;

GoTo Gelar Private Placement Bernilai Rp 7,69 Triliun

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily (H)

PT GoTO Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berencana menerbitkan saham baru melalui penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD)/private placement). Rencananya emiten teknologi tersebut  akan meminta persetujuan  pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham pada 11 Juni mendatang, untuk menggelar private placement sebanyak maksimal 10% dari jumlah saham Seri A saat ini, atau sekitar 120,14 miliar. Untuk tujuan performa analis dan pembahasan mengenai kondisi keuangan ini, perseroan memakai asumsi harga penutupan saham pada  tanggal 3 April 2023 sebesar Rp 64 per saham. Dengan jumlah baru diasumsikan sebanyak 120.140.966.283 lembar saham," kata manajemen GOTO. Manajemen GOTO menyebutkan, dana yang diperoleh akan digunakan untuk mendukung kebutuhan modal kerja serta pelunasan melalui konversi atas utang perseroan di kemudian hari (jika ada). Dengan rincian pembagian untuk perseroan sebesar 35% dari dana private placement, dan anak perusahaannya termasuk PT Dompet Anak Bangsa (20%) dan/atau PT Mulitfinance Anak Bangsa (25%) dan/atau PT GoTo Solusi Niaga (Sebelumnya adalah PT Multi Adiprakarsa Manunggal) dan setiap bisnis groceries yang dimiliki perseroan (20%). (Yetede)

Suku Bunga Naik, Fintech Makin Terdampak

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily (H)

Kenaikan suku bunga Bank Indonesia (BI) sebesar 0,25 basis poin menjadi 6,25% pada April 2024 dinilai turut mempengaruhi pertumbuhan industri fintech peer to peer lending (P2P Lending). Pasalnya, kenaikan suku bunga BI tersebut kemungkinan bakal diikuti  dengan perubahan portfolio investasi calon lender. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) yang juga pengamat ekonomi digital Nailul Huda mengatakan, kenaikan suku bunga BI tersebut harus disikapi dengan bijak oleh industri fintech, Termasuk jalan keluar terbaik agar industri ini tetap tumbuh. "BI menaikkan suku bunga acuan  yang semakin menaikkan rate return dari instrumen investasi pemerintah. Calon lender mempunyai kesempatan untuk investasi pemerintah dan rasa akan meninggalkan fintech P2P lending," kata Nailul Huda. Selain itu, aturan OJK tentang penurunan suku bunga di industri fintech yang berlaku sejak Januari 2024 juga dianggap sebagai salah satu tantangan bagi industri fintech kedepannya. (Yetede)

Mempercepat Investasi di Industri Gula

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily (H)

Pemerintah mendorong percepatan swasembada gula dan bioetanol. Hal ini guna menjamin ketahann pangan nasional, menjamin ketersediaan bahan baku dan bahan penolong industri. Selain itu, untuk mendorong perbaikan kesejateraan petani tebu, serta mewujudkan ketahanan energi dan pelaksanaan  energi bersih melalui penggunaan bahan bakar nabati (biofuel). Percepatan swasembada gula nasional dan peneydiaan bioetanol sebagai bahan bakar nabati mencakup pemenuhan kebutuhan gula konsumsi dan industri, serta peningkatan produksi bioetanol yang berasal dari tebu sebagai bahan bakar nabati. Adapun pemerintah melalui Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sedang mendorong percepatan investasi komoditas tebu. Dalam hal ini Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadhlia bertugas menjadi ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol. (Yeted)


