Sumber Pendapatan Baru yang Perkuat Kantong Negara
Sederet emiten berupaya mendongkrak kinerja dengan menjaring sumber pendapatan baru. Sebagian masih dalam tahap persiapan, namun ada juga yang telah terbukukan pada laporan keuangan. Terbaru, ada PT Green Power Group Tbk (LABA). Emiten ini akan memasuki tahap produksi baterai pack melalui anak usahanya, PT Green Power Battery (GPB). Direktur Utama Green Power Group William Ong mengatakan, GPB telah memperoleh kualifikasi pertama untuk memproduksi baterai pack kendaraan bermotor listrik. "Ditargetkan selesai pada Oktober 2024," ungkap William, Jumat (20/9). PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) tak mau ketinggalan mendulang sumber pendapatan baru. PKPK melalui anak usahanya, PT Tri Oetama Persada (Triop) telah melakukan pengapalan perdana batubara pada 8 September 2024. Batubara tersebut akan diekspor ke China Resources Group sebagai pembeli, dengan total kargo 48.000 ton.
Atas pengapalan ini, Triop akan mendapatkan pendapatan dari penjualan batubara sebesar US$ 2,4 juta atau setara Rp 37,4 miliar. Potensi pendapatan dari penjualan tersebut bisa mencapai US$ 28,6 juta tahun ini dan US$ 156 juta di tahun depan.
Founder
Stocknow.id Hendra Wardana menilai, emiten yang berupaya mendongkrak kinerja melalui sumber pendapatan baru punya prospek yang cukup menjanjikan. Terutama bagi emiten yang melakukan diversifikasi ke sektor bisnis yang masih prospektif maupun sedang berkembang.
Head of Equity Research
Kiwoom Sekuritas Indonesia Sukarno Alatas menyoroti diversifikasi yang berpotensi mendongkrak pendapatan, seperti pada LABA dan SINI. Apalagi performa keuangan keduanya masih lesu. "Pasar sangat minat pada saham yang kinerjanya berpeluang tumbuh, terutama bisa mengubah dari rugi menjadi laba," katanya.
Head of Equities
Investment Berdikari Manajemen Investasi Agung Ramadoni menambahkan, investor perlu jeli mencermati bagaimana proses eksekusi emiten terhadap bisnis barunya.Termasuk sejauh mana bisnis baru itu berdampak pada laporan keuangan emiten.
Menunggu Performa Saham Blue Chip di Kuartal Akhir
Bagi investor yang memiliki target investasi jangka panjang, saham keping biru atau blue chip kerap menjadi pilihan untuk mengincar pertumbuhan imbal hasil yang konsisten. Namun, beberapa saham yang kerap digadang sebagai saham blue chip, ternyata punya performa buruk dalam lima tahun terakhir. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) dan PT Astra International Tbk (ASII) misalnya, dalam lima tahun terakhir, imbal hasil negatif. Sejak awal tahun ini, ketiganya masih laggard atau tertinggal jauh dari Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sejak awal tahun ini, harga ASII belum bisa kembali ke atas Rp 6.000. Apalagi, UNVR yang kini tersungkur di kisaran Rp 2.000-an. Tergerus 75% dalam lima tahun terakhir. Nasib lebih buruk dialami PT Gudang Garam Tbk (GGRM) dan PT HM Sampoerna Tbk (HMSP). Saham GGRM yang pernah bertengger di Rp 90.000 per saham pada 2019 silam, kini berkubang di kisaran Rp 15.000-an. GGRM hilang pamor, terlebih beberapa kali puasa membagi dividen. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi menilai, penurunan harga saham ini tak lepas dari kinerja emiten yang cenderung stagnan ataupun turun. Misalnya, UNVR mencatatkan compound annual growth rate (CAGR) untuk earnings per share (EPS) dalam 3 tahun terakhir -12,5%, lalu GGRM -11,4% dan HMSP -1,92%.
Bukan cuma itu. Penyebab
blue chip
konvensional ini mulai tertinggal adalah bobot yang semakin tipis di IHSG.
