;

Dapen Alihkan Dana di Tengah Penurunan Bunga

Ekonomi Hairul Rizal 01 Oct 2024 Kontan
Dapen Alihkan Dana di Tengah Penurunan Bunga

Penurunan suku bunga acuan menekan prospek investasi deposito. Dengan kondisi ini, industri dana pensiun (dapen) mencari peluang investasi yang lebih baik dari instrumen investasi lain. Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno mengatakan penurunan suku bunga acuan akan diikuti oleh penurunan bunga deposito perbankan. Dus, instrumen ini jadi kurang menarik dibandingkan alternatif lain. Nah salah satu instrumen yang cocok untuk dijadikan tempat switching dari deposito adalah produk Sekuritas Rupiah Bank Indonesia alias SRBI. Selain menawarkan imbal lebih tinggi, karakteristik SRBI juga serupa dengan deposito yang cocok untuk liabilitas jangka pendek. "Dapen BCA sendiri mengalihkan sebagian investasi deposito ke instrumen SRBI sekitar 30% mulai sejak April 2024," kata Budi. Saat ini porsi investasi Dapen BCA di deposito mencapai 13,4%. 

Senada, Direktur Utama Dana Pensiun Bank Mandiri Abdul Hadie bilang SRBI jadi instrumen yang menarik di tengah potensi layunya bunga deposito. Meski begitu, Hadie mengatakan penurunan suku bunga BI tidak akan mengubah strategi investasi Dana Pensiun Bank Mandiri secara signifikan. Industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) juga melihat potensi penurunan suku bunga bunga deposito berpotensi membuat porsi investasi di instrumen tersebut terkikis. Padahal, deposito kerap menjadi salah satu keranjang terbesar bagi DPLK saat menaruh dana investasi. Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK Syarif Yunus bilang pengelola DPLK harus menjaga pilihan investasi dari peserta untuk mendapatkan tingkat imbal hasil pengembangan yang layak dan optimal. Bila menilik data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), DPLK tercatat mengoleksi surat berharga Bank Indonesia, terutama SRBI, pada Oktober 2023 senilai Rp 28,5 miliar. Namun nilainya terus naik hingga menembus Rp 4,9 triliun pada Juni 2024.

Tags :
#Keuangan #Bunga
Download Aplikasi Labirin :