;

Gugatan IUP Ormas: Tantangan di Bisnis Pertambangan

Hairul Rizal 02 Oct 2024 Bisnis Indonesia

Tim advokasi tambang resmi mengajukan gugatan terhadap pemberian prioritas izin tambang bagi organisasi keagamaan ke Mahkamah Agung (MA). Raziv Barokah, perwakilan kuasa hukum, menjelaskan bahwa penolakan ini didasarkan pada Peraturan Pemerintah No. 25/2024 yang dianggap melanggar hukum. Menurutnya, pemberian izin tambang tanpa melalui proses lelang menyalahi ketentuan Pasal 75 ayat (3) dan (4) Undang-Undang No. 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Raziv juga menekankan bahwa gugatan ini bertujuan melindungi reputasi organisasi keagamaan yang bisa terdampak negatif. Selain berpotensi merusak lingkungan, izin tambang tersebut bisa memicu konflik dengan masyarakat adat. Tim advokasi, yang terdiri dari akademisi dan lembaga masyarakat, merekomendasikan agar organisasi keagamaan tetap fokus pada pembinaan umat, bukan bisnis tambang.

Dalam laporan Bisnis, diketahui bahwa dua organisasi keagamaan, yakni Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, telah menyatakan siap mengelola wilayah usaha pertambangan yang diberikan oleh pemerintah, dengan PBNU sudah membentuk perusahaan khusus untuk tujuan tersebut.

Tantangan Berat Prabowo dalam Meningkatkan Ekonomi

Hairul Rizal 02 Oct 2024 Kontan (H)

Lengkap sudah beragam indikator yang memperlihatkan bahwa perekonomian Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Tentu saja, ini perlu menjadi perhatian serius pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang akan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober nanti. Indikator pertama, Purchasing Manager's Index (PMI) Manufaktur Indonesia sudah bertahan di zona kontraksi tiga bulan beruntun tahun ini. Data teranyar pada September 2024, PMI Manufaktur RI tercatat di level 49,2, setelah Agustus 48,9 dan Juli 49,2. Economics Director S&P Global Market Intelligence Paul Smith mengatakan, kinerja sektor manufaktur Indonesia yang mengecewakan terkait kondisi makro ekonomi global yang sedang lesu pada September, dengan penurunan tercepat pada penjualan eksternal dalam waktu hampir dua tahun dari laporan terkini. Sedangkan data Kementerian Ketenagakerjaan menunjukkan, kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) naik. Pada September 2024, pekerja yang terkena PHK bertambah 6.753 orang. Alhasil, jumlah pekerja terkena PHK periode Januari hingga 26 September mencapai 52.993 orang. PHK terbesar masih di sektor manufaktur. Indikator kedua, Indeks Harga Konsumen (IHK) mencatatkan deflasi selama lima bulan berturut-turut tahun ini, mendekati krisis 1999 silam, dengan deflasi selama tujuh bulan berturut-turut. Meski BPS dan pemerintah menyangkal deflasi itu akibat pelemahan daya beli. 

Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti bilang, deflasi beruntun akibat penurunan harga, baik dari sisi penawaran maupun pasokan. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, daya beli masyarakat masih kuat. Salah satunya ditandai komponen inti yang masih naik 0,16% mtm. Ketiga, Indeks Indeks Kepercayaan Industri (IKI) September 2024 juga turun. Penurunan pesanan baru terjadi pada subsektor industri pengolahan lain yang mengalami kontraksi karena turunnya pesanan, dari luar negeri dan dalam negeri. Ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin menilai, kontraksi manufaktur dan deflasi beruntun jadi indikasi kuat bahwa konsumen maupun produsen pesimistis dengan prospek ekonomi. Alhasil, keduanya defensif dengan mengurangi produksi dan konsumsi. Ekonom Bright Institute Awalil Rizky juga menilai, perlu kejelasan strategi industrialisasi jangka menengah panjang. Kepala Ekonom BCA David Sumual lagi-lagi mengimbau pemerintah menciptakan lapangan kerja. Lebih dari 3,5 juta orang butuh lapangan kerja baru per tahun. Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Shinta Kamdani berharap, otoritas fiskal dan moneter menciptakan iklim usaha yang baik.

