Incar Peluang Bisnis Jasa Interior
PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) meyakini bisnis desain interior dan jasa kontraktor di Indonesia masih memiliki prospek positif. Emiten baru dengan kode saham MEJA ini mengutamakan inovasi, agar bisa bersaing menjadi perusahaan jasa arsitektur terkemuka. Harta Djaya Karya yang dikenal dengan merek jasa Interra, memiliki bisnis utama jasa konsultasi desain. Interra menawarkan jasa konsultasi desain, mulai dari perencanaan ruang (space planning) sampai dengan pemilihan bahan yang digunakan (material picking). MEJA juga merupakan pelaksana konstruksi interior. Selain itu, MEJA menawarkan jasa pembuatan produk furnitur yang diproduksi secara khusus dan spesifik dan juga loose furniture yang tidak terpasang secara permanen dan mudah dipindahkan seperti meja, kursi, sofa. Titik balik perkembangan MEJA dimulai saat mendapatkan kesempatan untuk menjadi vendor di berbagai instansi pemerintah seperti DPRD DKI Jakarta, Kepolisian dan Kementrian Perdagangan.
MEJA juga mulai menjadi mitra utama perusahaan-perusahaan swasta terkenal, seperti PT Trinusa Travelindo (Traveloka), PT Goodyear Indonesia Tbk, dan British School Jakarta. Di tahun-tahun berikutnya, MEJA cukup banyak mendapatkan proyek pengerjaan interior untuk BUMN dan pengerjaan interior proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta. Direktur Utama Harta Djaya Karya, Richie Adrian Hartanto mengatakan, langkah initial public offering (IPO) MEJA juga akan memberikan peluang bagi perusahaan untuk membentuk kemitraan strategis yang lebih erat dan merambah pasar industri konstruksi dengan lebih luas. Di samping menjaring dana untuk membiayai proyek-proyek berjalan.
Dana hasil IPO MEJA sekitar 72% atau Rp 32,72 miliar akan digunakan untuk modal kerja. Sementara itu, sekitar 24% atau Rp 10,91 miliar akan digunakan untuk pembelian aset tetap berupa peralatan kerja kantor, peralatan kerja proyek dan kendaraan. Richie optimistis MEJA dapat menghimpun pertumbuhan pendapatan dan laba bersih di tahun pertamanya tercatat sebagai emiten. Bahkan, pendapatan yang dipatok capai Rp 63 miliar diyakini sudah bisa tercapai pada semester I-2024. "Kami yakin kemungkinan target pendapatan di kuartal II 2024 sudah tercapai. Sementara, target laba kami di tahun ini sekitar 12% dari total pendapatan yang didapatkan, ujar Richie saat ditemui usai seremoni pencatatan IPO, belum lama ini. Dalam lima tahun ke depan, MEJA memiliki rencana dapat membangun workshop baru. Selain itu, emiten ini juga akan membangun experience center di beberapa lokasi.
Tags :
#BisnisPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023