Setelah Izin Paytren di Cabut
Bencana Hidrometeorologi Akibat La Nina Bercampur El Nino
Bisakah Sandra Dewi Terseret TPPU Harvey Moeis
kEJAKSAAN Agung kembali memeriksa artis Sandra Dewi pada Rabu lalu, 15 Mei 2024. Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kuntadi menyatakan pemeriksaan itu merupakan bagian untuk mengusut aliran dana hasil korupsi tata niaga PT Timah Tbk periode 2015-2022. Suami Sandra, Harvey Moeis, merupakan satu dari 21 tersangka kasus korupsi itu. Kejagung juga menjerat Harvey dalam kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kuntadi menyatakan pemeriksaan Sandra dilakukan untuk mendalami perjanjian pisah harta antara Harvey dan sang istri. "Apakah itu (perjanjian pisah harta) benar, dan apakah itu dilakukan sebelum pernikahan itu terjadi atau memang dalam rangka untuk terkait dengan peristiwa pidana ini," kata Kuntadi, seperti dilansir Antara, Rabu lalu.
Kuntadi juga mengatakan pihaknya telah menyita sejumlah aset milik Harvey yang diduga dibeli dari uang hasil korupsi dan pencucian uang. Selain itu, kata dia, penyidik telah memblokir harta milik Harvey yang masih belum jelas asal-usulnya. "Ada beberapa harta yang kami sita diduga terkait dengan kejahatan, maka kami lakukan penyitaan. Harta yang belum jelas kedudukannya saat ini sedang kami blokir untuk ditelusuri sejauh mana keterkaitannya," ujarnya. Petugas berjaga di dekat mobil Mini Cooper S Countryman F 60 berwarna merah di halaman Kejaksaan Agung RI, 2 April 2024. TEMPO/Martin Yogi Pardamean Kuasa hukum Harvey dan Sandra, Harris Arthur Hedar, membenarkan bahwa pasangan tersebut memiliki perjanjian pisah harta. Dia menyatakan perjanjian itu telah dibuat sebelum keduanya menikah pada Desember 2016.
Harris pun menyatakan pihaknya telah memberikan semua catatan harta milik Sandra kepada penyidik saat diperiksa pada Rabu lalu. Meski demikian, Harris ogah menjabarkan perjanjian pisah harta kedua kliennya itu. Dia juga tak mau merincikan catatan harta Sandra Dewi yang diserahkan kepada penyidik Gedung Bundar—sebutan untuk kantor Jampidsus. Harris hanya menyatakan pihaknya menyerahkan catatan itu agar penyidik mudah mengidentifikasi mana harta milik Sandra sebelum dan sesudah menikah dengan Harvey Moeis. “Semua catatan harta telah diserahkan,” katanya saat dihubungi pada Jumat, 17 Mei lalu. Kejaksaan Agung sebelumnya telah menyita aneka aset milik Harvey setelah ia ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi timah pada 26 Maret lalu dan ditetapkan sebagai tersangka kasus TPPU pada 4 April lalu. Aset Harvey yang disita penyidik antara lain tujuh unit mobil, arloji mewah, dan rekening. Dari tujuh mobil tersebut, dua di antaranya merupakan hadiah dari Harvey untuk Sandra saat istrinya itu berulang tahun. Dua mobil tersebut adalah Rolls-Royce Cullinan serta Mini Cooper Countryman S F60. (Yetede)
Kenapa Pansel Calon Pimpinan KPK Harus Berintegritas
Miliarder RI di Panggung Bola Eropa
Sepak bola merupakan salah satu cabang olahraga yang sangat digandrungi. Banyaknya penggemar menjadikannya sebagai olahraga paling populer di dunia. Bahkan, sepak bola kini bukan sekedar olahraga di lapangan hijau. Belakangan, bola kaki ini menjelma ladang bisnis yang menjanjikan peluang profit menggiurkan. Tak hanya profit dari segi materi, tapi juga terbuka peluang untuk membawa brand produk menuju pentas global. Tak heran, jika investasi klub sepak bola kini digandrungi banyak kalangan pengusaha. Tidak terkecuali pengusaha asal Indonesia. Kebanyakan para konglomerat Indonesia ini memilih klub sepak bola Eropa sebagai ladang menyemai duit.
