;

Kita Hidup di Era ”Cloud Economy”

Yoga 04 May 2024 Kompas

CEO Microsoft Satya Nadella mengunjungi tiga negara Asia Tenggara, yakni Indonesia, Thailand, dan Malaysia, pada 30 April-2 Mei 2024. Ia menjanjikan investasi Microsoft dan penyerapan tenaga kerja. Investasi 2,2 miliar USD dan penyerapan 200.000 tenaga kerja dijanjikan bagi Malaysia. Sebelumnya, investasi 1,7 miliar USD dan penyerapan 840.000 pekerja dijanjikan oleh Satya kepada Indonesia. Di Thailand, nilai investasi tak disebutkan, tetapi negara itu dijanjikan dengan proyek-proyek yang dapat menyerap hingga 100.000 tenaga kerja (Kompas.id, 2 Mei 2024). Investasi yang dijanjikan tertuju pada komputasi awan (cloud computing) dan kecerdasan buatan. Menurut dia, investasi ini membantu negara-negara tujuan untuk membangun ekonomi yang inklusif dan memastikan penciptaan inovasi. Ia mengingatkan, ekonomi kini dibangun berlandaskan pada penguasaan teknologi.

Apa yang direncanakan Nadella merupakan bagian dari strategi korporasi-korporasi teknologi raksasa memperkuat cloud economy atau ekonomi awan. Fondasi ekonomi awan sangat khas, yakni terletak pada infrastruktur pusat data (data center), internet, dan program komputer. Lewat infrastruktur awan (cloud infrastructure) ini, perusahaan bisnis dan penyedia layanan umum, seperti pemerintah, dapat cepat berinovasi serta menciptakan ekonomi skala yang luar biasa. Perusahaan lokapasar, misalnya, tak perlu membangun pusat data sendiri karena bisa menyewanya dari korporasi penyedia cloud infrastructure, seperti Microsoft dan AWS (Amazon Web Service). Biaya sewa jauh lebih kecil daripada membangun sendiri.

Melalui infrastruktur yang dilengkapi layanan kecerdasan buatan itu, perusahaan lokapasar tak hanya menyimpan data, tetapi juga dibantu dalam menganalisis data perilaku berjuta-juta konsumen. Pertumbuhan cloud economy ditentukan inovasi terus-menerus, yakni pengembangan tiada henti kecerdasan buatan, penambahan kecepatan microprocessor dari waktu ke waktu, dan peningkatan kapasitas serta keterampilan tenaga kerja. Atas dasar itulah, Microsoft berinvestasi di Asia Tenggara. Pertumbuhan populasi yang besar di Asia Tenggara menjadi alasan korporasi teknologi berupaya mendominasi pasar di wilayah ini dan memastikan ketersediaan tenaga kerjanya. Tak ada pilihan bagi Indonesia selain memastikan penduduknya berpendidikan baik sehingga mampu menggeluti ekonomi berbasis inovasi teknologi secara optimal. Jangan sampai Indonesia hanya menjadi pasar. (Yoga)


Tangkapan Melimpah, Nelayan Buang Ikan

Yoga 04 May 2024 Kompas

Selama beberapa waktu terakhir, jumlah tangkapan ikan yang masuk ke Pelabuhan Perikanan Samudera Kutaraja, Lampulo, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh, meningkat pesat. Akibatnya, harga ikan anjlok dan sebagian tak laku terjual sehingga akhirnya dibuang. Berdasarkan pantauan Kompas, Jumat (3/4) beberapa jenis ikan, seperti dencis dan tongkol, dibuang dengan cara dikuburkan di tanah. Sebagian lainnya dibuang di dermaga tidak jauh dari posisi kapal ditambatkan. Seorang nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Lampulo, Masran, mengatakan, dalam sepekan terakhir, harga ikan anjlok dari biasanya Rp 15.000 per kg menjadi Rp 1.000 per kg.

