;

Menggenjot Perekonomian Dengan Desa Wisata

Ekonomi Yoga 21 Sep 2024 Kompas
Menggenjot Perekonomian Dengan Desa Wisata

Travel Fair 2024 atau KTF yang berlangsung pada 20-22 September 2024 di Jakarta Convention Center, Jakarta, diharapkan mampu menggerakkan masyarakat untuk berwisata sehingga menggerakkan perekonomian. Upaya itu salah satunya dilakukan dengan menghadirkan pengalaman mendalam bagi para wisatawan melalui desa wisata. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, KTF sebagai salah satu pameran industri perjalanan wisata terbesar menghadirkan beragam paket wisata, maskapai penerbangan, serta industri wisata. Pergelarantersebutturut memberikan informasi mengenai paket wisata, transportasi, akomodasi, agen perjalanan, desa wisata, ekonomi kreatif, serta berbagai acara. ”Ini juga merupakan tempat bagi wisatawan untuk membeli produk wisata dengan berbagai penawaran menarik. 

Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan pergerakan wisatawa Nusantara dan perekonomian sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Sandiaga dalam sambutannya melalui tayangan video, Jumat (20/9/2024). Dengan mengusung tema ”MultiTravelExperience”,KTF 2024 menargetkan 18.000 pengunjung dengan total transaksi senilai Rp 31,4 miliar. Tema dipilih sejalan dengan tren wisata 2024, seperti perjalanan bisnis yang digabungkan dengan liburan (bleisure) serta wisata kebugaran yang fokus pada kesehatan mental dan fisik. Selain itu, minat masyarakat kini juga tengah mengarah pada wisata mendalam yang menawarkan pengalaman budaya lokal dan set-jetting yang mengajak wisatawan berkunjung kelokasi film populer. Wisata desa juga menjadi alternatif yang menawarkan pengalaman otentik dan budaya lokal yang kaya. Direktur Pemasaran Pariwisata Regional I Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wisnu Sindhutrisno menyebut, telah terjadi perubahan paradigma wisatawan di seluruh dunia setelah pandemi Covid-19. 

Saat ini, wisatawan mengedepankan pengalaman dan cenderung tidak lagi ingin ke tempat-tempat mewah. ”Mereka ingin merasakan pengalaman di desa-desa wisata, di tempat-tempat yang kecil, dengan ikut menanam padi, ikut memandikan kerbau, dan memandikan gajah seperti di Lampung. Itu cuma bisa dilakukan di desa-desa wisata. Dan, itu menjadi salah satu tren saat ini,” tuturnya. Menurut Wisnu, desa wisata akan memberikan dampak ekonomi secara langsung. Perekonomian desa wisata dapat dipicu oleh kedatangan wisatawan yang menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah warga sekitar. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :