;

Investor Uni Eropa Siap Suntik Modal di IKN

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily

Minat investor asing untuk menyuntikkan modalnya kedalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Provinsi kalimantan Timur makin masif pasca diselenggarakannya pemilihan umum 2024 yang berjalan lancar dan aman. Pada pekan ini saja dua negara dari Uni Eropa (UE) yakni Belanda dan Jerman menyatakan minatnya untuk berinvestasi dalam pembangunan di IKN saat delegasi dan kedua negara tersebut mengunjungi langsung IKN. "Kunjungan kami ke IKN menjadi bekal untuk melihat, apakah para pakar Belanda dapat membantu pembangunan IKN," kata Wakil Menteri Kerja Sama Ekonomi Luar Negeri Belanda Michiel Sweers seperti  dikutip Antara. Seewrs mengatakan sejumlah perusahaan dan lembaga peneliti di Belanda, telah memberikan dukungan  secara langsung atau lewat organisasi dunia kepada Indonesia, termasuk terkait IKN. "Secara umum, kami melihat banyak ketertarikan  dari perusahaan-perusahaan Belanda untuk bekerja bersama di Indonesia," katanya. Belanda, lanjutnya, telah memiliki pakar dan pengetahuan  pada sektor manajemen pengelolaan air, agrikultur dan pengolahan pangan, dan energi terbarukan yang dapat diterapkan di IKN. (Yetede)

Permodalan Bank Kuat Hadapi Ketidakpastian Global

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai kondisi perbankan nasional masih cukup kuat di tengah ketidakpastian global saat ini. Terlihat dari bantalan permodalan yang tebal dengan capital adequacy ratio (CAR) di level 26% pada Maret 2023. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, OJK cukup percaya diri industri perbankan bisa menghadapi situasi saat ini dan kedepan, sejalan dengan bantalan permodalan yang kuat sebagai bentuk mitigasi risiko yang solid. "OJK juga telah melakukan uji ketahanan industri jasa keuangan untuk memastikan berbagai risiko penguatan dolar Amerika Serikat dan suku bunga tinggi termitigasi dengan baik. Namun demikian, OJK senantiasa mencermati  dinamika global dan potensi dampak  negatif terhadap IJK (Industri Jasa Keuangan ) agar bisa mengambil langkah antisipatif," papar Mahendra. Di sisi kualitas kredit juga terjaga dengan baik, dimana non performing loan (NPL) net dan gross masing-masing 0,77% dan 2,25% pada Maret 2024. Seiring dengan pemulihan ekonomi nasional, kredit restrukturisasi per akhir Maret 2024 melanjutkan tren penurunan menjadi Rp 228,03 triliun dari 859 ribu nasabah. (Yetede)

Operator Tunggu Tindakan Tegas Bisnis RT-RW Net Ilegal

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Investor Daily

Operator jasa telekomunikasi (telko) dan penyedia jasa internet di Tanah Air  sangat menunggu tindakan lebih tegas pemerintah kepada para penyelenggara perorangan/kelompok yang menjual internet secara ketengan  kepada masyarakat disekitarnya atau dikenal sebagai RT-RW Net. Praktik tersebut perlu ditindak tegas karena ilegal dan praktik kriminalitas, merugikan operator telko/internet yang sudah investasi besar dan membayar pajak/PNBP, serta bisa menggagalkan target kecepatan internet 100 mega byte per second (Mbps). Bahkan ketentuan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyebutkan, praktik RT-RW  Net kini sudah dikelola menjadi bisnis komersial yang menguntungkan. Temuan di lapangan pun ada indikasi para pelaku RT-RW Net punya rautsan hingga ribuan pelanggan sudah antar kelurahan, kecamatan, hingga satu wilayah provinsi. Sementara itu, para pelaku RT-RW Net umumnya hanya bermodalkan kabel fiber optik serta kabelnya ditimpakan pada tiang pihak lain tanpa izin, atau fasilitas wireless fidelity (Wi-Fi). Layanan ini punya pasar kerena menjual langganan internet dengan harga sangat murah dengan paket ketengan . (Yetede)

Komersialisasi Kampus Akibat Berburu Status

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Tempo

SEBAGIAN calon mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) merasa dijebak oleh pihak kampus. Pihak Universitas Jenderal Soedirman tak pernah menginformasikan kenaikan biaya kuliah atau yang disebut uang kuliah tunggal (UKT) per semester per mahasiswa saat pendaftaran mahasiswa baru jalur prestasi. Dengan demikian, saat pendaftaran, calon mahasiswa baru menduga biaya kuliah tetap serupa dengan tahun sebelumnya.

