;

Strategi Emiten Telekomunikasi dalam Perebutan Pasar

Ekonomi Hairul Rizal 23 Sep 2024 Kontan
Strategi Emiten Telekomunikasi dalam Perebutan Pasar

Pertumbuhan konsumen yang diperkirakan mendatar pada semester II-2024 menjadi tantangan bagi emiten telekomunikasi. Kendati demikian perusahaan telekomunikasi diyakini masih memiliki daya ungkit, dengan menyesuaikan taktik pertumbuhan mereka dalam jangka pendek. Analis BRI Danareksa, Niko Margaronis mengatakan di tengah ketatnya persaingan, masing-masing emiten telekomunikasi punya cara tersendiri menjaga pertumbuhan dan stabilitas pendapatan. Telkomsel milik PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) misalnya telah mengurangi penawaran Tsel Lite sejak Juli 2024. Ke depan Telkomsel mungkin akan menahan diri dari ekspansi agresif yang menyasar pengguna kelas bawah itu. Dengan pendekatan ini, Telkomsel diperkirakan akan mengalami penurunan pendapatan sekitar 0,5% hingga 1,0% pada kuartal ketiga 2024. Tetapi dapat tumbuh antara 1,5% hingga 2,0% pada kuartal keempat 2024. Sementara itu, Indosat milik PT Indosat Tbk (ISAT) menunjukkan potensi ARPU yang signifikan. Ini karena pelanggan yang melakukan pembelian melalui aplikasi menghasilkan ARPU sekitar Rp 55.000. ISAT juga aktif mempromosikan paket eSIM dan menawarkan berbagai promosi. Adapun PT XL Axiata Tbk (EXCL) telah mengonfirmasi kenaikan harga rata-rata nasional sekitar 5% untuk setiap paket. XL mendapatkan sekitar 900.000 pelanggan baru pada kuartal kedua 2024. Namun penambahan tersebut masih memerlukan waktu untuk mencapai monetisasi yang optimal. 

Sementara Analis CGS Sekuritas, Bob Setiadi mengatakan, ISAT dan EXCL telah mengerogoti pangsa pasar Telkomsel dengan memasuki pasar luar Jawa. Ini membuat ISAT dan EXCL berhasil mendulang pertumbuhan pelanggan. Apalagi mereka masuk dengan harga awal yang lebih rendah dari Telkomsel. Dalam risetnya, Bob menghitung pendapatan seluler ISAT memiliki korelasi sekitar 90% terhadap total BTS, dibandingkan TSEL sebesar 70% dan EXCL sebesar 76%. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta menilai di tengah sentimen perlambatan konsumen, emiten telekomunikasi perlu mengubah strategi bisnisnya. Ini dilakukan dalam menghadapi persaingan dan menjaga profitabilitas. Untuk TLKM dan EXCL bisa meningkatkan efisiensi dan memaksimalkan layanan dan kecepatan internet. Nafan merekomendasikan buy TLKM dengan target harga Rp 3.700 per saham. Bob merekomendasikan hold ISAT dengan target harga Rp 11.900 dan EXCL hold dengan target harga 2.350 per saham.

Tags :
#Bursa
Download Aplikasi Labirin :