Perekonomian Butuh Investasi Rp7,417,9 Triliun
Akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan mutlak dilakukan untuk memastikan target Indonesia Emas 2045 bisa terwujudkan dengan sasaran antar pertumbuhan ekonomi pada 2025 di kisaran 5,3-5,6%. Guna mewujudkan itu, di antaranya dibutuhkan pertumbuhan investasi yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi dengan total investasi sebesar Rp 7.329,28-7.417,86 triliun untuk tahun 2025 saja. Deputi Bidang Ekonomi kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Badan Pembangunan Nasional (Bappenas) Amalia Adiniggar Wadyasanti menyatakan, dengan target pertumbuhan ekonomi 5,3-5,6%, maka investasi 2025 harus tumbuh 6,5-7,8%. lainnya, pertumbuhan industri manufaktur diharapkan bisa mencapai 5,5-6,1%, sehingga kontribusi ke produk domestik bruto meningkat menjadi 19,3-19,6%. Dalam Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2025, pertumbuhan ekonomi ditargetkan 5,3% sampai 5,6% dengan investasi diharapkan menjadi pintu gerbang guna mengakselerasi pertumbuhan ekonomi lima tahun ke depan," ujar Amalia.(Yetede)
Modal Asing kembali Masuk ke Indonesia
Bank Indonesia (BI) melaporkan aliran modal asing masuk ke pasar keuangan dalam negeri dalam periode 29 April -2 Mei 2024. Sebagian modal asing masuk melalui Surat Berharga Negara (SBN) Direktur Departeman Komunikasi BI Fadjar Majardi mengatakan, aliran modal asing masuk melalui SBN sebesar Rp 3,75 triliun dan instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp1,58 triliun. namun pada saat yang sama modal asing keluar melalui pasar saham senilai Rp 2,27 trilun. "Berdasarkan data transaksi 29 April-2 Mei 2024 nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat beli neto Rp 2,27 triliun di pasar saham SBN, jual neto Rp1,58 triliun di SRBI," jelas Fadjar. Secara kumulatif, dari 1 januari sampai dengan 2 Mei 2024, transaksi yang terjadi adalah nonresinden jual neto Rp53,76 triliun di pasar SBN, beli neto Rp6,11 triliun di pasar saham, dan beli neto Rp 13,87 triliun di SRBI. Adapun level yield surat utang Amerika Serikat atau US Treasure Note tenor 10 tahun turun ke level 4,581% per kamis (02/05/2024). (Yetede)
Melonjaknya Harga Emas dan 'Senjakalaning' Dolar
Emas telah kembali ke sistem moneter internasional. Labih dari 50 tahun yang lalu, Presiden AS Richard Nixon "menutup jendela emas" (mengakhiri konvertibilitas dolar AS dengan nilai tukar tetap terhadap emas), dan obsesi dunia terhadap logam mulia tersebut akhirnya surut. Era baru mata uang fiat telah dimulai. namun kini, uang kertas ditantang oleh kekhawatiran fiskal dan teknologi baru (blokchains/distributed ledgers), dan harga emas telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa di atas US$ 2.400 per ounce. Goldbugs tentu saja berpendapat bahwa logam mulia tetap merupakan investasi ideal untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Namun, salah jika kita percaya bahwa harga emas itu stabil secara unik. Sebaliknya, harga tersebut mengukur kurva tingkat keamanan global. kalau terjadi lonjakan harga emas, berarti dunia mengalami era ketidakamanan yang signifikan. (Yetede)
5% BPR Belum Penuhi Modal Inti Minimum
Ekonomi Stabil Jadikan Industri EV Mampu Berkembang
Sertifikasi halal Tidak Bisa Ditunda
Wajah Baru Stasiun Tanah Abang, Pacu Potensi Ekonomi
Pengembangan Stasiun Tanah Abang yang dilakukan pemerintah merupakan impian besar yang harus segera terwujud. Sebagai stasiun sentral sekaligus pusat hub yang menyambungkan wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, pengembangan stasiun ini bisa menciptakan potensi ekonomi baru yang lebih besar. Pakar infrastruktur perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna mengatakan, pengembangan Stasiun Tanah Abang merupakan rencana lama yang ditunggu-tunggu namun baru terealisasi sekarang. Menurut dia, kondisi Stasiun Tanah Abang sudah tidak dapat menampung jumlah penumpang yang ada. "Ini skenario yang sudah lama sebenarnya. Hanya saja kita baru melihat berjalan sekarang karena memang butuh keterpaduan, terutama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata Yayat kepada Investor Daily. Yayat menjelaskan, dari seluruh stasiun kereta commuter yang ada, stasiun terpadat ada di stasiun Tanah Abang. Peran stasiun ini tidak hanya sebagai pusat hub, namun juga wilayahnya yang terkenal sebagai pasar terbesar regional menjadikan stasiun ini ramai dari berbagai kawasan dari Bogor, Cikarang hingga Serang melalui Rangkasbitung. (Yetede)
2029, Pasar Gim Indonesia Tembus US$ 5,5 Miliar
Total nilai pasar permainan pada perangkat elektronik dan komputer (gim) Tanah Air diproyeksikan berpotensi mencapai US$ 5,5 miliar pada 2029 dari tahun 2024 masih US$ 3,7 miliar. Pasar gim punya tingkat pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) 8,45% pada rentang lima tahun ke depan (2024-2029). Pertumbuhan terutama ditopang oleh tren terus meningkatnya minat pada kaum muda yang suka bermain gim dan produk yang makin variatif. Statista, lembaga riset dan pemeringkat berbagai sektor industri, menyampaikan, pasar gim di indonesia terus berkembang dan mengalami lonjakan popularitas karena terutama ditopang oleh pertumbuhan gim yang dimainkan di perangkat seluler/mobile (smartphone, tablet, dan laptop) serta makin banyaknya pengembang lokal yang mencipatkan gim inovatif yang relevan dengan budaya dan kebutuhan gamer lokal. (Yetede)
Konsumsi Rumah Tangga Menopang Pertumbuhan Ekonomi
Sejumlah kalangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal 1-2024 akan mencapai 5,17%. Hal ini tidak terlepas dari terjadinya pergeseran bulan Ramadan, periode peningkatan permintaan secara musiman, dari kuartal kedua pada tahun sebelumnya ke kuartal pertama pada tahun ini. Kepala Ekonomi Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pergeseran tersebut memberikan efek low base, yang berkontribusi pada pertumbuhan yang lebih tinggi. Pada saat yang sama peningkatan pengeluaran yang terkait dengan Pemilihan Presiden 2024 semakin mendorong pengeluaran pemerintah dan lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga, termasuk kegiatan kampanye politik. "Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024 diperkirakan akan berkisar 5,17% secara year on year (year) pada kuartal sebelumnya," kata Josua. (Yetede)