Sanksi untuk Pemda yang Manipulasi Data Inflasi

Hairul Rizal 02 Oct 2024 Kontan

Pemerintah ingin adanya sanksi terhadap pemerintah daerah (pemda) yang terbukti memanipulasi data inflasi. Praktik manipulasi data inflasi diduga demi mengejar insentif fiskal dari pemerintah pusat. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengaku pihaknya sudah mengantongi sejumlah pemda yang sering memanipulasi data. Kementeran PPN juga mendorong Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberikan hukuman bagi kepala daerah terkait ini. "Ini harus disentil daerah yang seenaknya saja, ngawur seperti itu," kata Suharso kepada media di kantornya, Senin (30/9). Kendati demikian, Suharso menegaskan pemberian skema insentif dan sanksi terhadap daerah masih efektif untuk mengendalikan inflasi. Dia bilang Menteri Keuangan Sri Mulyani tak pernah memberikan insentif terhadap daerah yang terbukti melakukan pemalsuan data. Dari 50 penerima insentif itu, sebanyak 36 daerah di antaranya atau 72% merupakan daerah baru yang sebelumnya tak pernah menerima penghargaan kategori pengendalian inflasi di 2023. 

Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Kemkeu Luky Alfirman mengatakan, pihaknya memberikan keleluasaan terhadap pemda dalam menggunakan insentif fiskal tersebut, seperti pembangunan infrastruktur, layanan publik, layanan kesehatan, ataupun layanan pendidikan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menegaskan BPS mempunyai data dan metodologi untuk menghitung inflasi. BPS juga menjaga independensi pengolahan dan pengumpulan data dan tidak ada intervensi dari pihak lain. Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahardiansah menilai, pemberian insentif fiskal kepada pemda dalam pengendalian inflasi bukan sesuatu yang perlu dilakukan. Nyatanya, pemberian insentif tidak efektif lantaran justru melahirkan "permainan" oleh oknum-oknum kepala daerah.

Daya Beli Lemah, Emiten Manufaktur Terpuruk

Hairul Rizal 02 Oct 2024 Kontan

Performa manufaktur Indonesia masih berada di zona kontraksi di tengah tren deflasi. Per September 2024, Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur Indonesia masih berada di bawah level 50, tepatnya di 49,2. Secara bulanan, terjadi peningkatan dari 48,9 pada bulan Agustus. Tapi, PMI Manufaktur Indonesia masih terjebak di zona merah atau kontraksi selama tiga bulan berturut-turut. Sementara itu, Indonesia kembali mencatat deflasi pada September 2024 sebesar 0,12% dibandingkan bulan sebelumnya. Deflasi ini telah terjadi selama lima bulan beruntun. Pengamat & Praktisi Pasar Modal, Agus Pramono menilai, kombinasi dua indikator itu mencerminkan kondisi makro ekonomi yang muram. Penyebabnya pelemahan permintaan. Terutama melemahnya daya beli masyarakat berpenghasilan menengah ( middle income ). 

Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi sepakat, tren deflasi dan manufaktur yang masih di zona kontraksi memberi sinyal terjadinya pelemahan permintaan. Performa emiten di sejumlah sektor rawan tertekan. Audi mengingatkan pelaku pasar mencermati perkembangan kondisi makro ekonomi di dalam negeri. Meski pada bersamaan, ada sentimen lain. Terlebih memasuki Oktober, investor mulai mengantisipasi musim rilis laporan keuangan kuartal ketiga. Founder WH-Project William Hartanto sepakat, antisipasi musim rilis laporan keuangan jadi katalis penting yang mengimbangi sentimen makro ekonomi. Dia memprediksi, deflasi dan manufaktur di zona kontraksi jadi sentimen jangka pendek. Analis Sinarmas Sekuritas, Eddy Wijaya menyatakan, investor juga perlu cermat melihat momentum. Di tengah situasi makro ekonomi dan pasar saat ini, Eddy melihat saham di sektor energi cukup prospektif. Biasanya akan terdongkrak oleh kenaikan permintaan di akhir tahun.

Layanan Spesialis: Katalis Baru Pertumbuhan

Hairul Rizal 02 Oct 2024 Kontan

Prospek positif kinerja PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) diperkirakan berlanjut. Ekspansi dan kesadaran kesehatan masyarakat yang meningkat menjadi pendorongnya. Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Arinda Izzaty mengatakan, di jangka pendek prospek MIKA didorong oleh sejumlah faktor. Pertama, implementasi tarif BPJS yang lebih tinggi sejak Januari 2023 diperkirakan meningkatkan pendapatan sekitar 7%-9%. Kedua, Omnibus Law Kesehatan yang disahkan pada Juli 2023 menyederhanakan proses lisensi, memungkinkan perekrutan dokter asing, dan meningkatkan pelatihan di RS. Ketiga, standar baru untuk kelas BPJS dapat berdampak positif dengan peningkatan pengalaman pasien. Analis Indo Premier Sekuritas, Andrianto Saputra berpandangan, kinerja positif MIKA akan berlanjut hingga akhir tahun. Pendapatan MIKA pada 2024 diperkirakan tumbuh 17,13% menjadi Rp 4,99 triliun, EBITDA tumbuh 22,2% menjadi Rp 1,83 triliun dan laba bersih melesat 25,98% ke Rp 1,15 triliun. 

Sementara di jangka menengah panjang, prospek MIKA juga didorong rencana perluasan Centre of Excellence (CoE) dengan fokus pada prosedur onkologi dan otak. Hal ini telah dimulai dengan dua pusat radioterapi baru di MIKA Bekasi Timur dan Kenjeran. Analis Maybank Sekuritas, Paulina Margareta mengatakan, MIKA juga akan membangun pusat stroke baru di Surabaya. Saat ini, Paulina melihat bahwa kontribusi pendapatan dari segmen CoE berkisar 15%-20%. Selain itu, ditambah dengan peningkatan kapasitas dan fokus pada layanan spesialis, MIKA diperkirakan akan dapat memenuhi kebutuhan layanan kesehatan yang meningkat. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji menyoroti distribusi tenaga kesehatan yang kurang merata. Sehingga, ia menilai rencana di pemerintahan baru dapat menjadi kesempatan untuk berekspansi. Dengan prospek dan peluang yang positif itu, Nafan merekomendasikan accumulate buy MIKA dengan target harga Rp 3.310. Adapun Arida merekomendasikan hold MIKA dengan target harga Rp 3.280.

Infrastruktur Menanti Perubahan di Tengah Transisi

Hairul Rizal 02 Oct 2024 Kontan

Kinerja sektor infrastruktur diproyeksi masih akan berat di sisa tahun 2024. Sejumlah indikasi itu sudah tercermin dari kinerja indeks IDX Infrastruktur yang masih berada di zona merah. Pada Selasa (1/10), IDX Infrastruktur bertengger di posisi 1.546,80. Secara harian, indeks yang berisi 66 saham emiten di sektor infrastruktur jalan tol, telekomunikasi, tower dan infrastruktur lainnya ini mengalami koreksi 0,19%. Jika diakumulasi sejak awal tahun ini, indeks infrastruktur sudah longsor 1,48%. Research Analyst Phintraco Sekuritas, Muhamad Heru Mustofa melihat, terkoreksinya kinerja IDX Infrastruktur dipicu sentimen jelang peralihan kepemimpinan nasional pada Oktober ini. Kondisi itu menyebabkan pasar cenderung menunda investasi di sektor infrastruktur. Terlebih, berdasarkan RAPBN 2025, anggaran belanja negara untuk pembangunan infrastruktur merosot 5,5% secara tahunan menjadi Rp 400 triliun, dari Rp 423 triliun pada APBN 2024. Dus, proyek pembangunan infrastruktur pada 2025 diproyeksi menyusut. Meski begitu, kata dia, kinerja emiten infrastruktur berpotensi membaik seiring pelonggaran kebijakan moneter atau pemangkasan suku bunga di sisa paruh kedua tahun ini. Kebijakan ini berpotensi mengurangi beban bunga emiten infrastruktur. 

Pasalnya, mayoritas emiten infrastruktur memiliki beban bunga tinggi akibat tumpukan utang. Heru memperkirakan, di sisa tahun ini, emiten telekomunikasi akan menopang kinerja indeks infrastruktur. Terutama jika rencana merger PT XL Axiata Tbk (EXCL) dan PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) terealisasi. Ini membuat persaingan usaha semakin sehat. Dus, kondisi tersebut berpotensi mendorong kinerja keuangan emiten telko. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta Utama mencermati, penurunan kinerja IDX Infrastruktur dipicu beberapa faktor. Di antaranya, penurunan kinerja keuangan dan saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Dalam evaluasi minor BEI terhadap IDX Infrastruktur, bobot TLKM pada indeks tercatat turun dari 9,28% menjadi 9%. Jumlah saham TLKM untuk indeks juga turun jadi 2,97 miliar. "Selain itu, investasi TLKM di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) juga masih merugi," ujar Nafan. Untuk trading, Nafan merekomendasi akumulasi beli saham TLKM, EXCL, dan WIKA dengan target harga masing-masing Rp 3.150, Rp 2.340, dan Rp 416 per saham.