Kampus baru mengumumkan besaran kuliah setelah pengumuman calon mahasiswa baru yang lolos jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Biaya kuliah yang diumumkan itu naik berlipat-lipat dibanding pada tahun akademik sebelumnya. Seorang calon mahasiswa baru Universitas Jenderal Soedirman menceritakan kondisi tersebut kepada Tempo. Ia bernama Salma, nama samaran, yang mendaftar pada Program Studi Teknologi Pangan di kampus ini.

Salma memilih mendaftar di Unsoed karena menduga biaya kuliah di kampus ini serupa dengan tahun sebelumnya. Selama ini Salma mengetahui bahwa biaya kuliah di Unsoed lebih murah ketimbang kampus negeri lainnya. Namun Salma kaget mengetahui biaya kuliah di kampus ini ternyata berbeda dengan biaya pada tahun sebelumnya. “Saya sempat berpikir tidak meneruskan kuliah. Niat mengubah nasib keluarga dengan meraih gelar sarjana tiba-tiba sirna,” kata Salma, Jumat, 3 Mei 2024.

Salma awalnya hendak mendaftar kuliah di kampus negeri lewat jalur prestasi di Universitas Indonesia. Namun ia mengurungkan rencana itu karena biaya kuliah di kampus kuning tersebut sangat mahal. Salma lantas memilih mendaftar di Universitas Jenderal Soedirman. Akhir April lalu, Salma dinyatakan lulus di Unsoed lewat jalur prestasi. Ia berbahagia mendapat informasi tersebut. Namun kegembiraan Salma memudar ketika kampus menginformasikan biaya UKT untuk calon mahasiswa baru. Biaya kuliah itu disampaikan pihak kampus saat sosialisasi setelah pengumuman lulus. (Yetede)

Penugasan Janggal Brigadir Ridhal

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Tempo

JENAZAH Brigadir Ridhal Ali Tomi—lebih sering ditulis Brigadir RA—relatif mulus. Tak ada luka di tubuhnya, kecuali sebuah lubang di pelipis kanan yang tembus ke sisi kiri atas. "Saya yang periksa badannya. Saya yang mandikan, jadi saya tahu,” kata Rudi Dagong, sepupu Ridhal, yang dihubungi Tempo pada 1 Mei 2024. Luka tersebut belakangan menjadi salah satu indikasi Ridhal bunuh diri dengan tembakan senjata api.

Rudi menegaskan, ketika memandikan jenazah, dia mengamati jasad Ridhal dari ujung kepala hingga ujung kaki. “Enggak ada apa-apa. Tidak ada lebam atau tanda-tanda penganiayaan,” katanya. “Cuma luka di kepala itu saja, yang tertembak itu.” Ridhal ditemukan tewas di dalam mobil Toyota Alphard hitam di teras sebuah rumah di Jalan Mampang Prapatan IV, Nomor 20, Tegal Parang, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada 25 April 2024. Pemilik rumah itu bernama Indra Pratama, yang oleh tetangga dikenal sebagai pengusaha tambang batu bara.

Dari hasil penyelidikan, polisi menyimpulkan Ridhal tewas bunuh diri menggunakan pistol jenis HS-9. Senjata api itu pun tercatat milik Ridhal. Untuk memastikan kesimpulan itu, keluarga mengutus Rudi Dagong dan dua kerabat ke Jakarta. Setelah memeriksa kondisi jenazah, Rudi, yang merupakan anggota Kepolisian Daerah Sulawesi Utara, tidak menyanggah kesimpulan penyelidik Kepolisian Resor Jakarta Selatan tersebut. “Kami akan membawa jenazah pulang untuk dimakamkan,” kata Rudi. (Yetede)

Waspada Manufaktur Terus Melambat

Yuniati Turjandini 04 May 2024 Tempo

Mencapai rekor tertinggi pada Maret 2024 di level 54,2, Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada April 2024 anjlok ke angka 52,9. Artinya, ekspansi sektor manufaktur di Tanah Air melambat. PMI Manufaktur merupakan indikator ekonomi yang mencerminkan keyakinan manajer bisnis di sektor manufaktur. Skor PMI di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur berada di level ekspansi. Sebaliknya, jika angkanya di bawah 50, industri berada di fase kontraksi.

