EKSPEKTASI PDB DI LINGKARAN TARGET
Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2024 diprediksi melintas di jalur yang cukup positif seiring dengan membaiknya mesin-mesin utama pemacu produk domestik bruto (PDB). Beberapa pendorong itu di antaranya adalah investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang berkinerja cukup baik, ditandai dengan realisasi penanaman modal senilai Rp401,5 triliun selama kuartal I/2024. Kemudian, konsumsi rumah tangga yang menjadi pendorong utama sejauh ini cukup positif, tergambar dari terkendalinya inflasi indeks harga konsumen (IHK) per Maret 2024. Sejalan dengan itu, konsensus ekonom Bloomberg pun memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I/2024 di rentang 4,9%—5,1% dengan estimasi rata-rata 5,1%. Demikian pula pemerintah yang meyakini bahwa laju PDB pada kuartal I/2024 masih di atas 5%, dengan target sepanjang tahun mencapai 5,2%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dalam Konferensi Pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) II Tahun 2024, kemarin Jumat (3/5), memperkirakan ekonomi kuartal I/2024 mampu tumbuh di angka 5,17%. Adapun dalam konteks investasi terpacu oleh berlanjutnya proyek infrastruktur termasuk pengerjaan proyek strategis nasional (PSN). "Sehingga outlook pertumbuhan ekonomi untuk kuartal I/2024 dari Kementerian Keuangan memperkirakan 5,17%," kata Sri Mulyani, kemarin. Menurutnya, kebijakan belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang berfokus pada penguatan daya beli masyarakat juga memberikan daya dorong maksimal ke PDB.
Secara terperinci, pada periode Januari—Maret belanja K/L yang terkait dengan Pemilu 2024 dan pembayaran gaji ASN naik 8%, dan pengeluaran untuk pensiun melesat 12%. Satu-satunya pemberat yang tengah diwaspadai oleh pemerintah saat ini adalah kinerja ekspor, yang tecermin dari terus menyusutnya surplus neraca perdagangan. Hal ini dipicu oleh gejolak geopolitik di Timur Tengah yang mengganggu distribusi serta perlambatan ekonomi di mitra dagang utama seperti China, Amerika Serikat (AS), dan Eropa.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, mengatakan beberapa indikator utama terbilang cukup positif sehingga mampu mendukung laju PDB kuartal I/2024.
Terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengatakan faktor utama yang mendukung soliditas pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah stabilitas politik dan sosial selama Pemilu 2024, yang meningkatkan kepercayaan investor dan pelaku ekonomi. Positifnya beberapa indikator ekonomi makro pada kuartal I/2024 diyakini akan memudahkan pencapaian target yang ditetapkan.
Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ajib Hamdani, mengatakan peluang itu muncul dari tuntasnya agenda Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 yang sekaligus menghapus tren wait and see investor.
Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pemerintah untuk mengompensasi dampak pengetatan moneter tersebut. Di antaranya menjamin kemudahan berusaha, pemberian insentif yang lebih tepat sasaran, dan transformasi ekonomi yang berorientasi ekspor dan substitusi impor.
Tags :
#EkonomiPostingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Rendahnya Belanja Produktif Menghambat Pemulihan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023