PASAR UMKM : MENUJU GLOBAL KIAN MUDAH
Produk hasil kreativitas para pelaku usaha mikro kecil dan menengah di Indonesia memiliki peluang pasar yang potensial, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di pasar global. Apalagi saat ini peluang bagi pelaku UMKM untuk menembus pasar ekspor kian dimudahkan dengan berbagai program dan dukungan, baik dari pemerintah, pelaku usaha, maupun e-commerce. Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM pada September 2022, kontribusi ekspor dari UMKM terhadap ekspor nonmigas baru sekitar 15,7%, tetapi jumlah tersebut masih berpotensi untuk ditingkatkan. Bahkan Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menargetkan kontribusi ekspor produk UMKM pada 2024 bisa menembus angka 17%. Pemerintah juga telah meluncurkan program penciptaan 500.000 UMKM sebagai eksportir baru hingga 2030. E-commerce juga memiliki peran untuk membawa produk dalam negeri mampu menembus pasar global. Tercatat Shopee, Lazada, dan Tokopedia memiliki program untuk membawa produk lokal mendunia. E-commerce Shopee memiliki progam Ekspor Shopee. Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Handhika Jahja mengatakan tren UMKM yang masuk dalam program ekspor terus meningkat dalam 2 tahun terakhir dengan jumlah produk UMKM yang diekspor, konsisten mencapai jutaan produk setiap bulannya. Setidaknya hingga saat ini sudah ada 20 juta produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM para seller Shopee sudah terjual dan tersedia di beberapa negara di Asia Tenggara, Asia Timur, dan Amerika Latin. Selain Shopee, Lazada juga memiliki LazGoGlobal. Head of Business Development & Seller Engagement Lazada Indonesia Fitri Karnadi mengatakan, LazGoGlobal menjadi ‘gerbang’ bagi para penjual dan brand di Lazada yang sudah siap memasarkan produknya ke negara-negara di Asia Tenggara. Hal ini didukung teknologi dan jaringan logistik menyeluruh milik Lazada yang ada di enam negara Asia Tenggara–Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Indonesia, dan Malaysia.
Sementara itu, Antonia Adega Corporate Affairs Lead Tokopedia mengatakan bahwa pihaknya akan terus membantu pelaku usaha lokal yang setara dengan brand kelas dunia untuk dapat maju ke kancah global melalui berbagai program, salah satunya dengan mengikuti perhelatan fashion week dunia. Misalnya saja, pada September 2022 lalu melalui program Indonesia Now, Tokopedia sukses membawa brand Heaven Lights ke New York Fashion Week. Begitu pula dengan Erigo. Selanjutnya ada brand Wearing Klamby yang tampil di London Fashion Week, Jewel Rock dan BLP pada Paris Fashion Week trade show serta Kami yang tampil pada New York Fashion Week melalui program Indonesia Now pada Februari 2023 lalu. Selain produk fashion, industri kecantikan dan perawatan seperti produk kosmetik dan body care juga mulai banyak yang menarget pasar global. Salah satunya Buttonscarves yang memperluas usahanya ke produk kecantikan. Buttonscarves menjual alat kosmetik seperti blush on, cushion, powder, hingga produk perawatan lotion. Namun penjualan masih di pasar domestik. Setelah melihat pada ceruk industri kecantikan global yang masih terbuka, CEO Buttonscarves Beauty Linda Anggreaningsih tengah berbenah untuk mempersiapkan penjualan di pasar global. Produk kecantikan Buttonscarves mengikuti kesuksesan fesyen yang telah merambah Malaysia, Australia, Jepang, dan Brunei Darussalam. Pengamat E-Commerce & Ekonomi Digital INDEF, Nailul Huda mengatakan e-commerce punya peran yang lebih besar lagi untuk mendorong kesempatan emas ini. “Konsentrasinya adalah bagaimana pelaku ekspor bisa mengiklankan produknya dengan tepat di platform e-commerce, sehingga platform bisa bantu e-commerce untuk memikat konsumen luar negeri,” katanya. Selain itu, e-commerce perlu melakukan evaluasi berkala terkait efisiensi program ekspor.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023