Pada Maret lalu, PMI Manufaktur Indonesia, berdasarkan survei S&P Global Indonesia, mencetak rekor 54,2 atau yang tertinggi sejak dua tahun terakhir. Namun, pada April, PMI anjlok ke angka 52,9. Ekspansi manufaktur pada April 2024 terjadi akibat turunnya penjualan ekspor, tingkat pertumbuhan produksi, dan permintaan baru. Menurut data Badan Pusat Statistik, ekspor industri pengolahan pada Januari-Maret 2024 mencapai US$ 45,2 miliar atau turun 4,92 persen dibanding pada periode yang sama tahun lalu: US$ 47,5 miliar. Direktur Ekonomi S&P Global Market Intelligence Paul Smith mengatakan melambatnya ekspansi manufaktur mendorong perusahaan mengurangi jumlah tenaga kerja. Fenomena tersebut dianggap sebagai menurunnya optimisme perusahaan. Bahkan kepercayaan diri perusahaan turun ke tingkat terendah selama hampir empat tahun terakhir pada April ini.

Survei S&P Global Market Intelligence itu sejalan dengan data Kementerian Perindustrian yang mencatat Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada April 2024 menurun 0,75 poin dibanding pada Maret 2024 yang sebesar 53,05. Jumlah subsektor yang mengalami ekspansi pada April 2024 tercatat sebanyak 19 subsektor, menurun dari Maret 2024 yang sebanyak 21 subsektor. Jumlah subsektor yang mengalami peningkatan IKI pada April 2024 sebanyak tujuh subsektor, anjlok dari 15 subsektor pada Maret 2024. IKI adalah indikator derajat keyakinan atau tingkat optimisme industri manufaktur terhadap kondisi perekonomian. IKI juga memberi gambaran kondisi industri pengolahan. (Yetede)

Berharap Pada Dividen Bank BUMN

Hairul Rizal 04 May 2024 Kontan (H)

Beberapa emiten pelat merah di Indeks IDX BUMN20 berhasil mencetak pertumbuhan kinerja positif pada kuartal I-2024. Tercermin dari pendapatan dan laba bersih anggotnya. Berdasarkan data KONTAN, PTPP memimpin lonjakan laba bersih. Laba bersih PTPP melesat 176,44% secara tahunan menjadi Rp 9,56 miliar per Maret 2024. Menyusul PT Bank Raya Indonesia Tbk (AGRO) mencetak pertumbuhan laba bersih sebesar 109,58% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 9,16 miliar pada periode Januari–Maret 2024. Sedangkan besarnya nilai keuntungan masih dipegang big banks BUMN. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mencetak keuntungan Rp 15,89 triliun di kuartal I-2024. Berikutnya Bank Mandiri (BMRI) dengan keuntungan Rp 12,7 triliun, serta Bank Negara Indonesia (BBNI) Rp 5,33 triiun. Di luar perbankan, laba jumbo diraih PT Telkom Indonesia (TLKM) dan PT Pertamina Gas Negara Tbk (PGAS). 

Pengamat pasar modal sekaligus Direktur Avere Investama, Teguh Hidayat masih menjagokan emiten perbankan untuk urusan dividen. Terlebih Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menargetkan BUMN bisa menyetotorkan dividen Rp 85,5 triliun tahun ini, bahkan diharapkan lebih, Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas sependapat  emiten perbankan berpeluang kembali mencatatkan pertumbuhan. Jika nanti terjadi pelemahan, penurunan kinerja sektor ini tidak akan signifikan.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus sependapat. Di sisi lain, tingginya bunga berpotensi memperbesar kredit bermasalah alias non performing loan (NPL). Jika NPL naik, bank harus memperbesar pencadangan alias provisi. Bila biaya provisi membesar, laba bank bisa berkurang. Ujungnya, dividen bisa mengecil. Target pemerintah dari divicen bank bisa terancam.

