Akselerasi Pertumbuhan Asuransi di Tengah Tantangan Ekonomi
Sepanjang semester I/2024, kinerja positif industri asuransi umum mendorong optimisme untuk ekspansi lebih lanjut. Ketua Umum Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), Budi Herawan, mencatat peningkatan premi asuransi umum sebesar 18,4% YoY menjadi Rp57,91 triliun, dengan prediksi pertumbuhan antara 10% hingga 15% pada akhir tahun. Budi menilai sektor properti dan asuransi kredit tetap menjadi pendorong utama, meskipun insentif pajak tidak memberikan dampak signifikan.
Direktur Utama Asuransi Raksa Pratikara, Edy, juga optimis dengan kinerja semester II/2024 meski menghadapi tantangan seperti penurunan penjualan mobil baru dan peningkatan pembiayaan bermasalah (NPF). Strategi perusahaan adalah memperluas penetrasi ke saluran distribusi yang belum dimaksimalkan.
Presiden Direktur Asuransi Tokio Marine Indonesia, Sancoyo Setiabudi, mengakui adanya penurunan kinerja perusahaannya sebesar 1,1% akibat menurunnya penjualan mobil baru. Namun, ia tetap optimis dengan pertumbuhan di lini bisnis lainnya seperti asuransi harta benda, pengangkutan, dan travel.
Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian OJK, Ogi Prastomiyono, optimis bahwa sektor asuransi umum akan tumbuh pada 2025, meskipun ada tantangan ekonomi makro. Ia meyakini bahwa APBN 2025 akan mendukung konsumsi domestik, memberikan efek positif pada industri asuransi.
Logam Emiten: Katalis Baru untuk Permintaan Pasar
Paket stimulus People’s Bank of China (PBOC) diprediksi membawa dampak positif pada saham-saham emiten tambang logam, seperti yang disampaikan oleh Gubernur PBOC Pan Gongsheng. Stimulus ini melibatkan pemangkasan suku bunga reverse repo dan giro wajib minimum (GWM), yang diharapkan dapat meningkatkan permintaan komoditas logam dari China.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Timothy Wijaya dan Christian Sitorus, memperkirakan stimulus ini akan mendorong permintaan logam, termasuk timah dan nikel. Mereka merekomendasikan beli untuk saham PT Timah Tbk. (TINS) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL). Analis Ciptradana Sekuritas Asia, Thomas Radityo, juga memperkirakan kenaikan harga logam hingga 2026, terutama untuk nikel dan timah.
Nafan Aji Gusta dari Mirae Asset Sekuritas dan Miftahul Khaer dari Kiwoom Sekuritas melihat sentimen positif ini akan mendorong kinerja emiten tambang logam pada paruh kedua 2024. Nafan menyarankan akumulasi beli untuk saham ANTM dan MDKA. Namun, Ezaridho Ibnutama dari NH Korindo Sekuritas berpendapat bahwa penguatan harga logam mungkin tidak akan signifikan hingga akhir tahun.
General Manager Corporate Communication MDKA, Tom Malik, mengonfirmasi bahwa stimulus PBOC telah meningkatkan permintaan dan harga logam, terutama emas, perak, dan tembaga. Selain itu, VP Tiger Warrior Maybank Sekuritas, Doni Setiowibowo, menilai bahwa sektor properti China yang didorong oleh stimulus ini akan meningkatkan permintaan nikel, memberikan keuntungan bagi saham-saham seperti INCO dan ANTM.
FSPO Marlin Natuna: Penggerak Baru Industri Hulu Migas
Proyek pembangunan unit penyimpanan dan pembongkaran migas terapung (FPSO) Marlin Natuna, yang dikembangkan sejak 2022, telah berhasil diselesaikan. Proyek ini bertujuan untuk mendukung produksi minyak dari proyek Forel di Laut Natuna, Kepulauan Riau. FPSO Marlin Natuna, dengan kapasitas 250.000 barel, akan menampung minyak dari proyek tersebut, yang diharapkan mulai onstream pada akhir 2024 dengan produksi sekitar 10.000 barel per hari.
Deputi Eksploitasi SKK Migas, Wahju Wibowo, menyatakan bahwa proyek ini merupakan bagian penting dari Wilayah Kerja South Natuna Sea Block B, dengan total investasi mencapai US$236 juta (Rp3,5 triliun). Ia berharap proyek ini tidak hanya mendukung fasilitas produksi hulu migas tetapi juga menciptakan dampak positif bagi perekonomian nasional.
