5% BPR Belum Penuhi Modal Inti Minimum
Ekonomi Stabil Jadikan Industri EV Mampu Berkembang
Sertifikasi halal Tidak Bisa Ditunda
Wajah Baru Stasiun Tanah Abang, Pacu Potensi Ekonomi
Pengembangan Stasiun Tanah Abang yang dilakukan pemerintah merupakan impian besar yang harus segera terwujud. Sebagai stasiun sentral sekaligus pusat hub yang menyambungkan wilayah Jabodetabek dan sekitarnya, pengembangan stasiun ini bisa menciptakan potensi ekonomi baru yang lebih besar. Pakar infrastruktur perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna mengatakan, pengembangan Stasiun Tanah Abang merupakan rencana lama yang ditunggu-tunggu namun baru terealisasi sekarang. Menurut dia, kondisi Stasiun Tanah Abang sudah tidak dapat menampung jumlah penumpang yang ada. "Ini skenario yang sudah lama sebenarnya. Hanya saja kita baru melihat berjalan sekarang karena memang butuh keterpaduan, terutama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata Yayat kepada Investor Daily. Yayat menjelaskan, dari seluruh stasiun kereta commuter yang ada, stasiun terpadat ada di stasiun Tanah Abang. Peran stasiun ini tidak hanya sebagai pusat hub, namun juga wilayahnya yang terkenal sebagai pasar terbesar regional menjadikan stasiun ini ramai dari berbagai kawasan dari Bogor, Cikarang hingga Serang melalui Rangkasbitung. (Yetede)
2029, Pasar Gim Indonesia Tembus US$ 5,5 Miliar
Total nilai pasar permainan pada perangkat elektronik dan komputer (gim) Tanah Air diproyeksikan berpotensi mencapai US$ 5,5 miliar pada 2029 dari tahun 2024 masih US$ 3,7 miliar. Pasar gim punya tingkat pertumbuhan tahunan (compound annual growth rate/CAGR) 8,45% pada rentang lima tahun ke depan (2024-2029). Pertumbuhan terutama ditopang oleh tren terus meningkatnya minat pada kaum muda yang suka bermain gim dan produk yang makin variatif. Statista, lembaga riset dan pemeringkat berbagai sektor industri, menyampaikan, pasar gim di indonesia terus berkembang dan mengalami lonjakan popularitas karena terutama ditopang oleh pertumbuhan gim yang dimainkan di perangkat seluler/mobile (smartphone, tablet, dan laptop) serta makin banyaknya pengembang lokal yang mencipatkan gim inovatif yang relevan dengan budaya dan kebutuhan gamer lokal. (Yetede)
Konsumsi Rumah Tangga Menopang Pertumbuhan Ekonomi
Sejumlah kalangan memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal 1-2024 akan mencapai 5,17%. Hal ini tidak terlepas dari terjadinya pergeseran bulan Ramadan, periode peningkatan permintaan secara musiman, dari kuartal kedua pada tahun sebelumnya ke kuartal pertama pada tahun ini. Kepala Ekonomi Bank Permata Josua Pardede mengatakan, pergeseran tersebut memberikan efek low base, yang berkontribusi pada pertumbuhan yang lebih tinggi. Pada saat yang sama peningkatan pengeluaran yang terkait dengan Pemilihan Presiden 2024 semakin mendorong pengeluaran pemerintah dan lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga, termasuk kegiatan kampanye politik. "Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024 diperkirakan akan berkisar 5,17% secara year on year (year) pada kuartal sebelumnya," kata Josua. (Yetede)
Pendapatan Perumahan Intiland Tumbuh 30%
Ekspor Timah Mulai Menggeliat
Apa Untung-Rugi Menaikkan Tarif KRL Jabodetabek
Sidang Etik In Absentia untuk Nurul Ghufron
DEWAN dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron tetap digelar pada 14 Mei 2024, meski Ghufron tidak hadir. Anggota Dewas KPK, Albertina Ho, menyatakan jadwal sidang etik tidak akan mundur lagi. Sidang etik Ghufron semestinya digelar pada Kamis, 2 Mei 2024. Tapi Wakil Ketua KPK itu enggan menghadiri panggilan.Nurul Ghufron diperiksa Dewas KPK karena diduga melakukan pelanggaran etik dengan mengurus proses mutasi kerabatnya yang berstatus aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Pertanian (Kementan). Dia mengurus proses mutasi ASN itu dengan menghubungi eks Sekretaris Jenderal Kementan, Kasdi Subagyono.
Albertina Ho mengatakan, setelah Nurul Ghufron mangkir dari panggilan pertama sidang etik, Dewas KPK akan memanggilnya kembali untuk hadir dalam sidang kedua yang dijadwalkan pada 14 Mei 2024. “Sidang berikutnya tanggal 14 Mei 2024," kata Albertina kepada Tempo, Ahad, 5 Mei 2024. Albertina memastikan sidang etik Ghufron tak akan ditunda lagi. Dewas akan tetap melakukan sidang meski tanpa kehadiran Ghufron atau secara in absentia. "Ya," ujarnya.
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana, mengatakan Dewas KPK memang tetap bisa melanjutkan sidang etik terhadap Nurul Ghufron apabila dalam panggilan kedua nanti mantan Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember itu tetap mangkir. “Diatur dalam Pasal 7 ayat (4) Perdewas KPK Nomor 3 Tahun 2021,” kata Kurnia. Aturan yang sama ditemukan pada Pasal 11 ayat 4 Peraturan Dewas KPK Nomor 4 Tahun 2021. (Yetede)