Head of Investment
Nawasena Abhipraya Investama, Kiswoyo Adi Joe menilai, berbagai saham baru yang memiliki
market cap
besar mulai menggeser bobot
blue chip
lawas. Hal ini membuat penyesuaian portofolio manajer investasi. "HMSP, GGRM dan UNVR sulit naik lagi, bobot terhadap IHSG mengecil," tuturnya.
Kendati begitu,
Associate Director of Research and Investment
Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus optimistis beberapa
blue chip
ini masih bisa tumbuh positif. Misalnya, ASII dan TLKM terus berupaya diversifikasi bisnis. Target harga Nico untuk ASII di akhir tahun Rp 5.600 dan TLKM Rp 3.900.
Strategi Emiten Telekomunikasi dalam Perebutan Pasar
Pertumbuhan konsumen yang diperkirakan mendatar pada semester II-2024 menjadi tantangan bagi emiten telekomunikasi. Kendati demikian perusahaan telekomunikasi diyakini masih memiliki daya ungkit, dengan menyesuaikan taktik pertumbuhan mereka dalam jangka pendek. Analis BRI Danareksa, Niko Margaronis mengatakan di tengah ketatnya persaingan, masing-masing emiten telekomunikasi punya cara tersendiri menjaga pertumbuhan dan stabilitas pendapatan. Telkomsel milik PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) misalnya telah mengurangi penawaran Tsel Lite sejak Juli 2024. Ke depan Telkomsel mungkin akan menahan diri dari ekspansi agresif yang menyasar pengguna kelas bawah itu. Dengan pendekatan ini, Telkomsel diperkirakan akan mengalami penurunan pendapatan sekitar 0,5% hingga 1,0% pada kuartal ketiga 2024. Tetapi dapat tumbuh antara 1,5% hingga 2,0% pada kuartal keempat 2024. Sementara itu, Indosat milik PT Indosat Tbk (ISAT) menunjukkan potensi ARPU yang signifikan. Ini karena pelanggan yang melakukan pembelian melalui aplikasi menghasilkan ARPU sekitar Rp 55.000. ISAT juga aktif mempromosikan paket eSIM dan menawarkan berbagai promosi. Adapun PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah mengonfirmasi kenaikan harga rata-rata nasional sekitar 5% untuk setiap paket. XL mendapatkan sekitar 900.000 pelanggan baru pada kuartal kedua 2024. Namun penambahan tersebut masih memerlukan waktu untuk mencapai monetisasi yang optimal.
Sementara Analis CGS Sekuritas, Bob Setiadi mengatakan, ISAT dan EXCL telah mengerogoti pangsa pasar Telkomsel dengan memasuki pasar luar Jawa. Ini membuat ISAT dan EXCL berhasil mendulang pertumbuhan pelanggan. Apalagi mereka masuk dengan harga awal yang lebih rendah dari Telkomsel.
Dalam risetnya, Bob menghitung pendapatan seluler ISAT memiliki korelasi sekitar 90% terhadap total BTS, dibandingkan TSEL sebesar 70% dan EXCL sebesar 76%.
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menilai di tengah sentimen perlambatan konsumen, emiten telekomunikasi perlu mengubah strategi bisnisnya. Ini dilakukan dalam menghadapi persaingan dan menjaga profitabilitas.
Untuk TLKM dan EXCL bisa meningkatkan efisiensi dan memaksimalkan layanan dan kecepatan internet. Nafan merekomendasikan
buy
TLKM dengan target harga Rp 3.700 per saham. Bob merekomendasikan
hold
ISAT dengan target harga Rp 11.900 dan EXCL
hold
dengan target harga 2.350 per saham.
