Optimisme Pebisnis Tergerus Kekhawatiran Daya Beli
Optimisme pebisnis masih berkibar pada kuartal terakhir 2024 ini. Periode ujung tahun, saat terjadi pergantian kepemimpinan nasional dari Presiden Joko Widodo ke Presiden 2024-2029 Prabowo Subianto. Kondisi ini tecermin dari hasil survei Indeks Keyakinan CEO Indonesia atau Indonesia CEO Confidence Index (ICCI) kuartal IV-2024. Survei KONTAN atas persepsi Chief Executive Officer (CEO) dari puluhan perusahaan menyebutkan para nakhoda korporasi di level optimistis di kuartal terakhir 2024. Meski begitu, optimisme itu dibayangi dengan sejumlah masalah yang dikhawatirkan masih menjadi bandul berat yang bisa membuat keyakinan para CEO memudar. Kekhawatiran tersebut menyangkut pelambatan ekonomi global, efek ke ekonomi dalam negeri serta daya beli masyarakat yang tak kunjung naik. Hasil survei, keyakinan para CEO secara umum memang menurun. Ini ditunjukkan keyakinan mereka ke level 3,29 di kuartal IV-2024, turun dari level kuartal III-2024 yang sebesar 3,39. Dari enam indikator survei, penilaian terhadap perekonomian global di zona pesimis. Dalam survei ICCI periode ini, para CEO masih menyoroti persoalan daya beli dan kondisi global yang masih menantang pada akhir tahun.
Mereka menilai, daya beli masih lemah di tengah kuatnya tekanan harga komoditas pangan. "Daya beli masyarakat masih lemah," ujar Sandra Sunanto, Presiden Direktur PT Hartadinata (HRTA).
Sinyal kuat pelemahan daya beli juga nampak dari anjloknya pembelian barang-barang berdaya tahan lama atau durable goods. Penjualan mobil, anjlok 17,1% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi 560.619 unit pada Januari-Agustus 2024.
Meski begitu, daya beli di penghujung tahun diharapkan membaik seiring turunnya bunga acuan BI sebesar 25 basis poin (bps) dari 6,25% menjadi 6% pada pertengahan September lalu. "Semoga penurunan suku bunga akan menjadi stimulus kuartal IV ini," ujar Santosa, Direktur Utama PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI).
"Konflik geopolitik, inflasi tinggi, fluktuasi nilai tukar, dan ancaman resesi global dapat memberikan dampak negatif terhadap bisnis dan menjadi faktor yang perlu diwaspadai," ungkap Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, David Hidayat
"Sejauh ini situasi politik paska pemilu cukup kondusif, harapannya transisi pemerintahan ini bisa berjalan lancar sampai tuntas," ujar Setyono Djuandi Darmono, Direktur Utama PT Jababeka Tbk (KIJA).
Tags :
#BisnisPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023