Salah satunya Hartono Bersaudara atau Grup Djarum yang menjadi pemilik klub asal Italia, Como 1907. Orang terkaya Indonesia ini mengakuisisi Como pada April 2019 senilai 850.000 Euro atau setara Rp 15 miliar. Ini merupakan program pembinaan pemain muda Indonesia yang dilangsungkan di luar negeri. Sayangnya, niat Grup Djarum terbentur regulasi pembatasan jumlah pemain non-Uni Eropa dalam satu klub sepakbola di Italia. Di bawah kendali Djarum, Como tidak jor-joran membeli pemain demi menjaga neraca keuangan klub.
Kemudian menjaga rasio gaji maksimal 65% dari total pemasukan. Kini Djarum mampu mengangkat prestasi Como. Terbaru, Como berhasil promosi ke Serie A untuk pertama kalinya sejak musim 2002/2003. Selain Hartono, ada Grup Bakrie melalui Anindya Bakrie yang menjadi pemilik Oxford United bersama dengan Erick Thohir, Ketua PSSI sekaligus Menteri BUMN saat ini. Selain itu, Grup Bakrie juga menjadi pemilik klub asal Australia, Brisbane Roar. Direktur Ekonomi Digital Center of Economic and Law Studies (Celios) Nailul Huda menilai, tingginya animo masyarakat terhadap sepak bola menjadi pemantik pengusaha nasional untuk ikut berkecimpung di bisnis olahraga tersebut. Lagi pula, industri sepak bola di Eropa sudah sangat maju, sehingga investor tidak ragu berinvestasi di sana. Ujung-ujungnya popularitas produk meningkat. Pengamat pasar modal Teguh Hidayat berpendapat, keuntungan langsung berinvestasi di klub sepak bola bersumber dari tiket pertandingan, hak siar, sponsor dan merchandise.
Kepatuhan Pelaporan SPT Pajak Baru 73%
Batas waktu maksimal pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) telah berakhir. Meski begitu, Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan masih menunggu pelaporan SPT Tahunan PPh oleh wajib pajak hingga Desember 2024. Berdasarkan data Ditjen Pajak, realisasi pelaporan SPT hingga 30 April 2024 mencapai 14,18 juta. Angka ini tumbuh 7,15% secara tahunan alias year on year (yoy). Sementara di periode sama 2023 lalu, total SPT yang terkumpul hanya sebanyak 13,24 juta. Secara perinci, jumlah SPT Tahunan itu terdiri atas wajib pajak orang pribadi sebanyak 13,14 juta, naik 6,88% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang terkumpul 12,29 juta SPT Tahunan. Berdasarkan perhitungan KONTAN, tingkat kepatuhan formal wajib pajak dalam melapor SPT Tahunan hingga 30 April 2024 mencapai 73,59% dari wajib lapor SPT sebanyak 19,27 juta wajib pajak. Tapi, angka ini naik dibanding periode sama tahun lalu, yang tercatat sebesar 68,10%.
"Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yaitu akhir April 2023 dengan akhir April 2024, rasio kepatuhan penyampaian SPT Tahunan mengalami peningkatan dan bukan merupakan sebuah kemerosotan," kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Dwi Astuti dalam Hak Jawab tertanggal 6 Mei 2024. Tapi, angka tersebut masih di bawah target. Tahun ini, Ditjen Pajak menargetkan pelaporan SPT mencapai 83,5% dari jumlah wajib lapor, atau naik tipis dibanding target tahun lalu 83%. Meskipun berdasarkan data Ditjen Pajak, realisasi pelaporan SPT sepanjang 2023 mencapai 88% dari jumlah wajib lapor. Direktur Eksekutif Pratama-Kreston Tax Research Institute Prianto Budi Saptono mengatakan, saat target kepatuhan, dalam hal ini kepatuhan formal, tidak berubah, maka target pemerintah konservatif pada tahun ini. Meski demikian, menurutnya, upaya intensifikasi dan ekstensifikasi di setiap kantor pelayanan pajak (KPP) bisa membantu target pelaporan tercapai. Ditjen Pajak juga masih memiliki waktu hingga akhir tahun untuk mengoptimalkan proses penyesuaian data dari pelaporan SPT.
Bank Tanah Siapkan Lahan untuk Bandara VVIP di IKN
Prajogo Pangestu Penguasa Bursa
Emiten milik grup konglomerasi masih menguasai Bursa Efek Indonesia (BEI). Kali ini, juaranya adalah Grup Barito milik Prajogo Pangestu yang sejumlah saham miliknya berhasil menembus rekor harga tertinggi (all time high) pekan ini. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) masih membetot perhatian publik dengan level harga yang sudah menyentuh Rp 10.750. BREN kokoh di puncak emiten dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar di BEI, senilai Rp 1.438,20 triliun. Saudara sekandung BREN, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) ikut melejit dan menjadi emiten dengan market cap terbesar ketiga senilai Rp 787,26 triliun.
Lompatan harga juga dialami tiga saham Prajogo Pangestu lainnya PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Petrosea Tbk (PTRO). Hitungan KONTAN market cap gabungan dari lima saham Praogo Pangestu ini menyentuh Rp 2.455,62 triliun. Jumlah itu setara dengan 19,77% dari total gabungan dari lima saham Praogo Pangestu ini menyentuh Rp 2.455,62 triliun. Jumlah itu setara dengan 19,77% dari total market cap emiten BEI sebesar Rp 12.420 triliun hingga akhir pekan ini. Selain berada di puncak konglomerat terkaya di Indonesia, Prajogo Pangestu menjadi taipan terkaya ke-23 di dunia.
Cuan Prajogo juga mengalir ke pasar saham, yang datang dalam wujud lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Punya bobot yang jumbo, kenaikan saham-saham Prajogo signifikan mendongkrak IHSG yang selama pekan ini mengakumulasi penguatan 3,22% ke level 7.317,23. Secara bersamaan, pesta pora saham Prajogo membawa rotasi di jajaran konglomerasi penguasa bursa. Financial Expert Ajaib Sekuritas, Ratih Mustikoningsih mengamati, rotasi saham di jajaran top market cap cukup volatil sejak April 2024. Saham big banks merosot imbas aksi profit taking dan kinerja yang di bawah ekspektasi. Sementara saham Prajogo terus menanjak. Ini berkat sejumlah sentimen positif. Termasuk aksi akuisisi dan masuknya TPIA di Indeks Standar Global Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Head of Research Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengamini, rotasi market cap seringkali dipengaruhi oleh sentimen terkini. Selain dari ekspansi, branding Prajogo sebagai orang terkaya di Indonesia dan masuk ke jajaran konglomerat dunia turut menambah daya tarik. Pengamat Pasar Modal & Founder WH-Project William Hartanto juga sepakat, sentimen konglomerat yang sedang bersinar secara psikologis membawa optimisme. Hanya saja, William mengingatkan pelaku pasar perlu waspada lantaran lonjakan harga saham dan market cap tak selalu mencerminkan performa fundamentalnya.