Investor Uni Eropa Siap Suntik Modal di IKN

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily

Minat investor asing untuk menyuntikkan modalnya kedalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi kalimantan Timur makin masif pasca diselenggarakannya pemilihan umum 2024 yang berjalan lancar dan aman. Pada pekan ini saja dua negara dari Uni Eropa (UE) yakni Belanda dan Jerman menyatakan minatnya untuk berinvestasi dalam pembangunan di IKN saat delegasi dan kedua negara tersebut mengunjungi langsung IKN. "Kunjungan kami ke IKN menjadi bekal untuk melihat, apakah para pakar Belanda dapat membantu pembangunan IKN," kata Wakil Menteri Kerja Sama Ekonomi Luar Negeri Belanda Michiel Sweers seperti  dikutip Antara. Seewrs mengatakan sejumlah perusahaan dan lembaga peneliti di Belanda, telah memberikan dukungan  secara langsung atau lewat organisasi dunia kepada Indonesia, termasuk terkait IKN. "Secara umum, kami melihat banyak ketertarikan  dari perusahaan-perusahaan Belanda untuk bekerja bersama di Indonesia," katanya. Belanda, lanjutnya, telah memiliki pakar dan pengetahuan  pada sektor manajemen pengelolaan air, agrikultur dan pengolahan pangan, dan energi terbarukan yang dapat diterapkan di IKN. (Yetede)

Permodalan Bank Kuat Hadapi Ketidakpastian Global

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi perbankan nasional masih cukup kuat di tengah ketidakpastian global saat ini. Terlihat dari bantalan permodalan yang tebal dengan capital adequacy ratio (CAR) di level 26% pada Maret 2023. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, OJK cukup percaya diri industri perbankan bisa menghadapi situasi saat ini dan kedepan, sejalan dengan bantalan permodalan yang kuat sebagai bentuk mitigasi risiko yang solid. "OJK juga telah melakukan uji ketahanan industri jasa keuangan untuk memastikan berbagai risiko penguatan dolar Amerika Serikat dan suku bunga tinggi termitigasi dengan baik. Namun demikian, OJK senantiasa mencermati  dinamika global dan potensi dampak  negatif terhadap IJK (Industri Jasa Keuangan ) agar bisa mengambil langkah antisipatif," papar Mahendra. Di sisi kualitas kredit juga terjaga dengan baik, dimana non performing loan (NPL) net dan gross masing-masing 0,77% dan 2,25% pada Maret 2024. Seiring dengan pemulihan ekonomi nasional, kredit restrukturisasi per akhir Maret 2024 melanjutkan tren penurunan menjadi Rp 228,03 triliun dari 859 ribu nasabah. (Yetede)

Operator Tunggu Tindakan Tegas Bisnis RT-RW Net Ilegal

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily

Operator jasa telekomunikasi (telko) dan penyedia jasa internet di Tanah Air  sangat menunggu tindakan lebih tegas pemerintah kepada para penyelenggara perorangan/kelompok yang menjual internet secara ketengan  kepada masyarakat disekitarnya atau dikenal sebagai RT-RW Net. Praktik tersebut perlu ditindak tegas karena ilegal dan praktik kriminalitas, merugikan operator telko/internet yang sudah investasi besar dan membayar pajak/PNBP, serta bisa menggagalkan target kecepatan internet 100 mega byte per second (Mbps). Bahkan ketentuan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebutkan, praktik RT-RW  Net kini sudah dikelola menjadi bisnis komersial yang menguntungkan. Temuan di lapangan pun ada indikasi para pelaku RT-RW Net punya rautsan hingga ribuan pelanggan sudah antar kelurahan, kecamatan, hingga satu wilayah provinsi. Sementara itu, para pelaku RT-RW Net umumnya hanya bermodalkan kabel fiber optik serta kabelnya ditimpakan pada tiang pihak lain tanpa izin, atau fasilitas wireless fidelity (Wi-Fi). Layanan ini punya pasar kerena menjual langganan internet dengan harga sangat murah dengan paket ketengan . (Yetede)

Komersialisasi Kampus Akibat Berburu Status

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Tempo

SEBAGIAN calon mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) merasa dijebak oleh pihak kampus. Pihak Universitas Jenderal Soedirman tak pernah menginformasikan kenaikan biaya kuliah atau yang disebut uang kuliah tunggal (UKT) per semester per mahasiswa saat pendaftaran mahasiswa baru jalur prestasi. Dengan demikian, saat pendaftaran, calon mahasiswa baru menduga biaya kuliah tetap serupa dengan tahun sebelumnya.