Sementara, daya beli konsumen tidak menguat. Akibatnya, tangkapan tidak terserap sepenuhnya oleh pasar. ”Tangkapan melimpah, tetapi ikan kamitidak laku. Ikan-ikan mulai busuk dan terpaksa kami buang,” kata Masran. Ia menambahkan, jumlah tangkapan ikan sangat banyak sehingga harga ikan jatuh ke titik yang sangat rendah. Pada hari biasa, harga ikan per keranjang ukuran 28 kg Rp 700.000. Namun, saat ini, harga ikan per keranjang ukuran sama hanya Rp 50.000. Menurut Masran, Aceh butuh tempat penyimpanan ikan yang memadai, agar tangkapan ikan yang melimpah bisa disimpan dan dijual kembali kala kondisi mulai stabil. Masran mengoperasikan kapal berukuran 30 gros ton (GT).

Sekali berlayar, dia memperoleh 15 ton ikan jenis campuran. Namun, saat ini, tangkapannya mencapai 30 ton. Tangkapan melimpah juga dialami para nelayan lain di PPS Lampulo. Adapun biaya operasional sekali berlayar untuk kapal 30 GT sekitar Rp 100 juta. Akibat harga murah, uang dari penjualan ikan membuat nelayan tidak bisa balik modal. Salah seorang pedagang ikan grosir di Lampulo, Teungku Wen, menuturkan, harga ikan yang anjlok itu membuat nelayan rugi. Dia menilai pemerintah belum optimal mengelola PPS Lampulo sehingga kondisi tersebut kerap terjadi saat musim panen. ”Aceh harus memiliki pabrik pengolahan agar ikan tidak terbuang,” ujar Wen. (Yoga)

Membatik dan Menghidupkan Ruang Seni Sobokartti

Yoga 04 May 2024 Kompas

Para peserta pelatihan membatik saat proses membuat motif pada selembar kain di Gedung Sobokartti, Kota Semarang, Jawa Tengah, Jumat (3/5/2024). Pelatihan membatik tersebut diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas bagi perwakilan kelurahan di Kota Semarang. Pelatihan tersebut diharapkan dapat menggerakkan ekonomi kreatif di daerah. Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang. (Yoga)

Parkir di Minimarket Semestinya Gratis

Yoga 04 May 2024 Kompas

Dishub DKI Jakarta akan menggandeng Satpol PP DKI Jakarta untuk menindak juru parkir liar di Jakarta, khususnya di minimarket. Parkir di depan minimarket seharusnya gratis. Namun, ada pihak-pihak yang memanfaatkannya. ”Sebagaimana regulasi yang ada, parkir di depan minimarket tidak dipungut biaya (gratis). Bahkan, pihak pengelola tidak diperbolehkan memungut biaya,” kata Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo, Jumat (3/5). Menurut Syafrin, masyarakat yang berkunjung ke minimarket seharusnya tidak perlu membayar parkir, kecuali memang ingin secara sukarela memberi uang parkir. Namun, ada oknum yang memanfaatkan situasi ini.

”Jadi, seolah-olah menjadi kewajiban si pengemudi untuk membayar. Padahal, seharusnya tidak karena itu (lahan parkir) merupakan fasilitas yang memang disiapkan pihak minimarket. Biasanya juru parkir liar ini meminta uang dalam jumlah tertentu dan memaksa pengunjung membayar sesuai permintaan,” tuturnya. Syafrin menyebutkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Satpol PP DKI Jakarta dan pihak terkait lain untuk menangani oknum-oknum yang memanfaatkan lokasi di minimarket untuk memungut uang parkir dalam jumlah tertentu dengan cara memaksa. Pihaknya juga akan mendiskusikan lebih lanjut terkait langkah tegas dan tindakan untuk juru parkir liar tersebut. (Yoga)


Dimas Asrur Fauzi ”Pacuel” Dari Hati Naik ke Telinga

Yoga 04 May 2024 Kompas (H)

Setelah hengkang dari dunia penjualan gawai pada 2019, Dimas Asrur Fauzi alias Pacuel (31) mencoba dunia baru secara mandiri, yakni teknisi elektronik. Dari sana, ia bertemu sejumlah klien dengan masalah headset yang biasa digunakan untuk bermain gim daring. Beberapa produk yang ia tangani merupakan keluaran jenama ternama. Bahkan, ada yang harganya jutaan rupiah. Dari pengalaman itu, ia bisa merasakan langsung kualitas berbagai headset. Ia berkesimpulan, ada sejumlah produk mahal yang kualitas audionya biasa saja. Ada pula headset dengan harga terjangkau, tetapi kualitasnya mumpuni. Ia lantas memperdalam pemahamannya dengan belajar di internet cara headset diproduksi serta mencari elemen-elemen pendukung headset, seperti spesifikasi bahan yang harus dipakai untuk mendapatkan kualitas maksimal audio. Mulai 2020, ia membuat headset sendiri.

