengan melarang peritel daring menjual produk secara langsung dari luar negeri. Barang-barang itu perlu masuk ke Indonesia dan menaati regulasi seperti terkait pajak, sertifikasi halal, perizinan edar, dan hal lain yang berlaku setara dengan produk UMKM domestik. (Yoga)


UMKM, Tuan Rumah di Negeri Sendiri

KT3 28 Jul 2023 Kompas

Dibalik karya UMKM ada ide, kreativitas, dan upaya keras mewujudkannya. Nilainya tak terhingga sehingga pantas menjadi tuan rumah di negeri sendiri. UMKM di Indonesia telah menjalani berbagai babak dalam dunia usaha dan situasi perekonomian, awalnya UMKM membuat barang dan menjualnya secara luring. Saat ekonomi digital berkembang, sebagian UMKM masuk ke platform digital dan menjual barang secara daring, baik secara langsung maupun bergabung dengan lokapasar. Produksi UMKM kian berkembang, menggunakan bahan baku lokal dan ada yang impor. Pada masa pandemi Covid-19, ada UMKM yang bertahan, ada pula yang kalah dan mati. Pada 2019 terdapat 65,46 juta UMKM di Indonesia, meningkat dari 2013 di 57,9 juta UMKM. Tenaga kerja yang terlibat dalam UMKM pada 2019 sebanyak 119,56 juta orang, meningkat dari 114,1 juta orang pada 2013. Kontribusi UMKM terhadap PDB pada 2019 sebesar 60,51 % dan kontribusi terhadap ekspor nonmigas 15,65 %.

Tapi, UMKM menghadap beragam persoalan, termasuk gempuran produk impor yang diperoleh konsumen dengan mudah dan murah. Terbaru, muncul kekhawatiran Tiktok akan menerapkan inisiatif Proyek S (Project S) di Indonesia. Mengutip Financial Times, 21 Juni 2023, bisnis ini memungkinkan ByteDance, perusahaan induk Tiktok, menjual produk mereka langsung kepada  konsumen untuk menyaingi penjual ritel daring, seperti Shein dan Amazon. Di Inggris, Proyek S digulirkan melalui fitur baru Trendy Beat. Tiktok membantah dugaan dan kecurigaan perihal inisiatif Proyek S akan diterapkan di Indonesia. Ditegaskan juga, sejak beroperasi di Indonesia dua tahun lalu, Tiktok tidak berniat menerapkan proyek yang membuka perdagangan barang impor untuk Indonesia (Kompas, 27/7). Pernyataan dan penegasan Tiktok itu melegakan. Sebab, shoppertainment menjadi peluang baru bagi UMKM dalam menawarkan produk dan menjangkau pembeli lebih luas melalui konten interaktif dan menghibur agar UMKM menjadi tuan rumah di negeri sendiri. (Yoga)


Lindungi UMKM, Harga Produk Impor di e-Commerce Dibatasi

KT1 28 Jul 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-Pemerintah akan menetapkan batas harga produk impor yang masuk dan dijual di toko online sebesar US$ 100 dolar (Rp 1,5 juta). Langkah ini dilakukan agar produk lokal UMKM tetap bisa bersaing dengan produk impor di pasar dalam negeri. "Menurut saya harganya harus dipatok minimun US$ 100, masuk kesini boleh tetapi kalau dibawah itu jangan dong, ini untuk melindungi UMKM," jelas menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki di Jakarta, Kamis (27/7/2023). Teten menjelaskan bahwa ada dua hal yang akan diatur pemerintah. Pertama, pelarangan ritel online untuk langsung menjual produk melalui cross border commerce. Menurut dia, bila ritel online lansung masuk ke konsumen dalam negeri maka terjadi ketidakadilan terhadap produk UMKM dalam negeri. "Mereka harus masuk dulu melalui mekanisme impor biasa baru dijual barangnya di online. Kalau langsung seperti itu, enggak bisa langsung, karena UMKM didalam negeri harus mengurus izin edar, SNI, dan sertifikasi halal," kata dia. (Yetede)

UMKM Kuningan Ekspor Bawang Goreng ke Belanda

KT3 27 Jul 2023 Kompas

Bawang goreng produk CV Monita Food, UMKM asal Kabupaten Kuningan, Jabar, merambah pasar Belanda. Selain memicu pertumbuhan ekonomi, ekspor itu juga diharapkan mengembangkan hilirisasi  pertanian. Pelepasan ekspor perdana bawang goreng ke Belanda itu berlangsung di pabrik CV Monita Food di Desa Babakanreuma, Kecamatan Sindangagung, Rabu (26/7). Sebanyak satu kontainer ukuran 20 kaki yang berisi 5,7 ton bawang goreng akan diterbangkan ke negeri Kincir Angin. Turut hadir Kepala Perwakilan BI Cirebon Hestu Wibowo, Asisten Sekda Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kuningan Ukas Suharfaputra, dan Direktur CV Monita Food Aris Risma Sunarmas.