Direktur Utama Medco E&P, Ronald Gunawan, menegaskan bahwa FPSO Marlin Natuna akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2024, dan proyek ini merupakan bukti kemampuan Medco dalam menangani proyek kompleks serta komitmennya terhadap industri migas Indonesia. Muhammad Darwin, Kepala Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Riau, juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah, SKK Migas, dan Medco E&P, serta menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam kemudahan perizinan.
Memperindah Destinasi Wisata Taka Bonerate
Taman Nasional Taka Bonerate berpotensi menjadi magnet wisatawan domestik dan mancanegara karena pesona baharinya yang menakjubkan. Namun, akses ke taman nasional ini masih perlu diperbaiki. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Arafah, menyatakan bahwa pemerintah berupaya meningkatkan akses, termasuk melalui pelayaran langsung dari Makassar ke Taka Bonerate. Hal ini diprediksi akan meningkatkan kunjungan wisatawan. Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Syaiful Arif, menambahkan bahwa Festival Taka Bonerate, yang akan diadakan pada Oktober 2024, dirancang untuk mempromosikan pariwisata dan budaya lokal. PT Pelni juga mendukung acara ini dengan membuka rute pelayaran sementara ke Pulau Bonerate selama festival berlangsung, meskipun belum ada rencana untuk membuat rute reguler karena kendala infrastruktur.
Penyebaran Info Bencana Melalui Teknologi 4G
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akan memperluas penyebaran informasi peringatan bencana melalui jaringan seluler 3G dan 4G, yang sebelumnya hanya menggunakan SMS Blast di jaringan 2G. Direktur Jenderal Penyelenggara Pos dan Informatika, Wayan Toni Supriyanto, menyatakan bahwa persiapan untuk implementasi sistem ini sedang berlangsung dan diharapkan bisa dilaksanakan tahun depan. Saat ini, Kemenkominfo menunggu penandatanganan Peraturan Presiden tentang Sistem Komunikasi Nasional Pelindungan Masyarakat dan Penanggulangan Bencana (Siskomnas PMPB) yang akan memungkinkan penggunaan Cell Broadcasting System (CBS) untuk penyebaran informasi bencana. Kemenkominfo juga bekerja sama dengan operator seluler dan menerima respons positif dari mereka terkait dukungan untuk sistem ini. Wayan juga menambahkan bahwa sistem peringatan dini (EWS) yang digunakan Indonesia merupakan bantuan aplikasi dari pemerintah Jepang, mengingat kesamaan kontur tanah antara kedua negara yang rawan bencana, khususnya gempa.
Kejagung Amankan Rp450 Miliar dalam Kasus TPPU
Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita uang tunai senilai Rp450 miliar yang diduga merupakan hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait kasus korupsi Duta Palma Grup. Direktur Penyidikan Jampidsus, Abdul Qohar, menjelaskan bahwa uang tersebut disita dari tersangka PT Asset Pacific, yang masih berafiliasi dengan Duta Palma. Kasus ini merupakan pengembangan dari perkara yang melibatkan Surya Darmadi, bos Duta Palma, yang sebelumnya telah dijatuhi hukuman 16 tahun penjara dan denda pengganti Rp2,2 triliun. Selain PT Asset Pacific, ada lima perusahaan lain yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dan pencucian uang terkait perkebunan kelapa sawit di Indragiri Hulu.
Optimisme Pebisnis Tergerus Kekhawatiran Daya Beli
Optimisme pebisnis masih berkibar pada kuartal terakhir 2024 ini. Periode ujung tahun, saat terjadi pergantian kepemimpinan nasional dari Presiden Joko Widodo ke Presiden 2024-2029 Prabowo Subianto. Kondisi ini tecermin dari hasil survei Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) kuartal IV-2024. Survei KONTAN atas persepsi Chief Executive Officer (CEO) dari puluhan perusahaan menyebutkan para nakhoda korporasi di level optimistis di kuartal terakhir 2024. Meski begitu, optimisme itu dibayangi dengan sejumlah masalah yang dikhawatirkan masih menjadi bandul berat yang bisa membuat keyakinan para CEO memudar. Kekhawatiran tersebut menyangkut pelambatan ekonomi global, efek ke ekonomi dalam negeri serta daya beli masyarakat yang tak kunjung naik. Hasil survei, keyakinan para CEO secara umum memang menurun. Ini ditunjukkan keyakinan mereka ke level 3,29 di kuartal IV-2024, turun dari level kuartal III-2024 yang sebesar 3,39. Dari enam indikator survei, penilaian terhadap perekonomian global di zona pesimis. Dalam survei ICCI periode ini, para CEO masih menyoroti persoalan daya beli dan kondisi global yang masih menantang pada akhir tahun.