Dilema Perbankan Menghadapi Penurunan Suku Bunga
Suku bunga acuan akhirnya turun. Lazimnya, perbankan akan merespons penurunan tersebut dengan menurunkan suku bunga simpanan, demi mengurangi biaya dana. Namun, saat ini perbankan masih berhadapan dengan likuiditas yang ketat. Oleh karena itu, perbankan akan hati-hati memutuskan penurunan bunga simpanan. Data BI mencatat, Dana Pihak Ketiga (DPK) per Agustus hanya tumbuh 7,1% secara tahunan atau year on year (YoY), turun dari bulan sebelumnya yng tumbuhnya 7,5%. Sementara kredit tumbuh 11,4%, walau melambat dari Juni yang tumbuhnya 12,4%. Bank bermodal besar lebih siap memangkas bunga. Lani Darmawan, Presiden Direktur Bank CIMB Niaga Tbk, mengatakan, pihaknya akan fokus menurunkan biaya dana pasca penurunan BI rate. "Kami lihat perkembangan. Namun, kami berharap bank secara nasional bunga DPK turun, agar biaya dana berangsur turun, sehingga bisa diikuti penurunan bunga kredit," kata Lani, Rabu (8/9).
Direktur Keuangan Bank Mandiri Sigit Prastowo mengatakan, penurunan bunga simpanan di Bank Mandiri tetap akan memperhatikan kondisi likuiditas dan juga bunga instrumen investasi non bank. Ia bilang, bank akan susah menurunkan biaya dana jika likuiditas masih ketat.
Sementara itu, meski kredit Bank Mandiri tumbuh kencang hingga 20,5% per Juni 2024, DPK bank pelat merah ini juga masih tampil apik, dengan pertumbuhan sebesar 15% secara tahunan. Corporate Secretary
Bank Mandiri Teuku Ali Usman mengatakan, penurunan bunga acuan bisa berdampak pada pengurangan biaya dana di perbankan. "Pada akhirnya akan memberikan dampak positif bagi efisiensi operasional," ujar Ali.
Sementara bank dengan modal lebih kecil lebih hati-hati menurunkan bunga. Direktur Bisnis Bank JTrust Widjaja Hendra menyebut penurunan bunga deposito akan memperhatikan kondisi pasar.
Untuk mengendalikan kenaikan biaya dana, bank milik investor Jepang ini akan berupaya memacu pertumbuhan dana murah. Salah satunya strateginya adalah dengan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk menjaring nasabah.
Adakami Perluas Pinjaman untuk Mendorong Pertumbuhan
Fintech peer to peer
(P2P)
lending
PT Pembiayaan Digital Indonesia (Adakami) menyalurkan pinjaman Rp 10,07 triliun hingga 19 September 2024.
Chief of Public Affairs
Adakami Karissa Sjawaldy menuturkan, pihaknya akan terus berupaya menjaga pertumbuhan penyaluran pinjaman, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.
"Adakami berkomitmen untuk menjaga kualitas kredit yang disalurkan dengan lebih cermat, juga memilah nasabah dan potensi pendanaan yang berkualitas melalui proses e-KYC," kata Karissa. Lewat proses e-KYC, Adakami bisa lebih mengenali konsumen yang mengajukan pinjaman, sekaligus membantu penilaian risiko. Adakami saat ini membukukan TKB90 sebesar 99,8%.
Sementara itu, Karissa menerangkan, sebagai platform
fintech lending, pihaknya sangat terbuka untuk bekerjasama dengan para mitra baru guna mendorong penyaluran pinjaman berkualitas bagi masyarakat. Saat ini, dia bilang, seluruh
lender
Adakami merupakan
lender
institusi.
PON Ditutup, Kurang Maksimal Mendapatkan Peran Pemerintah
Akhirnya PON Aceh-Sumut 2024 lewat upacara penutupan di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Jumat (20/9/2024) malam, mewariskan banyak pengalaman dan pelajaran berharga. Masalah-masalah yang menyertai penyelenggaraannya merupakan bekal penting PON berikutnya di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur pada 2028. Menyelenggarakan PON di dua provinsi secara bersamaan, apalagi dengan persiapan yang sempat diganggu pandemi Covid-19, bukan hal mudah. PON Aceh-Sumut 2024 pun diselimuti beragam masalah, mulai dari arena yang kurang representatif, indikasi kecurangan perangkat pertandingan, persoalan konsumsi atlet, hingga kekacauan koordinasi panitia. Kekacauan penyelenggaraan juga masih muncul jelang upacara penutupan.