Aris mengatakan, ekspor perdana ke Belanda melalui berbagai tahapan dalam tiga tahun terakhir. Mulai dari penawaran kepada pembeli hingga pengecekan kualitas produk. ”Juni kemarin, buyer (pembeli) dari Belanda ke sini melihat langsung dan akhirnya ada kerja sama,” tuturnya. Ekspor ini menambah daftar negara tujuan produk CV Monita Food. Sebelumnya, perusahaan yang memproduksi bawang goreng sejak 2004 ini telah merambah pasar Australia dan Uni Emirat Arab. Namun, pengirimannya skala kecil, maksimal 8 kuintal bawang. Aris memastikan keberlanjutan pasokan bawang goring untuk ekspor. Setiap hari, perusahaan dengan 25 karyawan ini mengolah hingga 3 ton bawang merah dan putih. Bawang berasal dari Kuningan, Majalengka, dan Cirebon di Jabar, serta Brebes, Jateng. (Yoga)


Cara Menggenjot UMKM

KT1 26 Jul 2023 Tempo

Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Mereka mampu menyerap 119,56 juta tenaga kerja atau 96,92 persen pangsa tenaga kerja pada 2018-2019. Rinciannya, usaha mikro menyerap 109,84 juta pekerja (89,04 persen), usaha kecil 5,93 juta pekerja (4,81 persen), dan usaha menengah 3,79 juta pekerja (3,07 persen). Bandingkan dengan usaha besar yang “hanya” menyerap 3,81 juta orang atau 3,08 persen pangsa tenaga kerja. UMKM juga berkontribusi sebesar 57 persen terhadap produk domestik bruto.

Bank Indonesia (BI) mendorong pengembangan UMKM dengan menerbitkan Peraturan BI Nomor 23/13/PBI/2021 tentang Rasio Pembiayaan Inklusif Makroprudensial (RPIM) yang berlaku efektif pada 31 Agustus 2021. Aturan ini mewajibkan bank umum menyalurkan kredit UMKM minimal 30 persen secara bertahap. Tahap pertama sebesar 20 persen pada akhir Juni dan Desember 2022. Tahap kedua sebesar 25 persen pada akhir Juni dan Desember 2023. Tahap ketiga sebesar 30 persen mulai akhir Juni 2024.

UMKM kita sebenarnya cukup tangguh. Pada krisis moneter 1998/1999, UMKM justru menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, pada masa pandemi Covid-19, mereka malah menjadi korban paling besar. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lalu menerbitkan aturan restrukturisasi kredit bagi nasabah perbankan, termasuk UMKM. Hal itu amat membantu nasabah UMKM bangkit kembali pelan-pelan. (Yetede)

Prioritaskan Produk UMKM Dalam Negeri

KT3 25 Jul 2023 Kompas

Mayoritas produk yang diperjual belikan di platform perdagangan secara elektronik atau e-dagang   bukan produk sendiri yang dimiliki oleh mitra penjual platform, melainkan produk orang lain yang di antaranya dari luar negeri. Kebijakan melindungi dan meningkatkan daya saing produk buatan UMKM dalam negeri dinilai perlu untuk menyikapi fenomena ini. Menurut peneliti Center of Digital Economy and Small Medium Enterprises di Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Izzudin Al Farras Adha, dalam diskusi publik ”Proyek S TikTok Shop: Ancaman atau Peluang?” secara daring, Senin (24/7) algoritma platform bisa mendorong merek tertentu dari luar negeri terus muncul meski konsumen tidak sedang mencari atau memakai merek bersangkutan.

Sistem seperti ini bisa dikatakan promosi. ”Sesuai hasil penelusuran Google, 29 Mei 2022-26 Maret 2023, produk kecantikan dan perawatan pribadi dari luar negeri cenderung mengungguli produk buatan dalam negeri. Contohnys, Skintific dan Originote, merek asal China dan pencariannya cenderung menyalip merek Scarlett dan Ms Glow, merek lokal Indonesia,” ujar Izzudin di Jakarta.