Empat Bank Besar Cetak Laba Positif

Hairul Rizal 02 Oct 2024 Kontan

Kinerja empat bank besar di kuartal III tahun ini diperkirakan masih tumbuh positif. Jika berkaca dari hasil kinerja yang berakhir pada Agustus 2024, pertumbuhan laba bersih bank masih di atas proyeksi para analis. Menilik laporan keuangan bulanan masing-masing bank KBMI 4, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), rata-rata laba tercatat naik single digit. Hanya PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang mampu mencatatkan pertumbuhan laba double digit. Laba BCA naik 14% secara tahunan menjadi Rp 35,99 triliun. Penyaluran kredit dari bank-bank KBMI 4 juga positif. Ada dua bank yang penyaluran kreditnya naik di atas industri. Sebagai gambaran, kredit perbankan secara industri tumbuh 11,4% secara tahunan menjadi Rp 7.508 triliun per Agustus 2024. 

Analis PT Indo Premier Sekuritas Jovent Muliadi, dalam riset Senin (30/9), menilai, pertumbuhan laba bank-bank KBMI 4 di atas proyeksi. Hitungan dia, secara agregat laba empat bank besar naik 7% secara tahunan menjadi Rp 120 triliun. "Pencapaian ini mengalahkan estimasi kami yang memperkirakan laba bank besar hanya tumbuh 4% dan di atas proyeksi konsesus analis yang memperkirakan laba naik 5%," kata Jovent. Kenaikan laba ini didorong pendapatan operasional sebelum provisi yang juga naik 10% secara tahunan menjadi Rp 186,01 triliun. Head Customer Literation and Education Kiwoom Sekuritas Oktavianus Audi berpandangan, kinerja bank KBMI 4 menggambarkan pertumbuhan cenderung melambat. Menurut dia, ini dampak pengetatan kebijakan moneter oleh Bank Indonesia (BI). Toh, Audi melihat kinerja yang melambat ini tak banyak berdampak pada prospek saham bank KBMI 4. Ia menyukai BBCA dan BMRI karena pertumbuhan kredit solid. Sedang Jovent merekomendasikan beli BBRI, BBCA dan BMRI, dan memasang rekomendasi hold di BBNI.

Kredit Kendaraan Tetap Menjadi Andalan

Hairul Rizal 02 Oct 2024 Kontan

Bisnis pembiayaan kendaraan bermotor masih jadi tulang punggung sejumlah multifinance. Di tengah pasar yang masih lesu, sejumlah leasing mengatur strategi agar pembiayaan otomotif tetap menderu. Astra Credit Companies (ACC) misalnya masih mampu membukukan pembiayaan mobil sebesar Rp 26,5 triliun hingga Agustus 2024. EVP Corporate Strategic & Communication ACC Riadi Prasodjo bilang nilai tersebut tumbuh 5% dibanding periode yang sama pada tahun lalu. Dengan kondisi pasar yang masih menantang, Riadi bilang ACC terus berusaha untuk beradaptasi memaksimalkan potensi segmen pembiayaan yang masih bisa tumbuh. Misalnya dari pasar pembiayaan mobil bekas. 

Sementara itu, Direktur Utama Mandiri Utama Finance (MUF) Stanley Setia Atmadja menyebut pembiayaan mobil baru di perusahaannya masih bisa bertumbuh positif di tengah penjualan wholesale mobil nasional yang masih menukik 17,1% hingga Agustus 2024. Untuk mendorong pembiayaan mobil baru hingga akhir 2024, Stanley bilang perseroan akan melakukan sejumlah strategi. Di antaranya melakukan ekspansi jaringan, penguatan dan perluasan kerja sama dengan rekanan dealer, serta menggelar berbagai event untuk menjangkau konsumen di berbagai kota besar. Direktur Keuangan WOM Finance Cincin Lisa mengungkapkan pihaknya memilih untuk mengalihkan fokus pembiayaan ke segmen lain di tengah lesunya pasar sepeda motor baru. Selama delapan bulan pertama tahun ini , dia bilang penyaluran pembiayaan sepeda motor baru perseroan mencapai Rp 742 miliar, dari total new booking yang sebesar Rp 3,7 triliun.