Incar Peluang Bisnis Jasa Interior
PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) meyakini bisnis desain interior dan jasa kontraktor di Indonesia masih memiliki prospek positif. Emiten baru dengan kode saham MEJA ini mengutamakan inovasi, agar bisa bersaing menjadi perusahaan jasa arsitektur terkemuka. Harta Djaya Karya yang dikenal dengan merek jasa Interra, memiliki bisnis utama jasa konsultasi desain. Interra menawarkan jasa konsultasi desain, mulai dari perencanaan ruang (space planning) sampai dengan pemilihan bahan yang digunakan (material picking). MEJA juga merupakan pelaksana konstruksi interior. Selain itu, MEJA menawarkan jasa pembuatan produk furnitur yang diproduksi secara khusus dan spesifik dan juga loose furniture yang tidak terpasang secara permanen dan mudah dipindahkan seperti meja, kursi, sofa. Titik balik perkembangan MEJA dimulai saat mendapatkan kesempatan untuk menjadi vendor di berbagai instansi pemerintah seperti DPRD DKI Jakarta, Kepolisian dan Kementrian Perdagangan.
MEJA juga mulai menjadi mitra utama perusahaan-perusahaan swasta terkenal, seperti PT Trinusa Travelindo (Traveloka), PT Goodyear Indonesia Tbk, dan British School Jakarta. Di tahun-tahun berikutnya, MEJA cukup banyak mendapatkan proyek pengerjaan interior untuk BUMN dan pengerjaan interior proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Direktur Utama Harta Djaya Karya, Richie Adrian Hartanto mengatakan, langkah initial public offering (IPO) MEJA juga akan memberikan peluang bagi perusahaan untuk membentuk kemitraan strategis yang lebih erat dan merambah pasar industri konstruksi dengan lebih luas. Di samping menjaring dana untuk membiayai proyek-proyek berjalan.
Dana hasil IPO MEJA sekitar 72% atau Rp 32,72 miliar akan digunakan untuk modal kerja. Sementara itu, sekitar 24% atau Rp 10,91 miliar akan digunakan untuk pembelian aset tetap berupa peralatan kerja kantor, peralatan kerja proyek dan kendaraan. Richie optimistis MEJA dapat menghimpun pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di tahun pertamanya tercatat sebagai emiten. Bahkan, pendapatan yang dipatok capai Rp 63 miliar diyakini sudah bisa tercapai pada semester I-2024. "Kami yakin kemungkinan target pendapatan di kuartal II 2024 sudah tercapai. Sementara, target laba kami di tahun ini sekitar 12% dari total pendapatan yang didapatkan, ujar Richie saat ditemui usai seremoni pencatatan IPO, belum lama ini. Dalam lima tahun ke depan, MEJA memiliki rencana dapat membangun workshop baru. Selain itu, emiten ini juga akan membangun experience center di beberapa lokasi.
LPKR Siap Terjun ke Bisnis Parkir
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) kembali melakoni aksi korporasi. Setelah melepas sebagian saham PT Siloam Internationals Hospitals Tbk (SILO), salah satu entitas Grup Lippo tersebut berencana menambah kegiatan usaha. Melansir keterbukaan informasi, Jumat (17/5), salah satu emiten properti ini berencana menambah kegiatan usaha, yaitu pengelolaan lahan parkir. Maka, LPKR akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 19 Juni 2024 untuk meminta restu terkait aksi korporasi itu.
Studi kelayakan sudah disiapkan LPKR terkait aktivitas perparkiran di badan jalan (on street parking) dan aktivitas perparkirandi luar badan jalan (off street parking). Manajemen LPKR menjelaskan, kegiatan usaha aktivitas perparkiran ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan usaha real estat yang saat ini dijalankan oleh perseroan ini. Guna meningkatkan kinerja, LPKR mengintegrasikan jasa usaha perparkiran dalam kegiatan usaha utamanya. Dari studi kelayakan LPKR, net present value (NPV) dari penambahan kegiatan usaha ini sebesar Rp 8,96 miliar. Lalu, internal rate of return sebesar 64,38%. Sementara itu, profitability index sebesar 1,19 dan break even point 41%. Lantas titik impas bisnis ini bisa lebih cepat dari lima tahun menjadi 3 tahun 5 bulan.