Tingkat Kepatuhan Formal Wajib Pajak Merosot

Hairul Rizal 04 May 2024 Kontan

Tingkat kepatuhan wajib pajak dalam melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) tahun ini, masih jauh dari target. Bahkan, merosot dari tahun lalu. Memang, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) mencatat, ada 14,18 juta SPT Tahunan PPh yang wajib pajak setorkan sampai akhir April 2024. Angka ini tumbuh 7,15% secara tahunan alias year on year (yoy). Sementara pada periode sama 2023 lalu, total SPT yang terkumpul hanya mencapai 13,24 juta. Secara perinci, jumlah SPT Tahunan PPh tersebut terdiri atas wajib pajak orang pribadi (WP OP) sebanyak 13,14 juta. Angka ini meningkat 6,88% dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya terkumpul 12,29 juta SPT Tahunan. Sedangkan pelaporan SPT oleh WP badan terkumpul sebanyak 1,04 juta. Jumlah pelaporan ini naik 10,66% dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 944.264 SPT. Dengan demikian berdasarkan perhitungan KONTAN, tingkat kepatuhan formal wajib pajak dalam melapor SPT hingga 30 April 2024 baru 73,59% dari wajib lapor SPT sebanyak 19,27 juta wajib pajak. 

Padahal, otoritas pajak menargetkan, tingkat kepatuhan formal wajib pajak pada tahun ini mencapai 83%. Di sisi lain, meski batas waktu pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan sudah berakhir pada Maret dan April 2024, pemerintah masih akan menunggu wajib pajak yang belum melaporkan SPT. Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute (TRI) Prianto Budi Saptono menyebutkan, kenaikan pelaporan SPT Tahunan menggambarkan peningkatan kepatuhan formal berupa lapor tepat waktu. Tapi, kepatuhan formal berbeda dari kepatuhan material yang berkaitan dengan penerimaan pajak penghasilan. Pengamat Perpajakan Center of Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar menyoroti setoran penerimaan PPh karyawan (Pasal 21) kuartal I-2024 yang melonjak signifikan sebesar 25%, baik bruto maupun neto. Padahal, pelaporan SPT oleh WP OP hanya naik 6,88%.

Stabilitas Sistem Keuangan Kuartal II 2024 Terjaga

Hairul Rizal 04 May 2024 Kontan

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan, stabilitas sistem keuangan Indonesia selama kuartal pertama tahun ini masih terjaga di tengah tantangan dan dinamika pasar keuangan global. Laporan tersebut berdasarkan hasil rapat KSSK kedua 2024, yang terdiri dari Kementerian Keuangan (Kemkeu), Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). "Stabilitas sistem keuangan Indonesia pada triwulan I-2024 masih dalam kondisi yang terjaga, yang didukung oleh kondisi dari APBN, kebijakan fiskal, kebijakan moneter dari Bank Indonesia dan sektor keuangan yang stabil," ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani, Jumat (3/5). Sri Mulyani memastikan, KSSK akan terus melakukan forward looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini, seiring dengan risiko ketidakpastian ekonomi global dan keuangan global yang meningkat serta gejolak geopolitik yang semakin eskalatif.

TGUK JalIn Investasi dengan Aice Senilai Rp 700 Miliar

Hairul Rizal 04 May 2024 Kontan

PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) membidik pendapatan yang lebih tinggi dari produk berbasis es krim. Emiten makanan dan minuman ini menargetkan kontribusi produk berbasis es krim bisa mencapai 30%-40% dari total pendapatan tahun 2024 ini. Saat ini, kontribusi segmen tersebut baru 20% terhadap total penjualan TGUK. TGUK menjalin investasi bersama atau joint venture dengan produsen es krim Aice untuk memperluas pasar di Indonesia. Aksi korporasi ini merupakan tindak lanjut kerja sama strategis yang sudah terjalin antara kedua belah pihak sejak September 2023 lalu. Dalam kerjasama kali ini, Aice sepakat turut berinvestasi dalam pengembangan Mobile Esgrim (Mogrim) dan Esgrim Island yang sudah mulai digarap oleh TGUK sejak akhir 2023 lalu. 

"Total investasi ini Rp 700 miliar, dengan target penambahan 10.000 Mogrim dan 1.500 Esgrim Island dalam empat hingga lima tahun ke depan," ujar Direktur Utama TGUK Maulana Hakim, di Jakarta, Jumat (3/5). Hingga saat ini, jumlah Mogrim yang beroperasi sekitar 124 unit, sedangkan gerai Esgrim Island sudah ada 30 outlet yang tersebar di area Jabodetabek. "Target 1.000 Mogrim dan 300 Esgrim Island harapannya bisa tercapai di kuartal III-2024," ujarnya. Hingga akhir kuartal I-2024, TGUK mengantongi pendapatan sebesar Rp 34,65 miliar. Angka ini naik 16,84% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan laba bersihnya melonjak 83,56% menjadi Rp 1,08 miliar per 31 Maret 2024, dibandingkan Rp 590,97 juta di periode yang sama tahun lalu.

Pilihan Editor