Kampus baru mengumumkan besaran kuliah setelah pengumuman calon mahasiswa baru yang lolos jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Biaya kuliah yang diumumkan itu naik berlipat-lipat dibanding pada tahun akademik sebelumnya. Seorang calon mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman menceritakan kondisi tersebut kepada Tempo. Ia bernama Salma, nama samaran, yang mendaftar pada Program Studi Teknologi Pangan di kampus ini.

Salma memilih mendaftar di Unsoed karena menduga biaya kuliah di kampus ini serupa dengan tahun sebelumnya. Selama ini Salma mengetahui bahwa biaya kuliah di Unsoed lebih murah ketimbang kampus negeri lainnya. Namun Salma kaget mengetahui biaya kuliah di kampus ini ternyata berbeda dengan biaya pada tahun sebelumnya. “Saya sempat berpikir tidak meneruskan kuliah. Niat mengubah nasib keluarga dengan meraih gelar sarjana tiba-tiba sirna,” kata Salma, Jumat, 3 Mei 2024.

Salma awalnya hendak mendaftar kuliah di kampus negeri lewat jalur prestasi di Universitas Indonesia. Namun ia mengurungkan rencana itu karena biaya kuliah di kampus kuning tersebut sangat mahal. Salma lantas memilih mendaftar di Universitas Jenderal Soedirman. Akhir April lalu, Salma dinyatakan lulus di Unsoed lewat jalur prestasi. Ia berbahagia mendapat informasi tersebut. Namun kegembiraan Salma memudar ketika kampus menginformasikan biaya UKT untuk calon mahasiswa baru. Biaya kuliah itu disampaikan pihak kampus saat sosialisasi setelah pengumuman lulus. (Yetede)

Penugasan Janggal Brigadir Ridhal

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Tempo

JENAZAH Brigadir Ridhal Ali Tomi—lebih sering ditulis Brigadir RA—relatif mulus. Tak ada luka di tubuhnya, kecuali sebuah lubang di pelipis kanan yang tembus ke sisi kiri atas. "Saya yang periksa badannya. Saya yang mandikan, jadi saya tahu,” kata Rudi Dagong, sepupu Ridhal, yang dihubungi Tempo pada 1 Mei 2024. Luka tersebut belakangan menjadi salah satu indikasi Ridhal bunuh diri dengan tembakan senjata api.

Rudi menegaskan, ketika memandikan jenazah, dia mengamati jasad Ridhal dari ujung kepala hingga ujung kaki. “Enggak ada apa-apa. Tidak ada lebam atau tanda-tanda penganiayaan,” katanya. “Cuma luka di kepala itu saja, yang tertembak itu.” Ridhal ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Alphard hitam di teras sebuah rumah di Jalan Mampang Prapatan IV, Nomor 20, Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada 25 April 2024. Pemilik rumah itu bernama Indra Pratama, yang oleh tetangga dikenal sebagai pengusaha tambang batu bara.

Dari hasil penyelidikan, polisi menyimpulkan Ridhal tewas bunuh diri menggunakan pistol jenis HS-9. Senjata api itu pun tercatat milik Ridhal. Untuk memastikan kesimpulan itu, keluarga mengutus Rudi Dagong dan dua kerabat ke Jakarta. Setelah memeriksa kondisi jenazah, Rudi, yang merupakan anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, tidak menyanggah kesimpulan penyelidik Kepolisian Resor Jakarta Selatan tersebut. “Kami akan membawa jenazah pulang untuk dimakamkan,” kata Rudi. (Yetede)

Waspada Manufaktur Terus Melambat

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Tempo

Mencapai rekor tertinggi pada Maret 2024 di level 54,2, Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada April 2024 anjlok ke angka 52,9. Artinya, ekspansi sektor manufaktur di Tanah Air melambat. PMI Manufaktur merupakan indikator ekonomi yang mencerminkan keyakinan manajer bisnis di sektor manufaktur. Skor PMI di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur berada di level ekspansi. Sebaliknya, jika angkanya di bawah 50, industri berada di fase kontraksi.