Koordinasi panitia masih bermasalah. Banyak penonton yang tidak mendapatkan tiket menyelinap masuk kestadion. Akses jalan menuju stadion pun tergenang air di beberapa titik. Alat-alat berat untuk pembangunan stadion memang telah disingkirkan, tetapi warga tidak mendapatkan kenyamanan dalam perjalanan menuju lokasi upacara penutupan. Walau didera segala masalah,secara umum PON berlangsung cukup lancar hingga ditutup oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Upacara penutupan berlangsung meriah. Panitia menyiapkan suguhan hiburan berupa tari tradisional Aceh dan Sumut, lalu marching band. Selain itu, ada pula pertunjukan tari dari Nusa Tenggara Barat(NTB) dan NusaTenggara Timur (NTT) yang merupakan tuan rumah PON selanjutnya. Acara ditutup dengan pesta kembang api. (Yoga)
Transportasi Kota Yang Kurang Mendapat Keperdulian
Pada tahun 2000, Japan International Cooperation Agency melalui The Study on Integrated Transportation Master Plan for Jabodetabek (SITRAMP) menyatakan, kerugian ekonomi akibat kemacetan Rp 3 triliun untuk biaya pengoperasian kendaraan dan Rp 2,5 triliun untuk waktu perjalanan. Tanpa perbaikan, hingga 2020 akumulasi kerugian itu mencapai Rp 70,5 triliun. Pemprov DKI Jakarta dan pusat dilecut untuk berbenah. Dalam 20 tahun ini dibangun angkutan massal berbasis bus (bus rapid transit/BRT) Transjakarta dan pembenahan kereta komuter KRL Jabodetabek, diikuti angkutan massal berbasis rel modern, yaitu MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan LRT Jabodebek. Angkutan pengumpan juga ditata. Meskipun demikian, angkutan massal perkotaan Jabodetabek belum memenuhi kebutuhan bagi sekitar 30 juta penduduknya. Akibatnya, pada tahun 2019, catatan harianKompas menunjukkan, kerugian akibat kemacetan di Jakarta dan sekitarnya mencapai Rp 100 triliun.
Data yang sama ditekankan lagi oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2022. Tanpa disadari, kemacetan menjalar ke semua kawasan urban di Indonesia. Hanya hitungan detailnya yang belum ada. Namun, data Bappenas menyebut, per tahun pertumbuhan kendaraan bermotor pribadi di Indonesia 8 persen dan penambahan infrastruktur jalan hanya1persen. Sistem transportasi publik perkotaan di luar Jabodetabek sama buruk, bahkan lebih buruk. Kementerian Perhubungan telah mengintervensi dengan program Teman Bus dan Biskita, yaitu pemberian stimulasi pengembangan bus kota di daerah dengan skema buy the service atau pembelian layanan per kilometer sesuai standar pelayanan minimal kepada operator. Ditargetkan, setelah 5 tahun, pemda dapat mengembangkan jaringan BRT dengan dana dari ABPD. Skema BRT dipilih karena lebih murah, mudah, dan cepat dibangun dibandingkan berbasis rel.