Peneliti Indef lainnya, Nailul Huda, di acara yang sama, menambahkan, dalam menyusun kebijakan e-dagang, pemerintah perlu melihat perilaku konsumen. Sejauh ini konsumen Indonesia cenderung sensitif terhadap harga. Beberapa penyedia platform e-dagang masih memerlukan suntikan pendanaan investor sehingga mereka mengejar kuantitas transaksi. Akibatnya, diskon besar untuk barang diterapkan. ”Sejumlah kategori produk luar negeri relatif mampu diproduksi secara efisien sehingga bisa menghasilkan kuantitas yang masif. Akibatnya, mereka bisa dijual dengan harga yang lebih rendah di platform e-dagang. Ini cocok dengan karakter kebanyakan konsumen Indonesia yang sensitif terhadap harga,” kata Nailul. (Yoga)


EKSPOR UMKM : Kadin Dorong Dukungan Aktif Korporasi Besar

HR1 25 Jul 2023 Bisnis Indonesia

Kamar Dagang dan Industri Indonesia mendorong korporasi besar untuk lebih aktif menyediakan dukungan terintegrasi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah yang potensial naik kelas menjadi pengekspor. Wakil Ketua Umum II Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Kewirausahaan Aldi Haryopratomo mengatakan, saat ini banyak program dari pemerintah maupun korporasi besar untuk mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas. Namun, dia menjelaskan bahwa sering kali program-program tersebut kurang dapat diakses oleh UMKM yang tepat. Oleh karena itu, Aldi mengatakan, Kadin berupaya mengambil tugas sebagai pihak yang menjembatani pertemuan UMKM potensial dengan program-program tersebut. Saat ini, dia menjelaskan Kadin telah memiliki platform wikiwirausaha.id untuk memudahkan UMKM menemukan program kemitraan yang tepat untuk mengantarkan mereka naik kelas. Aldi menjelaskan, salah satu misi platform tersebut adalah menjadikan lebih banyak UMKM naik kelas dengan mengambil bagian dalam rantai pasok global. Aldi memaparkan bahwa kolaborasi Kadin Indonesia dengan program BNI Xpora menjadi salah satu contoh nyata keberhasilan kemitraan dengan korporasi besar dalam mendukung UMKM naik kelas. Menurutnya, kerja sama itu telah membawa beberapa jenama asal Tanah Air merambah Jepang antara lain Pipiltin Cocoa dan Kopi Kalyan. Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI Royke Tumilaar mengatakan, perseroan akan terus memperkuat program BNI Xpora agar dapat mendorong pelaku UMKM melompat lebih tinggi dan menembus pasar global.

Jutaan Proyek UMK Himpun Investasi Ratusan Triliun

KT1 22 Jul 2023 Investor Daily

JAKARTA,ID-Usaha mikro dan kecil (UMK) mencatatkan nilai investasi sebesar Rp138,8 triliun pada semester I-2023. Nilai investasi tersebut berdasarkan total proyek UMK yang mencapai 1.679.023 proyek. Nilai invetasi UMK tersebut berdasarkan publikasi data Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Data mencatat, rincian nilai investasi  usaha mikro sebesar Rp74,3 triliun dan nilai invetasi usaha kecil sebesar Rp 64,5 triliun. Adapun lima besar proyek UMK berdasarkan sektor semester I-2023 adalah perdagangan dan reparasi sebesar Rp50,4 triliun; jasa lainnya Rp 27 triliun; konstruksi Rp 15,2 triliun; hotel dan restauran Rp13,4 triliun; serta tanaman pangan, perkebunan, dan peternakan Rp 6,9. lima besar proyeksi berdasarkan lokasi semester I-2023 adalah Jawa Barat sebesar Rp24,1 triliun, Jawa Timur sebesar Rp16,6 triliun, DKI Jakarta Rp16,3 triliun, Jawa Tengah Rp10,7 triliun, dan Banten Rp8,5 triliun. Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadahlia mengungkapkan, pihaknya mendapatkan mandat dari Presiden Joko WIdodo untuk mengurus investasi hingga ke level UMK. semua semua jenis usaha berpotensi mencipatakan lapangan kerja. (Yetede)