Pada Maret lalu, PMI Manufaktur Indonesia, berdasarkan survei S&P Global Indonesia, mencetak rekor 54,2 atau yang tertinggi sejak dua tahun terakhir. Namun, pada April, PMI anjlok ke angka 52,9. Ekspansi manufaktur pada April 2024 terjadi akibat turunnya penjualan ekspor, tingkat pertumbuhan produksi, dan permintaan baru. Menurut data Badan Pusat Statistik, ekspor industri pengolahan pada Januari-Maret 2024 mencapai US$ 45,2 miliar atau turun 4,92 persen dibanding pada periode yang sama tahun lalu: US$ 47,5 miliar. Direktur Ekonomi S&P Global Market Intelligence Paul Smith mengatakan melambatnya ekspansi manufaktur mendorong perusahaan mengurangi jumlah tenaga kerja. Fenomena tersebut dianggap sebagai menurunnya optimisme perusahaan. Bahkan kepercayaan diri perusahaan turun ke tingkat terendah selama hampir empat tahun terakhir pada April ini.

Survei S&P Global Market Intelligence itu sejalan dengan data Kementerian Perindustrian yang mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada April 2024 menurun 0,75 poin dibanding pada Maret 2024 yang sebesar 53,05. Jumlah subsektor yang mengalami ekspansi pada April 2024 tercatat sebanyak 19 subsektor, menurun dari Maret 2024 yang sebanyak 21 subsektor. Jumlah subsektor yang mengalami peningkatan IKI pada April 2024 sebanyak tujuh subsektor, anjlok dari 15 subsektor pada Maret 2024. IKI adalah indikator derajat keyakinan atau tingkat optimisme industri manufaktur terhadap kondisi perekonomian. IKI juga memberi gambaran kondisi industri pengolahan. (Yetede)

Berharap Pada Dividen Bank BUMN

Hairul Rizal 04 May 2024 Kontan (H)

Beberapa emiten pelat merah di Indeks IDX BUMN20 berhasil mencetak pertumbuhan kinerja positif pada kuartal I-2024. Tercermin dari pendapatan dan laba bersih anggotnya. Berdasarkan data KONTAN, PTPP memimpin lonjakan laba bersih. Laba bersih PTPP melesat 176,44% secara tahunan menjadi Rp 9,56 miliar per Maret 2024. Menyusul PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 109,58% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 9,16 miliar pada periode Januari–Maret 2024. Sedangkan besarnya nilai keuntungan masih dipegang big banks BUMN. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencetak keuntungan Rp 15,89 triliun di kuartal I-2024. Berikutnya Bank Mandiri (BMRI) dengan keuntungan Rp 12,7 triliun, serta Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp 5,33 triiun. Di luar perbankan, laba jumbo diraih PT Telkom Indonesia (TLKM) dan PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS). 

Pengamat pasar modal sekaligus Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat masih menjagokan emiten perbankan untuk urusan dividen. Terlebih Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan BUMN bisa menyetotorkan dividen Rp 85,5 triliun tahun ini, bahkan diharapkan lebih, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas sependapat  emiten perbankan berpeluang kembali mencatatkan pertumbuhan. Jika nanti terjadi pelemahan, penurunan kinerja sektor ini tidak akan signifikan.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus sependapat. Di sisi lain, tingginya bunga berpotensi memperbesar kredit bermasalah alias non performing loan (NPL). Jika NPL naik, bank harus memperbesar pencadangan alias provisi. Bila biaya provisi membesar, laba bank bisa berkurang. Ujungnya, dividen bisa mengecil. Target pemerintah dari divicen bank bisa terancam.

Pilihan Editor