Hasilnya, baru 22 kota di Indonesia yang memiliki BRT dengan bantuan pusat ataupun mandiri. Tidak banyak pemda optimistis bisa membiayai sendiri BRT-nya setelah bantuan pusat berlalu. Kualitas layanan saatini belum baik, bahkan ada yang membiarkan BRT-nya mati. Kemacetan dan dampak terkait bisa diperhitungkan sejak dini serta dapat dicegah terjadi seawal mungkin. Namun, pemda masih sebelah mata melihat isu ini. Pusat pun belum memiliki program intervensi sempurna untuk mengikat dan memaksa pembangunan BRT dilakukan pemda. Jika hal ini dibiarkan, sepuluh tahun lagi lalu lintas di kota-kota besar Indonesia akan penuh sesak oleh kendaraan bermotor pribadi. Hasil dari langkah mengambang ini jelas akan membawa kita terjerembap ke dalam lubang bencana. (Yoga)
Konflik di Tubuh Kadin
Konflik yang terjadi di tubuh Kamar Dagang dan Industri Indonesia masih berlanjut. Meskipun pemerintah, dalam hal ini Menteri Perindustrian, telah menerima Ketua Umum Kadin terpilih melalui musyawarah nasional luar biasa Anindya Novyan Bakrie, di Kementerian Perindustrian, Jakarta, kubu Kadin yang dipimpin Arsjad Rasjid tetap menyatakan kepengurusan mereka yang sah sesuai aturan. Wakil Ketua Umum Bidang Hukum dan HAM Kadin Indonesia Dhaniswara K Harjono mengatakan, sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin Indonesia serta Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2022 tentang AD/ART Kadin, secara sah dan legal Ketua Umum Kadin Indonesia pada masa bakti 2021-2026 adalah Arsjad Rasjid. Dewan Pengurus Harian Kadin Indonesia selalu berpegang pada AD/ART, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987, serta Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2022. ”Setiap langkah yang diambil dewan pengurus didasarkan pada pedoman ini. Kadin Indonesia tetap solid serta teguh dalam menjalankan mandat dan tugas sebagai mitra strategis pemerintah di tengah dinamika internal organisasi yang terjadi,” ujarnya, Jumat (20/9/2024).
Dhaniswara mengatakan, terkait dengan hasil keputusan munaslub 14 September 2024, pihaknya ingin menggarisbawahi bahwa keputusan dan proses munaslub tersebut tidak sesuai dengan AD/ART dan Keppres No 18/2022 yang berlaku. Oleh karena itu, Kadin Indonesia secara tegas menyatakan bahwa munaslub tersebut tidak sah atau ilegal karena tidak memiliki dasar hukum yang kuat. Saat ini, Kadin Indonesia tengah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menangani pelanggaran ini, termasuk melakukan investigasi internal serta berkoordinasi dengan pemerintah dan pihak-pihak terkait lainnya. Pengurus Kadin Indonesia juga meminta dukungan dari pemerintah mengingat munaslub itu tidak memenuhi syarat yang ditetapkan, baik dari segi AD/ART, undang-undang, maupun keppres. Pemerintah, dalam hal ini Presiden dan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, telah menyampaikan bahwa pengesahan perubahan AD/ART Kadin sepenuhnya berada di tangan Presiden dan penyelesaian masalah internal ini harus dilakukan melalui mekanisme di internal Kadin. (Yoga)
Menggenjot Perekonomian Dengan Desa Wisata
Travel Fair 2024 atau KTF yang berlangsung pada 20-22 September 2024 di Jakarta Convention Center, Jakarta, diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk berwisata sehingga menggerakkan perekonomian. Upaya itu salah satunya dilakukan dengan menghadirkan pengalaman mendalam bagi para wisatawan melalui desa wisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, KTF sebagai salah satu pameran industri perjalanan wisata terbesar menghadirkan beragam paket wisata, maskapai penerbangan, serta industri wisata. Pergelarantersebutturut memberikan informasi mengenai paket wisata, transportasi, akomodasi, agen perjalanan, desa wisata, ekonomi kreatif, serta berbagai acara. ”Ini juga merupakan tempat bagi wisatawan untuk membeli produk wisata dengan berbagai penawaran menarik.
Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pergerakan wisatawa Nusantara dan perekonomian sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Sandiaga dalam sambutannya melalui tayangan video, Jumat (20/9/2024). Dengan mengusung tema ”MultiTravelExperience”,KTF 2024 menargetkan 18.000 pengunjung dengan total transaksi senilai Rp 31,4 miliar. Tema dipilih sejalan dengan tren wisata 2024, seperti perjalanan bisnis yang digabungkan dengan liburan (bleisure) serta wisata kebugaran yang fokus pada kesehatan mental dan fisik. Selain itu, minat masyarakat kini juga tengah mengarah pada wisata mendalam yang menawarkan pengalaman budaya lokal dan set-jetting yang mengajak wisatawan berkunjung kelokasi film populer. Wisata desa juga menjadi alternatif yang menawarkan pengalaman otentik dan budaya lokal yang kaya. Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wisnu Sindhutrisno menyebut, telah terjadi perubahan paradigma wisatawan di seluruh dunia setelah pandemi Covid-19.