Produknya punya nilai lebih karena bisa didesain sesuai keinginan klien, mulai dari warna, logo yang disematkan, sampai panjang kabel yang dibutuhkan. Produk awal itu ia tawarkan ke sejumlah kawan. Di tengah pejalanan memulai bisnis itu, ia kebanjiran order. Mula-mula, di lokapasar ada seseorang memesan in ear monitor, alat bantu dengar yang biasa digunakan musisi saat pentas. Kliennya merupakan sound engineer grup musik Vierratale. ”Setelah berkontak, dia bilang, ’Boleh enggak produkmu ini dibagikan ke sound engineer Indonesia lain? Kayaknya mereka butuh, deh’,” kata pria yang karib disapa Pacuel itu di Balikpapan, Kaltim, Minggu (28/4). Produk keduanya itu langsung menyebar di kalangan musisi dan aktor pendukung lainnya di tingkat nasional dengan harga terjangkau, yakni Rp 350.000, kliennya merasa kualitas in ear monitor produksi Pacuel amat baik.

In ear monitor buatannya itu kemudian dipesan dan turut digunakan sejumlah musisi dan grup musik ternama Tanah Air, seperti Last Child, Saint Loco, Praz Teguh, Kevin Aprilio, For Revenge, dan Oomleo dari Goodnight Electric. Seluruh produk itu ia rakit sendiri secara manual (handmade). Sejumlah musisi menilai harga yang ia tawarkan terlalu murah. Seorang musisi bahkan menyatakan kualitas produknya lebih baik dari in ear monitor yang didapatkan kliennya di Singapura seharga Rp 3 juta. Namun, Pacuel menyebut harga yang ia tawarkan bukan murah, melainkan terjangkau. Tujuannya untuk mengenalkan produk ke pasar yang lebih luas. Sebab, dengan harga tersebut, ia masih memperoleh margin keuntungan. Saat ini ia menaikkan sedikit harga produknya. Dua produk yang ia buat ditawarkan dengan harga Rp 380.000 dan Rp 550.000. (Yoga)


Kualitas SDM Perlu Ditingkatkan

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily (H)

Pesiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan bahwa pembangunan sumber daya manusia (SDM) merupakan kunci dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Sektor pendidikan dan kesehatan menjadi kunci untuk mendapatkan SDM yang berkualitas. Pembangunan di sektor tersebut memang telah menunjukkan banyak kemajuan. Namun, secara keseluruhan kualitas SDM Indonesia masih relatif tertinggal dibanding negara lainnya, sehingga perlu ditingkatkan. Mengacu pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) seperti yang dirilis program Pembangunan  Perserikatan Bangsa-Bangsa atau United Nations Development Programme (UNDP), Indonesia 2023-2024 mencapai angka 0.713 atau naik 0,008 poin dari IPM Indonesia di tahun sebelumnya. Dengan demikian, Indonesia naik peringkat dari urutan 114 ke 112. Kenaikan IPM tersebut menunjukkan Indonesia berada di jalur yang tepat dalam pemulihan yang stabil menuju pencapaian tingkat IPM tertinggi sebelum pandemi 2019 yaitu 0,718. Namun Indonesia disebut masih menghadapi tantangan dalam hal kesenjangan. (Yetede)

Sistem Keuangan Terjaga, Ekonomi Tetap Tumbuh Tinggi

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily (H)