Mereka menilai, daya beli masih lemah di tengah kuatnya tekanan harga komoditas pangan. "Daya beli masyarakat masih lemah," ujar Sandra Sunanto, Presiden Direktur PT Hartadinata (HRTA).
Sinyal kuat pelemahan daya beli juga nampak dari anjloknya pembelian barang-barang berdaya tahan lama atau durable goods. Penjualan mobil, anjlok 17,1% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi 560.619 unit pada Januari-Agustus 2024.
Meski begitu, daya beli di penghujung tahun diharapkan membaik seiring turunnya bunga acuan BI sebesar 25 basis poin (bps) dari 6,25% menjadi 6% pada pertengahan September lalu. "Semoga penurunan suku bunga akan menjadi stimulus kuartal IV ini," ujar Santosa, Direktur Utama PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
"Konflik geopolitik, inflasi tinggi, fluktuasi nilai tukar, dan ancaman resesi global dapat memberikan dampak negatif terhadap bisnis dan menjadi faktor yang perlu diwaspadai," ungkap Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, David Hidayat
"Sejauh ini situasi politik paska pemilu cukup kondusif, harapannya transisi pemerintahan ini bisa berjalan lancar sampai tuntas," ujar Setyono Djuandi Darmono, Direktur Utama PT Jababeka Tbk (KIJA).
Menarget Pajak Orang Super Kaya
Demi mengerek rasio pajak, Presiden terpilih Prabowo Subianto berencana menggenjot setoran pajak dari orang super kaya alias crazy rich di Indonesia. Apalagi, harta orang super tajir terus menanjak saat penghasilan masyarakat kelas menengah, yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional, cenderung tertekan. Wakil Komandan Tim Kampanye Nasional Pemilih Muda (TKN Fanta) Prabowo-Gibran Anggawira mengatakan kebijakan untuk mengoptimalkan penerimaan pajak dari orang kaya akan menjadi bagian dari strategi fiskal pemerintahan selanjutnya. "Dalam konteks pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, kebijakan untuk memaksimalkan penerimaan pajak dari orang kaya akan menjadi bagian dari strategi fiskal yang lebih luas," ujar dia kepada KONTAN, Senin (30/9). Di sisi lain, Anggawira menyebut, salah satu fokus yang bakal ditempuh Prabowo adalah memperkuat sistem perpajakan yang lebih adil dan efisien, termasuk membidik kelompok berpenghasilan tinggi yang selama ini potensinya belum tergali maksimal. "Di berbagai negara, pajak dari kelompok berpenghasilan tinggi atau pemilik aset besar seringkali menjadi sumber pendapatan signifikan," kata dia.
Upaya selanjutnya reformasi pajak penghasilan (PPh), dalam hal ini merevisi tarif PPh untuk kelompok berpenghasilan tinggi, atau pemberlakuan pajak tambahan (surtax) bagi mereka yang memiliki penghasilan di atas batas tertentu. "Semua ini tentu memerlukan proses regulasi yang matang dan perencanaan cermat agar kebijakan ini tidak hanya meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga memastikan keadilan sosial dan ekonomi yang lebih baik," kata Anggawira.
Sebelumnya, Center of Economic and Law Studies (Celios) menyebutkan potensi pajak kekayaan dari 50 orang super kaya di Indonesia mencapai Rp 81,6 triliun dalam setahun. Dalam laporan bertajuk Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2024, Celios menyatakan sejak 2020, kekayaan tiga orang terkaya telah meningkat lebih dari tiga kali lipat, sementara pertumbuhan upah pekerja hanya 15%. Tak ayal, jumlah kekayaan 50 triliuner di Indonesia ini bisa membayarkan gaji seluruh pekerja penuh dalam angkatan kerja sepanjang tahun.
Direktur Eksekutif Celios Bhima Yudhistira mengatakan, apabila pemerintah lebih cepat merumuskan pajak untuk orang kaya, hal ini bisa mengurangi beban pajak yang selama ini seolah dilimpahkan kepada masyarakat menengah atu kelas pekerja.