Saat ini, wisatawan mengedepankan pengalaman dan cenderung tidak lagi ingin ke tempat-tempat mewah. ”Mereka ingin merasakan pengalaman di desa-desa wisata, di tempat-tempat yang kecil, dengan ikut menanam padi, ikut memandikan kerbau, dan memandikan gajah seperti di Lampung. Itu cuma bisa dilakukan di desa-desa wisata. Dan, itu menjadi salah satu tren saat ini,” tuturnya. Menurut Wisnu, desa wisata akan memberikan dampak ekonomi secara langsung. Perekonomian desa wisata dapat dipicu oleh kedatangan wisatawan yang menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah warga sekitar. (Yoga)
Joao Maia, Disabilitas Netra yang Memotret melalui Telinga
Joao Maia (49) menekuni profesi yang rasanya tidak mungkin dilakukan seorang penyandang disabilitas netra. Pria dari Brasil itu berprofesi sebagai fotografer profesional. Maia sudah dikenali di antara ratusan fotografer yang memotret Paralimpiade Paris 2024. Pria bertubuh besar itu selalu membawa tongkat untuk membantu ”melihat” jalan. Ke mana pun Maia pergi memotret dari arena ke arena di Paris, ia selalu ditemani asistennya, BrenoBrespo. Di kartu akreditasi Maia sebagai fotografer tertulis nama Joao da Silva. Kompas secara tidak sengaja bertemu dengan Maia di Stadion Stade de France, Paris, Perancis, Sabtu (7/9/2024). Dia baru selesai memotret cabang olahraga atletik di stadion kebanggaan warga Perancis itu. Maia sibuk melayani permintaan orang-orang yang ingin berfoto atau bertukar pin.
Maia kehilangan penglihatan pada usia 28 tahun setelah matanya terkena infeksi. Ia hanya bisa melihat dengan mata kiri, tetapi kabur, sedangkan mata kanan tidak bisa melihat total. Oleh sebab itu, Maia membutuhkan asisten saat memotret. ”Saya membantu Joao mengenali warna-warna atau warna baju yang dipakai atlet. Saya juga membantu dia menunjukkan arah (obyek foto saat memotret) seperti kekiri, ke kanan, naik, atau turun,” kata Brespo yang baru pertama kali menjadi asisten Maia motret Paralimpiade.
Hasil jepretan kamera Maia dapat dilihat di akun Instagram miliknya, @fotografiacega_ atau disitus fotografiacega.com.br. Dalam situs tersebut tampak foto-foto karya Maia tidak kalah dibandingkan dengan karya fotografer dengan penglihatan normal. Maia juga memiliki minat memotret di luar gelanggang olahraga, misalnya pemandangan alam, fotografi jalanan, dan cerita manusia. Dalam riwayat hidup yang dikirimkan agenMaia,EduAzevedo, melalui surat elektronik, Maia lahir dalam keluarga sederhana sebagai bungsu dari 10 bersaudara. Dua saudaranya mengalami disabilitas intelektual. Ayah Maia, Francisco Goncalves da Silva, bekerja sebagai mandor konstruksi, sedangkan ibunya, Dona Luisa Alves Maia da Silva, seorang penjahit. Maia kecil dididik dengan keras oleh orangtuanya. Maia muda cerdas sehingga diterima di Sekolah Teknik Pertanian Universitas Federal Piaui. Disanalah dia pertama kali mengena fotografi dari gurunya. Setelah lu lus pada 1995, Maia pindah ke San Paulo dan mendapat pekerjaan di kantor pos pada 1997 hingga 2004 saat penglihatannya mulai bermasalah. (Yoga)