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) mengakui, peningkatan ketidakpastian dan gejolak geopolitik telah menaikkan tekanan di pasar keuangan global dan domestik. Kendati demikian, stabilitas sistem keuangan (SSK) Indonesia pada kuartal I-2024 masih dalam kondisi terjaga karena didukung oleh kondisi fiskal, moneter, dan sektor keuangan yang stabil. Bahkan perekonomian Indonesia diyakini tetap resilen dan mampu tumbuh di atas 5% pada tahun ini. "Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 diperkirakan (juga) tetap berada diatas 5%, lebih baik dibandingkan kuartal V-2023," kata Menteri Ekonomi (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati. Menurut Sri Mulyani, penopang utama pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini adalah permintaan domestik yang tetap kuat, baik dari sisi konsumsi pemerintah, konsumsi rumah tangga, maupun konsumsi lembaga Non-Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT). Ini juga seiring momentum penyelenggaraan Pemilu 2024, serta dorongan dari kebijakan APBN yang menaikkan gaji ASN, pemberian THR. "THR dengan tunjangan kerja 100% memberikan dukungan pada belanja pemerintah yang memperkuat belanja masyarakat atau daya beli masyarakat," ujar dia. (Yetede)

GoTo Gelar Private Placement Bernilai Rp 7,69 Triliun

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily (H)

PT GoTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berencana menerbitkan saham baru melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD)/private placement). Rencananya emiten teknologi tersebut  akan meminta persetujuan  pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham pada 11 Juni mendatang, untuk menggelar private placement sebanyak maksimal 10% dari jumlah saham Seri A saat ini, atau sekitar 120,14 miliar. Untuk tujuan performa analis dan pembahasan mengenai kondisi keuangan ini, perseroan memakai asumsi harga penutupan saham pada  tanggal 3 April 2023 sebesar Rp 64 per saham. Dengan jumlah baru diasumsikan sebanyak 120.140.966.283 lembar saham," kata manajemen GOTO. Manajemen GOTO menyebutkan, dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja serta pelunasan melalui konversi atas utang perseroan di kemudian hari (jika ada). Dengan rincian pembagian untuk perseroan sebesar 35% dari dana private placement, dan anak perusahaannya termasuk PT Dompet Anak Bangsa (20%) dan/atau PT Mulitfinance Anak Bangsa (25%) dan/atau PT GoTo Solusi Niaga (Sebelumnya adalah PT Multi Adiprakarsa Manunggal) dan setiap bisnis groceries yang dimiliki perseroan (20%). (Yetede)

Suku Bunga Naik, Fintech Makin Terdampak

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily (H)

Kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) sebesar 0,25 basis poin menjadi 6,25% pada April 2024 dinilai turut mempengaruhi pertumbuhan industri fintech peer to peer lending (P2P Lending). Pasalnya, kenaikan suku bunga BI tersebut kemungkinan bakal diikuti  dengan perubahan portfolio investasi calon lender. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) yang juga pengamat ekonomi digital Nailul Huda mengatakan, kenaikan suku bunga BI tersebut harus disikapi dengan bijak oleh industri fintech, Termasuk jalan keluar terbaik agar industri ini tetap tumbuh. "BI menaikkan suku bunga acuan  yang semakin menaikkan rate return dari instrumen investasi pemerintah. Calon lender mempunyai kesempatan untuk investasi pemerintah dan rasa akan meninggalkan fintech P2P lending," kata Nailul Huda. Selain itu, aturan OJK tentang penurunan suku bunga di industri fintech yang berlaku sejak Januari 2024 juga dianggap sebagai salah satu tantangan bagi industri fintech kedepannya. (Yetede)

Mempercepat Investasi di Industri Gula

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily (H)

Pemerintah mendorong percepatan swasembada gula dan bioetanol. Hal ini guna menjamin ketahann pangan nasional, menjamin ketersediaan bahan baku dan bahan penolong industri. Selain itu, untuk mendorong perbaikan kesejateraan petani tebu, serta mewujudkan ketahanan energi dan pelaksanaan  energi bersih melalui penggunaan bahan bakar nabati (biofuel). Percepatan swasembada gula nasional dan peneydiaan bioetanol sebagai bahan bakar nabati mencakup pemenuhan kebutuhan gula konsumsi dan industri, serta peningkatan produksi bioetanol yang berasal dari tebu sebagai bahan bakar nabati. Adapun pemerintah melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sedang mendorong percepatan investasi komoditas tebu. Dalam hal ini Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadhlia bertugas menjadi ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol. (Yeted)


Pilihan Editor