IHSG Merana di Tengah Arus Dana Asing ke China
Dana investor asing menguap dari bursa saham dalam negeri. Pada perdagangan Senin (30/9), investor asing mencatat penjualan bersih atau net foreign sell sebesar Rp 3,10 triliun di seluruh pasar. Dalam lima hari terakhir, net sell asing sudah mencapai Rp 7,7 triliun. Investor asing terpantau banyak melepas kepemilikannya di saham blue chip, terutama sektor perbankan. Aliran dana asing paling deras keluar dari saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan net foreign sell Rp 3,99 triliun dalam lima hari terakhir. Menyusul saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dengan net sell lebih dari Rp 1 triliun. Dana asing di sejumlah negara termasuk Indonesia, ditengarai memang sedang pindah haluan ke bursa saham China. Investor global melihat kesempatan berburu saham-saham undervalue di China yang akan terdorong kebijakan stimulus. Hal ini juga terlihat dari pergerakan indeks saham di China yang menguat signifikan. Shanghai Composite Index (SSEC) melonjak 8,06% dalam satu hari ke 3.336,5. Senior Research Analyst Lotus Andalan Sekuritas Fath Aliansyah mengatakan, efek stimulus yang digelontorkan oleh People Bank of China (PBoC) memang cukup signifikan memengaruhi pasar saham regional belakangan ini. "Namun, kalau perekonomian China pulih, Indonesia yang akan diuntungkan karena pasar ekspor Indonesia ke China besar," jelasnya kepada KONTAN, Senin (30/9). Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas menambahkan, penurunan indeks di pasar China selama ini telah membuat valuasi saham di Negeri Tirai Bambu semakin murah.
Selain itu, saat IHSG bulan September sudah naik kencang, pasar China yang masih berada di level bawah akan lebih menarik bagi investor asing. Menurut Nico, perlu kekuatan baru bagi China untuk bisa bangkit. "Namun ini hanya sentimen sesaat karena fundamental China belum membaik," katanya.
Nico menilai, saham-saham yang dilego investor asing masih menarik dan murah sehingga bisa dilirik. Saham pilihannya jatuh pada BBRI dengan target harga di Rp 5.750, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI ) dengan target harga Rp 7.850 dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan target harga Rp 11.550. Investor juga bisa mencermati saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).
Sedangkan saham pilihan Fath ialah saham perbankan
blue chip. Selain itu, saham PT Goto Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT Adaro Energy Indonesia (ADRO) juga bisa dicermati.
Senior Investment Strategist
Bank DBS Joanne Goh menilai, aliran modal bisa kembali masuk, jika pemangkasan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserves kembali berlanjut di bulan November dan Desember 2024.
Dividen: Peluang Cuan Bagi Investor
Sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) akan segera membagikan sebagian laba bersihnya dalam bentuk dividen tunai dan interim. Sejauh ini ada lima emiten yang mengumumkan jadwal pembagian dividen di bulan Oktober 2024. Salah satunya PT United Tractors Tbk (UNTR) yang akan membayar dividen interim Rp 2,42 triliun dari buku tahun 2024. Total dividen interim ini setara 25,39% dari laba bersih UNTR per Juni 2024 Rp 9,53 triliun. Tiap pemegang saham akan mengantongi bagian Rp 667 per saham. Selain UNTR, emiten Grup Astra yang juga siap menyebar dividen adalah PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). Emiten perkebunan ini akan menebar dividen interim tahun buku 2024 Rp 161,67 miliar. Dividen ini setara 32,27% dari laba bersih AALI per 30 Juni 2024 yang mencapai Rp 501,04 miliar. Equity Analyst PT Pilarmas Investindo Sekuritas Arinda Izzaty melihat, pembagian dividen interim menarik minat para pelaku pasar serta meningkatkan pendapatan bagi emiten pengendalinya.
Arinda melihat imbal hasil dividen HEXA cukup menarik. Namun, UNTR dan AALI paling cocok untuk investasi jangka panjang jika menilik kinerja keuangan. Sebab, laba bersih UNTR per kuartal II-2024 tumbuh 9,63% dan AALI naik 17,31% secara kuartalan.
Vinko Satrio Pekerti, Customer Literation and Education PT Kiwoom Sekuritas Indonesia melihat, pembagian dividen interim mengirimkan sinyal optimisme emiten terkait kinerja ke depan.
Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta Utama sepakat, investor harus memperhatikan harga saham emiten pembagi dividen.
Nafan melihat, ada beberapa sentimen pendorong kinerja untuk para emiten di sisa tahun 2024. Di antaranya, konsumsi domestik yang relatif terjaga, sehingga akan memengaruhi permintaan.
Keduanya diuntungkan bila sentimen harga komoditas berdampak pada pertumbuhan penjualan alat berat untuk sektor pertambangan.