MAPB Ekspansi untuk Perbaikan Kinerja

Hairul Rizal 02 Oct 2024 Kontan

PT MAP Boga Adiperkasa Tbk. (MAPB), emiten ritel makanan dan minuman merek internasional mengalami penurunan kinerja keuangan yang cukup dalam pada semester I-2024. Merujuk laporan keuangan keuangan, MAPB membukukan kerugian sebesar Rp 50,11 miliar pada periode Januari-Juni 2024. Kinerja itu kontras dengan laba Rp 52,64 miliar yang dicatat pada periode sama di tahun sebelumnya. Adapun, pendapatan menurun sebesar 18,68% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 1,62 triliun di semester I-2024, dari sebelumnya Rp 1,99 triliun semester I-2023. Anjloknya pendapatan ini menjadi salah satu faktor utama kerugian tersebut. Meski diterpa tantangan, Direktur Utama MAPB Anthony Valentine McEvoy mengungkapkan, perusahaan telah menyusun strategi untuk mengatasi kondisi tersebut dengan berfokus pada pemulihan dan pertumbuhan kinerja di sisa tahun 2024. "Stabilitas adalah kunci bagi seluruh tim di MAP Boga. Langkah ini diambil untuk memastikan setiap gerai yang sudah ada beroperasi dengan optimal, sambil mempersiapkan rencana ekspansi strategis," kata Anthony kepada KONTAN, Selasa (1/10). 

Beberapa gerai baru yang telah dibuka tahun ini antara lain gerai Starbucks dan Subway di Bali, serta rencana pembukaan gerai di Jakarta dan kota-kota lainnya di Indonesia. Hingga saat ini, MAPB mengoperasikan 834 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Perinciannya, 607 gerai Starbucks, 104 gerai Subway, dan sisanya gerai brand lain, seperti Krispy Kreme, Genki Sushi, Paul, Cold Stone, dan Gondiva. Di paruh kedua ini, MAPB tetap melihat potensi besar di pasar Indonesia, serta berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan layanan dengan membuka lebih banyak gerai di berbagai lokasi. Menurutnya, PT Sari Coffee Indonesia selaku perusahaan pengelola gerai Starbucks di Indonesia sepenuhnya berfokus pada pasar di Indonesia. Meskipun tidak memberikan proyeksi pertumbuhan yang spesifik, MAPB menargetkan penjualan dan stabilitas operasional di seluruh portofolio bisnisnya mulai stabil di akhir tahun ini.      

Penambangan Pasir Laut, Berdampak Buruk Bagi Kelautan

Yuniati Turjandini 01 Oct 2024 Tempo
KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan tidak kendur dalam melanjutkan rencana membuka keran ekspor pasir laut melalui kebijakan pengelolaan sedimentasi laut. Kebijakan ini menuai kritik publik karena dapat merusak lingkungan. Bahkan kebijakan ekspor pasir laut dinilai bakal melenyapkan potensi karbon biru yang tersimpan dalam ekosistem pesisir dan laut. Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira menjelaskan, laut Indonesia berpotensi menyumbang 17 persen dari total cadangan karbon biru yang ada di bumi. “Artinya, kalau ada eksploitasi pasir laut, potensi karbon biru itu pasti berkurang. Penambangan pasir laut pasti berdampak pada ekosistem pesisir dan mangrove,” kata Bhima ketika dihubungi pada Senin, 30 September 2024.

Bhima lantas mengingatkan bahwa pemerintah memiliki target ambisius mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK) nasional. Merujuk pada dokumen Nationally Determined Contributions (NDC), Indonesia menetapkan target pengurangan emisi sebesar 32 persen atau 912 juta ton setara dengan karbon dioksida (CO2e) dengan kemampuan sendiri pada 2030. Dokumen ini dibarengi peta jalan emisi nol bersih (net zero emission) yang akan dicapai pada 2060. NDC merupakan komponen utama Perjanjian Paris 2015 yang mensyaratkan negara-negara, tak terkecuali Indonesia, menahan peningkatan suhu rata-rata global di bawah 2 derajat Celsius. Konvensi Kerangka Kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) mewajibkan Indonesia menyampaikan dokumen Second NDC paling lambat pada Maret 2025. (Yetede)
  

Pilihan Editor